author-banner
Nona Teh Pahit
Nona Teh Pahit
Author

Novels by Nona Teh Pahit

Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

"Kita ini musuh, Mario. Tapi kenapa sentuhanmu bikin aku kecanduan?" — Cassandra. Bagi Cassandra dan Mario, kantor adalah medan perang dan satu sama lain adalah rival abadi. Situasi makin rumit karena perusahaan mengharamkan adanya hubungan romantis antar-karyawan. Satu langkah salah saja, karier yang mereka bangun mati-matian bisa hancur berantakan. Tapi bagaimana jadinya kalau musuh bebuyutan yang harusnya dijauhi, justru jadi orang yang paling bikin ketagihan di ranjang? Di balik pintu yang terkunci rapat, mereka bermain api dan melanggar batas profesional sekaligus aturan kantor yang bisa menghancurkan mereka kapan saja.
Read
Chapter: Bab 11 - Teman Baik
Klik!Bunyi klik kunci otomatis apartemennya menjadi penanda bahwa Cassandra akhirnya bisa bernapas lega. Begitu pintu tertutup rapat, ia langsung menyandarkan tubuhnya yang letih.Ketegangan sepanjang pagi tadi, mulai dari kepanikan karena bajunya, interogasi tajam Raffa di ruang rapat, hingga konfrontasi intim dengan Mario di tangga darurat, benar-benar menguras seluruh energinya.Cassandra melangkah gontai menuju kamar mandi. Ia melepas blazer putih kusut bernoda itu dengan perasaan campur aduk, lalu menyalakan shower. Di bawah guyuran air hangat, ia memejamkan mata, membiarkan pikirannya kembali melayang pada kejadian malam tadi.Setelah berganti pakaian dengan piama rumahan yang nyaman, Cassandra berdiri di depan cermin wastafel. Perlahan, jari telunjuknya bergerak naik, menyentuh bibirnya sendiri. Bibir yang semalam disentuh dengan begitu intens oleh Mario.Rona merah muda seketika menjalar kembali di pipinya. Cassandra menarik napas dalam-dalam, menatap pantulan dirinya di cerm
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 10 - Mulai Panik
Rapat maraton yang menguras energi itu akhirnya ditutup tepat saat jarum jam menyentuh angka satu siang. Begitu CEO baru dan jajaran direktur melangkah keluar dari ruangan, atmosfer tegang yang mencekik perlahan mencair. Saling lempar berkas dan helaan napas lega terdengar dari para staf yang sudah bersiap menikmati sisa akhir pekan mereka yang sempat tersita.Raffa membereskan tablet dan dokumen keuangannya dengan gerakan ketat. Sebelum melangkah keluar, ia sempat melemparkan tatapan dingin penuh selidik ke arah Cassandra, lalu beralih ke Mario yang masih duduk tenang di ujung meja.Cassandra segera menyambar tas dan dokumennya begitu Raffa menghilang di balik pintu. Mengabaikan tatapan beberapa staf yang ingin mengajukan pertanyaan, ia melangkah cepat menuju lorong belakang kantor, jalur sepi yang jarang dilewati karyawan di hari Sabtu. Targetnya adalah pintu besi tebal berwarna merah di ujung koridor: tangga darurat.Cklek.Pintu besi itu menutup rapat dengan bunyi berdentang yang
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 9 - Aduh, Gawat!
