author-banner
Thek28
Thek28
Author

Novels by Thek28

Jerat Sandiwara Sang Direktur

Jerat Sandiwara Sang Direktur

Demi menyelamatkan proyek maskot impiannya dan terhindar dari badai PHK, Rania terpaksa menyetujui kontrak kencan palsu selama tiga bulan dengan Adrian, Direktur Operasional yang dingin dan perfeksionis. Adrian butuh pasangan untuk lepas dari cengkeraman perjodohan ibunya, sementara Rania butuh kepastian karier di tengah rumor kantor yang mulai liar. Namun, saat batas antara sandiwara dan perasaan nyata mulai kabur, rekan kerja yang dengki mengancam akan membongkar rahasia mereka sebagai skandal favoritisme. Di tengah pertaruhan reputasi dan karier, akankah mereka memilih mengakhiri kontrak atau justru memperjuangkan cinta yang tak lagi berpura-pura?.
Read
Chapter: Saat Sandiwara Kehilangan Kendali
Aku mengembuskan napas panjang yang sejak tadi kutahan. Bahuku akhirnya terasa sedikit lebih rileks, seolah beban yang menekan dadaku perlahan mulai terangkat. Rasanya seluruh tenagaku terkuras habis hanya dalam hitungan menit, sementara telapak tanganku masih terasa dingin akibat ketegangan yang baru saja terjadi. Namun, sebelum sempat menyampaikan rasa terima kasih kepada Adrian, suara langkah kaki dari arah koridor utama kembali terdengar. Ibu Sofia mendekati kami dengan senyum anggun, sama sekali tidak menyadari badai yang baru saja nyaris menghancurkan malam kami. Wajahnya tetap hangat dan tenang, membuat Adrian seketika mengembalikan ekspresi profesionalnya tanpa menyisakan sedikit pun jejak ketegangan. "Maaf ya, Tante tadi agak lama di dalam. Kalian tidak bosan menunggu, kan?" "Tidak sama sekali, Bu," jawab Adrian dengan tenang disertai senyum tipis yang terlihat begitu alami. Seketika itu juga, raut wajahnya kembali
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Ancaman Di Balik Galeri
Kalimat Adrian masih menggantung di udara ketika suasana yang semula tenang mendadak berubah mencekam. Aku bahkan belum sempat mengucapkan sepatah kata pun. Di tengah keheningan yang terasa semakin menyesakkan, Tyas kembali tersenyum tipis sambil menggeser layar ponselnya perlahan, seolah ia benar-benar menikmati setiap detik kepanikan yang mulai menguasai kami. "Masih ada beberapa foto lain. Dan menurutku... orang-orang di kantor akan sangat tertarik melihatnya." Ia tersenyum tipis sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "Foto ini sudah terhubung ke layar proyeksi utama galeri ini. Dan kau tahu? Ada beberapa karyawan kantor kita yang berada di sini. Jika mereka melihat foto ini, lalu diiringi dengan berita bahwa Rania adalah alasan di balik diterimanya proyek maskot Atlantis, sebesar apa gosip yang akan muncul nanti?" Tyas menatap kami berdua dengan senyum yang begitu jahat. Darahku seakan berhenti mengalir seketika ketika
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Sandiwara Di Balik Kanvas
Singkat waktu, akhir pekan pun tiba. Suara dentang lonceng pintu kaca Galeri Seni Kencana berbunyi pelan, menyambut kedatangan kami di tengah harumnya bunga lili dan aroma lilin aromaterapi yang menenangkan. Pameran seni lukis kontemporer akhir pekan itu dipenuhi oleh para tamu VIP, kolektor seni kelas atas, serta pengusaha-pengusaha ternama. Suasana elegan itu membuatku tanpa sadar menggenggam sedikit lebih erat tangan Adrian yang sejak tadi berada di sampingku.Di sampingku, Adrian berdiri dengan gagah mengenakan jas semi kasual tanpa dasi. Kancing bagian atas jasnya sengaja dibiarkan terbuka. Jemari tangannya menggenggam jemariku dengan begitu erat dan alami, sebuah gestur yang terasa begitu protektif. Seharusnya semua itu terasa profesional, tetapi justru membuat detak jantungku berantakan sejak kami turun dari mobil."Jangan menundukkan kepalamu, Rania," bisik Adrian pelan sambil sedikit menundukkan kepalanya agar hanya aku yang mendengar. "Angkat dagumu. Kamu
