Chapter: Bab 70"Periksa saja CCTV-nya. Biar semua jelas siapa yang sebenarnya memancing keributan," suara Soraya tiba-tiba memecah ketegangan, melangkah mendekat.Semua orang sontak menoleh ke arah sumber suara. Entah sejak kapan, Soraya sudah berdiri di sana.Di balik penampilannya yang elegan, Soraya punya perhitungan sendiri. Ia sengaja meminta memeriksa CCTV bukan untuk membela Kiana, melainkan karena Soraya tidak ingin Kiana hancur terlalu cepat di tangan orang lain. Bagi Soraya, Kiana adalah pion berharga yang sengaja ia letakkan tepat di sisi keponakannya, walaupun pada awal mulanya tidak disengaja, tapi bagi Soraya dia bisa menggunakan kesempatan itu untuk mengontrol Arkan. Jika kedudukan Kiana melemah sekarang, maka seluruh rencana besar yang sudah ia susun rapi ikut runtuh."Iya benar juga, di rumah ini kan ada CCTV, jadi kita bisa pergunakan itu untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah," sahut Mama Ratna, langsung setuju dengan usulan Soraya.Soraya tersenyum licik mendapat du
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 69Namun, sedetik kemudian, Kiana mengangkat tangannya dan membalas menjambak rambut Dara yang juga lagi memakai hijab untuk menutupi kedoknya. Dengan kekuatan yang tak kalah keras, Kiana menarik rambut wanita pendusta itu. "Aghhh!" Teriakan kesakitan langsung keluar dari mulut Dara. Ia terpaksa melepaskan cengkeramannya karena Kiana juga justru membalas menarik rambutnya dengan brutal. "Aku juga punya tangan. Kau pikir cuma kau yang bisa?" Kiana membalas dengan tatapan tajam, tangannya masih erat menjambak rambut Dara. "Sakit!!! Kau sudah gila!!! Lepaskan aku!!" Bagi Kiana, sudah cukup. Selama ini ia terlalu banyak menelan kepahitan; ia sudah muak terus-menerus dijadikan target penindasan oleh kedua keluarga besar. Bukan hanya Soraya yang menekannya, tapi juga tante-tante dan omanya juga tidak pernah berhenti memandangnya rendah. Kiana tidak akan membiarkan Dara dan Lena menambah daftar orang yang menginjak-injak harga dirinya. "Hei, hentikan, perempuan sialan!" teriak Lena. Ia
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 68"Arkan, kapan kau ada di situ?" tanya Soraya dengan nada gugup. "Tante bicara dengan siapa?" Arkan justru balik bertanya, mengabaikan pertanyaan Soraya. "Oh, ini... tadi ada teman Tante yang menelepon. Kenapa, Arkan? Tumben sekali kamu datang ke ruangan Tante?" "Aku cuma mau bilang, tolong besok Tante yang temui klien aku yang datang dari Inggris. Sepertinya aku tidak sempat." "Oh, iya, bisa... bisa kok," jawab Soraya terbata. "Tumben sekali kamu menyampaikannya langsung. Biasanya kan kamu menyuruh sekretarismu atau asistenmu, Leo." "Leo sedang sibuk. Lagi pula, Tante kan tahu sekretarisku sedang cuti melahirkan." "Ah, iya, Tante lupa." Karena terlalu gugup, Soraya bahkan sampai melupakan tentang sekretaris Arkan yang mengambil cuti panjang. "Kalau begitu, aku kembali dulu ke ruanganku, Tante." "Iya, silakan." Setelah Arkan pergi, wajah Soraya langsung berubah total. "Sial, dia membuatku terperanjat setengah mati!" umpatnya dengan geram mengatupkan gigi. _____ "Wa
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 67"Kenapa dia melakukan itu? Kamu tahu alasannya?" tanya Arkan. Leo menunduk. "Maaf, Tuan. Saya baru mendapatkan informasi bahwa Nona Kiana memang pernah berurusan dengan pemilik rumah bordil tersebut. Namun, untuk alasan spesifik mengapa dia melakukannya, saya masih menelusurinya. Informasi itu belum lengkap." Arkan terdiam sejenak, tatapannya tajam ke arah Leo. "Cari tahu secepatnya. Saya mau tahu alasan dia melakukan itu." "Baik, Tuan. Saya akan segera menyelidikinya," jawab Leo singkat. "Kalau begitu, saya pamit dulu, Tuan." Leo akhirnya pamit usai menyampaikan semua yang ia temukan. Arkan mengangguk, melambaikan tangannya menyuruh Leo keluar. Pria itu tampak memijat pelipisnya, terlihat banyak pikiran. "Apa sebenarnya yang kau sembunyikan dari kami semua, Kiana? Sebenarnya siapa laki-laki yang sudah membelimu dan bahkan membuatmu hamil? Dan juga, kenapa kau tidak mau berkata jujur padaku?" gumamnya sembari mengepalkan kedua tangannya. Ia merasa nasibnya sangat malang kar
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 64"Kamu sudah merasa baikan, belum?" tanya Kiana lembut, menatap wajah teman baiknya yang masih sedikit terlihat memar.Aisya tersenyum dan mengangguk pelan. "Aku sudah merasa lebih baik, dan kamu tidak perlu khawatir lagi."Namun tak lama kemudian, senyum tipisnya perlahan hilang. Raut wajahnya kembali tampak muram dan sedih."Ada apa?" tanya Kiana.Aisya menunduk dalam, suaranya bergetar pelan. "Kiana... aku harus pulang ke mana sekarang? Rasanya aku sudah tidak punya tempat untuk kembali. Kalau aku pulang ke rumah, aku takut... takut ayah tiriku kembali berniat menjualku lagi. Aku benar-benar takut sekali.""Sudah, tenang dulu ya," ucap Kiana pelan, lalu menghela napas panjang. "Begini saja, bagaimana kalau kamu tinggal sama Ibuku? Kebetulan sekarang Ibu sendirian di rumah dan tidak ada yang merawat. Kasihan dia sendirian begitu, dan aku yakin Ibu pasti tidak akan menolak kamu."Mendengar itu, wajah Aisya perlahan berseri kembali, seolah ada secercah harapan. "Benarkah? Aku boleh tin
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 63Ayah tiri Aisya terkapar tak berdaya di lantai setelah dihajar habis-habisan oleh dua pria besar suruhan rumah bordil.Mereka datang menagih uang yang diserahkan semalam karena kesepakatan penjualan Aisya batal, namun uang itu sudah ludes di tangan pria tua tersebut.Ibunya Aisya berdiri mematung, menatap suaminya yang meringis kesakitan. "Kamu sih, Mas! Baru saja semalam uang itu kamu ambil, tapi bisa-bisanya sekarang sudah habis!"Pria itu mendongak dengan napas tersengal. "Kamu bukannya bantuin panggil orang kek, malah cuma diam saja lihatin aku digebukin!""Siapa yang mau dipanggil, Mas?" sahut wanita itu sengit. "Kamu pikir ada orang yang berani? Tidak akan ada yang mau ikut campur!""Oh, jadi kamu memang lebih suka aku digebukin sampai mati?" bentak pria itu. "Nggak gitu juga, tapi semua masalah yang terjadi ini, kamu yang buat sendiri!""Cih! Lihat saja kalau putrimu itu kembali akan wajar dia habis-habisan!"_____"Tuan!" panggil Kiana, menyusul langkah cepat Arkan yang hendak
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Mimpi "Menikahlah denganku." "Tidak! Aku tidak mau menikah denganmu! Kau itu laki-laki yang paling aku benci! Lalu untuk apa aku mau menikah denganmu!" Jawab Belia menatap Elvan yang mengajaknya menikah. "Karena apa? Karena alasan seperti apa? Dan apa yang membuatmu begitu membenciku? Aku merasa sebelumnya kita tidak pernah ada masalah di antara satu sama lain, hingga bisa membuat kau membenci ku.." ucap Elvan. Belia langsung menarik cadar yang menutupi wajahnya selama ini memperlihatkan siapa dia yang sesungguhnya. "Apa kau masih mengingat wajahku?" DEG "K-kau..." "Argh!" Belia langsung terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. "Belia? Ada apa?" Rosa menyentuh bahu wanita itu yang terbangun tiba-tiba dari tidurnya. Belia langsung melihat wajah Rosa, "T-tidak, a-aku tidak apa-apa." Belia mengedar pandangan, ternyata mereka berdua masih ada di halte bus. Semasa diusir tadi, mereka berdua tak tahu mau ke mana. Dan akhirnya mereka berakhir istirahat di halte b
Last Updated: 2024-08-07
Chapter: Aku Menyukaimu "Karena hatiku yang menginginkan untuk mengeluarkan mu dari semua bentuk penderitaan. Hatiku tidak suka melihat penderitaanmu... Dan apa yang aku lakukan itu, karena hatiku yang menginginkannya." Elvan berkata terang-terangan pada Belia, kalau dia memang memiliki rasa pada wanita itu.Sejenak kemudian Belia kaget, ia tidak mengerti kenapa Elvan berkata demikian.Apakah pria itu menyukainya? Atau hanya bentuk simpati? Belia tertawa miris saat mengingat perbuatan Elvan yang sudah merenggut kesuciannya."Apa Anda sedang bercanda? Apa yang ingin Anda katakan? Anda ingin bilang kalau saya itu sangat memprihatinkan begitu? Cih! Tidak usah sok kasihan sama saya!" Air mata bercucuran jatuh dari kedua matanya."Tidak, bukan karena prihatin." Jawab Elvan menatap Belia tanpa berkedip."Tapi karena aku menyukaimu." Tambah Elvan membuat Belia membeku.Mereka berdua sama-sama diam dengan kontak mata tanpa diputuskan. Masing-masing sibuk dengan perasaan.Cukup lama keduanya saling diam dan tatap m
Last Updated: 2024-08-06
Chapter: Yang Mana Satu Dia?DEGBelia membeku melihat Alvan yang memakai pakaian dinas. Sedangkan Elvan memakai baju putih di dalam yang di lapisi jas berwarna silver di luar.Rosa tak beda jauh seperti Belia, dia juga kaget melihat kedua laki-laki yang begitu mirip itu.Jadi mereka kembar? Lalu? yang mana satu kemarin membeli Belia dari suaminya? Pikir Rosa pusing sendiri.Sedangkan Belia menatap kedua pria itu silih berganti dengan perasaan bingung dan benar-benar tidak tahu mana satu laki-laki malam itu?"Belia?" Sapa Elvan pada wanita itu.Belia tak menjawab, tapi terlihat jelas dari tatapan matanya. Kalau dia sedang keliru membedakan antara kedua laki-laki kembar di hadapannya.Dokter Alvan mengerutkan kedua alis."Belia? Belia putri paman Rama?" Tanya Alvan pada kakaknya.Elvan mengangguk tanpa mengalih pandangannya dari mata Belia. Belia sampai menunduk tak sanggup menatap mata Elvan yang seperti mengandung makna mendalam. Lalu yang mana satu laki-laki malam itu? Ayah biologis dari janin yang ada dala
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: DEG"Bagaimana mungkin dia punya uang sebanyak ini? Dari mana dia mendapat lima miliar itu?" Lion bergumam, tak percaya melihat saldo rekeningnya. "Aku kaya! Aku kaya!" Lion berteriak kegirangan, lalu terdiam. "Tapi... kalau begini, aku tidak dapat uang lagi dari Belia! Cih! Bagaimana kalau uang ini habis kujadikan modal judi?" Lion berpikir keras. Matanya kemudian berbinar. "Ah! Gadis cerewet itu... sepertinya dia masih perawan." Lion menyeringai, sebuah ide licik terlintas di benaknya. "Aku tahu apa yang akan kulakukan!" Tiba-tiba, ponsel Lion berdering. Drrt drrt. Lion segera mengangkatnya, ekspresinya berubah menjadi heran. "Halo? Siapa?" Tak terdengar suara dari seberang. Lion melihat layar ponselnya yang ternyata masih hidup. "Hel----" ucapan Lion terputus mendengar suara bariton dari seberang sana. "Ceraikan istri mu. Kalau tidak, aku tidak akan segan-segan menunaikan ucapanku kemarin." Ucap Elvan dari seberang panggilan langsung menutup panggilan itu. Tangan Lion berg
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: Kaget "Sakit!" Kaget Rosa ketika ia memeriksa suhu tubuh Belia yang terasa begitu panas."Aku harus segera membawanya ke rumah sakit." Gumam Rosa berusaha memesan gojek melalui online.Usai gadis itu memesan gojek, ia pun memakaikan Belia jilbab dan juga cadar dengan hati-hati.Belia benar-benar seperti tak bisa menggerakkan tubuhnya. Suhu panas dalam diri wanita itu membuat Belia seperti tak sadarkan diri."Kenapa kau panas sekali seperti ini, Belia. Kau membuat aku benar-benar mengkhawatirkan kamu." Ucap Rosa berusaha memapah tubuh sahabatnya dengan air mata menitik.Rosa sangat menyayangi Belia, karena baginya Belia adalah satu-satu sahabat yang dia anggap sebagai keluarga. Rosa anak yang tumbuh di keluarga broken home. Kedua orang tuanya masing-masing sudah menikah. Dan dia memilih bekerja sendiri di minimarket serta hidup di kontrakan.Sebelumnya Rosa hidup bersama ibunya. Akan tetapi dia tidak suka dengan kakak laki-laki tirinya yang seperti menyukainya. Dan sering masuk ke dalam ka
Last Updated: 2024-08-05
Chapter: 5 Miliar Senyuman merekah terukir dari bibir Lion, ketika Elvan bertanya berapa harga yang Lion inginkan untuk membeli Belia.Tes tes tesTetes bening berjatuhan dari kedua kelopak mata Belia. Sungguh dia merasa, kalau ia tidak punya harga diri sama sekali. Di mana-mana semua laki-laki suka menghargakan dirinya dengan sejumlah uang.Apa begitu murahnya ia di mata semua orang? Apa menurut semua orang yang ada di sekelilingnya dia begitu tidak berharga? Apa orang-orang menilainya semurahan itu? Sungguh sangat tragis nasib hidupnya."Sungguh Anda yakin mampu membelinya? Karena saya menjual istri saya, tidak dengan uang sedikit.." ucap Lion lagi tak sabar ingin menyebutkan nominal uang yang sudah terbayang-bayang di otaknya."Berapapun itu, sama sekali bukan masalah bagiku, asalkan kau tidak akan pernah lagi munculkan dirimu di hadapan Belia, karena dengan kau menjualnya padaku, itu tandanya kau sudah tidak punya hak apa-apa lagi sebagai seorang suami untuknya.""Dan setelah kau menjualnya, mak
Last Updated: 2024-08-04