Chapter: Bab 31. Kejutan Tak Terduga“Ca, sayang! Ayo, bangun! Kita sudah sampai, sudah landing!”“Hah, apa?”“Kita sudah di daratan,”terang Rey lagi lalu tersenyum geli ketika gadis itu celingukan memperhatikan sekelilinya dan juga melihat keluar melalui kaca jendela pesawat.“Waah, kita sudah turun. Pesawatnya selamat, alhamdulillah ya Allah!” gumamnya sambil menengadahkan tangan lalu mengusap wajahnya.“Ica, sudah tenang, kan, gak terjadi apa-apa, kan naik pesawat?” Ayah Yoga ikut mengomentari saat melihat tingkah lugu menantunya.“Hehe, iya, yah! Alhamdulillah.”Ica memperhatikan saat Rey melepas sabuk pengaman dan mengikutinya. Hampir semua penumpang nampak bersiap-siap turun dari dan mengambil tas dari kabin setelah pramugari memberi informasi jika pesawat sudah parkir dan pintu pesawat sudah dibuka.Rey mengelus kepala Ica saat ia hendak berdiri, seolah memberinya tanda bahwa semua baik-baik saja.“Huaahh!” Ica menutup mulutnya karena menguap lagi dan lagi.“Masih ngantuk? Nanti sampai di hotel, kita istirahat dul
Terakhir Diperbarui: 2026-03-11
Chapter: Bab 30. Perjalanan MendebarkanIca memegangi tangan Rey erat saat ia sudah duduk di kabin pesawat. Dia memang belum pernah naik pesawat. Perjalanan travelliing bersama keluarga Rey kali ini menjadi perjalanan pertamanya naik kapal terbang. "Rey, apa aku minum obat anti mabuk aja, ya! Biar aku tidur!"Rey tertawa ringan,"kalau kamu tidur, kamu jadi gak bisa menikmati perjalanan di udara, dong!", ia menarik kepala Ica ke bahunya, lalu seperti membacakan sesuatu di atas kepala Ica, lalu meniup kepala Ica. Ica hanya diam dan makin mengeratkan pegangannya ke lengan Rey. "Sudah aku bacakan doa, supaya kamu gak takut. Anggap aja kamu naik bis besar, yang melayang!" bisik Rey setengah bercanda lalu mengelus tangan Ica berharap bisa menenangkannya. [ Para penumpang yang terhormat, selamat datang di Penerbangan 123A dengan tujuan Bandung menuju Lombok.Saat ini, kami berada di antrean ketiga untuk lepas landas dan diperkirakan akan mengudara dalam waktu sekitar tujuh menit.Mohon pastikan sabuk pengaman Anda telah terpasa
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: Bab 29. Sebuah Rencana"Rey, ngapain kita ke sini?""Ya, coba jalan-jalan, aja! Lagian memang ada di area komplek kita. Kamu juga harus tahu, fasilitas apa yang ada di sini. Aku kepikiran, nanti kita masuk member di Gym sana itu, supaya kita bisa rutin olahraga." Rey menunjuk sebuah gedung kaca dengan pemandangan alat-alat gym yang terlihat dari luar. "Di rumah juga sudah ada alat gym.""Di rumah kan hanya untuk latihan rutin, kalau untuk pembentukan otot, harus ada coach yang mendampingi kita, supaya tidak cedera. Udah, kamu mau pesan apa?""Aku mau cheese burger sama kentang."Rey tampak memesan beberapa makanan cepat saji yang berada di kawasan komplek. Ia sengaja mengajak Ica keluar untuk menunjukkan area supermarket dan pasar bersih yang tak jauh dari lokasi residence. "Hari ini kamu gak kemana-mana?""Aku berasa cape.""Yee, itu kan karena ulah kamu sendiri." Ica menepuk bahu Rey yang disambut tawa yang meledek. "Sayang, tapi bener lho, pagi-pagi sudah olahraga seperti itu baik untuk kebugaran pria
Terakhir Diperbarui: 2026-03-08
