Chapter: Bab 316"Mas Tresna! Dokter! Gawat, Mas!"Pintu kayu itu mendadak terbuka lebar karena didorong kasar dari luar. Di ambang pintu, seorang pemuda karang taruna berdiri sambil memegangi kusen, napasnya putus-putus dan badannya gemetar hebat. Bajunya sudah tidak keruan, basah kuyup dan penuh noda lumpur parit yang kotor.Tresna yang sigap menggeser tubuh kekarnya, berdiri pas di depan Clara untuk melindungi dokter itu. Sorot matanya seketika berubah dingin beneran."Ada apa, Jok?! Masuk nggak pakai aturan, main dobrak saja!" gertak Tresna, suaranya berat memicu wibawa yang bikin merinding."M-maaf, Mas Tresna... tapi ini darurat!" tangis pemuda bernama Joko itu dengan wajah ketakutan setengah mati.Tresna tidak membentak lagi. Dia maju satu langkah, menatap Joko dari atas ke bawah dengan pandangan taktisnya yang tajam. "Tenangkan dirimu, Jok. Bicara yang jelas, ada apa di luar?""Perbatasan, Mas! Perbatasan desa kita jebol!" seru Joko dengan suara serak, napasnya masih putus-putus. "Ratusan warg
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 315"Astaga... lukanya langsung mengering, Mas! Ini… ini nggak masuk akal!" seru Clara takjub, matanya melotot nggak percaya menatap hasil kerja Tresna."Sambiloto itu rajanya obat antiseptik alami, ditambah temulawak buat netralisir racun di kulit. Nenek moyang kita sudah pakai ini sebelum manusia jaman sekarang bikin obat dalam bentuk pil," sahut Tresna santai, menaruh kembali spatula kayu ke meja.Ketegangan yang sangat menguras pikiran dan tenaga selama proses pengobatan darurat tadi membuat atmosfer di dalam ruangan tertutup itu terasa sangat pekat. Napas Clara terdengar memburu sangat kencang, dadanya yang padat di balik jas dokter putihnya tampak naik-turun dengan kontras.Clara menatap tubuh kekar Tresna yang gagah, berdiri tegak tanpa ada rasa takut sedikit pun di tengah ancaman wabah mematikan. Gairah dan rasa kagumnya sebagai seorang wanita itu langsung memuncak, mengalahkan rasa takutnya pada penyakit.Dokter muda itu mendadak melangkah maju, lalu menarik lengan kekar Tresna d
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 314"Aku harus tahu ini jenis patogen apa, Mas. Tanpa data akurat, kita nggak bakal bisa bikin penawarnya," sahut Clara serius.Clara mengambil sebuah spuit dari dalam lemari kaca. Tanpa membuang waktu, dia mencari area kulit di lengan pemuda itu yang masih bersih dari luka melepuh, lalu dengan jeli menusukkan jarum suntik tersebut tepat di atas pembuluh darahnya.Perlahan, Clara menarik tuas spuit hingga tabung bening itu terisi beberapa mililiter sampel darah yang berwarna agak kehitaman dan kental."Warnanya nggak wajar banget, Mas. Darah manusia nggak sepekat ini kalau cuma infeksi biasa," bisik Clara, wajahnya tegang.Clara membawa tabung sampel darah itu ke sudut meja laboratorium. Dia memasukkannya ke dalam sebuah mesin analisis portabel miliknya, alat khusus yang sengaja dia bawa dari rumah sakit pusat kota karena bisa membaca struktur DNA bakteri dalam hitungan menit.Bzzzzt... bzzzzt...Mesin laboratorium kecil berbentuk kotak hitam itu mulai bekerja, lampu indikator birunya ber
