author-banner
LV Edelweiss
LV Edelweiss
Author

Novels by LV Edelweiss

Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

WARNING! 🔞 Banyak mengandung adegan dewasa implisit. Arumi terpaksa menggantikan posisi ibunya sebagai mempelai wanita usai ibunya menghilang begitu saja. Awalnya, Langit, pria yang seharusnya menjadi calon Ayah Tiri Arumi, mengatakan tidak akan pernah menyentuhnya. Namun, entah mengapa, malam ini semuanya menjadi berbeda. "Biar saya ajari kamu, cara berciuman yang benar, Arumi." - Langit
อ่าน
Chapter: Masa Lalu Yang Kelam
Kata-kata Grace menggantung di udara malam yang dingin. Lidahnya mendadak kelu, sementara pasokan oksigen di sekitarnya seolah menipis dalam sekejap.​Pria di hadapannya—yang tengah memegang seikat buket bunga lili putih dan mengenakan kemeja formal abu-abu gelap yang sangat pas di tubuh tegapnya itu—ikut terpaku.Senyum ramah yang semula terukir di wajah matangnya perlahan memudar, digantikan oleh kilatan keterkejutan yang sama besarnya di balik netra tajam itu.“Grace?” suara bariton itu terdengar bergetar rendah. Nada bicaranya tidak lagi seformal seorang tamu, melainkan persis seperti suara yang selalu Grace dengar di dalam ruang aula universitas di Melbourne setahun yang lalu.Suara yang dulu sanggup membuat jantungnya berdegap tak keruan, sekaligus suara yang memicu badai terbesar dalam hidup perkuliahannya.​Airon. Nama asli pria itu adalah Raymond Airon Siregar. Di Australia, dia lebih dikenal sebagai Profesor Airon, dosen muda brilian berdarah Indonesia yang menjadi idola sek
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-12
Chapter: SEASONS TIGA (Grace)
“Malam ini tante akan kedatangan tamu istimewa, Grace.” Suara Selena mengalihkan atensi Grace, seorang gadis muda cantik yang merupakan keponakan dari saudara tirinya. Grace yang tengah menatap sarapannya langsung mengangkat kepala. “Ta–tamu istimewa, Tan? Siapa?” tanyanya penasaran. “Eum. Namanya Raymond. Tapi kamu bisa panggil dia Om Ray. Dia orang Indonesia, tapi udah lama tinggal di Australia. Dia itu … calon suami tante.” “Hah?! Serius?” tanya Grace tak percaya. Bagaimana tidak, selama ini, ia melihat Selena tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun. Kehidupan wanita dewasa itu hanya dihabiskan di rumah, kantor, rumah, kantor. Selena tidak punya waktu untuk masalah percintaan. Dulu dia pernah dekat dengan seseorang. Namun, baru saja Selena berniat menjalin hubungan yang lebih serius, pria itu justru ketahuan selingkuh dengan wanita lain. “Tante serius, Sayang. Soal beginian mana pernah tante main-main.” Mendengar penuturan Selena, sendok di tangan Grace mendadak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-07
Chapter: Akhir Yang Bahagia
“Jadi apa, Mas?” tanya Arumi dengan senyum jengahnya. “Kamu bersyukur atas semua itu?” tanya Langit. Arumi kembali menundukkan kepala. Tak lama, pesanan mereka tiba dan pelayan langsung menghidangkannya. “Selamat menikmati Bapak, Ibu.” “Makasih, Mbak,” sahut Arumi. Sang pelayan mengangguk sopan dan berlalu pergi. Fokus Arumi langsung tertuju pada makanan yang ada di depannya.Langit menarik mangkuk besar sup ayam yang masih mengepulkan uap hangat itu ke dekat Arumi. Dengan gerakan cekatan dan penuh perhatian, ia menyendokkan kuah kaldu yang gurih beserta potongan daging ayam dan sayuran ke dalam mangkuk kecil milik Arumi.​“Diaduk dulu, saya juga ada pesan sambal terpisah kalau kamu mau agak sedikit terasa pedas di lidah. Tapi ingat, jangan terlalu pedas ya,” ujar Langit memecah keheningan, menggeser mangkuk yang sudah terisi penuh itu ke hadapan istrinya.​Arumi mendongak, matanya berbinar cerah menatap kepulan asap sup yang aromanya begitu menggugah selera itu. Rasa jengah yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-05
Chapter: Nyonya Cakrawiguna
Selesai bertemu dengan Andini, Langit dan Arumi kembali ke dalam mobil. Langit membukakan pintu untuk istrinya, yang langsung dibalas dengan senyuman dan ucapan terima kasih oleh Arumi. Setelah mereka masuk dan duduk di kursi masing-masing, tiba-tiba Langit menoleh ke arah Arumi. Ia bahkan sampai menggeser posisi duduknya menjadi lebih menghadap kepada perempuan muda itu. “Kamu baik-baik saja?” tanya Langit. Arumi menoleh lalu tersenyum pelan. “Baik, Mas. Emangnya Arum keliatan nggak baik ya, Mas?” Langit balas tersenyum. “Saya cuma khawatir saja. Apalagi sekarang kamu lagi hamil, saya tidak mau kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa,” ucap Langit seraya mengelus lembut perut Arumi. Arumi menatap tangan kekar Langit yang tengah bergerak memutar di atas perutnya yang masih rata. Sentuhan itu terasa begitu hangat, menyalurkan rasa aman yang seketika menepis sisa-sisa ketegangan yang sempat mampir di hatinya setelah pertemuan di dalam tadi. ​Perlahan, Arumi meletakkan tel
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-02
Chapter: Semua Sudah Berakhir
Satu bulan kemudian. Arumi duduk di kursi ruang tunggu penjara. Ia ingin bertemu seseorang yang mendekap di balik jeruji besi rumah tahanan itu karena kasus perdagangan orang dan penganiayaan. Kedua tangannya saling menggenggam dan bertumpu di atas pahanya. Kepalanya sedikit menunduk, persis seperti orang yang sedang ketakutan. Tak lama, terdengar bunyi suara pintu ruangan dibuka. Arumi mengangkat kepala dan melihat pada sosok putih tinggi yang memakai baju tahanan berwarna abu-abu tua. Pandangan Arumi terkunci pada wanita itu, begitu juga sebaliknya. Wanita paruh baya itu lalu melangkah pelan dengan kedua tangan yang saling bertautan di depan perut.Seragam tahanan berwarna abu-abu tua yang longgar itu tampak sangat kontras dengan warna kulitnya. Bahkan wajahnya yang dulu selalu dipenuhi polesan kosmetik mahal kini terlihat kusam, pucat, dan menyiratkan keletihan yang amat sangat setelah mendekam selama satu bulan di balik sel.​Dia adalah Andini, ibu tiri Arumi—wanita yang demi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-01
Chapter: “Mas Langit”
Arumi menahan napas sejenak. Jarak mereka yang begitu dekat membuat ia bisa merasakan hembusan napas hangat Langit yang menerpa keningnya. Aroma parfum maskulin bercampur citrus dari tubuh suaminya itu perlahan memenuhi indra penciumannya, menciptakan debaran halus yang kian menggila di dalam dada.Ke–kenapa harus diganti sekarang, Om?” cicit Arumi lirih, mencoba mencari celah untuk menghindar. Namun, alih-alih melepaskannya, Langit justru semakin mengikis jarak, menumpu salah satu tangan kekarnya pada dinding lift tepat di samping kepala Arumi.“Jadi kamu masih mau panggil saya “Om”?” Langit menaikkan satu alisnya. Tatapan matanya menggelap dengan binar jenaka yang begitu memikat. “Kamu mau dikomplain Bunda lagi besok pagi, hm? Lagipula, panggilan itu sudah tidak cocok untuk hubungan kita sekarang, Arumi.”​Arumi menggigit bibir bawahnya, menatap ke arah dasi tuksedo Langit karena tak sanggup beradu pandang dengan sorot mata elang suaminya yang begitu mengintimidasi. “I–iya sih, tap
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-30
Mengejar Cinta Mayor Bintang

Mengejar Cinta Mayor Bintang

