LOGIN"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!" Menemani tiga anak gadis majikanku yang cantik dan masih bujang, siapa yang menolak. Tapi, statusku yang hanya pelayan biasa, membuatku direndahkan. Sampai akhirnya mereka tahu diriku yang sebenarnya, mereka memohon-mohon untuk jadi wanitaku.
View MoreSetelah perut terisi penuh nanti, agenda selanjutnya adalah menyapa langsung setiap tamu VVIP yang hadir merayakan lembaran baru kehidupan paling bersejarah bagi seluruh kongsi Keluarga Hermawan.Obrolan kami berdua mendadak disela oleh kedatangan Claudia dan Dion. Adik iparku itu langsung menarik dua kursi kosong di meja VIP kami dan menjatuhkan tubuhnya di sana. Dion mengekor di belakangnya membawa dua piring penuh berisi beraneka ragam hidangan laut."Gila, makanan di sini enak-enak banget, Raf! Gue sampai nambah salmon panggangnya tiga kali," puji Claudia menerima piring dari tangan kekasihnya."Makan yang banyak, Clau. Biar tenaga lo kuat buat ngurusin perumahan cabang selatan besok Senin," ujarku menunjuk piringnya menggunakan garpu."Siap, Bos! Pokoknya habis acar
Melihat putra kandungnya berhasil mencapai puncak kebahagiaan sempurna nyatanya sukses meruntuhkan seluruh pertahanan batin wanita hebat ini.Tidak ada lagi sisa-sisa kesedihan kelam masa lalu yang berani menampakkan diri di tengah perayaan kemenangan cinta agung ini."Ibu nangis lagi tuh, Raf. Samperin gih sebentar buat nenangin," bisik Shella menyikut pinggangku pelan.Aku segera menarik Shella mendekat ke arah wanita paruh baya yang telah melahirkanku itu."Udah dong, Bu, jangan nangis terus. Nanti riasan cantiknya luntur lho, masa ibunya pengantin kalah kinclong sama besan lain," bujukku merangkul pundak Ibu Liora dengan hangat."Ibu cuma kelewat bahagia, Nak. Rasanya kayak mimpi bisa lihat kamu segagah ini menggandeng wa
Aku menerima gulungan kertas berpita itu dengan kening sedikit berkerut keheranan. Pasalnya, ini adalah kali pertama seorang kepala daerah mengirimkan utusan khusus menembus ring pengamanan acaraku."Wah, repot-repot banget Pak Gubernur sampai ngutus asisten pribadinya ke tengah karpet merah begini. Makasih banyak lho, Pak. Tolong sampaikan salam hormat saya balik buat beliau," balasku menjabat tangannya dengan erat."Pasti akan saya sampaikan, Pak Rafli. Mari, silakan dilanjutkan kembali jalannya menuju aula. Saya permisi undur diri dulu dari hadapan kalian," pamit asisten itu lalu melangkah menyingkir, membuka jalan lebar untuk kami berdua.Shella sontak memegang lengan kiriku semakin erat hingga kukunya sedikit menancap di balik kain jas."Buka cepat suratnya, Raf. Ja
"AC-nya udah disetel mentok paling dingin ini, Sayang. Kamunya aja yang kelewat tegang mikirin ijab kabul. Santai aja, tarik napas dalam-dalam," hiburku mengusap punggung tangannya menggunakan ibu jari.Pandangan Shella kemudian beralih mengamati pemandangan di luar kaca jendela mobil. Dahinya perlahan berkerut tajam melihat deretan gedung pencakar langit yang baru saja kami lewati."Kok arah jalannya mengarah ke pusat pemerintahan kota Jakarta Pusat sih, Raf? Gedung hotel kita kan arahnya nggak lewat mari."Padahal, Shella sendiri yang mem-booking gedung hotel mewah di kawasan selatan jauh-jauh hari. Shella masih belum menyadari rute perjalanan yang mengarah menuju pusat pemerintahan kota Jakarta Pusat ini sengaja kubuat sebagai kejutan."Ada pengalihan arus lalu lintas






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore