author-banner
Farchahcha
Farchahcha
Author

Novel-novel oleh Farchahcha

Balas Dendam Istri yang Tersakiti

Balas Dendam Istri yang Tersakiti

Tiara sudah menikah tiga tahun dengan Naren. Pernikahan tanpa cinta, lebih tepatnya Naren tidak mencintai Tiara. Tapi, tidak untuk Tiara. Bagi wanita itu Naren adalah pria idamannya. Meski selalu mendapat perlakuan dingin dari Naren, Tiara tetap mencintai Naren. Sampai kecelakaan itu terjadi. Sebuah fakta muncul, dan akhirnya Tiara tahu alasan dibalik sikap dingin Naren. Suaminya tidak dingin karena belum mencintainya, tapi karena dia memiliki wanita lain di hatinya. Apalagi saat mengetahui wanita itu hamil. Mimpi indah tentang pernikahan bagi Tiara runtuh seketika. Dan, saat Tiara ingin mendapat penjelasan. Naren terbaring koma. Bagaimana nasib pernikahan Tiara?
Baca
Chapter: Bab 40: Tolong, Jangan Benci Aku
Langkah Tiara terhenti begitu keluar dari lift. Gelombang kepanikan merembes di dalam tubuhnya. Napasnya tercekat. Rafka berdiri di dekat pintu masuk sambil memegang kunci mobil. Kehadirannya normal, karena mereka memang punya janji malam ini. Yang membuat Tiara panik adalah keberadaan dua pria lain di sana. Andreas berdiri beberapa meter di belakang Rafka. Tepat di samping pilar lobi, Naren menatap ke arahnya. Untuk sesaat, Tiara mematung, otaknya seolah berhenti bekerja. Sebenarnya dia sedikit khawatir soal Andreas dan Naren. Mereka berdua tidak pernah bisa akur. Apalagi setelah pengakuan cinta Andreas pada Tiara, semuanya terasa jelas sekarang bagi Tiara. Sekarang dia harus bagaimana?Jantung Tiara berdetak lebih cepat. Pandangannya berpindah dari Rafa ke Andreas, Naren, lalu kembali ke Rafka. Tiara menghela napas kemudian berjalan ke arah Rafka. Dia memutuskan untuk menyapa Rafka lebih dulu.Tatapan mata Andreas dan Naren mengikuti kemana langkah Tiara berakhir. Ekspresi m
Terakhir Diperbarui: 2026-06-14
Chapter: Bab 39
“Kakek bilang hanya makan siang?” ucap Tiara pada Aditama. Pria paruh baya itu ternyata tidak sendirian. Lagi dan lagi dia bersama Rafka, dokter pribadinya. Ah, bukan. Mungkin Rafka sudah menjadi kandidat utama sebagai cucu menantu Aditama.“Ya, kita memang hanya makan siang Tiara,” balas Aditama. “Kita bertiga,” jelasnya. Namun, Tiara jelas tahu maksud kakeknya apa. Lihat saja sudut matanya mengarah kemana kalau bukan kepada Rafka. Tiara memutar bola matanya sebelum akhirnya menyerah dan duduk. “Apa kabar Ra?” tanya Rafka basa basi dengan senyum manisnya yang khas. Dokter itu selalu ramah padanya, dia juga lumayan secara tampang dan fisiknya. Meski begitu, Tiara tidak tertarik dengan ide kakeknya yang menyuruhnya menikah dengan Rafka. Bukan berarti Rafka membencinya. Tiara hanya belum tertarik, lagipula dia tidak begitu dekat dengan Rafka. Mereka benar-benar orang asing. Satu-satunya hubungan mereka adalah seorang dokter dan pasien. Tidak lebih. “Baik, anda sendiri?” Rafka me
Terakhir Diperbarui: 2026-06-02
Chapter: Bab 38
