author-banner
Hello Sii
Hello Sii
Author

Novels by Hello Sii

Pah, cari mama yuk!

Pah, cari mama yuk!

Zio, duda anak satu terus dituntut anaknya untuk menikah lagi. Bukan tanpa alasan, Ayya-anaknya, begitu menginginkan sosok seorang ibu dalam hidupnya karena sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Akhirnya dalam perjalanan panjang mereka bertemu dengan Inggit, perempuan berhati baik dan sayang kepada Ayya. Namun disisi lain, ternyata Zio masih dibayang-bayangi mantan istrinya. Apakah Inggit bisa menerima itu dan melanjutkan hidup menjadi mama Ayya? happy reading:) by hellosii
Read
Chapter: menikah
Setelah menerima lamaran dari Zio, bukannya hati Inggit senang, dia malah panik dan tak enak perasaan. Selama menjaga Ayya di dalam, Inggit mondar mandir seraya menggigit jari telunjuknya pelan.Ia kira setelah memutuskan untuk menikah dengan Zio akan hidup lebih makmur, lebih dari itu Inggit memikirkan kembali bagaimana jika teman-teman kantornya mengetahui hal itu. sudah pasti citra Zio yang sudah tinggi itu akan tiba-tiba surut karena telah menikahi karyawan itupun sebagai karyawan pembantu saja.Itu dampak bagi Zio. Dan dampak baginya sudah pasti ia akan menerima cercaan dari orang-orang terutama teman kantornya. Pasalnya, gadis miskin tanpa kelebihan ini bisa-bisanya berani menikahi Zio yang notabenya adalah CEO perusahaan besar.Apa ia harus merahasiakan pernikahannya?Memikirkannya saja membuat Inggit pening. Tapi harus bagaimana lagi, ia sudah terlanjur menyetujuinya dan tak mungkin ia langsung membatalkan pernikahan itu. Apalagi kemarin setelah ia sepakat menikah, Zio sudah
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Perempuan pilihan Ayya
"Setuju bukan berarti menerima"***"Gue egois gak kalau gak mau nikah lagi?""Egois banget!" sentak lelaki di depannya.Zio menghela napas panjang sembari menaruh ponselnya di atas meja samping kursi yang tengah ia duduki. Kejadian di rumah sakit kemarin sungguh berhasil memukul jiwa raganya bahkan bisa jadi juga mentalnya.Pernikahan bukanlah suatu hal yang main-main. Zio tidak bisa langsung begitu saja menyetujui, apalagi ia baru kenal dengan perempuan itu. Tapi kalaupun ia mencari perempuan lain, tak ada yang lebih dekat dengan Ayya dibanding Inggit. Prosesnya pun pasti memerlukan waktu yang cukup lama."Gue harus gimana?" Pikiran Zio menerawang kemana-mana. "Lo yakin gak mau sama perempuan secantik Inggit?" Zio menoleh. "Ini bukan tentang masalah fisik. Jauh dari itu gue hanya takut salah pilih. Gimana nanti kalau selepas Inggit tahu masa lalu gue, dia bakal pergi layaknya Vanya waktu itu. Jadi sama aja, kan?""Lo banyak overthingking banget jadi cowok! Belum tentu juga Inggit
Last Updated: 2026-06-11
Chapter: Mau jadi mama Ayya ga?
