Chapter: Mimpi indah, Nyonya“Jadi bagaimana? Kau sudah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaan 2 tahun lalu?” Bambang mengernyitkan keningnya berharap ada jawaban yang keluar dari mulut lawan bicaranya. Ia sedang berada di restarauran bintang lima tengah kota, Bambang memakai setelan jas hitam dengan rambut yang sangat rapi walaupun agak menjuntai ke bagian dahinya.“Tuan Bambang, penyebab kecelakaan ini benar-benar rumit. Aku sudah melakukan investigasi dan menanyakan beberapa kolega yang menjadi informanku, berkas tentang kecelakaan itu benar-benar dihilangkan,” jawab Pria dengan topi flat cap hitamnya.“Maksudmu?” “Maksudku jelas-jelas ada orang yang mempunyai nama terlibat dengan sengaja atau tanpa sengaja pada kecelakaan ini!”Bambang menyenderkan badannya ke kursi, dia berpikir sejenak. Sejak kejadian kecelakaan saat itu, dia sudah mulai mencari tahu tentang siapa yang menjadi pelaku kecelakaan beruntun yang menyebabkan Herman koma sekarang.Ia kira permasalahan ini sepele seperti rem blong atau
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Jangan Bermain Api, NonaBambang terperanjat, badannya yang sudah rileks terkena air dingin kini mulai menegang kembali. Bambang berjalan ke arah Celine yang masih sibuk membuat wajah menggoda, mencengkeram pundaknya dan memojokkannya ke tembok menyisakan tidak ada ruang diantara mereka berdua.“O-om?!” pekik Celine, ia kaget tiba-tiba Bambang menjadi ganas seperti itu.“Kau yang memintanya sendiri ya!” tegas Bambang, ia mulai mengendus leher Celine menghirup aroma tubuh Celine yang manis dan menggoda. Lehernya yang jenjang dan merona menambah mengobarkan hasrat Bambang yang sudah diujung tanduk.“Haaa..hhh!” Celine yang terkaget dengan apa yang dilakukan Bambang berteriak dan untungnya tangan Bambang dengan cepat menutup mulut Celine.“Jangan teriak Celine, nanti ada mereka dengar.” Bambang membisikkannya tepat di telinga Celine membuat Celine merasa geli. Bambang melanjutkan aksinya, ia menikmati bermain dengan leher Celine. Bambang membuat Celine duduk di atas badannya, Celine yang kebingungan tidak
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Berhenti menggodaku, NonaHaaappp!Tubuh Celine kini berada tepat di atas pundak Bambang, “Turunkan aku, turunkan akuuuu!” Bambang menarik tas lengan Celine dari tangannya. Tak terima tasnya diambil, Celine memberontak. Ia memukul-mukul punggung kekar Bambang. “Kembalikan tasku! Kembalikan tasku!” Bambang menghela napas sangat dalam, menurunkan emosinya. Ia menurukan Celine dan memdudukkannya di kursi kerja ayahnya. Bambang mengeluarkan sertifikat rumah dari tas itu, “Kenapa kamu mengambil sertifikat ini?” Bambang melirik tajam Celine.Celine kelabakan, ini terlihat kebingungan dan mencoba mencari alasan, “Om Bambang, sebenarnya Celine butuh uang untuk membayar denda penalti, Om!” Celine melingkarkan tangannya di lengan Bambang, Celine dengan wajah centilnya memasang wajah memohon dan menghadap kearah Bambang.Bambang mengepalkan tangannya, mencoba tak tergoda dengan rayuan Celine, apalagi anak itu sedang memakai tanktop putih yang terawang sehingga lekuk tubuh dan warna bra Celine pun terlihat deng
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Kau aman bersamaku, NonaBambang membelai dengan sangat lembut rambut Bianca, menurunkan semua rasa takut, cemas, marah Bianca.“Tenang saja, Nona. Aku sudah berjanji dengan ayahmu akan menjagamu dengan baik, tentu saja aku tidak meminta apapun.”Bambang memeluknya dengan hangat, “Aku tahu, Nona sudah sejauh ini demi bertanggung jawab untuk keluarga, mengambil shift ganda demi pengobatan ayah Nona. Bahkan Nona Bianca jarang beristirahat hanya demi itu. Terimakasih sudah berjuang Nona..”Suara Bambang yang terasa lembut tersengar ditelinga Bianca meluruhkan dirinya, ia melepas cengkeramannya. Titik-titik air mata kini muncul seakan-akan timbunan beban yang ia pendam selama ini, runtuh seketika di hadapan Bambang. Bianca menangis sejadi-jadinya, ia meluapkan semua beban emosi yang ia pendam sendirian. Bambang masih membelai lembut rambut Bianca, memberi tahu bahwa ia aman bersama Bambang. “Menangislah, Nona. Kehidupan memang kadang begitu.”Bianca akhirnya menyadari, bahwa secercah rasa panas yang suda
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Tolong Aku Mas!Di parkiran rumah sakit, Bambang mencoba menghubungi Bianca berkali-kali tetapi tidak ada jawaban. Ia berdecak dan berjalan menuju resepsionis. “Maaf, Dokter Bianca sedang istirahat, Bapak. Mungkin bisa ditunggu terlebih dahulu.” Kata Resepsionis. Bambang mengerutkan dahi, ia menatap tajam resepsionis itu membuat orang yang ditatapnya gemetar, “Dokter Joko ada?”Bambang berlari ke arah ruang direktur utama rumah sakit setelah resepsionis itu mengatakan bahwa ia ada diruangannya sekarang. Saat Bambang membuka pintu ruang, Dokter Joko ternyata sudang menunggunya, “Dokter Joko, aku butuh mengecek CCTV rumah sakit.”Dokter Joko tidak menolak, ia memberikan akses kepada Bambang melalui login di CCTV akses milik rumah sakit melalui ponselnya untuk sementara. Bambang mengecek CCTV dan terlihat Bianca sudah dipojokkan oleh dokter senior cabul. Bambang melotot, tensinya naik, bahkan Dokter Joko berusaha menenangkannya. Dokter Joko bilang bahwa Dokter Rio adalah anak dari pemilik Rumah S
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Sentuhan Panas NyonyaCup! Diana mencium Bambang sekaligus menjulurkan lidahnya. Tak ayal, Bambang yang reflek, segera membalas ciuman itu, walau hanya beberapa detik. Meski nikmat bisa berciuman dengan wanita secantik dan seanggun Diana, apalagi itu Nyonya-nya sendiri, Bambang masih terikat janji pada Tuan Herman. Seketika ia melepas ciuman itu, menatap lurus ke arah Diana seraya memegang pundaknya. “Mulai sekarang, rekeningmu harus diserahkan padaku, biar aku yang mengaturnya, demi kebaikan keluarga Tuan Herman!” Diana mengangguk pelan tersipu malu, pipinya memerah dan mata coklat emasnya ber-binar. Bambang melihat semua itu hanya menambah hasrat lelaki naik. Ia menengak ludahnya sendiri. “Aku tahu aku bodoh, Mas.” Diana menutup wajahnya, ia merasa tidak berdaya dihadapan Bambang yang sudah mengetahui semuanya. “Nyonya, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, Percayalah padaku! Mereka sengaja menargetkan wanita sepertimu sebagai korban mereka.” Tangan Bambang menyentuh wajah lembut Diana, m
Last Updated: 2026-07-01