Terjerat Panasnya Cinta Mantan Pacar
Apa pun alasannya, perselingkuhan tidak bisa dibenarkan. Namun, setelah Freya mengetahui Juan berkhianat, situasi tak terduga mendorongnya untuk membalas perbuatan sang kekasih dengan cara serupa.
Freya tidak mau bermain api dengan sembarang pria. Incarannya adalah Aryan, CEO Harsa Group sekaligus tunangan Lucy, perempuan yang selama ini menjadi selingkuhan Juan.
“Mau jadi selingkuhanku?”
Malam itu, tekad Freya sudah bulat. Menjalin hubungan terlarang dengan Aryan diyakini sebagai langkah terbaik untuk membikin Juan menyesal seumur hidup.
Hanya saja, tanpa Freya sadari, Aryan diam-diam memiliki rencananya sendiri. Bagi Aryan, menjadi selingkuhan Freya merupakan dosa termanis yang harus dinikmati dengan sepenuh hati.
Read
Chapter: Bab 90. Hubungan SialanFreya semakin tidak tenang setelah mengetahui bahwa Lucy ingin menghancurkan hidupnya. Menurutnya, tak ada yang lebih menakutkan dibanding tekad seorang perempuan patah hati.Sebagaimana Freya yang ingin melihat Juan menyesal seumur karena telah mengkhianatinya, Lucy pasti juga tak main-main dengan ancamannya itu. Lucy sangat mungkin menempuh segala cara untuk membuat Freya menderita.Namun, berbeda dengan Reno yang setidaknya meminta Freya lebih hati-hati mulai hari ini, Aryan tampak tidak tertarik menjadikannya masalah serius.“Memangnya cuma dia yang bisa ngelakuin apa pun? Aku juga bisa, Freya. Aku bisa ngelakuin apa pun untuk melindungi kamu,” ujar Aryan seraya tersenyum genit.Freya mencebik, lalu menggigit rotinya lagi. “Nggak usah repot-repot. Aku bisa melindungi diriku sendiri,” gumamnya sambil mengunyah.“Iya, aku tahu kamu bisa melindungi dirimu sendiri, tapi nggak apa-apa, kan, kalau selingkuhanmu ini ikut campur?” sahut Aryan yang kemudian mengedipkan sebelah mata padanya
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 89. Bukan Adegan RomantisMulanya terasa bagaikan adegan romantis. Aryan turut berlutut, seakan akhirnya menyerah pada sikap keras kepala Lucy.Aryan meraih bahu tunangannya dan mereka pun saling adu pandang untuk beberapa saat.Tidak ada senyuman maupun tatapan hangat yang terpancar dari mata yang kini memandangnya lekat. Meski begitu, Lucy terbuai perlahan ketika ibu jari Aryan mulai mengelus lembut bahunya. “Berdiri, Lucy Amara.”Aryan berbicara pelan, tapi tegas. Nadanya pun masih saja dingin, terlebih dengan cara dia menyebut nama si perempuan.Walau demikian, mengabaikan ekspresi Aryan yang terkesan membingungkan itu, Lucy merasa dirinya bisa sedikit berharap. Pikir Lucy, setidaknya Aryan sudah mau ikut bersimpuh demi membujuknya. Bukankah itu pertanda baik?Harapan Lucy membesar kala Aryan kembali mendekatkan wajahnya. Pria itu memangkas jarak sebanyak mungkin hingga hangat napasnya menyapa titik sensitif di telinga Lucy.Namun, apa yang selanjutnya dibisikkan Aryan, seketika meruntuhkan harap. Air mat
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: Bab 88. Hilangnya Harga DiriJika hanya kehilangan calon suami, Lucy barangkali tidak akan bertindak sejauh ini. Sayangnya, apa yang bakal terjadi padanya mungkin tidak cuma itu.Posisinya sebagai direktur komersial juga sangat mungkin terancam. Lucy bisa saja berakhir dipaksa merelakan jabatan strategis yang sempat terasa mustahil menjadi miliknya itu.Faktanya, mau sehebat apa pun dirinya, Lucy tidak pernah benar-benar dilirik kakeknya. Sebagai satu-satunya cucu perempuan, entah sudah berapa kali Lucy diingatkan agar tidak terlalu ambisius. Kemampuannya lebih baik digunakan untuk mendukung saudara laki-lakinya saja.Katanya, perusahaan besar harus dipimpin laki-laki. Oleh karena itu, Lucy cukup bekerja dengan baik saja, tak usah ikut-ikutan berkompetisi memperebutkan kursi tertinggi juga.Namun, kedekatannya dengan Aryan ternyata berbuah peluang tak terduga. Tahun lalu, begitu melihat langsung betapa akrabnya Lucy dan Aryan saat jamuan makan malam pada perayaan hari jadi perusahaan, si kakek jadi tertarik menjo
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 87. Calon Istri Bos“Aku ganggu, ya? Maaf.”Mendengar suara lirih Freya, wajah kesal Aryan langsung hilang. Perubahannya benar-benar secepat kilat, bikin Reno yang menyaksikannya melongo tak percaya.“Nggak, kok. Sama sekali nggak ganggu,” ucap Aryan dengan binar cerahnya.Reno sekilas menatap Aryan dan Freya bergantian. Demi Tuhan! Cuma bosnya yang tampak berseri-seri, sementara Freya biasa saja.Freya memang kelihatan agak canggung. Namun, Reno menganggap Freya bersikap sewajarnya orang yang bisa menjadi tak enak hati karena tiba-tiba menyela kesibukan orang lain saja, tak seperti Aryan yang kentara sekali senangnya.Reno menghela pendek. Menurutnya, Aryan yang terkenal skeptis terhadap hubungan emosional ini suda
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: Bab 86. Sarapan MasalahMenu sarapan Aryan pagi ini adalah secangkir kopi yang disajikan bersama setumpuk dokumen di ruang kerjanya. Aryan juga disuguhi laporan lisan terkait sejumlah insiden yang rupanya menimpa beberapa lini bisnis Harsa Group semalam.Aryan masih mengenakan piyama, mandi pun belum, tetapi Reno sudah menyodorkan begitu banyak perkara yang kata si sekretaris butuh perhatiannya.Untung saja Reno telah memberi Aryan hadiah yang terbukti berhasil membuatnya tidur nyenyak. Jika tidak, Aryan pasti bakal rungsing parah sekarang.“Semuanya sudah ditangani sesuai prosedur. Hanya satu yang masih dalam proses. Itu pun karena yang bersangkutan baru mengunggah video komplainnya subuh tadi walau kejadiannya sekitar jam delapan malam.”Mata yang semula fokus mencermati berkas no
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 85. Sini, Aku Peluk!Bagaimanapun, Reno sudah membuka jalan. Sayang sekali jika tidak Aryan manfaatkan. Jadi, selagi ada kesempatan, tak ada salahnya coba melancarkan secuil muslihat.“Kayaknya tetap perlu ada sentuhan fisik, tapi …”Aryan menghela napas pendek. Jeda singkat pun dibuat agar situasinya menjadi lebih dramatis.“Nggak mungkin, kan?” ujar Aryan sembari beranjak dari tempat duduknya.“Mau ke mana?” Freya refleks bertanya saat Aryan hendak melangkah pergi. Aryan tersenyum samar. Reaksi Freya benar-benar persis seperti yang ia harapkan.“Udah hampir tengah malam. Waktunya minum obat,” jawab Aryan apa adanya.Aryan tidak ingin buru-buru, sengaja menunggu apa lagi yang mungkin akan dikatakan Freya padanya.Kesabarannya pun berbuah manis. Aryan sungguh baru jalan dua langkah ketika suara lirih Freya menjelma lampu merah untuknya.“Nggak usah minum obat, Yan,” kata Freya seraya menatap punggung pria yang lantas menoleh ke arahnya itu.Aryan pura-pura tak mengerti maksud ucapan Freya. “Kenapa nggak
