تسجيل الدخولElla Harvard, 23 tahun, anak korban perceraian. Ujian terberatnya bukan saat suaminya selingkuh. Tapi saat adik iparnya diam-diam menggodanya. Akankah dia mengulangi kesalahan orangtuanya?
عرض المزيد“Tolong hamili aku ….” Kata Ella, tersendat.
Suaminya itu menatap Ella dengan dingin. “Cari saja pria lain. Aku tidak akan menyentuhmu, sampai kapanpun."
Tubuh Ella gemetar mendengar respon dingin suaminya itu.
Dia tidak akan merendahkan harga dirinya di depan pria ini kalau saja tidak dalam keadaan terdesak.
5 bulan ini dunia Ella runtuh. Karena anaknya yang baru berusia 2,5 tahun mengidap leukemia. Dia sudah protes kepada Tuhan, kenapa tidak dia saja yang sakit.
Bahkan, meminta Tuhan memindahkan penyakit itu ke tubuhnya. Namun hingga malam ini, Tuhan belum menjawab do’anya.
Karena itu, Ella menanggalkan harga dirinya dan mendatangi Mario di ruang kerjanya, meminta pria itu untuk menghamilinya. Sebab Ella butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi.
Tapi jawaban Mario barusan apa? Tidak mau menghamilinya? Ella tidak menduga.
“Kamu pikir aku mau kamu sentuh?” balas Ella, kemudian menyesal. Dia tahu bukan begini caranya berbicara dengan Mario.
Namun Ella terlambat. Rahang Mario sudah mengeras.
Ella berusaha merendahkan harga dirinya lebih rendah lagi. Karena hingga tadi siang, petugas bank darah tali pusat umum masih mengatakan belum ada HLA yang cocok dengan Sisi. Sebab sangat sedikit orang yang mau menyumbangkan darah tali pusat. Kebanyakan orang menyimpan darah tali pusat untuk keluarga mereka sendiri.
“Kalau ada cara lain, aku tidak akan memintamu menghamiliku. Sisi terkena leukemia akut jenis ALL. ALL perkembangannya sangat agresif. Harapan hidupnya mungkin hanya 5 tahun,” kata Ella.
“Kamu berlebihan. Pronosisnya bagus,” ujar Mario.
“Meskipun pronosisnya bagus, tapi dia susah sekali dibujuk untuk kemo. Dia takut suntik, sepertimu,” balas Ella.
Mario diam.
Kemudian Ella mengimbuhi, “Aku butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi. Tapi, hanya darah tali pusat dari saudara kandung yang punya peluang tinggi. Jadi, tolong … hamili aku.”
“Kenapa kamu membuatku mengulanginya? Cari saja pria lain,” keputusan Mario tidak berubah.
Ella menahan air matanya agar tidak jatuh, meskipun ucapan Mario bagai sebilah pisau yang mengoyak tubuhnya. Tubuh Ella nyeri, membayangkan nasib Sisi jika Mario tetap tidak mau menghamilinya.
Akhirnya, Ella hanya bisa sabar menghadapi Mario. “Kalau misal aku cari pria lain, lalu HLAnya tidak cocok. Bagaimana? Apa kamu mau menghamiliku?”
“Sepertinya tadi sudah kujawab. Sampai kapanpun aku tidak akan menyentuhmu,” ulang Mario, seperti sengaja menyakiti Ella.
Butiran kristal Ella menetes hangat di pipi. Mario juga melihat itu di wajah cantik Ella, tapi dia tetap dingin.
“Kita bisa ikut program bayi tabung, kalau kamu mau. Dengan begitu aku bisa hamil tanpa kita bersentuhan,” Ella tidak menyerah.
Mario diam.
Sementara di luar pintu, Zega, adik Mario mematung di depan pintu yang terbuka sedikit itu. Tadinya dia mau masuk untuk menemui Mario, ternyata tak sengaja mendengar percakapan suami istri ini.
Zega mendengar Ella menangis. Sekarang dia tahu duduk perkaranya, ternyata Mario tidak mau menghamili Ella, padahal Ella butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi. Zega tidak menyangka kakaknya lebih brengsek dari dia.
“Apa yang harus kulakukan agar kamu menolongku, sekali ini saja,” isak Ella.