​Anya, seorang mahasiswi keperawatan militer yang disiplin, telah lama memendam perasaan pada Mayor Bintang Dirgantara. Baginya, Bintang adalah sosok komandan sekaligus pria impian yang ingin ia miliki. Namun, harapan Anya hancur saat mendengar kabar bahwa Bintang akan segera menikah dengan Bulan, seorang dokter spesialis bedah yang dianggap semua orang sebagai pasangan sempurna bagi sang Mayor. ​Di tengah patah hati dan duka yang mendalam, Anya tetap mencoba untuk menerima kenyataan. Akan tetapi, tepat beberapa hari menjelang prosesi pernikahan militer yang megah itu, sebuah prahara terjadi: Bulan menghilang tanpa jejak, tak meninggalkan pesan atau informasi apapun. ​Keluarga besar Bintang panik sebab martabat sang Mayor berada di ujung tanduk. Di tengah kekacauan dan keputusasaan Bintang yang bingung antara mempertahankan harga diri atau membatalkan segalanya, Anya hadir. Dengan keberanian yang melampaui logika, Anya menawarkan diri untuk menggantikan posisi Bulan di pelaminan. ​Bagi Anya, ini adalah kesempatan memenangkan cintanya. Namun bagi Bintang, ini adalah semua hanya kesepakatan darurat demi menjaga nama baik keluarganya.
อ่าน
Chapter: Bab 99
“Bagaimana keadaan kamu, Mayor Bintang?” tanya Letkol Andika. Ia baru saja tiba di rumah sakit untuk menjenguk sang anak buah. “Siap! Saya baik, Komandan.” Bintang tersenyum simpul. “Bagaimana ini bisa terjadi? Si–siapa yang melakukannya, dan … dan apa motif dia melakukan ini ke kamu?” Bintang tampak sedikit menarik napas dalam dan membuangnya perlahan. “Saya tidak tahu, Komandan. Tapi yang pasti, dia ingin saya mati.” “Apa?” Letkol Andika terperanjat. Bintang hanya menanggapinya dengan diam. Namun, dua bola matanya yang tajam terus terpatri pada dua netra Letkol Andika yang menurutnya menyimpan banyak rahasia itu. Sejak ia melihat foto pria paruh baya itu di foto lawas ayahnya—bersama pria yang ia duga sebagai ayah mertuanya—kepercayaannya pada sang Komandan langsung terjun bebas. Ia bukan sekedar curiga, tapi juga mempunyai bukti yang kongkrit. Terlebih, kasus penusukan Purna Jendral Dito Prasetyo beberapa waktu yang lalu, yang semakin membuat ia berpikir jika semua kejadian
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-14
Chapter: Bab 98
Anya mendengus pelan, berusaha menyembunyikan senyum yang hampir terbit akibat panggilan ‘sayang’ kedua yang meluncur dari bibir suaminya hari ini. Efeknya luar biasa, sanggup meredakan sisa-sisa badai kepanikan yang sempat meremukkan dadanya beberapa menit yang lalu.​Ia melirik pakaian pasien berwarna biru muda yang terlipat rapi di atas nakas sebelah brankar, lalu beralih menatap sisa seragam PDH hijau Bintang yang sudah menganga tak keruan.“Emangnya kenapa sih orang itu, Om? Kenapa dia mau bunuh Om? Kenapa dia tembak Om? Emang Om salah apa?” Anya masih penasaran dengan apa yang terjadi. Pikirannya kacau, namun tangannya bergerak lembut meraih baju pasien tersebut.​Anya menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat. Dengan gerakan yang sangat hati-hati—khas seorang mahasiswi keperawatan yang sedang menangani pasien VIP—ia membantu Bintang memasukkan lengan kekarnya satu per satu ke dalam lengan baju pasien itu. Ia sangat berhati-hati agar kain kasar itu tidak menekan area dada ki
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-10
Chapter: Bab 97
