LOGINBagaimana Jika adikmu tiba-tiba mengatakan kalau dia ingin menjadi madumu? Hal gila bukan? Itulah yang terjadi di kehidupan Melisa. Rani, adiknya tiba-tiba meminta izin untuk menjadi istri kedua suaminya. Tentu saja Melisa menolak. Namun, apa jadinya jika hal yang sebenarnya terjadi adalah Rani dan suaminya sudah menjalin hubungan di belakangnya? Bahkan Rani telah mengandung anak dari suami Melisa. Sayangnya, rencana pernikahan mereka tidak bisa terlaksana karena Rani adalah ....
View More#โรงแรมหรู
ภายในห้องระดับพรีเมียม ผมอุ้มผู้หญิงตัวเล็กมาวางไว้บนเตียงขนาดคิงไซซ์ แล้วจ้องมองเรือนร่างของเธออย่างไม่ละสายตา “นะ หนาว” “เดี๋ยวก็ร้อน” ไม่พูดพร่ำทำเพลงอะไรให้ยืดยาว ผมขึ้นคร่อมบนตัวของเธอที่นอนไม่ได้สติ ก่อนจะก้มลงฉกชิมรสหวานจากริมฝีปากอวบอิ่มอย่างอดใจไม่ไหว ทว่าก็ต้องแปลกใจเพราะคนตัวเล็กใต้ร่างทำเหมือนจูบไม่เป็น “อื้อ มะ ไม่นะ อื้อ~” เธอใช้มือปัดป่ายไปทั่วแม้ไม่รู้ว่ามันเกิดอะไรขึ้น “ต้องการเงินเท่าไหร่ ?” ดวงตากลมค่อย ๆ เปิดขึ้นมองหน้าผม เธอขมวดคิ้วเล็กน้อยด้วยท่าทางที่ไม่มีสติเหมือนเดิม “ถามว่าจะเอาเงินเท่าไหร่ ฉันยินดีจ่าย” ผมถามย้ำ “หะ ห้ายเงินเอยทำมายคะ” “คืนนี้ฉันซื้อเธอ ค่าตัวเท่าไหร่ว่ามา” ดวงตาของเธอค่อย ๆ ปิดลงช้า ๆ แถมยังไม่ยอมตอบคำถามของผม ผมจ้องมองใบหน้าหวานรับรู้ได้ว่าผู้หญิงคนนี้บริสุทธิ์และมันก็ทำให้ผมยิ่งอยากลิ้มลองรสหวานจากร่างกายของเธอ ถึงแม้ตอนนี้เธอจะหลับไปแล้ว ผมก้มลงสูดกลิ่นหอมตรงซอกคอของผู้หญิงใต้ร่างที่ไม่รู้จักแม้กระทั่งชื่อ แต่ยังไม่ทันจะได้ทำอะไรเกินเลยไปมากกว่านั้นเสียงโทรศัพท์ก็ดังขึ้นมาซะก่อน ผมหันไปจ้องมองโทรศัพท์อย่างไม่ชอบใจเท่าไหร่ เพราะถูกขัดจังหวะแต่ก็ยอมรับสายแต่โดยดี “มีอะไร” (นายครับตอนนี้โกดังไฟไหม้ไฟกำลังลามไปทั่วแล้วครับ) “พวกมึงดูแลกันยังไงให้โกดังกูไฟไหม้ฮะ!!” ผมตวาดถามลูกน้องอย่างไม่สบอารมณ์ ถ้าหากไฟไหม้ทั้งโกดังมูลค่าความเสียหายทั้งหมดคงไม่ต่ำกว่าร้อยล้าน (พวกที่เฝ้าหน้าโกดังถูกวางยาทั้งหมดเลยครับนาย) ผมตัดสายทิ้งพร้อมกับกำโทรศัพท์ในมือแน่น รู้ดีว่าเรื่องนี้ต้องมีคนอยู่เบื้องหลัง และตอนนี้ผมไม่สามารถนิ่งนอนใจอยู่ที่ไทยได้ เพราะต้องรีบกลับอังกฤษ ใจนึกเสียดายเมื่อมองร่างอรชรที่นอนหลับอยู่ ถ้าปล่อยเธอไปก็คงจะเหมือนปล่อยเนื้อชิ้นดี แต่ตอนนี้มันมีเรื่องที่ต้องสนใจมากกว่าเซ็กส์ ผมก้มลงกระซิบบอกข้าง ๆ หูของคนตัวเล็กที่กำลังหลับไม่รู้เรื่อง “ครั้งนี้ฉันจะยอมปล่อยเธอไปแต่ถ้าเจอกันอีกเมื่อไหร่เตรียมตัวเอาไว้เพราะฉันจะ… ลากเธอขึ้นเตียง” “อื้อ~”Melissa yang mendapat laporan dari Irit pun merasa bingung. Perempuan itu mengerutkan kening pertanda berpikir. "Seingat aku ini bukanlah hari di mana aku dan dia harus mengecek lokasi pekerjaan."Namun, Argo menepuk pundaknya dan membuat mereka saling tetap. Argo meggangguk. "Temuilah dulu. Toh pekerjaan kita selesai bukan? Aku akan pulang lebih dulu," ujar pria itu kemudian.Melissa