Rapat evaluasi hari Sabtu itu berjalan laksana medan perang jilid dua. Di bawah sorot mata tajam sang CEO baru, atmosfer ruangan terasa begitu pekat dan menekan. Lembar demi lembar proyeksi grafis Emerald Residence ditampilkan di layar besar, memicu rentetan pertanyaan kritis yang menuntut jawaban instan."Jadi, Bu Cassandra," CEO baru mengetuk-ngetukkan pulpennya di atas meja marmer, "Anda menjamin bahwa percepatan struktur ini tidak akan merusak estetika fasad luar yang sudah disetujui jajaran direksi dan komisaris?"Cassandra menegakkan punggungnya, menahan rasa pening yang sesekali masih berdenyut di pangkal kepalanya. "Benar, Pak. Perubahan metode strutting yang kami terapkan hanya berfokus pada penguatan dinding penahan tanah di bagian basement. Visual atas bangunan tetap sesuai dengan konsep awal.""Dan bagaimana dari sisi pelaksana lapangan, Pak Mario?" CEO beralih menatap ujung meja. "Apa tim Anda sanggup mengejar timeline tiga shift tanpa mengorbankan faktor keselamatan?"Ma
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 8 - Win Win Solution
Kringggg!Suara alarm ponsel yang melengking nyaring memecah keheningan kamar.Cassandra terlonjak bangun, jantungnya langsung berdegup kencang karena kaget. Kepalanya berdenyut pening akibat efek sisa minuman semalam, namun rasa pening itu mendadak hilang digantikan oleh rasa syok yang luar biasa saat matanya menangkap siluet kamar yang asing.Ia menoleh ke samping. Di sana, Mario sedang menggeliat pelan, bertelanjang dada dengan selimut yang melorot hingga ke pinggang, menampilkan guratan otot punggungnya yang kokoh.Potongan memori semalam langsung berputar di otak Cassandra bagai film dokumenter beresolusi tinggi. Bisikan Mario, sentuhannya, hingga kalimat memalukan yang ia ucapkan sendiri sebelum mereka berciuman."Oh, God... apa yang udah gue lakuin?" gumam Cassandra panik, langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Rona merah menjalar hebat hingga ke lehernya, dibakar oleh rasa malu yang teramat sangat.Namun, di atas rasa malunya, ada satu ketakutan yang jauh lebih
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 7 - Awal dari Segalanya
Mario menarik Cassandra menembus kerumunan bar yang bising, mengabaikan protes lemah dan langkah kaki wanita itu yang mulai limbung. Begitu mereka keluar dari area lounge dan masuk ke dalam lift koridor hotel yang sunyi, udara dingin langsung menerpa kulit Cassandra.Pengaruh minuman tadi benar-benar bekerja cepat, kepalanya sekarang terasa berputar hebat, membuat lift yang mereka naiki seolah bergerak memutar.Cassandra bersandar pasrah pada dinding lift yang berlapis cermin, memejamkan matanya rapat-rapat. "Mar... pusing..." gumamnya lirih, kehilangan seluruh pertahanan angkuhnya.Mario menoleh, menatap wajah Cassandra yang kini merona merah akibat alkohol namun tampak begitu rapuh. Rasa kesal karena ulah Raffa tadi perlahan menguap, digantikan oleh rasa protektif yang aneh. Tanpa berkata-kata, Mario mengikis jarak di antara mereka, membiarkan tubuh tegapnya menjadi sandaran kokoh bagi Cassandra agar wanita itu tidak terjatuh."Tahan sebentar. Kita ke tempatku, apartemenku cuma lima
Last Updated: 2026-07-19
Chapter: Bab 6 - Penyelamatan Mario
"Kalau bagian basement timur selesai dicor besok subuh, apa tim perencanaan sudah siap dengan detail finishing interiornya?" Suara Mario memecah keheningan ruangan malam itu.Cassandra yang sedang menatap layar monitor langsung menoleh. "Sudah siap dari dua hari lalu, Mario. Tim saya tidak pernah menunda pekerjaan. Ini dokumen spesifikasi materialnya, silakan dicek.""Bagus. Bimo, pastikan logistik material ini masuk ke lokasi sebelum jam tujuh pagi," perintah Mario tak kalah taktis."Siap, Pak," sahut Bimo cepat.Diskusi-diskusi singkat namun efisien seperti itu menjadi pemandangan sehari-hari selama beberapa minggu terakhir. Tidak ada lagi drama saling sindir atau perdebatan kusir tanpa ujung. Desakan waktu dari jajaran direksi demi mengejar peresmian oleh Gubernur benar-benar memaksa kedua tim menurunkan ego masing-masing.Saat Cassandra duduk di kursinya sambil menatap grafik perkembangan proyek di layar utama, sebuah realisasi mendadak menghantam benaknya.Dalam tempo yang sangat
Last Updated: 2026-07-19
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

Ini kisah Diandra, seorang perempuan biasa yang terlahir dari keluarga mapan dan lulus dengan IPK 4,0. Setelah bekerja di perusahaan multinasional, ia menikah dengan Radite, pria tampan dan baik, namun setelah 16 tahun, mereka berpisah karena tak memiliki anak. Dalam kesedihan, Diandra bangkit berkat dukungan sahabatnya, Retno. Ia kembali ke kampus dan menjadi sosok berpengaruh di berbagai forum, mewujudkan harapan mendiang ayahnya agar ia lebih dari sekadar hiasan. Namun, di balik kesuksesan, Diandra merasa kesepian dan melarang orang mengetuk pintunya selama sepuluh tahun. Suatu ketika, Sabda, staf Retno, mengetuk pintunya, mengingatkan Diandra akan kerinduan akan kehadiran orang lain. Tanpa disadari, Diandra mulai jatuh cinta pada Sabda, meski terpisah 20 tahun. Ia berjuang melawan perasaannya, sementara Sabda mungkin merasakan hal yang sama.