Anya terpaku sejenak di tempatnya berdiri. Dua bola matanya membesar, dengan dahi yang bertaut parah. Ekspresi wajahnya berubah seketika, dari yang tadi panik setengah mati, menjadi bingung luar biasa. “Kamu tidak apa-apa, Anya?” tanya Bintang dengan mimik wajah cemas. Anya masih mematung di ambang tirai, matanya terus menatap lencana besi dan lapisan tebal berwarna hitam yang kini terekspos di balik seragam PDH hijau Bintang yang sudah koyak. ​Tidak ada genangan darah yang mengalir deras seperti dugaannya. Tidak ada juga luka menganga yang merobek kulit Sang Mayor. Yang ada hanyalah sebuah rompi anti peluru standar militer (bulletproof vest) yang menempel ketat membungkus tubuh tegap suaminya. Serta sebutir proyektil peluru yang tertanam hancur, terjebak di dalam lapisan Kevlar tebal tepat di bagian dada kiri atas Bintang. ​Posisi Sang Mayor juga sudah tak lagi berbaring, melainkan terduduk di tepi brankar. Ia dibantu oleh seorang dokter yang tengah memeriksa denyut nadi dan r
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-06
Chapter: Bab 96
Seperti mimpi buruk yang meluluh lantakkan seluruh dunianya, Anya terkejut luar biasa dan langsung berlari cepat ke arah Bintang. Ia bahkan tidak memperdulikan rasa lemas yang sempat melumpuhkan persendian kakinya karena keterkejutan suara tembakan tadi. Tas rajut yang sejak tadi menggantung di pundaknya, kini terlepas begitu saja dan jatuh ke atas tanah. Langkah kakinya yang biasanya sedikit berat karena menggunakan sepatu pantofel hitam khas mahasiswi keperawatan, kini terasa lebih ringan karena dorongan kepanikan di dadanya yang jauh lebih besar. ​Dunia di sekeliling Anya mendadak bergerak dalam tempo lambat yang menyiksa. Semua orang terlihat berlarian kocar-kacir menyelamatkan diri masing-masing. Beberapa tim medis yang ada di dalam rumah sakit berhamburan keluar guna mencari tahu apa yang terjadi. Pekikan histeris dari para pengunjung rumah sakit, teriakan komando para satpam yang mulai mengepung area parkir, dan deru mesin kendaraan yang mencoba menjauh, semua itu meredup me
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-03
Chapter: Bab 95
Membaca pesan dari nomor asing tersebut membuat kedua kaki Anya seketika terasa lemas. Ia merasa seolah seluruh pasokan tenaga di tubuhnya menguap dalam hitungan detik. Jantung yang beberapa menit lalu berdegup kencang karena letup kebahagiaan, kini berbalik berpacu liar karena rasa takut yang mendadak mencekik dadanya. ​Kartu akses yang dipegangnya terlepas, jatuh membentur lantai koridor dengan bunyi ketukan halus yang terasa begitu nyaring di telinganya. ​Anya menatap nanar rentetan kalimat di layar ponselnya. Kalimat ancaman itu tertulis begitu rapi, dingin, dan penuh kepastian. Memori kepalanya langsung mengingatkannya pada rentetan teror telepon misterius di asrama semalam. ​“Siapa ... siapa sebenarnya orang ini?” batin Anya menjerit ketakutan. ​Tangannya yang memegang ponsel mulai gemetar hebat. Rasa aman yang baru saja ia rasakan berkat pelukan dan pengakuan cinta Bintang tadi malam, seketika runtuh tersapu oleh rasa panik yang merayap cepat. Tanpa berpikir panjang,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-02
Chapter: Bab 94
Perjalanan Anya di atas motor ojek online membelah jalanan Ibu Kota yang cukup padat pagi ini. Namun, meski hembusan angin dingin menerpa wajah cantiknya, tak sedikitpun mengurangi binar ceria di kedua matanya.Sepanjang jalan, pikiran Anya hanya dipenuhi oleh bayangan wajah Bintang dan janji manis pria itu untuk menjemputnya sore nanti. Entah mengapa, sejak mendengar kata cinta dari Sang Mayor tadi malam, ingin rasanya ia selalu ada di samping laki-laki itu. Cinta bertepuk sebelah tangan saja Anya kecintaan, apa lagi kalau cintanya berbalas, bertambah parah level bucinnya. ​Sekitar pukul sembilan kurang sepuluh menit, motor ojek yang ditumpangi Anya tiba di depan area lobi utama rumah sakit. Setelah melakukan pembayaran dan menyerahkan kembali helm, Anya merapikan sedikit seragam putihnya yang agak kusut karena terpaan angin dijalan. ​Ia menarik dan menghembuskan napas panjang, bersiap mengubah mode dirinya dari seorang istri manja menjadi seorang mahasiswi keperawatan yang sigap
