Chapter: Bab 166 SorryKarin keluar dari kamar, karena Arlan sedari tadi ada di luar. Karin tidak melihat ada Arlan di ruang televisi, ruang makan atau ruang gym, di dapur juga tidak ada. Apartemen ini mewah, banyak ruangan dan ada juga dua kamar. “Apa di kamar sebelah?” Karin membuka kamar sebelahnya dan mendengar suara gemericik dari toilet, Arlan pasti sedang mandi. Karin mendekati pintu toilet dan menempelkan telinganya ke pintu.“Ouh yess Karin, akhhhh!” Arlan sedang melakukan apa sampai menyebut namanya? “Ahhhhh dokter lebih dalam sayang, enak banget. Hemmm ahhhh ahhhh.” Bukannya itu suara ia sedang bercinta. Karin membuka pintu toilet dengan tidak sabar dan terkejut melihat Arlan sedang bermain dengan sabun. Ya, solo karir tanpa meminta bantuannya. Tapi, bukan itu yang membuat Karin penasaran tapi video yang Arlan tonton. “Sayang kamu belum tidur?”Cepat-cepat Arlan menyembunyikan ponselnya. Arlan takut Karin tahu kalau ia mereka setiap saat mereka bercinta. Karin pasti akan marah. “Itu ap
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 165 Perasaan Ini Benar“Karin!” teriak Arlan di rumah Dimas, Arlan tidak malu sama sekali, entah kenapa dia yang biasanya dingin malah bersikap tidak tahu aturan di rumah orang. “Karin sakit dr. Arlan, ia butuh istirahat. Perutnya sakit, aku bersumpah tidak akan melakukan apapun padanya, aku sangat mencintainya. Mana mungkin aku membuat dia membenciku,” ucap Dimas mengejar Arlan yang mencari dari satu kamar ke kamar lain. Arlan sudah gila, ia cemburu dan tidak terima Karin memilih menginap di rumah Dimas daripada pulang dengannya. “Aku tidak percaya, aku akan membawa Karin karena ia lebih aman bersama denganku,” jawab Arlan dengan tegas. Dimas melarang Arlan untuk masuk kamar karena Karin tidak ingin ketemu dengan Pamannya. “Kenapa denganmu dr. Arlan? Kau seperti menyukai Karin. Apa benar?” Dulu pernah seperti ini, tapi akhirnya Dimas tahu kalau Arlan hanya Pamannya, mungkin saat itu Arlan tidak ingin Dimas dekat dengan keponakannya dan sekarang tindakan Arlan tidak seperti seorang Paman. Melainkan s
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 164 Pertengkaran Sengit“Kamu di mana? Kenapa tidak menungguku pulang?” tanya Arlan dengan suaranya yang menggelegar. Karin sampai harus keluar dari kamarnya supaya bisa leluasa telponan dengan Arlan, Karin berjalan ke taman rumah Dimas yang ada di dekat kolam renang, rumah Dimas besar dan mewah sekali. Halamannya juga sangat luas. “dr. Dimas sudah urus semuanya dok, lagian di rumah juga gak ada orang.” Arlan terdiam, tidak terdengar lagi dia marah-marah. Karin tidak pernah menganggapnya ada. Apa yang Arlan katakan selalu angin lalu untuk Karin. “Jadi kamu menginap lagi?” Ternyata Dimas tidak bicara dengan Arlan, Padahal katanya Dimas sudah minta izin dengan Arlan. Pantas Arlan tidak tahu dan marah-marah sekarang. “Aku gak mungkin gituan di rumahnya dok, aku juga lagi periode. Jangan marah!” Karin bicara dengan pelan. Seharusnya memang Arlan tidak perlu marah. Ini tubuhnya, terserah Karin mau ke mana. Kenapa jadi Karin merasa bersalah karena telah membohongi Arlan. “Sedang periode tidak menghalangi un