Terkadang orang yang memiliki luka tidak butuh diselamatkan oleh siapapun. Dia hanya perlu menemukan dirinya lagi. Karena orang yang terluka kadang tidak takut dengan rasa sakit itu sendiri tapi mereka lebih takut kehilangan kontrol atas dirinya lagi. Tiara sangat paham bagaimana rasanya. Naren benar-benar membunuh dirinya dari dalam, menghilangkan jati dirinya. Tiara tidak pernah membenci perannya sebagai istri di dalam rumah tangganya bersama Naren. Tapi, apa yang dilakukan Naren sungguh keterlaluan. Tak pernah sekalipun Tiara mendapat sikap hangat pria itu dulu. Dia dingin, dan sulit diraih. Padahal Tiara sudah mengusahakan semuanya untuk Naren. Bahkan dia rela kehilangan dirinya hanya demi menikah dengan Naren. Itu keputusan yang tidak akan Tiara ambil lagi. Jadi, saat pria itu memohon padanya bahkan rela berlutut. Tiara tidak bisa menerimanya lagi. Ini bukan lagi soal Sheila. Perempuan yang dulu Tiara pikir adalah satu-satunya yang Naren cintai. Bukan lagi soal mertua dan
Terakhir Diperbarui: 2026-05-31
Chapter: Bab 37: Kembalikan Waktuku
Sayangnya, cinta itu datang di waktu yang belum tepat. ***Kata-kata Andreas membuat Tiara tertegun dalam beberapa saat. Kemudian tawa kecil keluar dari bibir mungil Tiara. “Apa sih, Kak. Jangan terbawa suasana deh. Mentang-mentang yang ada di kafe ini semua pasangan. Kakak jadi ngomongnya ngelantur.” Setelah mengatakan itu, Tiara memilih sibuk menyendok es krim di depannya. Dia tidak mengambil serius kata-kata Andreas. Membuat pria di depannya itu sedikit kecewa. Meski dia bisa mengendalikan raut wajahnya agar tetap terlihat biasa saja di depan Tiara. Andreas memaksakan tawa kecil yang sedikit canggung. “Ha ha, mungkin iya.”Tiara mengangkat matanya. “Mungkin sudah waktunya kakak mencari pasangan,” usulnya. “Sedang ku usahakan,” jawab Andreas tanpa melihat Tiara. “Tapi sepertinya belum berhasil.”Tiara terdiam, entah kenapa jawaban itu terdengar begitu ambigu di telinganya. Dia memilih menutup mulutnya dan tidak bereaksi apa-apa. Kalaupun memang Andreas menyukainya, Tiara teta
Terakhir Diperbarui: 2026-05-28
Chapter: Bab 36: Pria yang Mencintaimu
Tiara membelalakan matanya ketika melihat seseorang sudah duduk di ruang kerjanya. “Kak Andreas? Kakak di sini?” serunya tak percaya. Sudah lama sekali dia tak bertemu dengan Andreas. Pria itu sibuk dengan pekerjaannya di luar negeri. Siapa sangka pria itu tiba-tiba muncul di sini. “Hmm, aku baru saja kembali dan langsung ingin menemuimu. Apa kabar, Ra?” ucap Andreas ketika melihat Tiara. “Aku baik. Kakak bagaimana? Kenapa pulang tidak mengabari dulu? Aku kan bisa jemput di Bandara.” Tiara langsung mendekat ke arah pria yang membantunya kabur dari Naren itu. “Sedikit jet lag, tapi nggak apa-apa,” jawab Andreas sambil menyentuh pelipisnya dengan jari dan tersenyum miring. “Sebentar aku telepon Jimmy dulu buat bikinin kakak minum.” Tiara menelpon asistennya itu melalui telepon kantornya. Andreas tersenyum kecil. Melihat Tiara yang antusias melihatnya entah kenapa membuat hatinya lega. Wanita itu tidak lagi murung seperti pertama kali menghubunginya. Sepertinya Tiara sudah benar
Terakhir Diperbarui: 2026-05-23
Chapter: Bab 35: What is Love?
