author-banner
stevendeeary
stevendeeary
Author

Novels by stevendeeary

MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

"Om harus puasin aku sekarang, dan sebagai jaminannya... Om pasti jadi Papa tiriku." Jevan Mahendra, mantan polisi yang dipecat karena fitnah besar yang dilakukan oleh seorang pengusaha kaya bernama Rendra Satvika. Pemecatan tak terencana itu membuat sang komandan besar mengajak Jevan bekerja sama, ia menugaskan Jevan untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh Rendra. Sialnya, Jevan malah dijadikan tumbal untuk menggoda mantan istri Rendra—Bianca Satvika. Misi Jevan tak berjalan mulus karena kedua putri Bianca dan mendiang Rendra justru tergila-gila padanya.
Read
Chapter: BAB 90
Alih-alih ikut masuk ke rumah, pria itu lagi-lagi bersikeras menolak, baru saja melangkah turun dari teras ketika suara Pak Lurah kembali menghentikannya."Mas."Pria berkemeja hitam itu menoleh, raut wajahnya mulai terlihat tidak sabar."Kalau memang buru-buru, ya sudah. Tapi saya jadi kepikiran, tadi Mas bilang Mas ini keluarga Pak Amri, ya?""Iya.""Kasihan juga kalau datang jauh-jauh dari Jakarta terus pulang dengan tangan kosong." Pak Lurah mengusap dagunya seolah sedang berpikir keras. "Begini saja. Saya kenal orang kecamatan. Nanti saya coba telpon dari sini, pasti beliau tahu ke mana Pak Amri pindah."Sorot mata pria itu langsung berubah. "Bisa sekarang?""Bisa saja." Pak Lurah tersenyum ramah. "Tapi orangnya belum datang, biasanya habis zuhur baru ada di kantor."Wajah pria itu langsung berubah masam. "Lama sekali.""Ya namanya juga desa, Mas." Pak Lurah terkekeh kecil. "Kalau Mas mau, tunggu saja dulu di rumah
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: BAB 89
BAB 89“Mas, aku mau tidur sama kamu....” Suaraku begitu lirih, hampir tenggelam oleh isakku sendiri.Di seberang telepon tak langsung terdengar jawaban. Hanya embusan napas panjang Mas Jevan yang memenuhi speaker. Aku tahu... dia sedang menahan sesuatu."Mas?" panggilku pelan."Celine...." Nada suaranya berubah jauh lebih lembut. "Kalau saya ada di sana sekarang, saya pasti peluk kamu sampai kamu bisa tidur."Dadaku kembali terasa hangat. Aku memejamkan mata. Sudah lama sekali tidak ada yang mengatakan kalimat sesederhana itu kepadaku."Aku capek, Mas." Ini bukan tentang nafsu, tapi rasanya aku benar-benar rindu didekap dalam peluk dan manjanya.Aku mendengar suara langkah kaki dari seberang, lalu suara pintu mobil yang ditutup pelan. Mas Jevan rupanya sudah kembali melanjutkan perjalanannya."Celine, dengerin saya baik-baik."Aku mengangguk, meski dia tak mungkin melihatnya."Malam ini kamu tidur di kantor polisi, besok mungkin masih di sana, lusa juga mungkin. Keadaan memang belum
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: BAB 88
Tak seorang pun bergerak sebelum suara motor Darto benar-benar menghilang di balik tikungan.Aku mengembuskan napas panjang. Setidaknya untuk sementara Bu Edah dan Pak Amri sudah berada di tempat yang lebih aman.Pak Lurah menatapku. "Mas Jevan, tenang. Orang kampung mungkin gak punya banyak uang. Tapi kami tahu bagaimana menjaga mulut."Aku tersenyum kecil. Belum sempat mengucapkan terima kasih, ponsel di saku celanaku tiba-tiba bergetar. Nama Rakabumi muncul di layar. Aku langsung mengangkatnya."Komandan.""Jev." Nada suara Rakabumi terdengar jauh lebih berat daripada biasanya.Dadaku langsung menegang. "Ada apa?""Celine hampir dibawa pulang.""Apa?""Bianca datang, tidak sendirian. Dia membawa kuasa hukum, psikiater, dan beberapa perawat. Mereka memaksa membawa Celine dengan alasan kondisi kejiwaannya memburuk."Tanganku refleks mengepal. "Lalu?""Hampir terjadi keributan.""Bagaimana keadaan Celine sekarang?" Aku bertanya khawatir."Masih di kantor, tapi..." Rakabumi berhenti be