Read
Chapter: Bab 19 - Ketemu Alvin di Haneda
Mendarat di Bandar Udara Haneda-Kuko, Tokyo, hati Diandara berdegup kencang. Derap langkah Radite, juga genggam tangan erat suaminya itu tiba-tiba kembali terasa.“Ah, kenapa gak mau berhenti juga,” bisik batin Diandra.“Kenapa Di? Beberapa menit lagi kita mendarat di Haneda Di,” bisik suara Rajesh seakan tahu perasaan hati Diandra saat itu.Diandara hanya tersenyum dan mengangguk.Ditatapnya Rajesh yang seperti diceritakan Retno bahwa sedikit banyak Rajesh telah mengetahui apa yang membuat Diandra agak gamang untuk mendarat di Tokyo.“Kamu pasti kuat dan mampu mengatasi apa yang kamu piker sebagai masalah itu Di. I trust you,” Rajesh menguatkan Diandra.“Trimakasih,” jawab Diandra singkat sambil menguatkan dirinya.Malam telah lama tiba di Tokyo. Orang-orang masih sibuk lalu-lalang. Koper-koper dan semua bawaan peserta pertemuan Singapura semua telah diurus oleh panitia. Diandra juga Rajesh dan lainnya hanya membawa tas tangan dan computer jinjing.Di tengah bandara yang begitu sibuk
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 18 - Menjauh Untuk Lebih Mendekat
Di pesawat menuju Tokyo, Diandra duduk bersebelahan dengan Rajesh, kawan Retno ketika di Inggris yang juga ketua penyelenggaran pertemuan Singapura dan Tokyo. Persahabatan mereka masih terus berlanjut ketika baik Rajesh maupun Retno menggeluti isyu yang sama.“Maaf Di, bagaimana bisa kamu sebegitu akrab dengan Retno,” Tanya Rajesh menghalau keheningan dalam pesawat yang tengah terbang tinggi.“Ayah saya dan Ayah Retno telah bersahabat sejak mereka sama-sama kuliah di Bandung. Ayah Retno lebih senior dari ayah saya, tapi hubungan mereka begitu akrab, pun sampai masing-masing berkeluarga dan mempunyai anak, aku dan Retno,” jawab Diandra panjang.Diandra dan Rajesh sebetulnya sudah cukup lama saling mengenal. Tapi pada setiap pertemuan, obrolan yang mereka lakukan belum menginjak ke wilayah yang lebih pribadi. Dan, dari Changi menuju Haneda ini obrolan yang lebih pribadi itu agaknya kemudian terjadi.“S1 kamu dan Retno kabarnya juga satu kampus, betul itu?” Tanya Rajesh lagi.“He he he…
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 17 - Mengingat yang Tak Ingin Diingat
Jelang siang, Diandra bersama orang-orang yang ikut pertemuan semalam kembali ke Changi. Hari itu mereka akan menuju bandara Haneda Kuko, Tokyo. Perjalanan di Changi ke Haneda diperkirakan 7 jam lebih beberapa menit.Bagi Diandra perjalanan menuju Haneda Kuko, Tokyo ini sebetulnya hal yang paling tidak ingin dia lakukan. Mengingatkan dia akan hal-hal yang sebetulnya tak ingin diingat.Dan, sejak mengelola perusahaan bersama Retno, ada 6 atau 7 kali pertemuan di beberapa kota yang berbeda di Jepang, Diandra tidak bersedia turut. Diandra selalu menghindar untuk datang ke negeri ini karena satu alas an, Radite.Tapi kali ini Diandra memutuskan untuk berdamai dengan perasaannya, juga dengan masa lalunya. Hidup harus diselenggarakan. Masa lalu tidak perlu dilupakan, tapi biarlah cukup sesekali dilihat melalui kaca spion. Penting, tapi tidak harus mendominasi, sebab hidup berjalan ke depan.Jejak langkah Diandra waktu masih bersama suaminya, Radite masih begitu benderang. Sesaat setelah men
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 16 - Sarapan Bersama Mbak Maryamah