Hatinya tidak mati rasa, hanya Tiara sudah tidak percaya apa itu cinta. Apalagi kalimat itu datang dari bibir seorang Narendra. Pria yang membuatnya seperti ini. Dulu dia adalah perempuan yang penuh cinta. Bahkan membaginya dengan senang hati untuk semua orang.Tumbuh sebagai yatim piatu, Tiara cenderung haus akan kasih sayang. Mungkin itu yang membuatnya salah paham dengan sikap baik Narendra. Narendra Pratama, senior di kampus Tiara. Pria yang sangat populer di kalangan mahasiswa Universitas Nusantara. Pria tampan itu selalu dikagumi banyak orang. Bukan cuma karena parasnya, tapi pria itu terkenal dengan kecerdasannya. Terlebih lagi Narendra berasal dari keluarga terhormat. Pratama Wijaya, pemilik JTech perusahaan teknologi yang sangat berkembang pesat. Narendra semakin dikenal namanya saat sang ayah meninggal dunia. Otomatis dialah yang menjadi pewaris dari JTech sebagai pengganti ayahnya. Tiara semakin kagum dengan Narendra. Setiap pagi perempuan itu rela menunggu Narendra d
Terakhir Diperbarui: 2026-05-20
Menjadi Teman Tidur Bosku

Menjadi Teman Tidur Bosku

Kanaya tidak menyangka kalau pelanggan aplikasi Teman Curhat miliknya adalah bosnya sendiri. Jadi, karena kepepet uang dia mencari pekerjaan lain yaitu menjadi talent di aplikasi Teman Curhat. Dia memiliki satu pelanggan yang memakai jasanya. Suatu hari pelanggan yang dipanggil Husky Man oleh Kanaya itu meminta bertemu secara langsung. Pertemuan itu berakhir menjadi malam yang panas. Kanaya berpikir tidak akan terjadi apa-apa sampai akhirnya dia dinyatakan positif hamil. Kanaya berniat menghubungi pria itu lagi dan meminta pertanggung jawaban. Tapi dia terkejut saat pria itu muncul di kantornya sebagai CEO. Bagaimana nasib Kanaya selanjutnya?
Baca
Chapter: Bab 26
Bagaimana caranya Kanaya percaya kalau hubungan antara Adrian dan Reina sudah berakhir, kalau di depan matanya wanita itu terlihat mesra dengan Adrian. Kanaya diminta Pak Damar mengantar kopi ke ruangan Adrian. Dia juga tidak tahu kenapa harus dirinya yang membawakan minuman ini ke ruangan wakil direktur. Karena ini permintaan Pak Damar, kepala divisi marketing. Kanaya tidak enak jika menolak. Kanaya menghentikan langkahnya di depan ruangan Adrian. Matanya langsung menangkap dua orang di dalam ruangan itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat ketika melihat apa yang terjadi. Dia melihat Adrian sedang mengunci Reina di sudut ruangan. Posisi mereka seperti sedang… berciuman. Seketika itu Kanaya membalikkan badannya. Entah kenapa dadanya terasa ada yang berlubang di sana. Dia tidak tahu, apa yang harus dilakukan. “Apa aku harus masuk sekarang?” tanyanya dalam hati. Dia ingin melangkah pergi, tapi dia teringat tugas Pak Damar untuk membawakan minuman. Kanaya menghela napasnya
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: Bab 25
“Sarapan dulu, Nay. Ini sudah ibu siapkan!” seru Ibu Kanaya. Wanita paruh baya itu sudah membuat nasi goreng dan juga telur ceplok untuk sarapan anak-anaknya. Dia menatap menu sarapan itu di meja kecil depan televisi. Kanaya masih ada di kamarnya, memasukkan keperluan kantornya ke dalam tas. Dia sudah rapi dengan pakaian kerjanya, celana kain warna khaky dengan atasan sederhana berwarna ivory. Wanita itu memoles sedikit lip tint di bibirnya sebelum keluar. Menyemprotkan parfum ke badannya, lalu setelah itu membuka pintu kamar. Matanya langsung disambut oleh Ibunya yang menata piring untuk mereka sarapan. Tiba-tiba saja pertanyaan Adrian semalam mengingatkannya. Apa yang disukai ibumu? Kanaya masih tidak tahu apa yang disukai wanita yang melahirkannya itu. Dia menggigit bibir bawahnya, apa perlu dia menanyakan langsung apa yang disukai ibunya sekarang?Dia mengangguk sesaat lalu melangkah mendekat pada sang ibu. Duduk di sisi meja, matanya lurus melihat sang Ibu menyendok nasi go
Terakhir Diperbarui: 2025-12-27
Chapter: Bab 24