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 313Dari arah kegelapan jalan raya, sorot lampu jauh dari tiga unit truk tronton berukuran raksasa tampak membelah kabut malam.Namun, di barisan paling depan, sebuah truk bak terbuka yang dipenuhi oleh puluhan orang sakit dari desa seberang melaju kencang, menderu liar menerobos portal bambu pembatas wilayah hingga patah menjadi dua.BRAKKK!"Mas! Mereka ndak mau berhenti! Portalnya ditabrak!" jerit Clara dari teras, tangannya gemetar menunjuk ke arah jalan raya.Melihat armada itu nekat merangsek masuk, Linda ndak membuang waktu lagi. Jiwa kepemimpinannya sebagai kepala desa baru mendidih. Tanpa rasa takut sedikit pun, Linda langsung melesat lurus ke tengah jalan tanah yang berdebu. Dia berdiri tegak tepat di jalur roda, lalu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar untuk mengadang laju kendaraan berat tersebut."Mbak Linda! Jangan, Mbak! Bahaya!" teriak beberapa pemuda karang taruna yang baru berdatangan dari arah pos ronda.Sopir truk seberang itu terkejut melihat sosok kepala desa pe
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: Bab 312"Mas... hangat banget," bisik Silvi yang memperhatikan dari balik pintu dengan mata berbinar kagum. Karisma mistis Tresna selalu sukses membuat para wanitanya tunduk dan terpesona."Clara, pantau nadinya sekarang," perintah Tresna rendah, keringat jantannya mulai tampak berkilau di pelipis.Clara dengan cekatan menempelkan alat pemantau portabel ke pergelangan kaki si pemuda yang bebas dari luka melepuh. Matanya melekat pada layar kecil di tangannya."Astaga... naik, Mas! Detak jantungnya mulai stabil! Pernapasannya juga nggak seengap-engap tadi!" seru Clara nggak bisa menyembunyikan rasa takjubnya pada kemampuan pria pelindung desa itu."Hebat kamu, Mas. Energi panasmu bisa menekan penyebaran racun biologis di dalam darahnya buat sementara waktu.""Ini cuma buat bertahan beberapa jam. Sisa urusannya tetap ada di tangan medismu," sahut Tresna, menurunkan tangannya kembali sambil mengembuskan napas panjang.Linda yang berdiri di belakang mereka berdua sejak tadi hanya bisa terdiam deng
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: Bab 311"Iya, Mas. Ini menular lewat cairan tubuh dan kontak kulit. Makanya aku larang kalian pegang! Sekali tertular, dalam waktu dua puluh empat jam kulit kita bakal melepuh seperti ini!" jelas Clara, peluh dingin mulai membasahi dahinya sendiri di balik sarung tangan karet.Mendengar penjelasan Clara, pemuda yang terkapar di lantai itu mendadak menggerakkan tangannya yang penuh luka melepuh. Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya, dia memegang ujung celana panjang Tresna."M-Mas... Tresna..." rintihnya dengan mata yang mulai memutih, berada di ambang maut.Tresna tidak mundur sedikit pun. Dia tetap berdiri kokoh bak batu karang meski ujung celananya dikotori oleh tangan penuh luka itu. Matanya menatap ke bawah dengan pandangan tajam."Iya, aku di sini. Ada apa? Siapa yang bikin kamu jadi begini?" tanya Tresna, suaranya berat dan dalam."J-Juragan... Juragan Karso..." bisik pemuda itu, napasnya putus-putus seperti ikan yang kekurangan air."Kenapa dengan Juragan Karso? Bicara yang jelas!" tunt
Last Updated: 2026-06-13
Ojol Simpanan Artis Cantik
"Kipli, mulai malam ini, kamu resmi jadi pengawal pribadiku. Tugasmu menjagaku dua puluh empat jam... termasuk di dalam kamar."
Menjadi pelindung Diva Prameswari, ratu film dewasa yang paling digilai sejagat raya, jelas impian semua pria. Tapi statusku yang cuma ojol dekil Bekasi, membuatku dihina dan direndahkan oleh orang-orang studio.