Chapter: Bab 28. Penjelasan Gamblang Yang Mencengangkan"Jadi, selama ini, kamu pikir aku punya kelainan s*x?"Ica menggeleng pelan. Ia tak tahu kenapa ia berprasangka buruk pada Rey. "Terus kenapa, dong! Kamu beberapa hari ini, kayak ngelamun, terus seperti sengaja menghindari aku? Apa itu bukannya kamu pikir aku pernah melakukan 'itu' sama orang lain?"Ica menatap Rey lalu menyandarkan kepalanya di dada Rey. "Maaf, aku berprasangka buruk sama kamu. Habisnya kamu tuh, kayak yang udah ahli, udah punya pengalaman tentang 'itu'. Aku yang masih awam ini kan jadi curiga.""Ca, kamu tahu, kan! Kamu juga sering lihat di drama-drama, bagaimana para aktor dan aktris mencontohkan beraneka ragam posisi.""Jadi, kamu juga suka nonton drama?" Ica mendongakkan wajahnya. Rey tersenyum lalu mencium ujung hidung Ica sesaat. "Yang di drama itu gak ada apa-apanya, Ca! Yang aku tonton lebih detail dari pada itu," ungkap Rey sambil mesem. "Rey, kamu...kamu nonton blue film, ya? Idih..." Ica mencubit bahu dan telinga Rey yang langsung meringis sembari terta
Terakhir Diperbarui: 2026-03-07
Chapter: Bab 27. Malam Yang Tak Mau BerakhirMalam itu kembali menjadi malam panjang bagi Ica dan Rey di ranjang baru mereka. "Rey!""Ica, sayang..."Keduanya saling bersahutan memanggil nama mereka, menambah rasa memuncah di antara keduanya hingga momen puncak untuk kesekian kali, membuat Ica tergeletak tak berdaya.Rey pun tak kalah lelah saat ia baru tuntas mengeluarkan hajatnya. Dipandanginya tubuh Ica yang terengah namun dengan mata terpejam karena rasa kantuknya. Rey tersenyum puas, lalu membelai pelipis Ica sebelum akhirnya ia pun ikut terlelap. Jelang dini hari, panggilan biologis membuat Ica menggeliat dan memaksa membuka matanya. Sebuah tangan kekar masih membungkus tubuhnya. Perlahan ia menoleh dan mendapati wajah tenang Rey yang tertidur dengan dada kekar tak berkain yang naik turun. Ica seperti menyadari sesuatu dan langsung menyingkap selimutnya. Ia pun meringis mendapati tak ada sehelai kain pun melekat di tubuhnya saat itu. Semalam sepertinya ia benar-benar dibuat terlena oleh ulah Rey lagi. "Rey, Rey, bang
Terakhir Diperbarui: 2026-03-06
Chapter: Bab 26. Reuni Yang MenyesakkanHampir jam delapan saat Rey tiba di lokasi sate kambing terkenal di bilangan Kota Bandung, tempat ia dan kawan-kawannya biasa berkumpul dulu. "Reyhan, apa kabar?" seru beberapa pria saat Rey baru melangkah masuk ke dalam restoran sederhana yang memang selalu penuh. Salah satu pria dengan rambut cepak datang menghampiri Rey, langsung menyalami dan memeluknya singkat. "Apa kabar, bro? Weis, tambah macho aja, lu!" ungkap Angga menepuk bahu Rey lalu menggiringnya ke meja besar di pojok ruangan yang memang sudah dipesan sebelumnya. "Assalamu'alaikum. Sehat-sehat semua, ya!" sapa Rey sumringah. Ia memandangi satu per satu kawan-kawan satu tongkrongannya itu, yang berasal dari satu sekolah menengah dan ada juga yang ia kenal dari sekolah dasar, seperti halnya Faisal. "Wah, masih pakai salam seperti biasa. Gak berubah, lu bro, meski udah lama di luar negeri," seru Brian."Masih dong, harus. Itu kan salah satu ciri kita orang-orang Asia," jawab Rey lalu memilih duduk di sisi kaca. "Sudah
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Chapter: Bab 62. Hukuman Kejahilan“Kamu jahil!” Mayang mencubit gemas dada lelaki di hadapannya yang masih berbalut kemeja kerja dan dasi yang sudah miring tak karuan.Mayang merapikan dasi dan hendak beranjak turun dari pangkuan Kenshi, namun lelaki itu kembali menarik pinggang rampingnya seraya mendekatkan mulutnya ke telinga Mayang. “Mayang-san, apakah kamu tahu? Yang barusan kamu sentuh itu bagian sensitifku?"Mayang lantas menjauhkan diri dan melirik Kenshi tak mengerti."Kalau kamu menginginkanku, kamu bisa menyentuh area itu, sesuka hati kamu. Itu salah satu rahasiaku!” Jelas Kenshi membuat wajah Mayang langsung matang merona. Tak ayal ia pun segera melompat turun diiringi tatapan sayu Kenshi yang tersenyum menyeringai. “Ayo, aku...aku sudah lapar!” Ucapannya terbata sambil berusaha mengaitkan kancing bra-nya. Namun, nyatanya tak berhenti di situ. Kenshi dengan sigap menarik pinggang istrinya lalu sengaja membenamkan wajahnya di perut wanita yang gelagapan. “Kamu masih lapar setelah ini?” Ungkapnya manja.
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Bab 61. Lukisan DiriBeberapa hari setelahnya, Mayang mencoba mencari kenyamanan dengan berjalan-jalan menelusuri rumah kediaman barunya itu saat semua orang tak ada di rumah.Kenshi sudah berangkat pagi sekali hari itu. Dari yang ia dengar semalam, ada beberapa hal yang harus ia urus dan dokumen yang ditandatangi di hotel.Setelah sarapan pagi, Bibi Mariko akan pergi berbelanja untuk kebutuhan makan malam. Hiro, putra Bibi Mariko sepertinya belum datang memeriksa tanaman di rumah kaca. Selain mereka, tak ada orang lain yang memasuki bagian dalam rumah Kenshi. Bahkan satpam rumah pun hanya akan berkeliaran di pekarangan depan rumah dan garasi mobil tanpa berani memasuki area dalam.“Dia sangat menjaga privasi,” gumamnya sembari tersenyum sambil melihat-lihat tanaman bonsai dan area luar green house yang asri dan terawat. Sesekali ia mengambil makanan ikan yang ia sebar di beberapa tempat.“Ikan-ikan pintar!” Mayang tertawa geli melihat ikan-ikan koi itu mengikuti ke mana saja ia berjalan di atas lantai k
Terakhir Diperbarui: 2026-06-09
Chapter: Bab 60. Nyaman BersamamuMalam itu, Kenshi sudah menungguku di atas ranjang dengan tatapannya yang ramah. Ia menepuk kasur di sisinya seolah mempersilahkan aku untuk kembali ke ranjang.Ragu-ragu aku duduk lalu berbaring. Kenshi tak segan merapikan selimut yang menutupi sebagian tubuhku.“Menurutmu lebih nyaman di sini atau di kamar bawah?” Kenshi membuka obrolan. Aku yang sempat tegang akhirnya beranjak duduk, mencoba lebih tenang melirik ke arah Kenshi yang seperti biasa mengambil salah satu buku bacaannya.“Eem, kalau boleh jujur, aku suka kamar di lantai bawah. Rasanya seperti kamar rumahku di Indonesia.”“Ooh, sungguh. Aku belum pernah mengunjungi rumahmu, jadi tidak tahu bagaimana suasananya. Maafkan aku, mungkin nanti kita harus mengatur jadwal untuk mengunjungi negaramu. Bagaimana menurutmu?”Mataku hanya mengerjap. Aku tak percaya jika Kenshi memiliki pemikiran seperti itu. Meski akhirnya ia tersenyum lalu tertawa tanpa suara.“Apa, kenapa Kenshi? Apa ada yang lucu?”“Kemarilah!” Kenshi mengulurkan t