Last Updated: 2026-05-16
Chapter: Bab 208. Si Kacang Merah yang Dicintai Tanpa Syarat“Emangnya kenapa, Sayang? Kamu mau kita ngapain kalau suamimu ini nggak capek?”Sena tersenyum senang saat Kanya mulai menghapus jarak di antara mereka. Matanya terpejam perlahan ketika dua bibir yang saling mendamba itu melebur dalam pagutan lembut.Sena tak buru-buru mengambil dominasi. Pria itu membiarkan istrinya memegang kendali, menikmati setiap kali Kanya melumat dan menghisap bibirnya dengan tempo yang tidak terlalu cepat.Saat kesabaran Sena menipis, ciuman yang lebih panas pun tak terelakkan. Sesekali Sena memberi Kanya kesempatan untuk bernapas dengan mengecup bagian wajah lainnya. Cukup beberapa detik saja, lalu kembali merasai bibir ranum favoritnya. Seperti itu terus hingga pakaian yang mereka kenakan terlepas satu per satu.“Mas …”Di tengah keasyikan Sena melukis tanda kepemilikan di lehernya, Kanya berusaha mengatakan sesuatu.“Mas Sen—aahh!”Kanya sebisa mungkin menahan desahannya, tetapi gagal begitu saja gara-gara bagian bawahnya mulai digoda.“Dengerin aku sebentar
Last Updated: 2025-10-27
Chapter: Bab 207. Mas Capek, Nggak?Sena tergelak mendengar cerita Kanya yang gagal berprasangka baik pada hubungan Mika dan Zidan. Pria itu tertawa terbahak-bahak karena paham benar mengapa istrinya bisa menuduh sahabatnya hamil di luar nikah.“Mas Sena tahu sendiri, kan? Setelah mereka pacaran lagi, Mika itu makin sering nginep di rumahnya Zidan. Semalam aja mereka tidur bareng.”Kanya terlihat menggebu-gebu. Sena rasanya ingin menyela dengan mengecup bibir mengerucut lucu itu, tetapi sekarang dia harus jadi pendengar yang baik dulu.“Dengan gaya pacaran mereka yang kayak begitu, wajar banget kalau si Mika akhirnya kebobolan dan udah semestinya Zidan tanggung jawab dengan cara buru-buru nikahin Mika.”Sena manggut-manggut, setuju dengan apa pun yang dikatakan istrinya. Memang benar yang dibilang Kanya. Bukan hal aneh jika Mika hamil anak Zidan sebelum pasangan itu menikah, tapi untungnya belum.Setelah hari panjang yang melelahkan, Sena selalu menyukai momen seperti ini. Duduk berdua di sofa depan televisi tetapi buka
Last Updated: 2025-10-26
Chapter: Bab 206. Hamil Duluan?Demi menjaga privasi teman karibnya itu, Kanya pun mengajak Mika duduk di halaman belakang. Tak ada orang selain mereka di sana, jadi Mika bebas cerita apa saja tanpa khawatir dihakimi siapa pun.“Kamu kenapa, Mik? Berantem sama pacarmu?”Bukannya menjawab, Mika cuma diam memandang Kanya dengan mata berkaca-kaca. Tak berapa lama, air mata pun jatuh membasahi pipinya.Mana mungkin Kanya tidak panik. Dia lekas memeluk Mika kembali, mencoba menenangkan sahabatnya tanpa mengatakan apa pun.Kendati tidak tahu apa yang membuat Mika berderai air mata, Kanya rasanya ingin menangis juga. Namun, empatinya gugur seketika begitu Mika mengungkapkan sesuatu yang ternyata tak ada sedih-sedihnya.“Zidan ngajakin aku nikah, Nya! Pas bangun tidur, tiba-tiba dia ngelamar aku. Aku masih acak-acakan di kasur, tiba-tiba jariku ada cincinnya.”Mika melepas pelukan Kanya, lalu tanpa dosa memamerkan cincin yang melingkar di jari manisnya.“Temenmu bakal jadi istri orang, Kanya!” kata Mika di sela isak tangisn