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-06-01
Menjadi Selingkuhan Suamiku

Menjadi Selingkuhan Suamiku

(Area 21+) Bijaklah dalam memilih bacaan. Kayla, atau biasa disapa dengan Key, memergoki suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan di sebuah hotel berbintang. Tak terima dikhianati, ia pun berencana untuk membuat suami dan perempuan jalang tersebut tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun apesnya, hari sial tak pernah ada di dalam kalender. Bukannya membuat suami dan sang pelakor tewas, Key justru mengalami kecelakaan tunggal hingga menyebabkan dirinya tewas di tempat. Sayangnya, Key tidak menyadari jika dirinya sudah mati. Sebab pasca insiden maut itu terjadi, ia justru terbangun dan tahu-tahu sudah berada dalam sebuah kamar hotel bersama suaminya. "Morning, sayang. Maaf ya, aku tadi harus balas pesan dari istriku dulu," terang Brayan seraya menyapu wajah Key dengan bibirnya. "Istri?" Key terkejut mendengarnya. Seingatnya, sebelum kecelakaan terjadi, dia dan Brayan sudah menikah resmi secara agama dan negara. Itu artinya, ia adalah istri sahnya Brayan, kenapa tiba-tiba berganti menjadi ani-ani? Menyadari jika ia berubah menjadi perempuan selingkuhan suaminya sendiri, Key pun memanfaatkan keadaan. Satu persatu rahasia tentang Brayan pun akhirnya terbuka. Mulai dari alasan sang suami berselingkuh, hingga penyebab kecelakaan Key yang ternyata ulah sosok misterius yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangga Key dan Brayan. Lalu, apa yang akan Brayan katakan saat ia tahu jika yang menjadi selingkuhannya adalah istrinya sendiri? Sampai kapan Key akan bertahan dalam tubuh selingkuhan suaminya? Apakah ia akan kembali hidup dalam tubuhnya, atau justru mati seperti saat kecelakaan terjadi?
อ่าน
Chapter: Bukti Di Ponsel Elena
Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu Sudan menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyanya. “M
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08
Chapter: Rekaman CCTV
Elena berhenti melangkah mundur saat kakinya sudah tak bisa lagi diayunkan. Kedua tangannya menggenggam erat besi teralis, berusaha kuat untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. “Bu Elena, aku yakin, kau pasti punya bukti itu. Kenapa kau tidak memberikannya saja kepada kami. Jika Bu Elena menyembunyikan barang bukti, Bu Elena juga bisa dipidana karena dianggap melindungi tersangka.” Elena menelan ludah dengan susah payah. Kakinya terasa seperti tak mampu lagi untuk menapak. Jantungnya berdegup kencang, tangannya gemetar. “Aku … aku tidak punya bukti apa-apa. Tapi aku punya sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk penyebab kematian Ibu Kayla,” jelas Elena. “Petunjuk? Apa itu?” tanya Ronald. “Sebentar.” Elena membuka ponselnya dan mulai menggerak-gerakkan jari-jarinya seperti sedang mencari sesuatu. Tak lama, ia pun sudah berhenti. Menunjukkan layar ponselnya pada pengacara tersebut. “Apa ini?” tanya pria itu, pandangannya mulai mengarah kepada layar benda pipih itu. “Ini video
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08
Chapter: Bukti Di Ponsel Elena
Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu sudah menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyany
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08
Chapter: Benarkah Lisa Pelakukanya?