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 163 Pernikahan Adalah Neraka“Honey, gak marah semalam aku gak temenin kamu?” tanya Dimas. Jadwal operasi Dimas sangat padat, ia juga harus visit pasien, belum lagi bedah kasus dengan koas, sehingga bisa menjenguk Karin siang ini. Dimas saja mandi di rumah sakit karena tidak pulang dari semalam. “Gak marah, aku tau kamu sibuk dok, aku gak mau ganggu kamu. Aku juga calon dokter,” jawab Karin dengan lembut. Dimas meremas kedua tangan Karin dan menciumnya. Satu-satunya yang Dimas syukuri saat ini adalah ia bisa memiliki Karin dan itu sudah cukup membuatnya sangat bahagia. Dimas bahkan dipuji oleh sesama rekan dokter karena berhasil mendapatkan hati Koas paling cantik di rumah sakit ini. “Aku takut kamu bosan karena aku gak punya waktu, sebisa mungkin aku akan sempatkan waktuku untuk kamu Honey,” ucap Dimas sambil mengecup ujung hidung Karin. Karin senang melihat cara Dimas memperlakukannya, Dimas juga tidak marah dan sangat mencintainya. “Nanti aku akan ambil cuti dan aku sesuaikan dengan jadwal liburmu, supay
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 162 Buktikan Gairahmu“Coba kalau kita gak sedarah, dok. Pasti aku bucin banget sama kamu,” gumam Karin sambil menatap foto Arlan di galeri ponselnya. Sosok pria sempurna dan pekerja keras seperti Arlan, ia juga gagah perkasa baik saat bekerja apalagi di ranjang. Punya wajah yang tampan dan dompet juga tebak. Mana mungkin Karin berpaling. Tapi, kenyataannya memang mereka tidak mungkin tapi perbuatan mereka sudah terjadi. Rasa itu ada tapi Karin menolak untuk percaya. Mereka cukup diranjang dan setelah mendapatkan pasangan masing-masing. Mereka pasti akan saling melupakan. Perawan ini tidak masalah hilang di tangan Arlan, Karin juga suka. Namun, bukan untuk selamanya mereka bersama. Karin yakin ini hanyalah gejolak masa mudanya yang nakal. “Pagi, Karin!” Karin menoleh, Winda yang datang. Kenapa wanita ini tiba-tiba mengunjunginya? Siapa yang memberitahu Winda kalau ia sedang sakit. Apa Arlan? “Hai, pagi. Darimana pagi bener udah di rumah sakit?” tanya Karin dengan senyumnya yang manis. “Ketemu dr.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 161 Palsu“Rin, gak bisa. Aku baru aja dekat dia, dia kayak jijik gitu lihat aku Rin,” ucap Silvi setelah dr. Diego pulang. Karin merajuk. Kenapa pula Silvi jahat sekali dengannya. Mengajak orang kenalan tapi pakai fotonya. Jangan-jangan mengusir tikus di rumah juga pakai fotonya. “Aku bingung,” jawab Karin sambil memeluk bantalan karet di perutnya, meskipun nyerinya sudah reda tapi masih tidak nyaman karena darahnya begitu banyak, berapa kali Karin harus ganti pembalut, untung Silvi yang membantunya. “Bingung kenapa? Masalah dr. Diego?” Karin mengangguk, kalau Dimas tahu Karin punya seseorang yang menyukainya. Bagaimana? Kalau Arlan tahu sahabatnya ternyata suka dengan wajah Karin. Apa jadinya? “Rin, kamu udah balas pesan dari Mami kamu?” tanya Silvi. Karin menggeleng, tidak penting! Orang tuanya hanya sekedar formalitas saja bertanya, bukan untuk memperhatikan perkembangannya. “Mami tadi telepon aku juga, dia minta tolong jagain kamu, besok siang udah sampai di Jakarta lagi, Mami lagi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Pertengkaran