Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

Sssttt! Orang Kantor Nggak Perlu Tau!

last updateLast Updated : 2026-07-21
By:  Nona Teh PahitUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
14Chapters
9views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Kita ini musuh, Mario. Tapi kenapa sentuhanmu bikin aku kecanduan?" — Cassandra. Bagi Cassandra dan Mario, kantor adalah medan perang dan satu sama lain adalah rival abadi. Situasi makin rumit karena perusahaan mengharamkan adanya hubungan romantis antar-karyawan. Satu langkah salah saja, karier yang mereka bangun mati-matian bisa hancur berantakan. Tapi bagaimana jadinya kalau musuh bebuyutan yang harusnya dijauhi, justru jadi orang yang paling bikin ketagihan di ranjang? Di balik pintu yang terkunci rapat, mereka bermain api dan melanggar batas profesional sekaligus aturan kantor yang bisa menghancurkan mereka kapan saja.

View More

Chapter 1

Bab 1 - Rival Abadi

"Apa pun yang terjadi semalam... sebaiknya kita lupakan saja, Mario."

Cassandra Lazuardy mengeratkan selimut yang membungkus tubuh telanjangnya. Kepalanya berdenyut pening saat terbangun pagi ini dan mendapati dirinya berbagi ranjang yang sama dengan rival abadinya di kantor, Mario Dirgantara!

Perempuan muda itu memejamkan mata, berusaha keras merajut kembali ingatan semalam. Namun, alih-alih alasan logis mengapa mereka bisa terdampar di sini, benaknya justru dibombardir oleh kilasan memori memalukan, termasuk suara desahannya sendiri yang begitu menikmati sentuhan pria itu!

Cassandra langsung menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Rona merah menjalar hebat hingga ke lehernya, dibakar oleh rasa malu yang teramat sangat.

'Bagaimana mungkin aku bisa berakhir di sini?! Dan bagaimana mungkin aku bisa... menikmati semuanya?!!!'

**

Satu Bulan Sebelumnya...

"Desain yang Anda presentasikan ini sama sekali nggak masuk akal secara struktural, Bu Cassandra."

Suara bariton yang berat dan penuh tekanan itu memotong kalimat Cassandra tepat di tengah-tengah presentasinya. Ruangan rapat utama di lantai dua puluh gedung PT Arunika Properti yang semula dipenuhi oleh suara ketikan laptop mendadak berubah menjadi hening senyap. Udara di dalam ruangan ber-AC itu mendadak terasa membeku.

Cassandra menghentikan gerakannya yang hendak menekan tombol next pada slide presentasi. Perlahan, dengan keanggunan dan senyuman yang dipaksakan, perempuan itu menurunkan tangannya dan menoleh ke arah ujung meja rapat yang panjang. Matanya menatap lurus ke arah pria yang sedang duduk dengan posisi terlalu santai, menyandarkan punggungnya dengan satu tangan menopang dagu.

Mario Dirgantara menatapnya balik dengan sepasang mata tajam yang dingin, tanpa ada sedikit pun rasa bersalah karena telah memotong pembicaraan rekan kerjanya di depan forum resmi.

Tatapan mata mereka bertemu di udara, menciptakan sebuah medan tegangan tinggi yang tak kasat mata. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk membuat seluruh peserta rapat menahan napas mereka secara serentak.

Mereka semua tahu betul hukum tidak tertulis di perusahaan ini: jika dua orang ini sudah mulai bergesekan, rapat yang seharusnya selesai dalam waktu tiga puluh menit bisa molor menjadi debat kusir selama satu setengah jam penuh.

"Boleh saya menyelesaikan penjelasan saya terlebih dahulu, Pak Mario yang terhormat?" tanya Cassandra. Suaranya terdengar manis, namun ada nada dingin yang sanggup menguliti kulit pelapis baja. Senyum tipis di bibirnya sama sekali tidak mencerminkan keramahan.

Mario tidak membalas senyuman itu. Ia justru membetulkan posisi duduknya, mencondongkan tubuhnya ke depan meja rapat, melipat kedua tangannya di atas tumpukan berkas cetak biru. "Nggak perlu ditumpuk sampai selesai, Ibu Cassandra. Saya sudah tahu ujung dari konsep estetika yang Anda bawa ini."

"Oh ya? Boleh tahu apa analisis hebat Anda?" Cassandra melipat tangannya di depan dada, menantang.

"Anda ingin membangun sebuah megaproyek apartemen mewah dengan dinding kaca setinggi lima meter di lobi tanpa kolom penyangga struktural di bagian tengah," ujar Mario dengan artikulasi yang jelas dan tajam. "Secara visual di maket dan render 3D Anda, itu memang kelihatan seperti mahakarya. Tapi kamu lupa satu hal penting: bangunan ini bakal dibangun oleh manusia di atas tanah riil, bukan disulap dengan aplikasi desain semata."

Beberapa staf di sisi kanan meja rapat langsung menundukkan kepala sedalam-dalamnya, pura-pura sangat sibuk memeriksa catatan atau mengetik sesuatu yang tidak penting di laptop mereka agar tidak terlibat dalam baku tembak verbal ini.

Cassandra meletakkan laser pointer di atas meja dengan bunyi ketukan yang cukup keras. "Kalau Divisi Pelaksana dan tim lapangan Anda merasa nggak sanggup atau ketakutan untuk merealisasikan desain inovatif dari divisi saya, mungkin masalah utamanya bukan terletak pada desainnya, Pak Mario. Tapi pada kompetensi tim Anda."

Mario tertawa pendek, sebuah tawa sarkas yang seringkali ia perlihatkan ketika sedang berdebat dengan Cassandra. "Percaya diri banget ya, Bu Perancang."

"Ini bukan sekadar masalah percaya diri," Cassandra menatap mata Mario lurus-lurus. "Saya cuma tipe pekerja yang nggak terbiasa mencari-cari alasan teknis untuk menutupi ketidakmampuannya sendiri."

Cassandra tersenyum tipis pada Mario yang kehilangan senyumannya. 

Rahang pria itu mengetat, matanya menggelap. Ruangan rapat yang dingin karena setelan AC maksimum mendadak terasa jauh lebih panas dan menyesakkan bagi siapa pun yang berada di dalamnya.

"Kalau memang tim Anda tidak sanggup..." Cassandra menatap Mario sekali lagi, sebelum berujar santai, "Bagaimana kalau Anda mundur dari Kepala Divisi Pelaksana Proyek saja?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
14 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status