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Sandiwara Babak Dua
"Terkadang, demi membuat suatu kebohongan terlihat seperti kebenaran, kita harus memberikan bumbu yang tampak cukup nyata, Rania," jawabnya tanpa sedikit pun menoleh kepadaku.Aku terdiam dan mematung di kursi mendengar jawaban Pak Adrian. Bumbu yang nyata? Apa maksudnya? Pertanyaan itu terus berputar di dalam kepalaku, sementara suasana di dalam mobil kembali tenggelam dalam keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada sebelumnya. Aku tidak tahu apakah harus merasa senang karena rencana sandiwara kami berhasil dan berjalan dengan sukses, atau justru merasa takut karena batas antara profesionalitas dan perasaan kini terasa semakin kabur di antara kami berdua. Dan tanpa kusadari, sejak malam itu... sebuah garis yang dulu terasa begitu jelas perlahan mulai memudar, meninggalkan pertanyaan yang bahkan aku sendiri belum siap mencari jawabannya.Keesokan paginya, firasat buruk yang semalam berusaha kuabaikan ternyata datang lebih cepat daripada yang kuduga. Suasana
Last Updated: 2026-07-26
Chapter: Awalan Sandiwara Yang Baik
Saat itu aku belum menyadari bahwa sapaan sederhana itu hanyalah permulaan... karena beberapa menit berikutnya, Adrian akan melakukan sesuatu di hadapan ibunya yang membuat sandiwara kami terasa jauh lebih nyata daripada yang pernah kami sepakati.Setelah aku memperkenalkan diri, Adrian langsung menoleh kepadaku dan memberikan senyuman hangat yang terlihat begitu tulus, senyuman yang bahkan belum pernah kulihat selama bekerja di kantornya. Lalu, ia kembali menatap ibunya dengan sorot mata yang tenang namun penuh keyakinan. "Iya, Bu. Ini adalah Rania," ujar Adrian dengan lembut. "Orang yang selama ini selalu membuat saya ingin pulang kantor lebih cepat."Tangan kirinya yang bebas kemudian menepuk pelan punggung tanganku yang melingkar di lengannya. Deg. Aku berani bersumpah, jika ini hanya bagian dari aktingnya yang begitu profesional, Adrian benar-benar pantas mendapatkan piala penghargaan akting terbaik tahun ini. Karena saat ini jantungku sedang berdetak begitu kencang, saking kenca
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Perjamuan Makan Malam
Aku tertegun membaca pesan itu. Tanpa sadar sudut bibirku terangkat membentuk senyum tipis, sementara rasa kesal yang sejak pagi memenuhi kepalaku perlahan mulai memudar. "Hmm... hari yang buruk ini setidaknya bos yang dingin ini tahu persis bagaimana cara mengembalikan mood-ku kembali, dan tahu persis bagaimana cara membayar harga sebuah profesionalisme sandiwaraku dengan sangat adil." Siapa sangka, balasan singkat itu justru menjadi awal dari malam yang sama sekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya.Waktu pulang kerja pun tiba. Aku sudah berada di toilet halte bus dua blok dari kantor, berdiri di depan cermin sambil memandangi pantulan diriku dengan napas yang sedikit tertahan. Gaun rajut berwarna krem hangat hingga selutut yang kupakai malam ini adalah hasil buru-buru membongkar seluruh lemari kosan setengah jam setelah pulang kerja. Rambut cokelatku yang biasanya selalu kukuncir asal-asalan kini terurai rapi dengan jepit mutiara kecil di sisi kanan. Gayaku malam ini tidak terlal
Last Updated: 2026-07-23
You may also like
Sugar Mommy Amatiran
Sugar Mommy Amatiran
Romansa · 5Lluna
6.7K views
Di Antara Dua Nama
Di Antara Dua Nama
Romansa · Cedar Karamy
6.7K views
Pijat Yuk, Mas!
Pijat Yuk, Mas!
Romansa · Irbapiko
6.7K views
Scarlet
Scarlet
Romansa · Cristi Rottie
6.7K views
Menikah untuk Uang
Menikah untuk Uang
Romansa · Orekyu
6.7K views
Rahim yang Dipinjam Sahabatku
Rahim yang Dipinjam Sahabatku
Romansa · Nova Irene Saputra
6.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status