Masuk"Siapa pria yang sudah menidurimu, Amora?" Amora Lysander tertunduk dalam. Ia masih menutup rapat mulutnya dan enggan menjawab pertanyaan itu. Terlihat jelas tatapan penghinaan yang tertuju padanya. Amora tidak pernah menyangka akan menghancurkan kebahagiaan yang sedang menantinya. Di malam pesta pelepasan status lajangnya, Amora yang sedang mabuk, bertemu dengan seorang pria yang baru saja menghabisi nyawa seseorang di depan matanya. Amora mengira nyawanya juga akan melayang malam itu, tetapi sebuah tindakan tak terduga terjadi dan membuatnya terbebas dari ancaman yang berbahaya tersebut. Amora menyerahkan kesuciannya kepada pria yang dikiranya seorang pembunuh berdarah dingin karena pengaruh minuman keras yang diminumnya. Ia tidak tahu jika telah disiasati oleh orang terdekatnya. Amora juga tidak pernah tahu jika pria yang telah menghabiskan malam bersamanya itu adalah Regis Lorenzo, seorang penguasa yang paling ditakuti di dunia mafia! Bagaimana nasib pernikahan Amora ketika sang calon suami, Chris Walden memergokinya? Apa yang akan dilakukan Regis terhadap Amora setelah wanita itu meninggalkannya tanpa pesan apa pun? Bagaimana dengan Amora sendiri ketika mengetahui bahwa ternyata ia mengandung janin dari pria yang tidak diketahui identitasnya tersebut? Follow instagramku @alicelin08 dan akun penulis ini ya kak. Terima kasih.
Lihat lebih banyakSatu per satu acara pun dimulai dan berakhir dengan lancar. Regis juga memperkenalkan kedua putranya yang menjadi kebanggaan keluarga Lorenzo di hadapan para tamunya. Kali ini Regis tidak melarang beberapa awak media terpercaya untuk meliput kedua buah hatinya itu. Namun, para bawahan Regis tetap memberikan batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mengambil gambar. Akhirnya tiba saatnya sesi pelemparan buket bunga yang dilakukan oleh Amora sebagai mempelai wanita. Para gadis maupun pemuda lajang telah bersiap-siap untuk berebutan buket dari sang mempelai wanita.Biana juga telah bersiap di posisinya. Pada hitungan ketiga, buket bunga tersebut melayang di udara dan semua orang berlomba-lomba menggapainya. Buket bunga tersebut beralih dari satu tangan ke tangan yang lain hingga akhirnya seseorang berhasil merebutnya! Seketika suasana menjadi sangat hening, semua orang berdiri mematung untuk melihat sosok yang beruntung tersebut. Biana tampak kesal karena ia tidak b
Dalam balutan gaun pengantin berwarna putih gading dan tiara cantik yang menghiasi puncak kepalanya serta juntaian wedding veil yang menutupi sebagian wajahnya, Amora berjalan selangkah demi selangkah menuju ke arah suaminya, Regis Lorenzo. Wanita itu mengamit lengan Alejandro Volker selaku ayah kandungnya. Mereka berjalan berdampingan. Terlihat sosok sepasang malaikat kecil di depan mereka yang berpenampilan tampan dan imut. Mereka tidak lain adalah Rayden dan Kimmy. Keduanya berjalan bergandengan tangan sembari menebarkan kelopak bunga mawar yang menuntun langkah mempelai wanita menuju ke ujung aisle. Sementara itu, tiga orang bridesmaid berjalan di belakang Amora. Mereka adalah Estelle Mauverick, Biana Curtiz dan Alicia Lorenzo. Amora memandang ke sekelilingnya. Ia bertemu pandang dengan beberapa orang terdekatnya seperti Noel Ritter, Chris Walden, Bianca Lysander, Hilde Maven, Henry Allen serta Emma Adams yang sedang menggendong buah hatinya, Ryuji Lorenzo. Amora memberikan la