Wajah Lisa mendadak pias, kehilangan seluruh ronanya yang merah. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat sosok Rava berdiri hanya beberapa langkah dari mereka. Pria itu menatap Lisa dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara ketidakpercayaan, amarah, serta luka yang dalam.“Rava ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” gagap Lisa, suaranya gemetar hebat. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Rava justru mundur selangkah, seolah Lisa adalah wabah yang harus dihindari.“Tidak seperti yang aku pikirkan gimana? Jelas-jelas Elena bilang kalau kamu penyebab kematian Ibu Kayla,” ulang Rava. Ia tetap bersikeras dengan apa yang ia yakini. Sedang di dekat mereka, Elena tetap berdiri tenang di posisinya. Senyum tipis yang tadi sempat ia tunjukkan kini hilang sudah, diganti oleh tatapan dingin yang tajam. Ia melipat tangan di depan dada, mengamati drama yang baru saja berhasil ia sulut dengan cukup apik.“Kenapa diam, Lisa?” pancingnya dengan nada suara yang tenang namun mem
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-26
Chapter: Khayalan Brayan
Desir darah Brayan seolah berhenti. Dengan gelagapan, ia sedikit menggeser posisi duduk menjadi lebih menghadap kepada sosok tersebut.“Kayla?” lirihnya tak percaya.“Iya, Brayan, ini aku. Kayla.” Perempuan itu tersenyum manis. Senyum yang biasa Brayan lihat saat mereka masih di bangku sekolah menengah atas dulu.“Ya Tuhan, Key … kau … kau benar-benar di sini?” tanya Brayan yang masih speechless dengan kehadiran wanita yang pernah menjadi istrinya itu.“Iya, aku datang untuk mengunjungimu. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja setelah kepergianku?” Brayan menggelengkan kepala. Dadanya mendadak terasa sesak. Matanya mulai berkaca-kaca karena genangan air mata yang siap tumpah ruah di wajah.Dengan tangan yang masih gemetaran, Brayan menyentuh lembut sebelah pipi Kayla. Tangisnya tertahan, menciptakan tekanan batin yang sangat luar biasa.“Bagaimana bisa kau ada di sini? Bukannya kau sudah …?” tanya Brayan tapi kata-katanya tak terselesaikan.“Mati? Itu kan, yang mau kau katakan?”
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-25
Chapter: Pernikahan Rava Dan Lisa
Brayan maju lebih mendekat. Terus mendekat dan mendekat. Nyaris menabrak wajah Lisa dengan wajahnya. “Lisa, aku hanya ingin bilang, terima kasih, untuk yang selama ini sudah kita lewati bersama. Aku tahu, kalau hubungan dulu … adalah sesuatu yang salah. Tapi aku tidak pernah menyesalinya.” Brayan menyentuh sebelah pipi Lisa. Sentuhan yang begitu lembut hingga nyaris membuat Lisa terbuai dan lupa dengan apa yang sebentar lagi dia lakukan.“Mas …?” Lisa menatap wajah Brayan sesaat, lalu setelah itu … ia pun langsung menautkan bibirnya pada bibir sang pria dengan begitu saja. “Sayang sekali kamu tidak mempertahankan aku, Mas,” ucapnya lagi setelah melepaskan ciuman mereka.“Ini yang terbaik untuk kita semua, Lisa. Pergilah,” ucap Brayan.“Eum.” Lisa melepaskan pegangan tangan Brayan dan segera berlalu ke luar kamar hotel itu. Di bawah, para tamu undangan sudah berkumpul dan siap untuk melihat acara pemberkatan Lisa dan Rava. Di depan pintu ballroom hotel, tampak Hendra berdiri dengan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-24
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status