Mereka tidak tahu saja, di balik jaket apekku, aku punya kekuatan rahasia yang tidak masuk akal.
Ketika mantan pacarku memamerkan kekasih barunya yang kaya, aku justru melangkah masuk ke surga dunia yang penuh dendam. Dua pelayan seksi Diva pun mulai ikut memohon untuk menjamahnya. Sampai akhirnya, sang Diva sendiri yang berlutut di depanku dan berbisik, "Malam ini, pintunya jangan dikunci ya, Sayang..."
Read
Chapter: BAB 70"Lama banget sih, Kipli!"Suara cempreng nan merdu khas Kanya menyambutku begitu aku mendorong pintu kedap suara studio rekaman bernuansa neon biru dan merah muda itu. Gadis mungil itu sedang duduk di atas sofa kulit besar, mengenakan headphone nirkabel yang melingkari lehernya, lengkap dengan baju latihan yang agak longgar."Maaf, Mbak Kanya. Tadi jalanan agak padat," jawabku santai, berjalan mendekat.Kanya mengerucutkan bibirnya yang mungil, melipat kedua tangan di dada dengan gaya manja yang khas. "Halah, alasan! Kamu pasti habis sibuk sama Mbak Ciska ya? Atau sama Mbak Diva? Atau malah nemenin Mayden sama Sora?""Nggak, karena jalanan padat," ujarku sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal, berusaha menyembunyikan rasa bersalah karena tebakannya tentang Diva sebenarnya seratus persen akurat.Kanya mendengus, matanya yang bulat menatapku tajam, meneliti penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki."Kamu ngerasa nggak sih, Kipli? Belakangan ini kamu tuh kayak mengabaikan aku
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: BAB 69"Kipli... aku... aku udah mau sampai... nggghhh... cepet!" ratap Meyden, tubuhnya mendadak menegang kecil. Kedua paha mulusnya menjepit pinggangku dengan sisa-sisa kekuatan yang dia punya, seolah takut aku akan mengurangi kecepatan."Sama, Mbak... saya juga udah di ujung," sahutku penuh tuntutan.Denyutan di pangkal si bunglon sudah terasa sangat pekat, bersiap meledakkan cairan hangat yang sudah tertahan sejak tadi.Namun, mengingat komitmenku untuk tidak ceroboh dan tidak ingin mengambil risiko, akal sehatku mendadak menyengat di detik-detik terakhir. Tepat sebelum pelepasan itu meledak, aku langsung mencengkeram bahu Meyden dengan kuat."Mbak, awas!"Dengan satu sentakan fisikku yang cepat, aku membalikkan posisi tubuh kami dalam sekejap mata. Meyden terpekik kaget saat tubuhnya kini berpindah posisi menjadi telentang di bawahku, sementara aku langsung menarik paksa si bunglon keluar dari liang hangatnya yang super ketat."Ahhh!" Meyden mendesah kecewa karena merasakan kekosongan y
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: BAB 68"Iya, aku sengaja nggak pakai apa-apa dari tadi," potong Meyden cepat dengan suara yang semakin serak manja. "Biar kamu nggak usah repot-repot buka punya aku, Kipli."Tanpa membuang waktu lagi, Meyden dengan gerakan lincah melorotka n celana kainku ke bawah bersama dengan celana dalamku, menendangnya kasar hingga terlepas di ujung kaki kasur. Dia juga menarik paksa kemeja putihku yang kancingnya sudah copot, membiarkan tubuh bagian atasku yang atletis dan penuh otot ini terekspos sepenuhnya.Kini, tubuh kami berdua sudah polos tanpa ada penghalang berarti. Meyden kembali memosisikan tubuhnya di atas perutku. Dia memegang si bunglon milikku yang sudah menegang maksimal, keras, dan berdenyut intim dengan jemari lentiknya yang hangat."Siap-siap ya, Kipli..." bisik Meyden, matanya terpejam sesaat menahan sensasi panas saat dia mengarahkan ujung milikku tepat ke liang kehangatannya.Meyden perlahan menurunkan pinggulnya, menekan tubuhnya ke bawah dengan satu gerakan mantap yang memasukkan
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: BAB 67"Mbak Meyden?!" seruku tertahan, suaraku agak parau karena syok. "Mbak... sejak kapan ada di sini?""Sssttt... berisik banget sih, Kipli," bisik Meyden dengan nada manja yang khas.Aku berniat bangkit berdiri dari kasur untuk menjaga jarak aman, namun pergerakanku kalah cepat. Meyden dengan sigap memegang kedua bahuku, menahanku dengan dorongan yang kuat namun lembut, memaksaku untuk tetap berbaring telentang di atas kasur.Sebelum aku bisa mencerna situasi, Meyden merangkak naik ke atas tubuhku.Dia memosisikan dirinya dengan sangat berani, duduk tepat di atas area selangkanganku. Di mana si bunglon yang sudah terbangun keras dan tegang mengganjal telak di bawah area sensitif miliknya.Meyden yang selalu mengenakan seragam pelayan super seksi seperti itu di dalam penthouse.Bagian kancing atasnya sengaja dibiarkan terbuka lebar, hingga membuat sepasang dadanya yang montok, padat, dan menyembul indah terkespose jelas tepat di depan mataku. Belahan dadanya kelihatan sangat dalam dan se
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: BAB 66Diva melirik kemejaku yang berantakan, lalu tersenyum miring penuh kemenangan. "Kemeja kamu berantakan banget. Kalau ada yang lihat di lift, pasti tahu kita habis ngapain.""Ya ini gara-gara Mbak Diva narik-narik tadi," balasku sambil memakai kembali jas hitamku untuk menutupi bagian kemeja yang kusut dan kancing yang copot. Setelah jas terpasang kancingnya, penampilanku kembali terlihat rapi seperti seorang pengawal pribadi pada umumnya."Nah, kalau pakai jas begitu kan lumayan ketutup," ujar Diva, kini dia sendiri sedang sibuk menyisir rambut panjangnya menggunakan jari-jari tangannya, lalu mengambil bedak padat dari tas jinjingnya untuk menyamarkan keringat di wajahnya."Lipstik saya aman nggak?" tanya Diva sambil memajukan wajahnya ke arahku.Aku menatap bibir sensualnya yang kini tampak sedikit bengkak dan basah akibat ciuman intens kami tadi. "Agak berantakan di bibir kiri, Mbak. Sama warnanya agak pudar.""Sialan, ini pasti gara-gara kamu lumat terlalu kencang tadi," umpat Diva
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: BAB 65Mendengar rintihan pasrah dari Diva, gairahku melonjak drastis. Ratapan dari seorang ratu film dewasa termahal yang memohon agar aku menumpahkan segalanya di dalam rahimnya benar-benar godaan yang luar biasa gila.Namun, tepat di saat aku sudah berada di ujung pelepasan, akal sehatku yang tersisa mendadak berputar cepat. Aku teringat siapa wanita yang ada di pangkuanku ini. Dia Diva. Kariernya sedang berada di puncak, dan satu kecerobohan kecil bisa menghancurkan segalanya.Aku menahan pinggulku kuat-kuat, menghentikan hentakan brutal itu secara mendadak tepat di titik terdalam."Kipli... ahhh, kenapa berhenti? Terus... masuk lagi, Kipli..." rintih Diva dengan mata yang sayu dan sayup-sayup berair, menatapku penuh harap."Nggak bisa, Mbak," bisikku dengan napas yang memburu berat, menahan desakan pelepasan yang sudah terasa di ujung."Kenapa? Kamu... nggghhh, kamu mau menyiksa saya?" Diva menggeliat gelisah, mencoba menggerakkan pinggulnya sendiri untuk memancingku kembali bergerak. "
Last Updated: 2026-06-14