MasukKalau kamu dan cinta sejati suamimu mengalami kecelakaan bersamaan, siapa yang akan diselamatkan suamimu? Devan memilih menggendong cinta sejatinya pergi. Bersama darah yang mengalir, bukan hanya nyawa bayi dalam kandungan yang mati, tetapi hati Scarlett juga ikut mati. Pernikahan mereka hanyalah sebuah transaksi. Semua orang tahu Scarlett merebut Devan dari wanita yang benar-benar dia cintai. Namun, dia percaya seiring berjalannya waktu, dia pasti bisa menunggu hari saat Devan menoleh dan melihat dirinya. Sampai tiba hari ketika harus mengubur anak yang sudah tiga bulan berada dalam rahimnya, Scarlett akhirnya sadar. "Kita cerai." Satu lembar perjanjian, dua hati yang tidak lagi terikat. Tiga bulan kemudian, di bawah gemerlap cahaya panggung, Scarlett berdiri menerima penghargaan. Devan terpaku menatapnya selama beberapa detik, lalu berkata dengan tenang kepada semua orang, "Ya, itu istriku." "Istri?" Scarlett tersenyum tipis, menyodorkan surat perjanjian cerai ke tangannya. "Maaf sekali, Pak Devan. Yang benar itu mantan istri." Untuk pertama kalinya, pria yang selama ini selalu tenang dan dingin itu kehilangan kendali. Matanya memerah, suaranya bergetar. "Mantan? Aku nggak pernah menyetujui perceraian ini!"
Lihat lebih banyakEdric tersenyum. "Jadi singkatnya, kemungkinan mataku nggak bisa melihat lagi memang lebih besar."Kalau menjalani operasi, ada kemungkinan dia akan kehilangan penglihatannya. Kalau tidak menjalani operasi, beberapa bulan kemudian dia juga mungkin akan kehilangan penglihatannya.Dokter asing itu mengangguk.Jari Edric mengetuk pelan permukaan meja. Setelah berpikir selama dua detik, dia berkata, "Kalau begitu, lakukan operasinya."Dokter asing itu melirik ke arah orang di sampingnya, lalu berkata, "Apa kamu ingin menghubungi keluargamu terlebih dahulu untuk membicarakan hal ini?"Edric menggeleng sambil tersenyum tipis. "Dia sangat sibuk. Aku nggak ingin dia mengkhawatirkanku. Lagi pula, aku percaya pada pacarku. Dia nggak akan meninggalkanku hanya karena operasinya gagal."Dokter asing itu mengacungkan jempol. "Benar-benar wanita yang luar biasa. Aku sudah melihat terlalu banyak pasangan, baik yang masih pacaran maupun yang sudah menikah, semuanya saling meninggalkan saat musibah data
"Kamu akan baik-baik saja, Florence, kamu pasti akan baik-baik saja."Suara Harris belum pernah selembut ini. Ucapannya begitu lirih. Entah kata-kata itu sedang dia ucapkan untuk Florence atau untuk menghibur dirinya sendiri.Florence sudah tidak memiliki tenaga. Kesadarannya mengambang antara sadar dan tidak. Namun, rasa anyir di mulutnya serta rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh terus-menerus menyeretnya kembali ke kenyataan."Cari cara! Cari cara untuk sembuhkan dia!" Harris berteriak kepada para dokter keluarga di sampingnya.Salah seorang dokter maju dengan tubuh gemetar."Pak Harris, kondisi Bu Florence saat ini sangat dipengaruhi oleh emosinya. Kalaupun diberi obat, itu hanya mengatasi gejalanya, bukan akar masalah.""Lagi pula, setiap obat pasti memiliki efek samping. Dengan kondisi tubuh Bu Florence sekarang, kalau terus diberi obat, organ tubuh lainnya juga mungkin akan terdampak.""Memberinya obat sekarang sama saja seperti meminum racun untuk menghilangkan dahaga.""P
Devan mencibir. "Terus, aku harus gimana? Berlutut memohon supaya dia jangan pergi?"Namun menurutnya, Scarlett sudah benar-benar bulat dengan keputusannya. Kalaupun dia berlutut memohon agar Scarlett tidak pergi, kemungkinan besar Scarlett tetap tidak akan mendengarkannya. Yang ada, Scarlett justru akan makin memandang rendah dirinya."Kakak belajar saja dari dia." Pamela berkata santai. "Dulu waktu Kakak bersikap sedingin itu padanya, dia tetap berusaha cari cara supaya bisa tetap berada di sisi Kakak.""Kakak dan Scarlett punya fondasi hubungan selama bertahun-tahun. Nggak seperti aku dan Mavin."Saat mengatakan itu, Pamela merasa sedikit menyesal. Kalau dulu hubungannya dengan Scarlett lebih baik, mungkin Scarlett akan mengenalkannya kepada Mavin, sehingga dia tidak akan kalah telak seperti sekarang.Namun menurutnya, apa yang dikatakan Scarlett juga benar. Mavin tidak menyukainya. Kalaupun mereka benar-benar bersama, dia hanya akan menjadi Scarlett yang kedua.Lagi pula, dia mende
Di Grup Laksmana.Setelah Vivian dicopot dari jabatannya, proyek yang selama ini ditanganinya langsung menjalani investigasi besar-besaran. Di dalam proyek itu sendiri juga dilakukan perombakan besar terhadap susunan internal.Seluruh anggota tim proyek diliputi rasa cemas. Mereka semua tahu bahwa Vivian dan Devan hampir bertunangan, jadi tak seorang pun menyangka Devan akan bertindak setegas itu terhadapnya.Yang paling ketakutan tentu saja Kenny, karena dialah yang selama ini berhubungan langsung dengan Vivian.Dalam kepanikan, Kenny mengakui semuanya tanpa menyembunyikan apa pun, termasuk bagaimana dulu Vivian memerintahkannya memanfaatkan hubungannya dengan Melati untuk mendapatkan gambar desain UME, serta bagaimana dia menggunakan opini publik dan menghubungi media lebih dulu untuk mencemarkan nama baik UME.Saat ini, di ruang presdir Grup Laksmana, Devan menatap berkas hasil penyelidikan yang dibawa Fadil. Wajahnya sedingin es.Dia mengembuskan napas panjang, lalu menyerahkan kem






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak