author-banner
Triana Wulandari Ruangguru
Author

Novels by Triana Wulandari Ruangguru

Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Rahasiaku Diketahui Sang Chef!

Jemima Harsa adalah supermodel terkenal yang diam-diam menyimpan gangguan makan berbahaya. Karier dan reputasinya seketika hancur total setelah sebuah skandal pecah akibat kesalahpahaman fatal yang membuat Chef Nathan sangat membencinya. Demi menyelamatkan masa depan masing-masing, keduanya kini terpaksa harus bekerja sama kembali dalam sebuah proyek profesional. Apakah kolaborasi penuh ketegangan ini akan menyelamatkan karier mereka, atau justru menguliti habis rahasia paling kelam yang selama ini mati-matian Jemima sembunyikan?
Read
Chapter: Bab 10: Bahasa yang Sama
Pukul delapan pagi, Sweetphoria masih tutup.Jalanan di depan kafe belum terlalu ramai. Hanya sesekali terdengar suara kendaraan yang melintas di tengah udara yang masih menyisakan sisa hujan semalam.Jemima datang tepat waktu.Ia mengenakan kemeja biru muda dan celana hitam sederhana. Rambutnya diikat rendah. Tidak ada riasan tebal, hanya lip balm dan sedikit concealer di bawah mata.Nathan sudah berada di dalam.Ia sedang memasang kamera di atas tripod."Kamu tepat waktu."Jemima tersenyum kecil."Aku tidak berani terlambat."Nathan meliriknya sekilas."Kita bukan mau operasi."Jemima berkedip.Butuh beberapa detik sebelum ia sadar bahwa itu mungkin... lelucon.Sudut bibirnya terangkat.Nathan kembal
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 9: Kesempatan Kedua
Sweetphoria lebih sepi dari biasanya. Hujan rintik-rintik membuat orang memilih tetap berada di rumah. Hanya beberapa meja yang terisi. Musik jazz mengalun pelan dari speaker di sudut ruangan. Jemima sedang menyusun kotak pastry di dekat etalase ketika ponselnya bergetar. Jane Calling. Perasaannya langsung tidak tenang. Ia melirik ke arah Nathan yang sedang menghias éclair. "Chef, saya boleh angkat telepon sebentar?" Nathan bahkan tidak mengangkat kepala. "Dua menit." Jemima berjalan ke lorong belakang. Udara malam terasa dingin setelah hujan. "Halo?" "Jem." Suara Jane terdengar lebih ringan daripada beberapa hari terakhir. "Kamu lagi di Sweetphoria?" "Iya." "Aku baru selesai telepon dengan Pak Tanto." Jemima menunggu. "Soura Group memberi jawaban." Tangannya otomatis mencengkeram ponsel lebih erat. "Mereka menolak?" "Aku belum selesai bicara." Jemima menutup mata sejenak. Jane tertawa kecil. "Mereka memberi kesempatan kedua." Ia membuka mata. "Benarkah?" "Iy
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 8: Kembali ke Sweetphoria
Jemima tiba di Sweetphoria pukul enam lewat lima puluh. Ia berdiri beberapa saat di depan pintu belakang, jemarinya masih memegang tali tas. Langit Jakarta sudah gelap. Udara setelah hujan semalam terasa lebih sejuk. Ia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, ia kembali melihat wajah Nathan di ruang IGD. "Kamu takut makan?" Pertanyaan itu terus terngiang. Beruntung, ia berhasil mengelak. Kalau tidak... Ia tidak ingin membayangkan apa yang mungkin terjadi. Pintu belakang terbuka. Nathan keluar sambil membawa sekotak susu segar. Langkahnya terhenti ketika melihat Jemima. "Kamu datang." Jemima mengangguk. "Aku bilang akan menyelesaikan lima hari." Nathan tidak langsung menjawab. Tatapannya turun sesaat. Wajah Jemima masih pucat. Ada lingkar samar di bawah matanya. "Kamu seharusnya istirahat." "Aku sudah istirahat." Itu bohong. Nathan bisa melihatnya. Namun ia tidak membantah. Ia hanya menggeser tubuhnya. "Masuk." --- Suasana dapur lebih tenang dibandin
Last Updated: 2026-06-27
Chapter: Bab 7: Hal yang tak Dikatakan