Bram Dan Aluna Ternyata setelah dekat dengan Bram, Aluna memilih menunda pernikahan mereka karena belum yakin untuk menikah kedua kalinya. Masih ada perasaan takut dalam diri Aluna tentang kegagalan pernikahan apalagi Angkasa dan Rose sekarang semakin sering mendekatinya lagi. Angkasa lebih sering mengajak Rangga keluar dan membuat Rangga tidak mau menerima Bram sebagai Ayah tirinya karena pengaruh dari Rose. Aluna selalu membujuk Rangga agar dia paham dia dan Papanya sudah tidak bisa bersama lagi."Lun, sudah setahun lebih, kapan kita menikah?" tanya Bram. Tidak masalah menunda pernikahan tetapi Aluna jangan kembali dekat dengan mantan suaminya. Bram kurang suka melihat kedekatan Aluna."Mas Bram udah gak tahan?" "Bukan aku Lun, Mama yang gak sabar lagi, Mama bilang mungkin kamu gak suka denganku, benar begitu Lun?" Aluna diam, bukan tidak suka. Dia belum siap membangun rumah tangga baru tetapi Bram tidak mau menjauh meskipun Aluna bilang mencarilah wanita yang lain dulu. "Kalau memang Mama min
Terakhir Diperbarui: 2023-01-04
Chapter: Pernikahan Kedua Yang GagalMeskipun Rose sudah terlihat baik tetapi Aluna tidak lantas langsung jatuh hati kembali pada Angkasa. Semua sudah berlalu. Sekarang ada laki-laki dengan keluarga yang tulus mencintainya. Tidak melihat latar belakangnya seperti apa. Ibu mertua yang sangat baik. Rose pikir, Aluna yang tidak menyimpan dendam dengannya, itu karena masih mencintai Angkasa. Tidak, sama sekali tidak. Aluna hanya tidak ingin terlihat aneh saja, Rose itu Nenek dari Rangga. Sejelek apa pun Rose, dia bagian dari Keluarga Anaknya. Ikatan Aluna dan Angkasa sudah putus. Tidak ada yang namanya cinta lagi meskipun Angkasa juga begitu agresif mendekati Aluna. "Melamun apa?" tanya Bram yang tiba-tiba datang, padahal Restoran belum buka. Aluna sibuk melihat kolam ikan yang ada di restorannya sambil berpikir tentang hidupnya. "Gak ada, Mas. Pagi banget datang ke Restoran, kenapa?" "Oh, mau nunjukin contoh kartu undangan buat pernikahan kita, Lun. Coba lihat dulu, yang mana yang bagus dan cocok buat kita." Aluna sudah
Terakhir Diperbarui: 2022-12-30
Chapter: Kembalilah Dengan Angkasa"Kamu balik lagi aja dengan Luna, Nak?" Ada angin apa Ibunya yang dulu sangat membenci Aluna, tiba-tiba menyuruh Angkasa kembali lagi dengan Aluna. Rose tidak menyangka kalau Ulfa ternyata hanya mempermainkan Angkasa, membawa banyak harta Angkasa dan untungnya Angkasa masih bisa bertahan hingga saat ini. "Mana mau Bu, Aluna dengan Angkasa lagi. Ibu itu dulu kasar sekali dengannya, memang Ini gak dengar, Aluna sekarang sedang dekat dengan laki-laki, perhatian dan sayang dengannya, aku lihat foto mereka liburan bersama dengan Rangga, Aluna bahkan di peluk oleh Ibu kekasihnya, gak seperti Ibu yang selalu memusuhinya," ucap Angkasa dengan sinis. Karena Ibunya, rumah tangga Angkasa hancur, yang kedua juga hancur. Dia belum ingin menikah lagi, Angkasa masih senang sendiri, menikmati hari-harinya dengan bekerja dan jalan dengan Rangga. Menyesal dia meninggalkan Aluna. Untungnya bisnisnya kembali berdiri. Kali ini Angkasa tidak ingin memikirkan wanita. Hatinya masih memikirkan Aluna, Aluna
Terakhir Diperbarui: 2022-12-27