Malam itu sungguh cerah, ribuan bintang menghampar memenuhi langit. Kanaya mendesah berat sambil melihat ke luar jendela. Kurang dari seminggu dia akan menikah dengan Adrian. Pria yang sedang menyetir di sebelahnya sekarang. Kanaya mencuri pandang ke arah pria yang sedang fokus menatap jalan itu. Adrian terlihat tenang, berbeda sekali dengan Kanaya yang penuh dengan kekhawatiran. Kenapa rasanya pundak Kanaya begitu berat. Menikah dengan Adrian dan hidup bersamanya, tak pernah ada di bayangan Kanaya. “Apa yang sedang kamu pikirkan, Nay?” Adrian sudah menghentikan mobilnya. Mereka sudah sampai di depan rumah kos Kanaya. Wanita itu sampai tak sadar sudah berapa lama dia melamun. “Ehem.” Kanaya berdehem mengalihkan kecanggungannya. “Hanya memikirkan ini dan itu.” Jawabnya. “Soal pernikahan?” Adrian seolah membaca pikirannya. “Kamu tidak perlu khawatir, Kanaya. Serahkan saja padaku.” Kanaya tidak bisa menjawabnya selain mengangguk. Setelah itu Adrian memegang tangannya. Kanaya te
Terakhir Diperbarui: 2025-12-26
Chapter: Bab 23
Canggung. Rasanya Kanaya susah sekali bernapas saat ini. Tatapan orang tua Adrian seolah ingin melubangi dirinya. Apalagi tatapan dari Presdir LW Group itu seolah melihat Kanaya sebagai musuh yang masuk ke dalam teritorialnya. Januari Prakasa bersikap dingin saat Adrian mengenalkan Kanaya sebagai calon istrinya. Sedangkan Dewi, ibunda Adrian menatapnya dengan tatapan yang dalam meski sama tidak merespon saat Kanaya memperkenalkan dirinya. “Apa pekerjaan orang tuamu?” tanya Januari akhirnya buka suara. Kanaya mendongak, wajahnya terlihat menegang saat ditanya oleh Januar. Dia menelan ludah, lalu menarik napas panjang sebelum menjawab. “Ibu saya tidak bekerja, beliau seorang ibu rumah tangga.” Jawab Kanaya pelan. “Bagaimana dengan ayahmu?”Kanaya terdiam cukup lama, dia tidak ingin membahas soal ayahnya yang sudah pergi entah kemana meninggalkan keluarganya. Dia meremas tangannya yang sudah mulai berkeringat. Sampai akhirnya sebuah tangan muncul dan menggenggam erat tangannya. Ka
Terakhir Diperbarui: 2025-12-25
Chapter: Bab 22
Pagi itu Kanaya berdiri di depan rumah kos nya, dengan dress selutut berwarna ivory. Dia sengaja menata rambutnya, menggerai dan menyematkan jepit mutiara di sisi kepalanya. Sesekali dia mengatur napasnya, menggembungkan mulutnya. “Brrr, aaa.. aa… aaa…” Kanaya melakukan senam mulut agar tidak terlalu tegang. Karena pagi ini Adrian mengajaknya bertemu dengan orang tuanya. Pada akhirnya hari itu tiba juga. Kanaya benar-benar gugup sekarang, padahal Adrian belum juga tiba. Kemarin, mereka bertemu dan Adrian mengajak Kanaya untuk berbelanja dan mencuci rambutnya ke salon agar penampilannya lebih baik sekarang. Pria itu juga membelikan Kanaya tas dan heels yang dikenakannya sekarang. Saat wanita itu membayangkan bagaimana nanti saat dia bertemu dengan kedua orang tua Adrian. Sebuah mobil berhenti tepat di depannya, seorang pria turun dari arah lain dan menghampirinya. Pria itu Adrian, dengan kemeja warna navy, dia tak mengenakan dasi, penampilannya lebih santai namun tetap terlihat so
Terakhir Diperbarui: 2025-12-23
Chapter: Bab 21
Mereka berempat keluar dari gedung karaoke hampir tengah malam. Kanaya, Lala, Nathan, dan Adrian mengakhiri malam mereka. Saat di luar gedung karaoke, Kanaya masih mengobrol dengan Lala. Nathan dan Adrian mengambil mobil mereka. Tak lama kemudian, kedua pria itu muncul di hadapan Kanaya dan Lala. Nathan langsung menarik tangan Kanaya. “Yuk! Aku antar kamu pulang,” katanya. Tapi, Kanaya mematung. Bukan karena menolak ajakan Nathan, tapi karena sebelah tangannya yang lain sudah ditarik oleh Adrian. Secara bersamaan Nathan dan Adrian sama-sama menarik tangan Kanaya. Membuat wanita itu kebingungan sendiri, begitupun Lala yang menoleh ke arah Nathan dan Adrian dengan tatapan heran. Karena tidak mau menimbulkan kecurigaan Lala. Kanaya menarik kedua lengannya dari Adrian dan Nathan. Kedua pria itu terlihat kecewa dan saling pandang dengan ekspresi tak bisa diartikan. “La, aku pulang bareng kamu aja ya?” ucap Kanaya pada Lala. “Boleh aja sih, tapi kan rumahku di dekat sini aja. Kosan k