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Bab 205. Mendadak Ikebana“Lagian, ngapain coba aku temenan sama mantan pacar suamiku? Kayak nggak ada orang lain yang bisa diajak temenan aja.”Kanya bersungut-sungut, sebegitunya tak suka dibilang berteman dengan Jingga. “Ini aku peduli sama nasib mantan pacarmu juga cuma sewajarnya perempuan yang nggak mau sesamanya jadi korban kekerasan aja.”Padahal tidak apa-apa jika Kanya dan Jingga pada akhirnya menjadi teman, tetapi Kanya sepertinya masih terlalu gengsi untuk mengakui kecocokan mereka. Bikin gemas Sena saja.Sena mendengus, menahan tawa. “Oke, Sayang. Oke. Jangan cemberut terus, dong,” ujarnya lembut.Sena lalu mencuri satu ciuman di bibir Kanya, melumatnya sebentar, sekedar cukup untuk membikin sang istri berhenti mengomel dan tak manyun melulu.“Bilang makasih sama Andi, Sayang,” kata Sena dengan suara setengah berbisik. “Kalau nggak ada dia, kita mungkin bakal ciuman sampai bibirmu mati rasa.”Bukan cuma yang Kanya merinding mendengar omongan Sena, tetapi juga Andi yang mau bagaimanapun harus teta
Last Updated: 2025-10-23
Chapter: Bab 204. Pantas Berjodoh!Sore tadi, Jingga tersenyum sinis begitu dirinya mendapati mawar oranye yang dikirim Haris untuk Kanya. Setelah sekian bulan, akhirnya dia melihat sendiri bukti kelakuan memuakkan Haris yang masih saja mengusik kehidupan Kanya.Haris memang tidak agresif mendatangi Kanya secara terang-terangan. Pernah beberapa kali coba memanfaatkan momen perjamuan bisnis, tetapi Haris selalu kalah cepat dengan Sena yang semakin protektif terhadap Kanya. Setiap kali mengetahui bahwa Haris ternyata tidak benar-benar absen, Sena pasti segera membawa Kanya meninggalkan lokasi demi mencegah interaksi sekecil apa pun.Meski begitu, ada saja ulah lain yang dilakukan Haris setiap 1-2 pekan sekali. Mirip Jingga yang dulu pernah rajin mengirimi Sena beragam paket cinta ke gedung perkantoran Pandega Group, Haris juga senang menghujani Kanya dengan berbagai bingkisan manis. Meski kebanyakan berujung hancur atau dibuang Sena sebelum sempat diterima Kanya, Haris tidak peduli. Dia tak ada kapoknya dan buktinya ter
Last Updated: 2025-10-22
Chapter: Bab 203. Sujud Minta MaafJingga memang pernah sangat marah dan membenci Kanya. Meski begitu, dia tak pernah mengharapkan permintaan maaf dalam bentuk apa pun.Bagi Jingga, satu-satunya hal yang mesti dilakukan Kanya adalah melepas Sena dan mengembalikan pria itu padanya. Cuma dengan begitu, kebenciannya terhadap Kanya mungkin bakal berkurang.Hanya saja, walau Sena sungguh kembali padanya sekalipun, Jingga tetap tidak akan sudi memaafkan Kanya. Perempuan itu bakal selalu menjadi sosok yang Jingga musuhi karena pernah begitu lancang merebut pria yang dia cintai.Namun, Jingga yang sekarang bukan lagi perempuan yang menjadikan Kanya samsak emosi. Kemarahannya sudah mereda, pun dengan rasa benci yang perlahan telah memudar dari hati.“Kalau jadi kamu, aku nggak akan minta maaf. Sebaliknya, aku bakal menuntut permintaan maaf yang minimal harus dilakukan sambil bersujud di depan umum.”Jingga tersenyum, lalu tertawa pelan. Secara tak langsung, dirinya baru saja mengatakan apa yang mestinya dia lakoni jika ingin me
Last Updated: 2025-10-21