Chapter: Lamaran Untuk AlunaMeskipun tidak disukai oleh orang tua Bram, Bram tetap saja membawa Aluna ke pertemuan-pertemuan keluarga. Bram tau kalau sekali bertemu belum tentu Keluarganya senang. Kali ini Aluna ikut masak-masak dirumah mewah Bram. Dia membuat ikan bakar, banyak keluarga yang akan datang nanti, Mama Bram memang tidak suka membeli makanan di restoran. Dia lebih suka masakan tangan. "Udah biasa masak?" tanya Mama Bram. "Iya, Bu. Aluna buka Restoran, ini lagi bangun juga, supaya tempatnya sedikit besar," ucap Aluna. Dia bukan mau sombong tetapi Mama Bram harus tahu kalau dia mendekati Bram bukan karena harta, dia juga punya usaha dan usahanya tidak kecil. Aluna sangat pintar mengolah masakan dan sambal buatannya juga enak, makanya rumah makannya laris. "Mama ini suka banget ikan bakar, Lun. Mama udah ngiler lihat ikan bakar kamu," ucap Mama Bram sambil melihat tetesan bumbu ikan bakar yang sedang Aluna kipas ikannya itu. Aluna membuat sendiri dengan tangannya. "Ada yang udah jadi, Bu. Aluna su
Terakhir Diperbarui: 2022-12-26
Chapter: Karma Untuk Angkasa Seperti yang Aluna pikirkan, orang tua Bram tidak menyukainya. Masalahnya Aluna ini janda, Bram itu jejaka, belum pernah menikah meski mengasuh Milano. "Mas, aku bukan gak mau ikut makan malam sama Keluarga kamu, masalahnya Ibu kamu semalam telepon, habis pertemuan kita kemarin, aku sudah ceritakan." Bram sudah tahu semua itu, masalahnya Bram cocok dengan Aluna, dia sudah pernah punya anak dan pasti tidak masalah kalau Bram mengajak Milano sedangkan kalau dia mendapatkan gadis, mereka keberatan dengan adanya Milano dan sulit mencari wanita yang tulus saat ini. "Aku udah bilang dengan Ibu, aku yang jalani, aku akan terima kamu apa adanya, gak peduli kamu janda atau gak, aku yang jalani nantinya, Lun."Pernikahan tidak semudah itu, bukan masalah mereka berdua yang menjalani hubungan ini. Mereka punya keluarga yang harus disatukan. Kalau belum apa-apa saja, Aluna sudah tidak disetujui. Aluna jelas akan menyerah. "Gimana ya, Mas. Aku cerai dengan Mas Angkasa itu karena orang tuanya ti
Terakhir Diperbarui: 2022-12-23
Chapter: Kenalan Dengan Keluarga BramSepanjang jalan menuju Bekasi, Aluna hanya diam saja di dalam mobil, dia sedang memikirkan nasib mantan suaminya. Menyedihkan sekali kalau apa yang dikatakan oleh orang itu benar, Ulfa jalan dengan laki-laki lain, padahal Ulfa begitu dekatnya dengan Angkasa saat itu. "Kenapa, Lun?" tanya Bram sambil melirik Aluna yang melamun. Aluna terkejut mendengar suara Bram dan langsung menggeleng saja."Gak ada, Mas. Masih lama, ya?" tanya Aluna. "Sebentar lagi sampai, nanti ada orang tuaku, aku kenalkan kamu ke mereka." Aluna tidak siap, tetapi tidak apa, toh dia dan Bram tidak ada hubungan cinta apa pun, hanya teman biasa saja. Aluna sadar kalau dirinya janda, sedangkan Bram masih perjaka, Milano bukan anaknya tetapi anak Kakaknya yang meninggal dunia karena kecelakaan dengan istrinya. Bram yang menjaga Milano dari tiga tahun yang lalu. Bahkan karena itu, dia belum punya pasangan sampai sekarang. Sampai di hotel tempat acara, banyak sekali keluarga Bram. Mereka berjalan bersebelahan tetapi
Terakhir Diperbarui: 2022-12-20