Terakhir Diperbarui: 2025-12-22
Catch me, Mr. Eiser

Catch me, Mr. Eiser

Behind her uniform, Zara Lang carries a heavy mission to capture Reins Eiser, the most powerful mafia boss in her district. Zara will stop at nothing to put Reins behind bars, but his influence runs too deep, his power too strong. Desperate, she takes a dangerous step. Infiltrating his world by disguising herself as Bella, a hostess at the nightclub Reins often visits. But fate takes an unexpected turn when Reins falls for Bella… and Zara finds herself returning his feelings. Now torn between duty and desire, Zara must decide, will she complete her mission, or will she be the one ensnared in Reins's dark world?
Baca
Chapter: Chapter #10
((Zara Lang))The abandoned warehouse in Kirell reeked of rusted metal. Dust coated every surface, making it feel like the perfect place to dump a body.I was already crouching beside the corpse, examining every inch of a wanted fugitive. According to the forensic team's report, his name was Markov, a Russian drug kingpin."Cause of death?" I asked one of the forensic investigators.The man removed his latex gloves before answering, "We can't determine it yet."I raised an eyebrow."No stab wounds or gunshot wounds?" I asked again.He shook his head."What about blunt force trauma? Any fractures?""None. His bones are intact. There are no signs of struggle on his hands or beneath his fingernails."I paused to think."What if he was strangled?" I suggested, considering another possibility."There are no bruises on his neck. His hyoid bone appears intact as well, but we'll need to confirm that during the autopsy."After hearing the forensic report, I shifted my gaze to Markov's face. Hi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-25
Chapter: Chapter #9
((Reins Eiser))I had no idea why I asked that question.Something about her still didn't sit right with me. I couldn't shake the feeling that she didn't belong in this bar. Yet after checking her profile, everything matched perfectly. Her photo, her personal information, even her home address.I'd already ordered Reynald to investigate her. He found nothing suspicious.Just the truth.Arabella Baker, known as Bella. Twenty-four years old. Born in Greyford. Currently living in a shared house on the outskirts of Arven City."Why were you looking for me, Mr. Eiser?" she asked softly, her voice drawing closer.Without hesitation, she sat beside me. One of her hands slowly reached toward me."Don't touch me."My warning stopped her immediately.She obediently withdrew her hand before picking up the whiskey bottle instead. She poured another drink into my glass.So... she was trying to get me drunk again, just like yesterday.Not happening.I placed the glass back on the table without taki
Terakhir Diperbarui: 2026-07-23
Chapter: Chapter #8
((Reins Eiser))One thing I hated about Lucas Stone was how effortlessly he managed to calm me down. Still, I couldn't deny that he was exceptionally good at running the company."Every order has been carried out exactly as instructed, Mr. Eiser," he said, offering me a firm handshake.I accepted it. White Wolf Holdings was the perfect company for this operation."Make sure everything is spotless," I said in a low, measured voice. "Don’t make a mistake."Lucas gave a respectful nod.The meeting ended quickly. As always, Reynald escorted me to the private exit.That was when I saw her. The woman. The hostess from the nightclub I frequented.She actually thought a pair of glasses was enough to keep me from recognizing her.Who the hell was she?She even knew about my connection to White Wolf Holdings. Now I was even more curious about who had sent her.I let her follow me, for now.Reynald opened the car door for me, but it seemed he'd noticed her presence as well."We're being followed