“Menceraikanmu? Mengijinkanmu menikah dengan wanita lain? Katakan,” imbuh Ella, siap melakukan apapun untuk kesembuhan Sisi.
Mario tahu betul sifat ayahnya, Ray Alexander. Kalau dia cerai dengan Ella, pasti dia akan dipecat dari jabatannya sebagai CEO Grup MD dan bahkan, dicoret dari daftar keluarga. Karena itu, lebih baik saat ini begini meskipun tidak betah.
“Aku tidak akan menghamilimu. Camkan itu baik-baik, agar aku tidak perlu mengulanginya berkali-kali.”
“Apa kamu tidak peduli dengan Sisi?!” kesabaran Ella habis. Dadanya sesak saat mengatakan ini.
“Apa kamu baru sadar?” tanya balik Mario. “Lagihan dia cuma anak perempuan. Kalau anak laki mungkin akan kupertimbangkan, karena bisa jadi penerusku.”
Detik berikut, Ella melempar Mario dengan sepatunya heelsnya. Dan Mario menghajar Ella dengan ikat pingangnya. Hal ini sudah biasa terjadi diantara mereka, sejak awal menikah. Ella meraung, lalu Mario pergi.
3 tahun ini, selalu Ella yang berusaha menghangatkan rumah tangga. Tapi Mario selalu mencoba merusaknya. Ella berdiri, berjalan menuju kamar tidur Sisi. Sisi tidur pulas dan tangis Ella pecah di ambang pintu.
“Sisi akan baik-baik saja.”
Ella terkejut. Dia menatap pria tinggi, tampan dan atletis di sampingnya dengan heran. Zega?
Zega mengeluarkan tangannya dari saku, lalu mengulurkan saputangannya.
“Terima kasih.” Saat Ella mengambil saputangan dari tangan Zega, Sisi bangun dan seperti biasa, bayi berusia 2,5 tahun itu masih suka menangis setiap bangun tidur tidak ada ibunya.
“Biar aku saja." Zega melangkah mendekati Sisi.
Ella terperangah. Adik iparnya ini tidak pernah menyentuh anak kecil, sama seperti Mario. Apalagi menenangkan anak menangis. Memang Zega bisa?
Sampai parkiran Ella terkejut melihat Zega. Dia pikir pria itu sudah pergi, ternyata merokok di parkiran dan di sampingnya ada Adrian. Sebelum tertangkap mata oleh Zega, Ella mengambil jalan lain. Dia tidak ingin bertemu pria itu lagi dan diajak kabur seperti tadi. Ella terus melangkah dan mencari mobilnya di antara ratusan mobil. Sampai tidak sadar ada yang mengikutinya dari belakang. Setelah beberapa lama, akhirnya dia menemukan mobilnya. Dia segera menekan tombol buka pada kuncinya. "Mau kemana?" Ella sontak menoleh ke belakang, terkejut mendengar suara familiar itu. "Keluar," jawab Ella. "Keluar kemana?" tanya Zega, dingin. "Isi bensin," dusta Ella. Kemudian Ella lekas-lekas masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya. Dia menyalakan mobil, namun sebelum mobilnya sempet jalan, Zega berdiri di depan mobilnya sembari menyedot rokoknya. Terpaksa Ella menurunkan kaca mobil dan melongokkan kepalanya keluar jendela. "Bisa minggir?" kata Ella. Alih - alih mendapat j
Ella baru saja tenang Zega pergi, tapi Jane datang memberitahu bahwa ibu mertuanya telpon. "Kamu saja yang angkat," kata Ella. "Tadi sudah saya angkat, Bu. Tapi Nyonya besar ingin bicara dengan Anda," Jane berbisik sembari menyerahkan ponselnya ke Ella. Ella menatap Jane sejenak, ingin tanya apa yang ibu mertuanya katakan. Namun akhirnya Ella urung. Dia ambil ponsel dari tangan Jane kemudian dia tempelkan ke telinga. "Halo, Bu," sambut Ella sembari menarik nafas pelan. "Zega pasti sudah sampai sana," suara dingin Margaret. Ella terdiam. Ternyata feelingnya benar bahwa ibu mertuanya pasti membahas Zega, sebab besok hari pernikahan pria itu tapi pria itu malah ada di sini. "Kamu senang?" ulang Margaret. Ella semakin terdiam, bingung mau menjawab pertanyaan itu. "Apa kamu senang karena anakku lebih memilih kamu dibanding keluarganya?!" bentak Margaret. Zega memilih dia? Ella sangat terkejut, tidak pernah menyangka Zega akan memilih dia dibanding keluarganya. Pantas
Saat tiba di rumah, Ella terkejut melihat Mario overdosis. "Jane! Vina!" pekik Ella, panik. Setelah memanggil beberapa kali tak ada jawaban, Ella baru sadar dia pulang ke rumah sendiri. Terpaksa Ella mengangkat tubuh Mario yang sangat berat dan dengan susah bayah memasukkan ke dalam mobil. Lalu segera membawa Mario ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Ella terduduk lemas. Sementara Dokter, berjuang menyelamatkan nyawa Mario. "Tekanan darahnya, drop! cepat kasih cairan!" kata Dokter yang menangani Mario. Ella merenung, kenapa Mario jadi begini. Tak lama Jane datang. Setelah beberapa lama, Dokter yang menangani Mario keluar. Ella berdiri untuk bertanya. "Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Ella. "Kami berhasil menstabilkan, Bu. Tapi kondisinya masih kritis." Ella sedih mendengarnya. "Terimakasih, Dok." "Sama-sama, Bu. Permisi." Ella menganguk, lalu turut mengantar Mario ke ruang rawat inap. Ella menatap Mario yang masih belum sadarkan diri. Ella tahu, Mario bu
Setelah Rayend pergi, Ella kembali ke kamar Sisi dan mulai menggambar lagi. Karena otaknya buntu, Ella menelpon Poppy dan minta foto orang yang pesan lingeri. Mungkin dengan begini dia bisa mendapat inspirasi. Siasat Ella tak meleset. Setelah menatap foto orang yang pesan lingerie seharga 7,8 miliar itu, dia punya ide. Ella menggerakkan pensilnya dan mulai menggambar. Ada lingeri warna putih yang punya sayap seperti malaikat dan bertabur berlian 0.5 ct di sayapnya. Ada lingeri warna putih yang punya ekor seperti gaun pengantin dan payetnya terbuat dari emas 22 karat. Ada pula warna kuning, hitam yang bertabur batu permata langka. Ada pula yang memiliki stocking dan mahkota bunga. Semua design Ella terlihat glamour, elegan, feminim, dan memanjakan mata kaum pria untuk menikmati lekuk tubuh wanita dengan cara berbeda. Ke esokan paginya. Ella sedang mengirim designnya ke Poppy ketika matanya melihat tanggal. Sudah 2 minggu dia telat menstruasi! Ella semakin takut hamil!
3 bulan kemudian. Gashi dan Adrian belum keluar dari apartemen. Tabungan mereka habis untuk investasi bitcoin. Padahal, mereka baru saja beli bitcoin tapi harganya terjun bebas. Namun Zega, malam ini merayakannya bersama Jordan, di rooftop salah satu gedung pencakar langit di Brigton, negara kel
3 hari kemudian. Ella tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana namun memiliki halaman sangat luas. Ella menatap Mario yang duduk di depannya. "Sudah 3 hari kamu tidak makan maupun minum. Apa kamu tidak cocok dengan masakanku?" tanya Mario. Ella tidak menjawab, hanya menatap. Meskipun tiga
"Sudah meniduriku, melarangku pulang pula. Apa dia lupa aku punya pekerjaan? punya Sisi?" Ella geleng-geleng kepala merasakan Zega. Meski begitu dia patuh. Setelah itu Ella melihat tasnya yang masih ada di atas meja. Dia penasaran, bagaimana Zega mendapatkannya. Ella membuka tas itu, tercenggang
Ella tidak pulang ke rumah keluarga Alexander sejak perselingkuhannya dengan Zega terbongkar. Dia hanya bolak balik kantor - rumah sakit. Ella juga belum menelpon ayah dan ibu mertuanya meski sudah 1 minggu. Ella menandatangani kontrak kerjasama dengan salah satu pengusaha yang akan mengekspor pro






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.