"Jemima!" Suara Rani terdengar panik. Nathan menahan tubuh Jemima sebelum kepalanya membentur lantai. Perempuan itu terkulai di pelukannya, sama sekali tidak bereaksi. Wajahnya pucat. Bahkan bibirnya hampir kehilangan warna. "Chef..." suara Leo terdengar kecil. Nathan mengangkat wajah. "Ambil tasnya." Leo seperti baru tersadar. "Iya." Rani sudah mengambil jaket dari sandaran kursi. "Rumah sakit?" Nathan mengangguk singkat. Ia menyelipkan satu tangan di belakang lutut Jemima, lalu mengangkat tubuhnya. Tubuh itu terlalu ringan. Nyaris tidak ada beban. Seketika sebuah ingatan lama muncul begitu saja. Seorang perempuan duduk di meja makan. Sepiring pasta di depannya masih utuh. Wajahnya pucat. Saat berdiri, tubuhnya limbung. "Mama!" Nathan kecil berlari menghampiri. Ibunya tersenyum. "Mama cuma sedikit pusing." Namun beberapa detik kemudian, tubuh perempuan itu ambruk ke lantai. "Chef?" Suara Leo menariknya kembali. Mobil sudah berhenti
Last Updated: 2026-06-25
Chapter: Bab 6: Retakan di Balik Senyum Sempurna
Nathan tidak pernah menyukai prasangka. Selama bertahun-tahun membangun Sweetphoria, ia belajar satu hal—kesalahan kecil bisa diperbaiki, tetapi asumsi yang salah sering kali menghancurkan segalanya. Namun pagi itu, untuk pertama kalinya setelah kejadian di toilet Soura Group, ia mulai mempertanyakan penilaiannya sendiri terhadap Jemima Harsa. Ia kembali teringat wajah perempuan itu semalam. Pucat. Napas tidak teratur. Tatapan kosong ketika berdiri di depan rak berisi mentega. Itu bukan ekspresi seseorang yang sedang jijik pada makanan. Lebih mirip... Seseorang yang ketakutan. Nathan menggeleng pelan. "Mungkin aku terlalu banyak berpikir." Ia kembali menyalakan oven. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tepat pukul tujuh malam, pintu belakang Sweetphoria terbuka. Jemima datang lima menit lebih awal. Hari ini ia mengenakan kaus putih polos dan celana hitam sederhana. Rambutnya diikat rendah, tanpa riasan tebal yang biasanya selalu menghiasi waj
Last Updated: 2026-06-16
Chapter: Bab 5: Hari Pertama di Sweetphoria
Bab 5 Hari Pertama di Sweetphoria Pukul enam lewat lima puluh lima menit, Jemima sudah berdiri di depan pintu belakang Sweetphoria. Udara pagi masih dingin, tetapi telapak tangannya basah oleh keringat. Ia menatap pintu besi berwarna hitam itu beberapa detik sebelum menarik napas panjang. Ini hanya lima hari. Lima hari untuk menyelamatkan kariernya. Lima hari untuk membuktikan bahwa ia bukan perempuan yang menghina makanan. Lima hari... ...berada di tempat yang dipenuhi hal-hal yang paling ia takuti. Pintu terbuka dari dalam. Nathan muncul sambil membawa dua karung tepung di kedua tangannya. Ia sempat melirik jam tangan. "Tepat waktu." "Saya tidak ingin memberi alasan lagi agar Chef menolak saya." Nathan tidak menjawab. Ia hanya menggeser tubuhnya memberi jalan. "Masuk." Begitu memasuki dapur produksi, Jemima langsung disambut aroma mentega yang hangat. Beberapa oven sudah menyala. Suara mixer industri memenuhi ruangan. Seorang pria bertubuh ge
Last Updated: 2026-06-15
You may also like
Pengantin yang Tertukar
Pengantin yang Tertukar
Romansa · Yenita Wati
10.8K views
Secret Romance
Secret Romance
Romansa · Azuretanaya
10.8K views
Dia Pemilik Hatiku
Dia Pemilik Hatiku
Romansa · Lisandi Noera
10.8K views
Terjebak Cinta Segitiga
Terjebak Cinta Segitiga
Romansa · Respaty legacy
10.8K views
DICERAI KARENA STRETCH MARK
DICERAI KARENA STRETCH MARK
Romansa · Nurhayati Yahya
10.8K views
Skandal Sang Pilot
Skandal Sang Pilot
Romansa · Aisyah J. Yanty
10.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status