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: Chapter #7
((Zara Lang))It was Friday morning, and I was still in the same spot.I sat in the passenger seat of Danny's Jeep, my eyes fixed on the towering headquarters of White Wolf Holdings.Danny let out a long sigh.“You're about to burn a hole through that building, Z,” he said sarcastically.I blinked. Danny and I had been watching the company for three days now. Nothing seemed out of the ordinary. Everything operated just like any other major corporation.“Are you sure this company is connected to Reins Eiser?” I murmured.“If you're asking me, my answer is I don't know. I'm only here because this was your idea, remember?”Danny started grumbling again. All he'd told me was that every victim had some kind of connection to Double W.I was the one who jumped to the conclusion that they had to be involved, just like Eiser.“Zara, I know I'm your subordinate, but acting on nothing but intuition isn't exactly how we do things.”I knew that.The truth was, I just couldn't let go of my frustrat
Terakhir Diperbarui: 2026-07-20
Chapter: Chapter #6
((Zara Lang))What else am I supposed to do?That question had been circling in my head for the past thirty minutes. It was infuriating. I was still angry.Failure wasn't anything new to me when it came to missions.But for some reason, this failure stung far more than the others. Eiser had gotten under my skin like no one else.I jabbed the elevator button harder than necessary, as if taking out my frustration on it. My blood was still boiling. Just thirty minutes ago, a devastatingly handsome man looked like he wanted me more than anything.Then that same man threw me away.God.I growled inwardly.I had been so close to getting Eiser to let his guard down. Just a little longer, and I could have started digging for information about where he kept the evidence of all his crimes.I was also convinced he was behind the string of serial killings that had dominated the news lately. Every victim had one thing in common—they were all connected to Eiser.There was the city's biggest drug kin
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Chapter: Chapter #5
(Zara Lang)There was a long silence between Eiser and me.I froze when he suddenly asked in his hoarse voice, “Tell me who sent you!”I saw his jaw tighten, and for a moment, I thought Eiser was going to do something. My heart pounded violently. I immediately became alert.Eiser straightened his body, walked to the side of the room, grabbed his clothes, and put them on.I was still stunned.What was this?Nothing happened?Or was he just letting me breathe for a moment before finally destroying me?I let out a heavy sigh.I should not have let him go to the bathroom earlier. I should have acted quickly without giving him time to regain his senses.I guessed he had soaked himself with cold water in the bathroom to wash away the effects of the alcohol. I regretted how foolish I had been about alcohol.I knew for certain that Eiser was now trying to regain control of himself so he would not make a mistake. I admitted it—he had won this round.He had even accurately judged me and figured
Terakhir Diperbarui: 2026-06-18
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

Blurb: Senja, perempuan berusia 28 tahun masih betah menyandang status single. Seumur hidup belum pernah merasakan apa itu pacaran. Hal itu karena trauma di masa lalunya. Suatu hari dirinya didesak oleh sang ibu untuk menikah. Secara putus asa Senja mulai mencari teman kencan melalui aplikasi online. Tak disangka dari sana dia menemukan kembali seseorang di masa lalu. Di sisi lain ibunya malah menjodohkannya dengan laki-laki anak sahabatnya. Ikuti kisah Senja dalam mencari jodoh disini.