“Ada apa? Kamu masih saja cemburu dengan mantan istrimu?” goda Gino yang sejak tadi memperhatikan Regis di belakangnya. Malam ini pria itu memang menjadi groomsmen-nya alias pendamping mempelai pria. Regis hanya melayangkan tatapan tajamnya. Ia enggan menanggapinya. “Aku mengerti. Mantan memang sulit dilupakan. Apalagi mantan pertama. Rasanya aku ingin mencabik-cabiknya,” geram Gino yang dapat memahami perasaan Regis. Istrinya juga masih beberapa kali bertemu dengan mantan suaminya karena mantan suami istrinya itu ingin bertemu dengan Kimmy, putri mereka. “Apa mau aku membantumu?” tawar Regis dengan serius. Gino langsung meliriknya dengan syok. Tentu saja ia memahami maksud dari Regis. “Mengambil nyawanya bukan penyelesaian yang baik, Regis. Kalau Estelle dan Kimmy tahu aku yang sudah menghabisi ayah kandungnya, mau ditaruh di mana wajahku ini,” timpalnya. Regis mengulum senyumnya. “Dasar pengecut,” ledeknya. Gino mencebikkan bibirnya dengan malas. Ia mengedarkan pandangannya ke
“Ada apa, Amora?” tanya Estelle dan Biana secara serempak. Mereka tampak khawatir melihat kondisi Amora. Namun, Amora menggeleng pelan. “Tidak apa-apa. Sepertinya aku harus memompa asiku dulu deh. Tapi, aku tidak bawa alatnya lagi,” cicitnya. “Tenang saja. Aku bawa kok. Pakai punyaku dulu saja,” sahut Estelle sembari mengambil tas ransel yang berisi berbagai barang keperluan putra keduanya. Amora pun meminjam peralatan pompa asi dari sahabatnya, lalu bergegas menyelesaikan kegiatannya dan kembali melanjutkan persiapannya untuk acara malam ini. “Tolong kalian gunakan jari-jari ajaib kalian untuk menyulapnya menjadi ratu tercantik sejagat raya malam ini,” pinta Estelle kepada para penata rias dan penata busana pilihannya. “Serahkan saja kepada kami, Nyonya Moonstone!” sahut tim tersebut. *** Suara alunan piano memenuhi di sekitar lahan hijau yang telah didekorasi dengan sangat cantik. Pintu masuk menuju ke area resepsi acara juga telah dihiasi dengan aneka bunga segar berwarna put
‘Huh, apa lagi yang direncanakannya? Dia tidak mungkin akan meminta hal yang aneh-aneh kan?’ Amora bersungut-sungut di dalam hati dan menatap Regis dengan curiga.Semua hal terpatri jelas pada ekspresi Regis. Rasa kesalnya terhadap Albert perlahan memudar. Ia berpikir dapat memanfaatkan momen tersebu
Suara Regis yang lembut terdengar sangat menenangkan di telinga Amora. Secara ajaib rasa takut wanita itu berhasil teratasi dan tergantikan dengan kehangatan dari pelukan yang diterimanya. Namun, Amora sangat kaget ketika menyadari tindakan yang dilakukannya secara spontan saat ini terhadap suaminya
Wajah Mark telah berubah pias. Ia dapat melihat kilatan kemarahan pada sorot mata atasannya tersebut. "Bukan begitu, Tuan. Tapi, saya—" “Maaf, Regis. Tadi aku pikir dia bisa membantuku biar lebih cepat selesai dan aku juga butuh tenaga lelaki yang lebih kuat untuk mengulen adonan,” terang Amora tanp
"Selamat ya, Nona Harrison. Semoga pernikahan Anda dengan Tuan Muda Rowan segera dilaksanakan."Ucapan selamat dari para tamu undangan terus bergulir ketika Chelsea memasuki ruangan ballroom. Ia terus memasang senyuman lebar dan mengucapkan terima kasih sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar rua












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak