Chapter: 11. Gubug Tua Selesai urusan di KUA, aku tidak membawa Tiara pulang ke rumah utama. Aku justru mengarahkan kemudi masuk lebih dalam ke area perkebunan sawit yang luasnya mencapai ratusan hektar. "Kita tidak pulang ke rumah, Bang?" tanya Tiara sambil menatap deretan pohon sawit yang mulai rapat dan menggelapkan cahaya matahari. "Rumah itu untuk istri tua, Tiara. Di sini, di tengah hutan ini, kau hanya akan menjadi milikku seutuhnya," jawabku tenang. Aku menghentikan mobil di depan sebuah gubuk kayu tua yang berdiri terpencil di pinggir telaga sunyi. Gubuk itu adalah tempat pelarianku jika sedang muak dengan urusan bisnis. Di dalamnya hanya ada ranjang kayu tua dengan kasur kapuk tipis yang ditutupi kelambu kusam, tapi suasananya sangat tenang—hanya ada suara serangga malam dan gemericik air telaga. "Abang serius kita tidur di sini? Ini benar-benar di tengah hutan," gumam Tiara, ada nada ngeri s
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: 10. Akhirnya, Sah Pagi itu, seorang MUA mendandani Tiara dengan sentuhan make up flawless dan kebaya yang simpel namun memancarkan keanggunan Tiara. Di sela merias, mulut usil perias pria gemulai itu mulai mengomentari Tiara. "Eh Tiara, aku nggak nyangka lho kamu diperistri Juragan Bonar, pria paling kaya di desa kita." Tiara hanya ingin menanggapi seperlunya supaya pria bermulut lemes itu diam. Namun nyatanya dia melanjutkan aksinya, membuat Tiara mengangkat alis. "Yah, walaupun istri kedua sih, tapi setidaknya lumayan daripada harus menari menggeal-geolkan perut di depan banyak laki-laki, sekarang cuma sama Juragan saja," ucapnya sambil terkikik dan merapikan sanggul Tiara. "Oya, kata Bang Bonar, jika aku jadi istrinya, siapa pun yang merendahkanku akan berhadapan dengan dia lho, Om Lia. Eh, Tante Lia," balas Tiara sengaja pura-pura bingung karena gendernya yang tidak jelas. Lia seketika pucat, tang
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: 9. Masalah Nyamuk "Apa kau bilang? Aku disuruh kerja di kebunnya? Apa gunanya Tiara punya suami kaya kalau dia tidak bisa memberiku uang secara cuma-cuma?" Dikin mencebik kesal "Juragan tidak suka memelihara parasit. Kalau kau membangkang, Tiara mungkin tetap di kasurnya, tapi kau akan membusuk di dasar parit kebun. Selama ini apa kau mengurus Tiara dengan baik sebagai tanggung jawabmu, tidakkan? dan sakarang tanggung jawabmu telah diambil alih oleh Juragan. Dia tidak hanya menikahi tapi juga menyelesaikan masalahmu." "Jangan coba-coba merongrong putrimu. Jika tidak karena Juragan, Tiara sudah disantap Marbun, Asep, Togar dan Mahmud si tua bangka karena utangmu yang berceceran. Kerja yang benar, rumahmu akan direnovasi oleh Jurahan. Cepat bersiaplah, Rully." Dikin menyodorkan tas kertas berisi baju baru untuk pernikahan Tiara. **** Di ruang makan, Sari dan Bonar tengah sarapan. Seperti biasa, meski berengsek, Bonar
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: 8. Cooling Down Setelah pergumulan panas itu, Tiara merasa tak perlu canggung lagi; toh, ia akan dinikahi besok. Bang Bonar bukan orang sembarangan, dia juragan sawit yang menguasai hampir 60% wilayah ini. Lagipula, fisiknya tidak buruk—masih muda dibanding kakek-kakek yang ingin melahapnya semalam. Pintu kamar mandi terbuka saat Tiara sedang duduk melamun di atas kloset. "Abang mengagetkan saja!" refleks ia menutupi dada dan bagian bawahnya dengan tangan. "Buruan, aku juga mau pakai. Minggir, Tiara," ucapku dengan gaya khas orang Sumatra. "Kenapa ditutup-tutupi? Kan, tadi aku sudah lihat semuanya," sambungku santai sambil memperhatikan Tiara membilas badannya. "Ya, belum biasa, Bang," jawabnya sambil melirik dengan bibir mengerucut. "Cepat tidur, Tiara. Besok bapakmu akan datang sebagai wali nikahmu. Seperti permintaanmu, aku akan memberi Rully pekerjaan dan inisiatifku sendiri untuk memperbaiki rumahmu yang sudah seperti kanda
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: 7-3. Menuju PagiAku memposisikan diriku di antara kedua kaki Tiara yang gemetar. Kupastikan seluruh berat tubuhku tertumpu pada kedua lenganku agar tidak menghimpitnya terlalu keras. Kutatap matanya yang membulat penuh kecemasan; aku tahu, di balik gairah yang mulai bangkit, ada ketakutan besar akan rasa sakit yang membayangi pikirannya. "Bernapaslah, Tiara. Ikuti iramaku," bisikku serak. Aku tidak langsung menghujam. Kutempelkan ujung milikku yang berdenyut panas di gerbangnya yang masih basah sisa pergulatan tadi. Aku mulai menggeseknya perlahan, naik dan turun, memberikan stimulasi luar yang membuatnya melenguh. Di saat yang sama, aku membungkam bibirnya dengan ciuman yang lembut namun dalam, menyesap lidahnya untuk mengalihkan fokusnya dari rasa tegang di bawah sana. Tanganku tidak tinggal diam. Sambil terus mencumbunya, aku kembali meremas dadanya yang kini terasa jauh lebih penuh. Mengepalkan tanganku di atas gundukan kenyal itu, aku kembali menguk
Last Updated: 2026-06-14
Chapter: 7-2 Menuju PagiTiara melenguh panjang, jemarinya meremas seprai sutra di bawah tubuhnya saat ia merasakan sensasi panas yang menjalar. "Abang... pelan-pelan," rintihnya dengan napas yang mulai terputus-putus, membiarkan tubuhnya sepenuhnya pasrah. "Siapa saja laki-laki yang pernah merasakan dadamu, Tiara?" tanyaku dengan mulut tersumpal daging kenyal yang mulai terangsang; ukurannya seolah naik satu tingkat lebih besar. Tiara menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca menahan gejolak yang asing baginya. "Tidak ada, Abang... demi Tuhan, baru Abang laki-laki yang berani menyentuh sejauh ini," isaknya dengan napas memburu. Aku tertawa rendah, suara yang lebih mirip geraman puas di balik dadanya. "Bagus kalau begitu," bisikku serak. Tanganku meluncur turun melewati perutnya yang rata, menyusup ke pangkal pahanya yang masih tertutup rapat. "Berarti ini juga baru aku yang menyentuhnya?" tanyaku sambil mulai mempermainkan bagian sensitif di balik lipatan daging di
Last Updated: 2026-06-13
Chapter: 41. EpilogSatu hari kemudian, kediaman megah keluarga Ricci menjadi saksi runtuhnya sebuah dinasti kemunafikan. Victor Ricci sedang duduk di ruang kerjanya yang dingin saat sebuah amplop cokelat tanpa nama mendarat di mejanya—dikirim langsung melalui kurir rahasia Leon.Di dalam amplop itu terdapat belasan foto digital berkualitas tinggi. Adrianna Moralles, istri yang selama ini dipujanya setengah mati, sedang mendekap mesra seorang pria muda di dalam sebuah hotel butik di Sisilia.Napas Victor tercekat. Ego dan harga diri pria paruh baya yang terkenal kaku itu remuk seketika. Kemarahan yang meluap membuat seluruh tubuhnya bergetar. Tanpa menunggu pagi, Victor menyeret Adrianna yang baru kembali tadi siang untuk keluar dari kamar tidur mereka, melemparkan foto-foto itu tepat ke wajah sang istri di hadapan para pelayan yang menunduk ketakutan."Keluar dari rumahku, Adrianna! Jangan bawa satu sen pun, atau kupastikan kau dan selingkuhanmu membusuk di penjara!" ra
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 40. Diapit Diantara...."Baiklah, akan kusenangkan milikmu dengan mengapitnya di antara payudaraku," ucap Ivanna. Ia mulai membuka kancing blus kerjanya satu per satu, perlahan membiarkan kedua asetnya menyembul bebas. Namun, sebelum ia sempat memposisikan diri, Leon dengan gerakan sigap menarik Ivanna hingga ia terjengkang ke atas sofa empuk, membalikkan keadaan dalam sekejap.Leon segera menindihnya, membuat napas Ivanna tercekat oleh berat tubuh pria itu yang mendominasi.Ivanna terkesiap, punggungnya menghantam bantalan sofa dengan suara teredam. Meski awalnya terkejut, ia segera melingkarkan kakinya ke pinggang Leon, menantang dominasi pria itu dengan senyum yang menantang. "Tadinya aku ingin bersikap lembut, Leon. Tapi kalau kau ingin yang lebih liar, silakan buktikan seberapa sanggup kau memuaskanku tanpa harus merusak sariawanku.""Ini favoritku, Iv. Diamlah, biarkan aku menikmatinya dulu sebelum dia bekerja di bawah sana," bisik Leon tepat di telinga Ivanna.
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: 39. Tidak Gratis"Aku ingin Adrianna dulu, baru Simona," ujarnya datar.Jemarinya Leon lincah menekan remote. Layar besar itu seketika menampilkan jajaran foto berkualitas tinggi hasil tangkapan lensa jarak jauh milik informannya."Pilihan bagus. Mari kita lihat bagaimana Angelo Morrone memperlakukan ratu di rumahmu itu,"Gambar pertama muncul—Adrianna tampak tertawa lepas di sebuah restoran terbuka di tepi pantai Sisilia, jemarinya bertautan mesra dengan Angelo yang sedang mengecup bahunya. Ivanna memperhatikan setiap detail foto itu dengan mata menyipit. Ada rasa jijik yang beradu dengan kepuasan karena ia kini memegang bukti yang akan menghancurkan citra suci ibu tirinya di depan Victor Ricci."Angelo bukan sekadar pria bayaran, Iv. Dia punya obsesi pada wanita yang lebih tua, dan Adrianna jatuh dalam perangkapnya dengan sangat mudah," tambah Leon sambil melirik reaksi Ivanna dari pantulan layar.Leon mematikan layar sejenak, lalu berbalik menatap
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: 38. SariawanIvanna baru saja mengunci diri di kamar saat rentetan file dari Leon masuk ke ponselnya. Begitu dibuka, deretan foto dan data pribadi itu membuatnya nyaris tidak bisa bernapas.Ia melemparkan punggungnya ke sandaran kursi malasnya, menatap tajam serius yang menampilkan profil dua pria berbeda."Gila..." gumam Ivanna, ada rasa tidak percaya.Di layar pertama, terpampang foto Angelo Morrone. Pria itu tampak segar, tampan dengan rahang tegas, dan baru berusia 40 tahun—lima tahun lebih muda dari Adrianna. Dia adalah tipe pria lajang yang bisa dengan mudah membuat wanita seumur Adrianna merasa "muda kembali".Namun, kepingan puzzle yang paling menjijikkan ada di file kedua: Ricardo Gamboa. Pria berusia 47 tahun, pemilik jaringan bisnis logistik, dan yang paling mengejutkan... pria ini sudah berkeluarga."Jadi ini orangnya?" Ivanna tertawa sinis. "Pria 'perkasa' yang dibanggakan Simona di telepon tadi adalah Ricardo Gamboa?"Fakta itu
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: 37. Permainan MentalIvanna melangkah mendekat, lalu menarik kursi di depan meja besar ayahnya. Ia memperhatikan wajah Victor yang tampak lelah namun tetap mencoba tersenyum hangat padanya."Ayah, kenapa belum tidur? Ada masalah di perusahaan konstruksi?" tanya Ivanna sambil menyandarkan sikunya di lengan kursi.Victor meletakkan pulpennya ke atas tumpukan dokumen, lalu menyandarkan punggung ke kursi putarnya. "Tidak ada, Sayang. Hanya pengecekan rutin saja. Kenapa? Kamu sedang ingin sesuatu? Sportcar baru? Atau mau liburan ke Asia?"Ivanna hanya tersenyum tipis dan menggeleng. "Tidak, aku sedang tidak ingin apa-apa. Aku cuma heran saja, tadi saat makan malam aku tidak melihat Bibi Adrianna. Dia ke mana, Yah? Pulang ke Barcelona menjenguk ibunya lagi?""Tidak," jawab Victor sambil melirik jam tangannya. "Katanya dia ingin liburan ke Sisilia.""Sisilia lagi?" Ivanna menaikkan sebelah alisnya, mencoba menyembunyikan rasa curiganya yang makin tajam. "Kenapa
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: 36. Partner In Crime"Kau manis sekali, Leon," ujar Ivanna sembari meraih tangan Leon dan mengeluskannya ke pipi. "Kau tidak hanya panas dan royal, tapi juga memahami ambisiku. Kita benar-benar seperti partner in crime!" puji Ivanna tulus, meski terdengar seperti godaan.Leon menyeringai, membelai bibir Ivanna dengan ibu jarinya. "Selama kau tetap di pihakku, dunia adalah taman bermain bagi rencana gelap kita."*****Ivanna baru saja sampai di depan pintu rumah ketika Simona muncul dengan tangan penuh paperbag belanjaan. Simona menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan provokasi, seolah ingin pamer bahwa ia juga bisa hidup mewah. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia melangkah angkuh mendahului Ivanna, sengaja menyenggol bahu wanita itu dengan kasar sebelum masuk ke dalam.Ivanna tidak marah. Ia justru bergeming, memperhatikan punggung Simona yang menghilang di balik pintu sambil menggelengkan kepala. Sebuah senyum miring tersungging di bibirnya."Baru b
Last Updated: 2026-05-30
Jerat Manis Istri Siri
Bagi Reyner, Lana hanyalah pelampiasan dari pernikahan yang tidak ia inginkan. Namun malam itu, di bawah temaram lampu kamar, pertahanan Rey runtuh total.
.
.
"Sial, kau benar-benar membuatku hilang kendali, Lan," bisik Rey, ambruk di ceruk leher Lana yang basah oleh keringat.
.
.
Lana tersenyum penuh kemenangan. "Aku bilang juga apa? Di rumah denganku jauh lebih menyenangkan."
.
.
Rey tidak sadar bahwa di balik gairah itu, ada sebuah rahasia yang sengaja Lana sembunyikan yaitu sebuah koyakan kecil pada pengaman yang akan mengubah garis hidup mereka selamanya.
.
.
"Diamlah. Jangan membuatku menyesal karena telah membatalkan janji malam ini."
.
.
Rey tidak tahu, bahwa pembatalan janji malam itu adalah awal dari kehancuran dunianya—atau mungkin, awal dari pengabdiannya yang paling dalam pada sang istri yang ia remehkan.
info karya & visual di Ig-Tiktok @vanillaicecreamm2025 ya
Read
Chapter: 146. Open Next Chapter (The End) Di sela-sela makan siang yang intim di sofa ruang kerja, Lana menyandarkan kepalanya di bahu tegap Reyner. Sumpit di tangan mereka sudah diletakkan, menyisakan dua mangkuk yang hampir kosong dan rasa kenyang yang menenangkan. Kehangatan setelah penyatuan mereka tadi masih terasa tertinggal di kulit, namun yang jauh lebih melegakan adalah hilangnya beban tak kasatmata yang beberapa hari ini menghimpit dada. "Mas," panggil Lana pelan, jemarinya memainkan kancing kemeja Reyner yang kini sudah kembali rapi, walau sedikit kusut di beberapa bagian. "Tadi... tepat sebelum aku membuka surel hasil tes DNA, Papa mengirim pesan." Reyner menurunkan pandangannya, mengusap lengan Lana dengan gerakan naik-turun yang teratur. "Pesan apa? Sesuatu yang mendesak?" Lana mengangguk pelan, ada kilat kesedihan yang melintas di matanya, namun segera digantikan oleh ketegasan. "Papa memutuskan untuk menceraikan Tante Dinda. Papa bilang... dia menyesal
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 145. KlimaksReyner semakin gila mengendalikan permainan. Ia menarik kedua tangan Lana ke belakang punggung, menyatukannya dalam satu cengkeraman tangannya yang besar dan kuat, mengunci pergerakan istrinya hingga Lana benar-benar tak berdaya di bawah kuasanya.Dengan posisi Lana yang terkunci, Reyner merapatkan tubuhnya dari belakang. Sembari menahan kedua tangan Lana, lengan kokohnya merengkuh bahu sang istri, memeluknya erat seolah enggan memberi jarak satu inci pun. Sementara itu, tangan Reyner yang lain bergerak merayap naik ke leher depan Lana, melingkarkan jemarinya di sana dengan remasan yang semi-mencekik—tidak sampai menyakiti, namun cukup kuat untuk memberikan tekanan dominan yang mendebarkan dan menuntut kepatuhan total."Mas... ahh," Lana melenguh pasrah, kepalanya sedikit terdongak akibat tekanan di lehernya, menciptakan sensasi sesak yang berbaur dengan gairah yang kian memuncak."Kamu hanya milikku, Lana. Ingat itu," bisik Reyner parau tepat di teli
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: 144. Slowburn Reyner menyentak kemejanya hingga beberapa kancing terlepas dan mencampakkannya sembarang tempat. Gerakannya tergesa, didorong oleh gairah yang sudah di ujung tanduk. Melalui tatapan sayunya, ia bisa melihat Lana benar-benar menikmati setiap sentuhannya—jauh berbeda dengan semalam saat sang istri menyambutnya dengan beban pikiran yang tertahan. Reyner menarik thong Lana ke bawah, melewati lekuk kakinya yang masih terbungkus pump heels. Bukannya langsung melakukan penetrasi, Reyner justru berlutut di lantai. Ia menumpu tubuhnya, lalu dengan perlahan mulai mengecup dan menjilati jemari kaki Lana yang bersih dan terawat. "Ughhh.... hmmmm,," desah Lana tertahan, kepalanya mendongak dengan mata terpejam erat sementara jemarinya mencengkeram pinggiran meja kerja demi menyalurkan sensasi menggelitik yang aneh sekaligus nikmat. Reyner mendongak, menikmati ekspresi pasrah istrinya sebelum kembali bangkit. Ia tidak ingin terburu-buru mer
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: 143. Hukuman Untuk Lana "Maafkan aku, Mas. Aku sempat meragukanmu," bisik Lana di tengah tangisnya yang pecah, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Reyner. Cengkeramannya pada kemeja sang suami mengerat, menyalurkan rasa bersalah yang sempat mengendap di hatinya. Reyner tidak langsung menjawab. Ia justru semakin mendekap tubuh Lana, membiarkan istrinya menumpahkan seluruh sisa sesak yang mengganjal. Tangannya yang besar bergerak lembut, mengusap punggung dan sesekali mengecup puncak kepala Lana dengan penuh kasih. Setelah beberapa saat, Reyner melonggarkan pelukannya sedikit. Ia menangkup wajah Lana dengan kedua tangan, lalu menghapus sisa air mata di pipi istrinya menggunakan ibu jari. "Hei, lihat aku," pinta Reyner lembut, memaksa mata amber yang sedang sayu Lana untuk menatapnya. Reyner tersenyum tipis, tatapannya begitu hangat dan penuh pengertian. "Jangan minta maaf. Kamu sama sekali enggak salah, Sayang. Wajar kalau kamu ragu se
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: 142. 45 Menit KemudianLana melirik jam di sudut layar laptopnya. Pukul sepuluh pagi. Biasanya, pada jam seperti ini Reyner sedang sibuk-sibuknya memimpin rapat atau memeriksa berkas di kantor. Namun, Lana tahu ia tidak akan bisa fokus bekerja seharian jika tidak membagikan kabar ini sekarang juga.Dengan jantung yang masih bertalu karena rasa lega, ia mencari kontak suaminya dan menekan tombol panggil.Ponsel di seberang sana berdering. Satu kali, dua kali, tiga kali... Lana menggigit bibir bawahnya cemas, cengkeramannya pada ponsel mengerat. Tepat pada deringan keempat, panggilan itu tersambung."Ya, Sayang? Ada apa?" Suara berat dan serak khas milik Reyner terdengar di speaker. Ada latar belakang suara riuh rendah khas suasana kantor, namun nada bicara pria itu langsung melunak begitu menyapa istrinya.Mendengar suara itu, tenggorokan Lana mendadak tercekat. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini mendesak keluar."Mas..." panggil Lana lirih, suaranya agak berge
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: 141. Dan HasilnyaPagi itu di galeri perhiasannya, sebuah notifikasi surel masuk ke laptop Lana. Ia menatap layar dengan binar cemas."Duh, jadi deg-degan. Dibuka sekarang enggak, ya? Atau tunggu nanti saja pas bareng Mas Rey?" gumamnya lirih pada diri sendiri.Pikirannya mendadak kalut. Badai gairah yang ia lewati semalam bersama suaminya ternyata tetap tidak mampu meredam kegelisahan yang membayangi sejak kemarin. Rasa penasaran dan ketakutan kini berebut tempat di dadanya, membuat jemarinya yang menggantung di atas mouse pad mendadak terasa dingin.Lana menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debar jantungnya yang kian berpacu. Setelah menimbang beberapa saat, ia akhirnya memutuskan untuk mengklik surel tersebut. Setidaknya, ia harus tahu isinya terlebih dahulu daripada tersiksa oleh asumsi yang berputar-putar di kepalanya sendiri.Dengan tangan yang sedikit gemetar, Lana mengarahkan kursor dan membuka pesan itu. Begitu deretan kalimat di layar terbaca ol
Last Updated: 2026-05-22
Simpanan Tuan Torres
Julia Rivas adalah sekretaris cantik nan lugu yang terpaksa menjual dirinya pada Diego Torres, bosnya yang angkuh dan hyper, demi menyelamatkan nyawa ibunya. Di tengah kegelapan keluarga, sang kakak penjudi dan adik pergi ke Amerika untuk menjadi bintang porno. Julia melihat Diego, sang 'Raja Es', sebagai satu-satunya jalan.
Awalnya, affair ini adalah transaksi dingin. Namun, malam pertama menjadi bumerang bagi Diego. Ia terkejut menemukan Julia perawan. Kepolosan yang ia nodai itu segera memicu obsesi liar, mengubah hasrat iseng Diego menjadi kecanduan yang mematikan. Diego, yang seharusnya menikahi tunangannya, Lucia Ortega, kini bingung.
Diego harus memilih: status dan kekuasaan bersama Lucia, atau Simpanan Tuan Torres yang telah merenggut hati dan kendalinya
Read
Chapter: 151. EpilogWaktu bergulir dengan ritme yang tak terduga. Masa-masa penuh ketegangan di kantor dan drama pelarian seolah terkikis oleh kehadiran nyawa baru di rahim Julia. Memasuki trimester kedua, garis tegas di wajah Diego mulai melunak. Pria predator itu kini lebih sering terlihat menatap perut Julia yang membuncit dengan binar yang sulit diartikan—campuran antara obsesi dan proteksi yang mutlak. Tanpa terasa, hari-hari penuh mual dan rasa lelah mengantar Julia ke garis finis: minggu ke-39. Persalinan itu menjadi momen paling sakral di kediaman Torres. Ketika tangisan pecah memenuhi ruangan, sebuah keberuntungan besar menghampiri mereka. Julia melahirkan bayi kembar laki-laki yang sehat, sebuah "jackpot" yang mengukuhkan posisi Julia di mata keluarga besar Torres. Richard dan Rachel Torres tak lagi memandang Julia sebagai sekretaris yang terjebak utang, melainkan ibu dari pewaris mereka: Marlo dan Marco Torres. Di sisi lain, sebuah babak baru yang penuh intrik terbuka di Portugal. Laura Riva
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 150. Julia Harus KuatDiego mengusap punggung Julia. "Kamu harus kuat, Julia. Ada dua nyawa di perutmu, mereka adalah kunci pintu gerbang Torres International. Jangan biarkan hal-hal kecil mengganggu fokusmu."Julia menarik napas dalam-dalam, menenangkan diri dalam pelukan Diego. Ia tahu, di balik kelembutan pelukan itu, ada tuntutan besar dari pria yang kini menjadi satu-satunya pelindungnya."Javier sudah memperlambat jaringan internet di Madeira. Data internet Laura kini hanya tergantung dari situ."Diego memotong Bistec a la Española di piring Julia menjadi potongan-potongan kecil, matanya menunjukkan ketenangan."Tenang saja. Komunikasi dan koneksi internet Laura sudah kami kendalikan penuh. Sekarang makanlah, Sayang. Kita tidak perlu lagi memikirkan masalah Madeira malam ini."Julia menatap Diego. Rasa lega memenuhi dirinya, bercampur dengan kekaguman atas efisiensi Diego dalam mengatasi masalah. Ia mulai menyantap makan malamnya, kini dengan pikiran yan
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 148. Melapor Ke MadridDi kantor atau ruang kerja pribadi Diego di Girasol Estate, Madrid. Diego baru saja berpisah dari Julia yang sudah terlelap. Pablo berada di sana, sedang membereskan dokumen akhir mengenai penyebaran berita Georgina.Ponsel Pablo berdering. Ia melihat nama Oscar di layar."Ya, Oscar. Bagaimana situasi di sana? Apakah Nona Laura sudah tenang?"Pablo mendengarkan laporan Oscar mengenai kamera vlogging dan niat Laura untuk membuat video "Baking di Pengasingan." Wajahnya yang tenang mulai menunjukkan ketegangan."Baik, Oscar. Tetap tenang. Apakah kau sudah memeriksa isi paketnya dan menyita kameranya? Kita tidak bisa—""Apa yang terjadi? Kenapa wajahmu seperti melihat hantu?" tanya Diego, yang baru saja masuk ke ruangan Pablo.Saat Pablo hendak menjawab, Diego mendengar samar-samar suara Oscar dari telepon.Suara Oscar ."...Dia berencana membuat siaran langsung atau vlogging tentang 'pengasingan' di sini, Tuan. Ini jelas pel
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 147. Alat VlogingBeberapa saat kemudian, sebuah paket datang dan diterima oleh Javier. Oscar, yang baru saja kembali dan meletakkan cookies hangat di meja jaga, langsung bertanya."Apa itu, Javier?""Sepertinya seperti biasa, belanjaan Nona Laura dari Amazon."Wajah Oscar kembali tegang. "Kau yakin itu Amazon? Diperiksa dulu! Aku khawatir isinya adalah jejak masa lalu Laura. Kita tidak mau mengambil risiko, apalagi jika dibuka, gadis itu histeris dan tidak stabil lagi."Javier mengulurkan paket itu, sedikit kesal. "Kau baca saja sendiri. Tertulis jelas dari Amazon, kan?"Oscar membaca label dengan cermat. "Betul, ini Amazon. Beli apa lagi dia kira-kira?""Tentu saja. Dia mendapat uang saku dari Nona Julia yang sangat banyak sebagai kompensasi dikurung di sini. Mungkin isinya perhiasan baru, atau alat pembuat kue terbaru."Laura menghampiri dua pengawal itu. Wajahnya menunjukkan sedikit antusiasme."Hei, apa kalian menerima paket
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 146. Kejutan PagiPagi itu, setelah menyelesaikan doa paginya, Julia mengambil ponselnya yang ada di nakas. Ia membuka beberapa aplikasi berita dan media sosial, mencari perkembangan terbaru. Matanya langsung membelalak kaget. Sebuah headline besar di akun gossip Spanyol terpampang jelas.Julia membekap mulutnya sendiri, terkejut "Astaga, Georgina masuk akun gosip!"Ia tidak menunggu lagi. Tanpa ragu, Julia langsung mengguncang bahu Diego yang tidur memunggunginya."Bangun, Diego! Bangun..."Diego, yang memang sudah sedikit terjaga karena menunggu respons dari Julia, perlahan membuka matanya. Ia berbalik, raut wajahnya pura-pura kesal karena tidurnya terganggu."Ada apa, Julia? Ini masih pagi. Biarkan aku tidur sebentar lagi.""Lihat ini! Georgina! Dia menyiram wajah seorang wanita di acara amal semalam! Dia terlihat sangat... brutal!"Diego mengambil ponsel Julia, tatapannya tenang saat membaca headline tersebut. Senyum tipis, hampir tak
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: 145. Acara AmalDi Kamar utama di Girasol Estate. Cahaya hanya berasal dari lampu tidur redup di nakas.Larut malam. Diego baru saja selesai membantu Julia tidur nyenyak. Ia telah mengusap punggung Julia dan memijat kakinya hingga Julia, yang kelelahan karena kehamilan, terlelap dalam posisi yang paling nyaman.Diego memandang wajah tenang Julia yang terlelap, mengusap pelan rambut yang menjuntai di dahinya. Ia kemudian mencium pucuk kepala Julia dengan sangat lembut, memastikan sentuhannya tidak membangunkan kekasihnya.Saat ia bangkit dari sisi ranjang, ponsel yang berada di nakas sisi Julia menyala. Sebuah pop-up notifikasi pesan masuk. Pesan itu dari Pablo.Diego tahu apa artinya. Ia meraih ponselnya dengan hati-hati. Layar menampilkan pesan singkat dari Pablo Reyes."Misi selesai, Tuan. Video dan foto insiden di Ritz sudah tersebar ke media gosip utama. Kami menjamin besok pagi, ia akan sibuk mengurus citranya. Anda bisa tidur nyenyak."Die
Last Updated: 2026-03-04