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: Bab 59. Saat Dia Membuatnya SempurnaMAYANG POVTubuhku serasa membeku saat Kenshi sudah merangkul tubuhku dari belakang. Bahkan aku seakan tak mampu menatap wajahnya di pantulan cermin saat ia meletakkan dagunya di bahuku. “Aku tahu kamu kesal!” Ujarnya langsung membuatku bingung.“Hah, bukankah kamu yang kesal padaku?” Tukasku merasa aneh.Bisa kurasakan hembusan napasnya begitu berat dan tubuhnya sesekali bergetar di punggungku dan rangkulannya makin erat. Apa sebenarnya yang terjadi? Apa dia marah karena tadi bertemu dengan Rian? Atau marah karena aku tidur di kamar bawah? “Kamu tidak kembali ke kamar sejak kemarin? Apakah karena perbuatanku kemarin?” Suara Kenshi terdengar sendu.Aku pun terdiam dan menarik napas berat dan panjang seolah menjadi jawaban atas pertanyaannya. “Apa kamu mau kembali ke kamar bawah?” tanyanya lagi.“Kenshi, aku pikir kita masih butuh waktu. Aku belum yakin dengan perasaan di antara kita. Aku butuh ruang dan ...”“Apa maksudmu? Apa sikapku selama ini belum jelas?” tanya Kenshi seperti s
Terakhir Diperbarui: 2026-05-13
Chapter: Bab 58. Pengakuan Demi PengakuanSeorang lelaki yang merupakan supir pribadi Kenshi memasuki kantor lalu merunduk hormat.“Apa Mayang sudah memulai kelasnya?”, sambut Kenshi pagi itu lalu berdiri dan memilih bersandar di sisi depan meja.Lelaki itu menyerahkan sebuah map pada Kenshi. Kenshi membuka map tersebut.“Nyonya sudah memulai kelasnya, Tuan! Ini berkas registrasi dan administrasinya. Semua sudah lengkap dan sudah dibayar lunas.”“Haik, jadi tidak ada masalah kan?” Kenshi meletakkan map di meja.“Tidak ada masalah. Sepertinya nyonya sudah mengenal seseorang di sana. Hanya saja beliau tidak nyaman dengan hal itu.”“Teman? Mereka sudah kenal?.” Kening Kenshi berkerut. Dia sepertinya tidak punya informasi mengenai hal itu sebelumnya.“Apa perlu saya cari informasi mengenai hal ini, Tuan?”Kenshi hanya mengangguk sambil memandang lurus ke depan seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.“Sore ini biar aku yang menjemput?”“Baik, Tuan!”Lelaki itu pun merundukkan badannya lalu berlalu meninggalkan Kenshi yang langsung b
Terakhir Diperbarui: 2026-03-11
Chapter: Bab 57. Menuju Kampus LagiMayang kaget dengan pelajaran mendasar bahasa jepang. Ia harus mempelajari huruf-huruf dasar yang nanti membentuk huruf Kanji yang berasal dari symbol-simbol yan berasal dari alam. Mayang masih tampak kebingungan dan pusing dengan pelajaran kanjinya.Kenshi membantunya membuat semacam table huruf dan kamus kecil yang bisa ia bawa. Ia juga membuatkan table Kanji huruf-huruf yang biasanya akan ditemui disepanjang jalan atau pertokoan, shingga ia mudah menghapal dan mengenalinya. Belajar bersama itu membuat Mayang semakin dekat dengan Kenshi. Ia menganggap Kenshi adalah guru terbaiknya. Tentu saja Kenshi meminta imbalan dari semua itu.Tak disangka aRomantika PerpustakaanMayang terlihat asyik mondar-mandir di dalam perpustakaan. Sejak Kenshi menyarankan dirinya untuk masuk kelas bahasa jepang, Mayang seperti memperoleh semangatnya lagi.mulai belajar mengumpulkan kata-kata Kanji dari buku-buku yang ada di perpustakaan Kenshi. Ya, Kenshi juga memiliki banyak koleksi buku sejak ia sekol
Terakhir Diperbarui: 2026-03-10