Kembali ke hari senin. Bisa dibilang hari ini adalah hari pertama Inggit bekerja. Karena kemarin dia hanya datang ke kantor untuk mengasuh anak bosnya. Tapi Inggit sedikit kecewa dengan tempat ia dipekerjakan ini.Perusahan Zio bergerak di bidang perfilm-an. Awal mula Inggit ingin bergabung adalah ingin menjadi divisi perkembangan sekaligus ingin mewujudkan mimpinya membuat film dengan alur yang sudah ia punya. Tapi apalah daya dia disimpan di bagian pembantu saja. Mungkin karena masih anak baru, Inggit terima-terima saja. Tak apa yang penting sudah mendapatkan pekerjaan untuk hidupnya sehari-hari. Tentang bagaimana mewujudkan impiannya, mungkin nanti Inggit bisa mengajukan mandiri sebagai klient, bukan sebagai bagian perusahaan.Sedang sibuk mengerjakan tugas yang diberikan atasannya, tiba-tiba ponsel Inggit berdering pertanda telepon masuk. Setelah dilihat, nama Zio tertera di layar. Segera Inggit mengangkatnya."Hallo, pak!" "Git, kamu masih di kantor?""Iya pak, ada apa?" Dahi I
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Di rumah Inggit
"Nak, papa kira selama ini sudah cukup menghidupimu dengan baik. Nyatanya, sesempurna apapun yang bisa papa beri, kamu tetap membutuhkan orang tua yang lengkap" ~ Dari Papa untuk Ayya ~***Wangi aroma masakan ala rumahan menyeruak di rongga penciuman Zio. Pria itu masih betah bergulung selimut di atas sofa panjang ruang tamu. Matanya terasa sangat berat untuk dibuka meskipun otaknya menyuruh dia untuk bangun dan segera memeriksa sumber aroma apa yang memenuhi indra penciumannya itu.Lama-lama Zio terganggu sendiri oleh suara perutnya yang berbunyi setelah mencium aroma masakan tadi. Terpaksa ia membuka matanya dan duduk bersandar ke sandaran sofa. Namun ketika matanya terbuka sempurna, Zio merasakan pening yang luar biasa."Argh!" ringisnya sembari memegang kepalanya kuat-kuat.Rasa pengar akibat minum-minum kemarin ternyata masih terasa efeknya sampai pagi. Zio memejamkan matanya sejenak mencoba menyeimbangkan tubuhnya supaya tidak terasa pening lagi.Zio mengerjapkan matanya beber
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Gara-gara minum
“Lo yakin gak bakal pulang sekarang, Zi? Anak lo nyariin nanti.”Arga melihat Zio malah tiduran di sofa setelah mereka pulang dari ruang rapat. Padahal ini sudah lumayan sore, tapi Zio sepertinya memilih beristirahat terlebih dahulu sebelum pulang. “Ayya udah gue titipin sama Inggit, jadi aman,” jawab Zio dengan mata tertutup.“Lah, anak baru itu?” tanya Arga seraya duduk menghadap kepada Zio yang masih berbaring di sofa.“Kenapa memangnya sama anak baru?”“Langsung percaya aja lo sama dia buat jagain Ayya.” Ucapan Arga berhasil membuka mata Zio kemudian menoleh.“Ayya sendiri kok yang mau, jadi yasudahlah! Ternyata enak juga kalo beres kerja gini gak usah mikirin keamanan Ayya. Agak tenang dikit.”“Rupa-rupanya bos gue ini udah mau buka hati ya?” Arga terkekeh pelan.“Apa maksud lo?”“Itu udah ngode supaya Ayya ada yang jagain selagi lo kerja?”Zio terdiam sebentar. “Gue masih setengah hati mau cari yang baru. Takutnya, dia malah sakit hati gara-gara gue belum bisa lupain Vanya.”“M
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: Bertemu tante cantik
“Hallo, anak cantik!”Ayya menoleh cepat kala telinganya mendengar sapaan dari orang yang sedari kemarin ingin ia temui. Senyumnya langsung mengembang sampai matanya menyipit terseret pipi gembulnya.“Tante!” serunya menghampiri Inggit.“Seneng ketemu tante lagi, kah?” Inggit berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan badan Ayya yang mungil.Ayya mengangguk semangat.Hari kedua Ayya ikut pergi ke kantor ayahnya tidak sia-sia. Zio tidak lagi berbohong tentang keberadaan Inggit di kantornya. Mengingat pesan dari Arga kalau anak bosnya itu ingin bertemu dengannya, Inggit spontan menegur Ayya sewaktu gadis kecil kuncir dua itu melewati ruangan divisinya. Bahkan Inggit tidak menyadari ada Zio di belakangnya. “Tante lututnya gak sakit lagi, kan?” tanyanya polos sembari menoleh ke lutut Inggit yang masih dibalut perban.Inggit menggeleng. “Udah enggak dong, cantik. Katanya ada yang mau ketemu tante, ada apa hm?”“Ayya dari kemarin mikirin keadaan kamu terus. Dia kepikiran sampe gak mau
Last Updated: 2026-05-27
Pengantin Pengganti Tuan CEO

Pengantin Pengganti Tuan CEO

Amora Artawijaya sebenarnya sudah ingin melupakan cinta dan obsesinya untuk mendapatkan Aksen, lelaki yang dicintainya dan juga sangat membencinya. Karena sebentar lagi, lelaki itu akan menikah dengan sepupunya sendiri. Namun tanpa diduga, justru yang menikah dengan Aksen adalah dirinya bukan Aurelia, sepupunya. Mengapa? “Aku yang akan menggantikan Aurelia!” ucap Amora Artawijaya. Sejak kalimat itu Amora ucapkan, hidupnya seketika berubah drastis.