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: BAB 87
Aku menatapnya lurus. "Tidak langsung, karena mungkin lebih sulit dari sebelumnya."Bu Edah dan Pak Amri saling menatap lalu kembali menatap ke arahku."Mungkin Ibu akan kembali diteror, mungkin nama Ibu akan ikut muncul di media, mungkin hidup Ibu gak akan tenang untuk sementara."Aku sengaja tidak memberinya harapan palsu. "Tapi kali ini, Ibu gak akan menghadapinya sendirian."Ruangan kembali hening. Pak Amri berpandangan dengan istrinya. Tatapan keduanya dipenuhi keraguan yang sama."Apa yang harus kami lakukan?" tanyanya lirih.Aku mengeluarkan ponsel dari saku, membuka peta wilayah sekitar Kampung Cisadas yang tadi sempat kulihat dalam perjalanan. "Sementara jangan ikut saya ke kota karena justru itu yang kemungkinan besar diharapkan Bianca."Jariku menunjuk sebuah desa yang letaknya tak sampai tiga puluh menit dari Cisadas. "Saya ingin Bapak dan Ibu menghilang dulu.""Menghilang?"Aku mengangguk. "Bukan kabur, tapi bersembunyi sementara. Saya yakin orang-orang Bianca hanya menge
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: BAB 86
"Permisi..." Aku menarik napas pelan, lalu mengetuk pintu beberapa kali.Firasat burukku semakin kuat saat berdiri di depan rumah sederhana itu. Pagar kayunya terbuka, pintu depan juga tidak terkunci, tetapi suasananya begitu sunyi. Tidak terdengar suara televisi, tidak ada percakapan, bahkan halaman rumah tampak kosong seolah sudah lama tidak dihuni.Aku kembali mengetuk, kali ini lebih keras. Baru beberapa detik kemudian terdengar suara langkah kaki yang sangat pelan dari dalam rumah. Pintu terbuka sedikit demi sedikit, memperlihatkan seorang pria berusia sekitar enam puluh tahun dengan tubuh kurus dan rambut yang mulai dipenuhi uban.Tatapannya langsung mengarah kepadaku penuh kewaspadaan."Iya?""Saya mencari Pak Amri."Pria itu mengangguk pelan. "Saya sendiri."
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 85
“Siapa yang Celine maksud?” Rakabumi bertanya dengan tak sabar tepat setelah kami menutup pintu ruang pemeriksaan.“Ah...!” Aku memukul pelan tengkuku. “Selama ini aku terlalu fokus pada Fino. Padahal ada seseorang yang keberadaannya lebih krusial, lebih penting daripada dia.”Rakabumi mengernyit dahi. “Kau mengenalnya?”Aku mengangguk. “Bu Edah. Dia wanita paruh baya yang bekerja di rumah Bianca sebelum digantikan dengan Bu Raras.”Rakabumi terdiam cukup lama.“Waktu aku datang ke rumah Bianca dan sengaja memergokinya dengan Juan, di sana ada Bu Edah. Dia menyaksikan semua pertengkaran antara aku dan Bianca, dia pula yang memperingatiku agar berhati-hati,” tuturku“Itu artinya dia adalah saksi besar peristiwa pagi itu?” Rakabumi bertanya lagi.“Bukan hanya pagi itu saja, tapi mungkin semua hal yang Bianca lakukan... dialah saksi mata yang dipaksa bungkam.”Rakabumi menghela napas, lalu secara tiba-tiba ia memukul kepalaku dengan gemas. “Dasar bodoh!” makinya pelan. “Hal seperti ini s
Last Updated: 2026-06-28
You may also like
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
3.7M views
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
485.5K views
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
412.5K views
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
334.2K views
Nyonya Puas Abang Lemas
Nyonya Puas Abang Lemas
Male Adult · Arandiah
271.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status