Baca
Chapter: BAB 11
Jika pesta sebelumnya menurut Senja sangatlah mewah, pesta kali ini sungguh di luar nalarnya. Sebagai rakyat jelata, ini adalah pesta terindah dalam hidupnya. Mata Senja bahkan tak rela untuk mengedip sedikitpun melihat cantiknya bunga-bunga dan juga gemerlap lampu yang dipajang di sepanjang jalan yang dilewati oleh mobil yang mereka tumpangi. Senja dan Bima berada di dalam satu mobil yang sama dan di sepanjang perjalanan Senja hanya melihat keluar jendela. Bahkan, jalan menuju rumah kakeknya bisa seluas ini. "Jangan norak!" Bima mengeluarkan kata-kata pedasnya lagi membuat senyum di wajah Senja meredup.Senja yang awalnya antusias akhirnya kembali duduk dengan memutar badannya kembali menghadap ke arah depan. Ia ingin sekali satu mobil dengan Langit yang berada di mobil belakang dan bukan dengan Bima.Sayangnya, ia tak bisa pindah mobil begitu saja. Padahal sejak tadi keluar dari Boutique, Senja ingin sekali bersama Langit daripada bersama kakaknya yang angkuh ini. Namun, tangannya
Terakhir Diperbarui: 2024-07-30
Chapter: Bab 10
POV SenjaSeumur hidup, aku tak pernah datang ke tempat seperti ini. Apalagi mendapat pelayanan yang menurutku ini berlebihan. Bahkan dengan gaun biru pendek yang melekat di tubuh mungilku cukup membuatku canggung ketika dilihat oleh kakak beradik itu."Bagaimana tuan-tuan? bukankah gaun ini cantik sekali. Sangat pas untuk nona muda." ucap seseorang dari arah belakangku. Dia jugalah yang membantuku untuk memakai gaun ini. Gaun yang cukup mengekspos pundak milikku membuat tulang selangkaku terlihat cukup menonjol. Sebenarnya gaun apa ini? batinku.Kulihat Bima dan Langit hanya mematung melihatku. Mereka tak mengatakan apapun yang membuatku tambah gugup. "Kurasa ini tidak cocok." ucap Bima selanjutnya. "Gaunnya terlalu terbuka." ucapnya lagi.Akhirnya ada yang sependapat denganku. Jujur saja aku tak nyaman dengan gaun terbuka seperti ini."Menurutku ini cantik. Tapi, sepertinya kamu lebih cantik jika tampil
Terakhir Diperbarui: 2024-07-19
Chapter: Bab 9
Hampir semalaman Senja tidak bisa memejamkan matanya. Senja sangat gugup karena akan bertemu dengan keluarga besar Prisma Group. Apalagi dia harus pergi bersama Bima dan hanya berdua saja. Senja membuka hp nya dan menelepon sang Ibu, nada tunggu telepon terdengar di telinga Senja yang akhirnya berakhir. Ibunya menjawab di seberang.Assalamu’alaikum, gimana Nak? Ada apa telepon ibu?.“Ibu kenapa nggak bilang Senja, kalau kemarin harus kerumah tante Nilam sampe harus nginap segala.”“Kalau ibu bilang ke kamu, pasti kamu menolak. Udahlah Nak, Tante Nilam itu baik kok apalagi mereka akan jadi keluarga kamu nanti. Itung-itung beradaptasi kan.”“Tapi bu, disini ada Bima, dan ada Langit juga,” Senja mengeluh pelan saat menyebut nama Langit. Bagaimana Senja bisa hidup bersama dua orang itu. “Ada apa dengan Bima, Senja? Dia nanti akan jadi suami kamu. Jadi kamu harus terbiasa menerimanya,” kata ibu Senja yang ternyata tak mendengar saat anaknya mengucap nama Langit.“Tapi kan Senja jadi ting
Terakhir Diperbarui: 2024-07-18
Chapter: Bab 8