Sebagai seorang anak perempuan dan semata wayang dari keluarga yang secara ekonomi sangat mapan. Diandra memang dimanja oleh kondisi lingkungannya, selain juga kehendak orang tuanya untuk selalu ingin menjaga putri tunggalnya itu.Tapi sikap orang tua Diandra sangat hati-hati. Meski cukup memanja, mereka berdua sepakat untuk menjadikan anak perempuannya tegar, mandiri dan sebisa mungkin harus mampu menyelesaikan banyak persoalan sendiri.Kelas 3 SD, Diandra dimasukan dalam kelas Judo. Sebelumnya, sejak umur 3 tahun, Diandra sudah mahir bersepatu roda, ikut rock climbing, berenang, pencak silat dan kemudian Judo yang diteruskan hingga Diandra mendapat sabuk hitam.“Biarpun Di perempuan, kita mesti menjadikan anak kita anak yang kuat dan mandiri bu,” ucap pak Pur, ayah Diandra pada sang istri.“Pak, bukannya nanti Diandra juga bakal punya seorang suami yang akan menjaga dan melindunginya,” gugat bu Rarah, ibu Diandra.“Bu, apa yang ibu pikirkan betul semua. Tapi rasanya tetap saja, lebi
Last Updated: 2024-11-13
Chapter: Bab 15 - Kompleks Cinderella
Di Singapura kali ini Diandra menginap di hotel yang sama untuk pertemuan. Biar lebih praktis, selain juga karena hanya semalam di negeri jiran ini.Untuk acara tersebut, segala sesuatunya sudah diatur sama Rajesh, termasuk juga tempat untuk menginap Diandra. Rajesh sendiri merupakan teman Retno waktu di Inggris dulu, dan untuk pertemuan itu Rajesh menjadi ketua panitianya.Ada 9 orang dari berbagai Negara Asean yang menghadiri pertemuan di Singapura ini. Pertemuan ini merupakan pertemuan pendahuluan yang akan dilanjutkan dengan pertemuan Tokyo esok lusanya.Acara diselenggarakan persis setelah makan malam usai dan berakhir sekitar jam 22.00. Tidak terlampau lama memang, karena hanya saling mengkonfirmasi gagasan-gagasan yang akan dibahas di pertemuan Tokyo besok lusanya.Usai pertemuan, Diandra sempat ngobrol beberapa saat dengan Rajesh. Obrolannya cukup beragam. Mulai dari rencana Rajesh ke Indonesia saat Retno mantu, soal agenda Tokyo besok dan rencana ke Inggris bulan berikutnya y
Last Updated: 2024-11-13
Chapter: Bab 14 - Ketemu Lili di Changi
Satu setengah jam lebih sedikit akhirnya Diandra tiba di bandara Changi, Singapura. Hari sudah mulai sore. Bayang kecemasan perempuan yang ditinggal pergi pasangan prianya di bandara Soekarrno-Hatta sebelum berangkat tadi masih menggelayut.Diandra tidak tahu persis apakah pasangan itu akhirnya tidak jadi berangkat bersama atau bagaimana. Bayangan mas Radite yang juga meninggalkan punggungnya itu juga belum punah.“Hey, Diandra,” terdengar suara memanggil dari arah kiri Diandra yang tengah terjebak dalam lamunan.Diandra pun gegas mencari sumber suara yang menyapanya. Sambil sedikit berkejap dan merapikan ingatannya. Lalu Diandra menjawab dengan cukup ceria.“Hey, mba Maryamah kan ya?” Diandra bertanya untuk meyakinkan dirinya kalau yang ditemuinya itu adalah salah seorang seniornya waktu di kampus ketika ia masih muda dulu.Ketika orang yang disapa itu mengangguk antusias, Diandra pun datang memburu dan memeluknya erat.“Begini jauh kita ditemukannya di sini mbak. Mbak sehat-sehat ka
Last Updated: 2024-11-13
You may also like
Hidup Seorang Wanita
Hidup Seorang Wanita
Romansa · Ucu nurhayati
2.3K views
PESONA DOKTER SARAH
PESONA DOKTER SARAH
Romansa · Potato Girl
2.3K views
My 'Bad' Boyfriend
My 'Bad' Boyfriend
Romansa · Kanita Faraya
2.3K views
Mari Saling Terikat
Mari Saling Terikat
Romansa · TriNovita Sari
2.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status