Read
Chapter: Bab 77
Amora termenung di depan gerbang setelah ia keluar dari bangunan itu dan meninggalkan dua orang yang paling Amora benci di dunia. Baron dan Frans sudah divonis hukuman mati oleh pengadilan sesuai tuntutan keluarga korban dan hukum yang berlaku.Setelah ini Amora akan belajar ikhlas atas semuanya. Ayah, ibu, kakek, semua keluarganya sudah tiada. Dan yang sekarang bisa menemaninya hanya keluarga dari sang suami. Mereka begitu terlihat peduli kepada Amora bahkan di kala perempuan itu dalam kesulitan.“Ayo, pulang!” Aksen merangkul pundak Amora dengan lembut.Amora kemudian menoleh. Perempuan itu tersenyum tipis membuat Aksen semakin erat memeluknya. Tak akan pernah Aksen lepaskan lagi seorang istri yang begitu berharga ini dalam hidupnya. Tak akan pernah.Amora kini merasa aman. Bersama orang-orang yang begitu menyayanginya. Seorang suami yang rela berbuat apapun demi menyenangkan hatinya, saudara-saudara yang selalu membuatnya tertawa dan seorang ibu mertua yang mementingkan kebutuhanny
Last Updated: 2024-12-22
Chapter: Bab 76
“Aku sudah tahu tempat persembunyian para bajingan itu!” Aksen mengepalkan tangan kirinya dengan erat setelah mengetahui beberapa hal yang membuatnya sangat jengkel. Sudah beberapa hari Aksen mencoba melayangkan senjata kepada dua bajingan itu tapi entah kesaktian apa yang mereka punya sampai selalu lolos dari segala rencananya.Tapi tidak untuk hari ini. Aksen, Diego, Anna, Riri dan Amora akan menyatukan rencana untuk menjebak Baron dan Frans itu. Amora sudah berangkat dengan beberapa pengawalnya menuju gedung tak terpakai yang beberapa tahun lalu terbakar.Benar sekali, di tengah jalan, Amora diculik oleh dua orang dengan topengnya. Amora berpura-pura pingsan untuk mengelabui musuhnya itu. Terdengar jelas di telinga Amora tawa renyah Frans Baron memenuhi ruangan kedap suara. Ingin sekali Amora menyumpal mulut sialan itu. Tapi ia harus menahan itu semua dan berpura-pura pingsan dulu untuk sementara waktu.“Am, kau merindukan panggilan itu, bukan?” tanya Frans dengan wajah berseri.
