author-banner
nababy
nababy
Author

روايات بقلم nababy

Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Di mata semua orang, Arabella Adisurya adalah wanita paling beruntung di Jakarta. Menikah dengan Kyle Leonard Adisurya, pengusaha muda kaya raya yang namanya memenuhi majalah bisnis membuat hidupnya terlihat sempurna. Rumah mewah. Mobil mahal. Perhiasan tanpa batas. Namun tidak ada yang tahu, di balik pintu mansion megah itu, Arabella hanyalah istri pajangan yang tidak pernah dicintai suaminya. Satu tahun pernikahan mereka berjalan dingin tanpa sentuhan. Kyle lebih memilih menghabiskan malam bersama sekretaris pribadinya dibanding pulang menemui istrinya sendiri. Hingga pada suatu malam, rasa sepi membawa Arabella bertemu dengan seorang pria bernama Ren Arka. Pria itu tampan, tenang, dan terlalu berbahaya untuk disentuh. Ren adalah pria penghibur kelas atas. Seorang gigolo yang terbiasa menjual perhatian, kehangatan, bahkan cinta palsu kepada wanita-wanita kesepian kalangan elite. Awalnya Arabella hanya ingin ditemani. Namun tatapan Ren yang lembut perlahan menghancurkan pertahanannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arabella merasa dianggap sebagai seorang wanita… bukan sekadar simbol status. Tanpa mereka sadari, hubungan terlarang itu berubah menjadi cinta yang nyata. Tetapi di dunia penuh uang, kekuasaan, dan pengkhianatan, cinta tidak pernah datang tanpa harga. Saat Kyle mulai curiga, rahasia demi rahasia terbongkar. Dan ketika Arabella mengetahui alasan sebenarnya Ren memilih kehidupan kelam itu, ia dipaksa untuk memilih Tetap menjadi istri terhormat yang hidup tanpa cinta atau mempertaruhkan segalanya demi pria yang bahkan tidak seharusnya ia cintai. “Dalam dunia yang membeli cinta dengan uang, siapa yang paling terluka saat perasaan itu menjadi nyata?”
قراءة
Chapter: Kedatangan Yang Mendadak
​“Sial! Apa yang baru saja aku katakan?!”Kyle termangu di ruang tengah. Sedangkan, di dalam kamar yang terkunci rapat, Arabella duduk di tepi ranjang dengan dada yang masih berguncang pelan. Usai menyapu sisa air matanya, ia meraih ponsel di atas meja dan mencari kontak pengacara kepercayaan keluarganya. Tanpa ragu sedikitpun, Arabella mendial nomor tersebut.​“Halo, Pak Baskara,” sapa Arabella, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin meski sedikit serak.​“Selamat siang, Nona Arabella. Ada yang bisa saya bantu?” sahut suara di ujung telepon dengan nada profesional dan hangat.​“Soal dokumen gugatan perceraian yang saya minta kemarin… apakah sudah selesai dibuat?”​“Sudah, Nona. Semua draf dokumen dan berkas pendukungnya sudah selesai disiapkan sejak kemarin sore. Tinggal menunggu tanda tangan dari Nona Arabella saja.”​Arabella menghela nafas lega, seolah beban berat di pundaknya sedikit terangkat. “Terima kasih, Pak Baskara. Bisakah kita bertemu besok pagi di kantor B
آخر تحديث: 2026-07-24
Chapter: Mari Kita Bercerai
“Siapa yang kau bilang pemilik kafe kecil ini? Kau disini cuma pemegang saham ya!” Suara seorang pria langsung membuat Ren berbalik.“Hahaha… Aku hanya bercanda. Lagipula, fakta aku pemilik sebagian kafe ini benar adanya kan.” Ren menepuk pria itu dan langsung mengambil apron karyawan dan memakainya.Pria yang pemilik kafe sebenarnya hanya bisa menggelengkan kepala.Di sisi lain, mobil sedan hitam itu akhirnya berhenti sempurna di depan pekarangan rumah mewah keluarga Adisurya. Belum sempat mesin mobil mati sepenuhnya, Arabella langsung membuka pintu belakang dan melangkah keluar dengan terburu-buru. Ia ingin segera menjauh dari atmosfer mencekam yang menghimpit dada sejak di kafe tadi.​“Arabella, tunggu!” pekik Kyle murka.​Pria itu bergegas menyusul, menjejaki langkah kaki istrinya yang bergerak cepat menuju pintu utama. Begitu Arabella berhasil melangkah masuk ke dalam ruang tamu, Kyle langsung menyambar pergelangan tangan wanita itu dan membanting pintu utama dengan sangat kera
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: Insiden Yang Tak Bisa Dihindari
​”Kyle? Kok bisa dia ada di sini? Apa... apa diam-diam dia mengikutiku sejak dari rumah tadi?”Arabella melangkah mendekat dengan cepat, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Menerobos kerumunan kecil karyawan kafe yang masih memegangi Kyle, ia langsung berdiri di tengah-tengah mereka.​"Tolong lepaskan dia! Dia suamiku," tegas Arabella pada para karyawan.​Para karyawan yang mendengarnya seketika membelalakkan mata kaget, lalu perlahan melepaskan cengkraman mereka dari tubuh Kyle. Sementara Kyle mendengus kesal dan segera merapikan jasnya yang kusut dengan nafas memburu. Matanya menyipit tajam, langsung mengunci pandangan pada istrinya, Arabella.​"Apa yang kau lakukan disini, Arabella?!" bentak Kyle, suaranya dipenuhi amarah yang tertahan. "Kau bilang ingin mengambil mobil di bengkel, heh? Tapi nyatanya kau malah berduaan dengan pria lain. Kau membohongiku hanya untuk menemui pria bajingan itu di lantai atas, kan?! Kau sudah berselingkuh dibelakangku!" Suara Kyle langsung
آخر تحديث: 2026-07-23
Chapter: Tertangkap Basah
“Brengsek!”Setelah melihat Arabella dibawa masuk ke lantai atas oleh pria itu, semua ketenangan Kyle yang tersisa langsung hilang begitu saja. Nafasnya mendadak memburu, dipenuhi oleh emosi yang membakar seluruh nalar dan logikanya. Tanpa sepatah katapun, tangan Kyle langsung meraih tuas pintu mobil untuk bersiap turun.​"Pak Kyle, tunggu!" cegah sang supir dengan panik dari kursi kemudi. Ia reflek menoleh ke belakang, mencoba menahan Kyle agar tidak melakukan tindakan gegabah yang bisa merusak reputasi besarnya. "Tolong tahan diri Anda, Pak. Ini tempat umum. Kalau Bapak langsung melabrak ke dalam, nama baik Anda bisa menjadi taruhannya. Biarkan saya saja yang maju, Pak!"​Kyle menepis tangan supirnya dengan sekali hentakan kasar. Sorot matanya sangat mengerikan, dingin dan penuh dengan hasrat ingin membunuh.​"Jangan menghalangiku. Diam di sini!" desis Kyle dengan suara tertahan yang sarat akan ancaman.​Brak!​Kyle membanting pintu mobilnya dengan sangat keras. Langkah kakinya ya
آخر تحديث: 2026-07-17
Chapter: Terlihat Oleh Suami
“Ikuti dia dan jangan sampai ketahuan,” perintah Kyle.“Baik, pak.”​Taksi online yang ditumpangi Arabella akhirnya menepi tepat di depan halaman cafe Nuansa Senja. Dengan langkah yang terburu-buru dan hati yang berdegup kencang, Arabella turun dari mobil, sesekali merapikan blus bagian lehernya untuk memastikan bekas luka semalam tidak terekspos.​Ia melangkah masuk ke dalam kafe yang pagi itu masih tampak lengang. Matanya menyapu ruangan, hingga akhirnya menangkap sosok Ren yang duduk santai di area outdoor pojok, tempat yang sama seperti kemarin sore. Pria itu tampak menawan dengan kemeja kasual yang kancing atasnya sengaja dibuka, sedang menyesap cangkir kopinya sembari menatap kedatangan Arabella dengan senyuman miring yang begitu memikat.​Sementara itu, beberapa meter di seberang jalan cafe, mobil hitam milik Kyle perlahan berhenti di bawah rindang pohon. Dari balik kaca mobil yang gelap, mata elang Kyle langsung mengunci pergerakan istrinya yang melangkah menghampiri meja Ren.
