Chapter: Bab 26 - Rahasia Senjata Pemakan Sihir. Kaisar Juno mengamati dengan saksama senjata misterius yang dikirimkan oleh Dorin kemarin malam.Di dalam laboratorium rahasia istana yang steril, sang penguasa tertinggi beserta para ahli teknologi dan Alkimia Kekaisaran tengah berjuang keras untuk memecahkan misteri di balik senjata yang mampu menetralkan sihir tersebut.Ketua Menara Alkimia, Master Nina Jullius, tampak mengerutkan dahi dengan raut wajah yang dipenuhi kebingungan.Wanita genius berpenampilan khas kutu buku dengan kacamata bulat besar itu sudah mengurung diri di laboratorium bersama para bawahannya selama semalaman suntuk—tepat sejak Kaisar Juno mengantarkan objek tersebut.Mereka membongkar setiap jengkal komponen, berusaha memetakan struktur anatomi, cara kerja, hingga jenis energi yang menggerakkannya.Berbagai matriks rumus, kalkulasi energi, hingga persamaan termodinamika tampak memenuhi papan tulis besar di sudut ruangan. Kertas-kertas dokumen berserakan tak be
Última atualização: 2026-07-21
Chapter: Bab 25 - Topeng Sang Murid Pindahan. Sena melangkah anggun menyusuri koridor dengan tumpukan buku dan dokumen tebal yang didekap erat di dadanya.Suara ketukan sepatu hak tingginya bergema ritmis di sepanjang lorong akademi, tepat sesaat sebelum bel pertama berbunyi.Dia bernapas lega.Syukurlah tadi Amy tidak mendadak hobi mengobrol panjang lebar, sehingga kali ini dia bisa tiba di kelas tepat waktu.Namun, ada satu hal mengganjal yang terus berputar di kepalanya: tatapan Amy di ruangan kepala akademi tadi.Dari gurat wajahnya, Sena menduga kuat bahwa Elf tua itu berniat untuk segera menemui ayahnya, Kaisar Juno.Entah apa yang akan mereka bicarakan, tetapi kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan Dorin—pria misterius yang sukses membuat Amy berpikir keras seharian ini.Lamunan Sena buyar.Sepasang mata emasnya seketika melebar saat mendapati Profesor Tiana tengah berjalan dari arah berlawanan.Baru saja Sena hendak membuka mulut
Última atualização: 2026-07-20
Chapter: Bab 24 - Murid Pindahan yang Menghebohkan Akademi. Dorin berjalan menyusuri lorong asrama sembari mengedarkan pandangan ke deretan pintu kamar di sepanjang koridor.Sesekali, dia melirik gantungan kunci di tangannya yang bertuliskan angka 356, mencoba mencocokkan nomor tersebut dengan setiap pintu yang dia lewati.Rasanya dia ingin berteriak frustrasi.Sudah dua puluh menit penuh dia hanya berputar-putar di lorong labirin yang seolah tidak ada habisnya ini. Bertanya pada orang-orang di sekitar juga sama sekali tidak berguna. Setiap kali ada murid yang didekati, mereka langsung mengambil langkah seribu untuk menghindar.Namun, yang paling membuat Dorin jengkel adalah tatapan merendahkan yang mereka lemparkan. Jika bukan demi reputasi pekerjaan, dia sudah melenyapkan asrama ini dari peta sejak tadi.“Apa karena pakaianku, ya? Cih, dasar anak-anak kaya yang manja. Taruhan deh, mereka pasti bakal menangis histeris kalau tempat ini mendadak diserang musuh,” gerutu Dorin sinis.S
Última atualização: 2026-07-20
Chapter: Bab 23 - Kecurigaan Sang Penyihir Agung. Suara teh yang dituang ke dalam cangkir menjadi musik tersendiri di dalam ruangan yang kini senyap itu.Amy memutar telunjuknya sekilas, dan seketika teko porselen itu menghilang ke dalam dimensi sihir sesaat setelah mengisi penuh kedua cangkir antik di atas meja."Aku tidak menyangka ayahmu sampai melangkah sejauh ini dengan menyewa seorang pengawal pribadi," Amy menyeruput tehnya dalam-dalam, menikmati aroma herbal yang menguar."Maksudku, kenapa harus repot-repot? Dia hanya perlu memintaku untuk menjagamu selama di akademi. Apa kaisar tua itu sedang meremehkan kekuatanku?"Sena menghela napas pelan, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. "Aku pun tidak mengerti. Ketakutan Ayah belakangan ini rasanya sangat berlebihan. Ayah bilang... ia melihat sebuah visi, atau semacamnya.""Jika ia sampai melihat sebuah visi, maka kemungkinan besar hal itu akan menjadi kenyataan. Apalagi, saat terakhir kali bertemu denganku, ia keli
Última atualização: 2026-07-20
Chapter: Bab 22 - Awal dari tugas pengawalan. “Sudah kubilang, jangan panggil aku ‘Dek’! Aku ini jauh lebih tua darimu, bocah sialan!” Amy meradang, urat-urat kekesalan tampak menyembul di dahi mungilnya.“B-baik, Dek—eh, maksudku Nyonya Amy,” ralat Dorin cepat dengan wajah polos.Sang Kepala Akademi mendengus kencang, lalu mengembuskan napas panjang untuk menenangkan diri."Kali ini..." Amy melipat kedua tangan di depan dada. "...kuampuni kelancanganmu."Dia menghela napas panjang, membuat telinga panjangnya sedikit terkulai ke bawah."Terutama karena kau sudah menyelamatkan Sena dari serangan teror semalam."Langkah kaki kecilnya bergema di ruang kerja yang sunyi. Dia melompat ke atas kursi kebesarannya yang terlalu besar, lalu menopang dagu sambil menatapku lurus."Tapi ingat ini baik-baik, anak muda."Aura sihir yang luar biasa pekat mendadak menekan seisi ruangan. Atmosfer di sekitar ruangan seketika menjadi sangat berat, membuktikan eksistensiny
Última atualização: 2026-07-13
Chapter: Bab 21 - Profesionalitas adalah nomor 1! Berakhir sudah. Sena yang bisa merasakan desakan aura membunuh yang sedemikian pekat seketika jatuh dalam kepanikan yang luar biasa.Namun, segalanya sudah terlambat. Sang Kepala Akademi telah melayangkan pukulan telak, membelah udara berkecepatan tinggi tepat menuju ke arah wajah Dorin.BUM!Sang Putri dengan cepat memejamkan matanya rapat-rapat, tidak sanggup melihat pemandangan mengerikan yang akan terjadi selanjutnya.Menilai dari densitas aura sihir murni yang sempat dikeluarkan oleh sang Elf barusan, Sena tahu betul tidak akan ada makhluk hidup yang bisa selamat setelah menerima hantaman fisik sekaku itu.Namun, setelah beberapa detik ia menunggu dalam kecemasan, tidak ada suara ledakan susulan yang terjadi.Keheningan yang aneh justru menyeruak ke setiap sudut ruangan kerja yang luas itu.Begitu Sena perlahan membuka matanya, ia langsung terpaku diam tanpa kata. Pemandangan di depannya sukses membu
Última atualização: 2026-07-13