Last Updated: 2024-12-21
Chapter: Bab 75
Beberapa orang suruhan Diego dan Amora berhasil disebarkan untuk mencari keberadaan Aksen. Meskipun Amora nampak berdiam diri saja di rumah, tapi otak dan bawahan-bawahannya tidak pernah diam untuk terus menggali informasi perihal Aksen.Sehari berlalu, Amora belum mendapatkan kabar apapun dari Aksen. Hatinya semakin tak tenang dan otaknya sudah buntu tak bisa berpikir lagi. Apalagi ketika mendengar kabar terbaru dari televisi yang mengabarkan jika Baron dan Frans tidak terlacak kembali keberadaannya.Diego yang beberapa kali mencoba menghubungkan koneksi pelacak pun tetap tidak berhasil. Baron dan Frans sepertinya telah menyusun segala cara sebagus mungkin untuk hari ini dan hari-hari berikutnya demi menangkap Amora. Beberapa kali Diego berpesan untuk Amora tetap berjaga-jaga meskipun ia berdiam diri di rumah.Malam ini seperti biasa Amora tak berhasil memejamkan matanya. Pikiran yang terus berkecamuk dan kepala yang terasa pusing semakin membuatnya tak bisa tidur. Sesekali Amora men
Last Updated: 2024-12-18
Chapter: Bab 74
Amora mondar mandir tidak jelas sejak tadi karena pikirannya yang mulai kacau semenjak acara televisi menyajikan berita tentang berkeliarannya dua orang buronan yang kabur dari keamanan. Tentu saja mereka itu adalah Baron dan Frans.Sesuatu yang begitu mengoyakkan hati Amora kala ia mengetahui jika kedua orang itu merupakan ayah dan anak. Frans merupakan anak Baron sebelum ia menikahi ibunya Aurelia. Sungguh sangat lembut permainan Frans waktu itu, hingga membuat Amora tidak bisa melihat mana rekayasa mana nyata.Tentulah sekarang Amora paham mengapa Frans begitu jahat padanya. Ya, semua itu karena Baron dan dirinya menginginkan harta kakeknya Amora yang begitu banyak dan melimpah. Namun tidak semudah itu, setelah membunuh Artha mereka juga mesti menyingkirkan Amora terlebih dahulu untuk mendapatkan harta itu.Amora menggigit jari telunjuknya mencoba menenangkan diri. Meski dirinya sekarang berada di tempat yang aman yaitu di rumah ibu mertuanya. Tapi yang lebih membuat Amora panik ad
Last Updated: 2024-12-16
Chapter: Bab 73
“Amora kau harus mati!”“Amora kau harus mati!”“Amora kau harus mati!”“Huaa ...” Dada yang kembang kempis tak beraturan begitu terlihat disertai wajah ketakutan Amora. Perempuan itu menoleh ke samping dimana ada suaminya tengah memandang khawatir padanya. Bahkan tangan Aksen masih menjadi bantalan kepala istrinya.Untung saja semua itu hanya mimpi. Seseorang mendatanginya bahkan terbawa ke alam bawah sadarnya. Dia datang ingin merenggut nyawa dengan tanpa alasan. Amora sungguh ketakutan hingga tak sadar tangannya menggenggam lengan Aksen. “Ada apa, Mora?” Aksen mencoba menyadarkan istrinya yang terlihat kebingungan selepas sadar dari pingsannya.Menyadari dirinya begitu menempel ke tubuh Aksen, Amora segera berusaha duduk dan membenarkan posisinya. Meskipun dalam keadaan tak baik-baik saja, ia tak akan memperlihatkannya kepada Aksen. Saking gengsinya ia tak akan pernah merendahkan harga dirinya lagi di depan Aksen. “Mora, kau baik-baik saja?”Amora menghela napas panjang beberapa
Last Updated: 2024-11-10
Chapter: Bab 72
“Katakan, apa maumu? Aku tidak mempunyai waktu luang cukup lama untukmu,” ujar Amora langsung pada intinya ketika mereka sudah dihidangkan beberapa makanan di atas meja.“Mora, aku bukan klienmu. Sekarang ini aku berperan sebagai suamimu, apa pantas bicara begitu?”Amora menatap tanpa ekpresi ke arah suaminya. Aksen kini selalu menyebalkan di depan matanya. “Aku tak suka bertele-tel-““Makan dulu,” potong Aksen seraya menyodorkan sepotong beefsteak ke mulut Amora hingga perempuan itu terdiam.Melihat istrinya yang sama sekali tidak membuka mulut untuk melancarkan suapannya, Aksen menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya dengan isyarat. Beberapa detik kemudian Amora mengambil garpu yang dipegang Aksen kemudian menyuapkan potongan daging itu oleh tangannya sendiri.Aksen hanya tersenyum menanggapinya.“Tidak ada hal penting, aku hanya ingin makan siang bersamamu.” Aksen mulai menyuapkan potongan daging kepada mulutnya.Amora terdengar menghela napas panjang. Wanita itu tiba-tiba berdi
Last Updated: 2024-10-13
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status