Sampai di kediaman Prisma Group, Senja, Langit, dan Bima mulai masuk. Baru kali ini Senja memasuki kediaman Prisma Group. Begitu takjub dengan interior mewah yang menyambutnya. Tangga melingkar di tengah ruangan menambah kesan mewah. "Tunggu disini! Nyokap mau ketemu Lo," kata Bima sedikit ketus, "Gue bingung kenapa Mommy harus pilih lo jadi istri gue."Bima langsung berlalu menuju kamarnya dan meminta art memanggil Nilam.Senja yang mendengar itu langsung menunduk diam. Langit yang melihat Bima memperlakukan kasar malah merasa iba dengan Senja. Pasalnya, dia dulu juga bersikap seperti itu dengan Senja dan sekarang dia menyesal. Setelah mengenal Senja meski hanya lewat chat, Langit sangat nyaman dan memiliki perasaan kepadanya. Senja memiliki karakter yang lembut dan menarik. "Kamu bisa duduk disini sambil nunggu mommy datang," tunjuk Langit ke arah sofa ruang tamu, "Aku ke kamar dulu ganti baju."Senja hanya mengangguk dan mengikuti instruksi Langit. Dia melihat kakak beradik itu
Terakhir Diperbarui: 2023-11-27
Chapter: BAB 7
Hari ini Senja mendapat undangan untuk menemani Bima ke sebuah pesta pernikahan kolega bisnisnya. Sebagai Direktur di Prisma Group, tentunya Bima harus menuruti sang Ayah untuk mengajak Senja sebagai calon istrinya ke pesta tersebut. Begitu juga Langit yang akan menghadiri pesta sebagai salah satu keluarga Prisma Group. Senja yang sejak awal tak tertarik ikut akhirnya mulai berpikir untuk menyiapkan alasan menolak. Tapi makin lama dia tak tahu harus beralasan apa untuk menolaknya. “Bu, kalau Senja nggak ikut saja bagaimana. Malu lah bu, Senja nggak pernah ikut acara seperti itu.” Ibunya yang dari tadi memilihkan gaun yang harus dipakai putrinya untuk pesta itu menghentikan aktivitasnya. “Kan ada calon suamimu Senja. Bima pasti menjagamu disana, kenapa harus malu,” kata ibu, “Ini bisa membuat kamu dan Bima lebih mengenal satu sama lain.” Bukannya senang dan tenang. Senja malah semakin was was untuk ikut ke pesta tersebut. Hal itu karena Bima yang sedari awal sudah mengatakan dia
Terakhir Diperbarui: 2023-11-15
Chapter: BAB 6
POV: Senja "Inget ya cewek murah, meski mami dan papi setuju jodohin Gue sama Lo. Gue nggak bakalan cinta sama cewek murahan kayak Lo, inget itu!," Kata-kata Bima selalu terlintas di ingatanku. Aku merasa jadi perempuan yang tak punya harga diri diperlakukan seperti itu oleh Bima dan Langit. Perasaan ditolak kedua kakak-beradik itu melahirkan trauma bagiku. Tapi, bagaimana aku bisa menghindar. Ibu sudah terlanjur bahagia dengan rencana pernikahan ini. Mampukah aku melanjutkan perjodohan ini? Entahlah. Hari ini aku melanjutkan kegiatanku seperti hari-hari lainnya. Bekerja di perpustakaan dan mulai menyiapkan kebutuhan ibu untuk pergi ke rumah sakit. Ibuku memang memiliki penyakit hipertensi. Sesekali memang harus check up ke rumah sakit. Karena itulah hari ini aku izin pulang lebih awal dari biasanya. Padahal jam kerjaku di perpustakan terbilang cukup singkat dibanding dengan bekerja di perusahaan yang menghabiskan waktu 8 jam sehari bahkan lebih. Sementara diriku hanya perlu w
Terakhir Diperbarui: 2023-11-13
Anda juga akan menyukai
Karma Suami Mendua
Karma Suami Mendua
Rumah Tangga · Alya Feliz
4.2K Dibaca
Beda Usia, Beda Usaha
Beda Usia, Beda Usaha
Rumah Tangga · Alma Varda
4.2K Dibaca
DOSEN GANTENG ITU SUAMIKU
DOSEN GANTENG ITU SUAMIKU
Rumah Tangga · Nova Irene Saputra
4.2K Dibaca
WANITA LAIN DI RUMAHKU
WANITA LAIN DI RUMAHKU
Rumah Tangga · vitafajar
4.2K Dibaca
Kekasih Halalku
Kekasih Halalku
Rumah Tangga · Tiara Mora
4.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status