آخر تحديث: 2026-07-14
Chapter: Sejauh Mana Kau Berbohong
​“Nggak usah, Kyle. Biar aku saja yang mengurusnya. Aku tahu kamu pasti sibuk. Jadi kamu tidak perlu repot-repot,” tolak Arabella cepat dengan nada sedatar mungkin.​Kyle hanya menaikkan sebelah alisnya, lalu kembali menyunggingkan senyum miring yang penuh arti. “Begitu ya? Ya sudah kalau memang tidak mau diantar.”​Begitu sarapan yang terasa mencekam itu selesai, Arabella langsung bergegas bangkit dari kursinya. Ia melangkah cepat menuju kamar di lantai dua dengan dalih untuk bersiap memeriksa keadaan mobilnya.Begitu pintu kamar tertutup rapat dan dikunci dari dalam, napas Arabella memburu hebat. Jantungnya berdegup sangat kencang karena kepanikan.​Tanpa membuang waktu, ia segera merogoh ponsel dari saku pakaiannya dan langsung mencari kontak Ren. Begitu nada sambung terhubung, Arabella menempelkan ponselnya ke telinga dengan tangan yang sedikit gemetar.​Tut... Tut…​“Halo, Kelinci Kecil. Ternyata kau sudah merindukanku lagi
آخر تحديث: 2026-07-13
Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

"Apakah aku akan mati untuk yang kedua kali?" Aku terbangun dalam tubuh Marielle De Aubrey, seorang tokoh antagonis yang berakhir mengenaskan, dihukum gantung akibat dosa yang diperbuat. Marielle seorang budak yang ditemukan Raja ketika berburu, dan menjadikannya selir di istana. Dia merebut posisi Ratu dan menjadi seorang diktator agar semua orang merasakan apa yang pernah ia rasakan, dan itu membuat dirinya jatuh dalam kematian. Aku yang mengetahui akhir tragis dari novel "Mawar yang Kembali Merekah" tidak ingin merasakan rasanya mati di tiang gantung dan disoraki oleh semua orang. Aku berusaha mengubah nasib Marielle yang kini juga menjadi nasibku. Namun, terkadang mengubah garis takdir yang telah tertulis bisa mendatangkan hal-hal diluar dugaan, karena semesta tak menyukai rencananya berantakan.
قراءة
Chapter: Kegagalan Sang Raja
​”Dasar! Merepotkanku saja!” Aldric berdecih pelan, namun terdengar jelas oleh Marielle.Punggung tegap Aldric perlahan menjauh dan menghilang di belokan lorong. Marielle berdiri di ambang pintu untuk waktu yang cukup lama, menatap ruang kosong yang ditinggalkan Grand Duke itu sebelum akhirnya melangkah mundur dan menutup pintu rapat-rapat.​"Lady..." Diana mendekat dengan wajah cemas luar biasa. Tangannya gemetar pelan saat memegang lengan gaun Marielle. "Apakah ucapan Grand Duke tadi benar? Raja... benar-benar bermaksud ingin meracuni Anda?"​Marielle memejamkan mata sejenak, menghembuskan nafas panjang. Ketika ia membuka matanya kembali, sorot perak itu memancarkan tekad yang tak tergoyahkan.​"Aku tidak tahu. Tapi untuk sekarang kita harus lebih berhati-hati," sahut Marielle dingin. "Yang Mulia Raja memang tidak pernah berubah. Tapi aku tidak menyangka jika dia akan berbuat sejauh ini untuk menahanku."Marielle berdiri mematung sejenak. Pikirannya terus menuju sang Raja dimana a
آخر تحديث: 2026-07-30
Chapter: Pengakuan Grand Duke
​"Pergi dari hadapanku sebelum aku benar-benar memindahkannmu ke kandang kuda, Tristan!" usir Aldric dengan nada menahan geram.​Tristan membungkuk tegak bagai papan lalu buru-buru melangkah keluar, meninggalkan sang Grand Duke yang masih mengusap wajahnya kasar.​Aldric menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya agak memerah campuran antara gengsi yang tersenggol dan rasa takut kalau Marielle menganggapnya terlalu mencampuri urusannya.​”Ini tidak bisa dibiarkan,” batin Aldric kaku. “Kalau aku tidak meluruskan ini, wanita itu akan makin besar kepala.”​Dengan langkah lebar dan jubah hitam yang melambai tegas, Aldric akhirnya memutuskan untuk mendatangi paviliun Marielle sendiri. Masa bodoh jika orang-orang istana melihatnya. Keadaan sudah terlalu gawat mengingat Cassian punya waktu kurang dari dua hari untuk melancarkan rencananya agar Marielle tidak jadi meninggalkan istana.​​Sesampainya di depan pintu kamar Marielle, ia mengetuk pintu sedikit kencang. ​Marielle yang sedang mem
آخر تحديث: 2026-07-29
Chapter: Misi Rahasia Yang Gagal
​”Pagi ini Lady harus makan yang bergizi agar cepat sembuh hihihi…” Diana bergumam sendirian sambil menyiapkan sarapan untuk Marielle.Di lorong istana, Diana berjalan terburu-buru membawa nampan berisi sarapan hangat dan segelas cangkir teh untuk Marielle.​Namun, tepat di depan pintu kamar Marielle, seorang ksatria berbadan tegap dengan jubah serigala perak khas Valerante mendadak melangkah keluar dari balik pilar dan menghadang jalan Diana.​"Tunggu sebentar," ujar ksatria itu dengan raut wajah sangat serius. Tangannya langsung terulur ingin memeriksa piring sarapan di atas nampan. ​Diana yang masih memendam trauma dan ketakutan mendalam pada pihak Grand Duke seketika membelalakkan mata. Ia menarik nampannya mundur dengan nafas memburu.​"Apa-apaan ini?!" bentak Diana setengah berbisik, matanya menatap tajam ksatria itu. "Mau apa kau menyentuh makanan Lady Marielle?!"​"Saya harus memeriksa semua makanan dan minuman
آخر تحديث: 2026-07-29
Chapter: Hati Yang Berdusta
​”Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia.” Marielle membungkuk sedikit karena lega diberi izin untuk keluar istana tanpa tahu rencana apa yang sedang dipersiapkan Raja untuknya.Makan malam yang dibalut kesepakatan semu itu akhirnya usai. Masing-masing dari mereka melangkah meninggalkan meja makan dengan beban pikiran yang berbeda. Dua hari adalah waktu yang sangat singkat untuk sebuah kepulangan, namun bagi Cassian, dua hari adalah waktu yang lebih dari cukup untuk membalikkan keadaan.​Langkah tegap Cassian membawanya kembali ke ruang kerja pribadinya. Begitu pintu kayu itu tertutup rapat, ia menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran. Senyum manis Elira, tatapan dingin Aldric, dan keteguhan mata perak Marielle berputar-putar di kepalanya, memicu amarah obsesif yang kian membara.​Ia memanggil Rowan, asisten pribadinya. “Ada yang bisa saya bantu, Yang Mulia?” Pria itu refleks membungkuk ketika memasuki ruangan.“Panggilkan dokter yang menangani Marielle sekarang. Ada hal yang
آخر تحديث: 2026-07-28
Chapter: Pulang Ke Valerante
“Apa kamu bilang?” Cassian mencoba memastikan sekali lagi.“Saya akan pulang ke Valerante bersama Lady Marielle besok,” ulang Aldric sekali lagi.​Cassian meletakkan cangkir anggurnya ke atas meja porselen dengan tekanan yang begitu kuat hingga cairan merah di dalamnya berkecak dan meluap, menodai taplak meja yang putih bersih. Suara benturan itu menggema tajam di ruang makan yang seketika berubah mencekam.​Tatapan Cassian yang semula tenang kini mendingin, terpaku lurus pada Grand Duke di hadapannya.​"Tidak," potong Cassian dengan suara rendah yang sarat akan penolakan mutlak. "Kau boleh pergi kapan pun kau mau, Aldric. Tapi Marielle... dia akan tetap tinggal di istana ini."​Suasana di ruangan itu seketika membeku. Namun, Alih-alih gentar atau berdebat langsung dengan sang Raja, Aldric dengan tenang mengalihkan pandangannya dari Cassian. Mata hitamnya kini terkunci pada Marielle yang duduk di seberang meja.​"Lady Marielle," panggil Aldric dengan suara datar namun tegas, sengaja
آخر تحديث: 2026-07-28
Chapter: Bawa Dia Pergi
“Apa yang harus aku lakukan?” Kedua tangan Elira saling menggenggam erat sambil mondar-mandir di kamarnya.Dayang Elira yang terus melihat perlahan bertanya, “Yang Mulia Ratu, apakah Anda baik-baik saja?”Tatapan kalut Elira sudah menjawab semuanya. Meski sang Ratu bicara tidak, tapi raut wajahnya tak bisa menipu sang dayang.“Sungguh Anda tidak apa-apa? Maukah saya panggilkan Grand Duke? Biasanya Anda lebih tenang jika setelah berbincang dengan beliau,” ucap Dayang pelan.Mendengar kata Grand Duke, Elira langsung teringat Aldric. Pria yang selalu menuruti semua keinginannya.“Kau benar. Antarkan aku menemui Grand Duke segera.”​Langkah kaki Elira terburu-buru menembus lorong menuju paviliun sayap barat, kediaman Grand Duke Valerante. “Aku ingin menemui Grand Duke. Dia ada di dalam kan?” tanya Elira berusaha bersikap tenang.Pengawal di depan pintu sempat ragu, namun atas wibawa sang Ratu, mereka terpaksa membiarkannya masuk tanpa pengawalan.“Silahkan, Yang Mulia Ratu.”​Di dalam ru
آخر تحديث: 2026-07-28
قد تعجبك أيضًا
Hanyut dalam Dekapan Sahabatku
Hanyut dalam Dekapan Sahabatku
Romansa · Salwa Maulidya
3.2K وجهات النظر
Bintangku
Bintangku
Romansa · Wynstelle
3.2K وجهات النظر
The Sky Of Asia
The Sky Of Asia
Romansa · Zainal Mu'arif Story
3.2K وجهات النظر
Siksa Dendam Perjodohan
Siksa Dendam Perjodohan
Romansa · miraw
3.2K وجهات النظر
Criana
Criana
Romansa · Fitriyawati
3.2K وجهات النظر
Pelukan Panas Tukang Kebun
Pelukan Panas Tukang Kebun
Romansa · Lukalama
3.2K وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status