mengangguk. "Baikkah."Dia menatap Irin. "Minta saja dia masuk," ujar Melisa kemudian."Ya sudah. Kalau begitu aku pulang dulu," ujar Argo. pria itu berpamitan lalu keluar dari ruangan Melisa.Di depan ruangan, dia berpapasan dengan Kafka. Keduanya hanya saling mengangguk tanpa berbicara lalu melanjutkan langkah.Kafka sendiri langsung memasuki ruang Melissa. "Selamat siang.""Siang. Duduklah," ujar Melisaa dengan menunjuk ke arah kursi yang ada di hadapannya.Kafka pun mengangguk, pria itu duduk dan berhadapan dengan Melissa "Ada apa? Bukankah hari ini bukan jadwal kita untuk meninjau lokasi?" tanya Me
Suasana ruangan tempat Melissa dirawat tampak akwward. kedatangan Keluarga Kafka membuat Tuan Bagus tidak menyukai hal itu. Namun, adanya campur tangan Kafka dalam menyelamatkan Melissa membuat pria tua itu tidak bisa mengusir mereka yang datang. Windi mendekati Melissa. Perempuan itu tersenyum tipis dan berdiri di samping brankar mantan menantunya. Dia meraih tangan Melissa dan menggenggamnya. "Kabar kamu bagaimana?" tanya Windy dengan suara pelan. Melissa pun tersenyum tipis. "Baik, Tante." Windi yang mendengar itu sedikit merasa tercubit hatinya, karena rasa sakit ini. Beberapa waktu lalu Melisa masih memanggilnya dengan sebutan Mama, tapi kini tak ada lagi panggilan itu. Melissa sudah memanggilnya dengan sebutan Tante. Windi menarik nafas dalam. "Syukurlah," ujarnya kemudian. Namun, ada ekspresi sedih yang dipasang perempuan itu. "Maafkan Okta, ya sudah merepotkan kamu. Maaf kalau Okta sudah membuat kamu seperti ini," ujar perempuan itu. Dia mengelus punggung tangan Mel
"Kami berhasil menyelamatkan Melissa dan saat ini Kak Okta sudah ditahan oleh polisi," ujar Kafka lebih jelas. Windi yang mendengar itu meremas tangannya. Ada rasa lega kalau Kafka mengatakan jika mereka berhasil menyelamatkan Melissa. Namun, ada rasa sedih juga ketika mendengar putra pertamanya kini sedang dalam penjara. Jujur saja dia merasa tidak tega terlepas bagaimana parahnya sikap anaknya itu selama ini. "Mama sedih?" tanya Kafka yang melihat ekspresi mamanya. Windi langsung tersenyum sedikit samar. "Tidak," jawabnya kemudian. Meskipun perempuan itu mengatakan tidak, Kafka tahu benar bagaimana perasaan mamanya. Dia meraih tangan Windi dan menggenggamnya dengan erat. "Kafka tahu Mama sayang sama Kak Okta. Sama seperti mama sayang pada Kafka. Kami tahu itu. Tapi, apa pun itu Kak Okta harus mendapatkan hukumannya. Dia harus menjalani itu semua. Itu adalah risiko dari apa yang sudah dia lakukan." Kafka mencoba menjelaskan. "Iya Mama tahu," ujar Windi seperti seseorang
Kejadian itu begitu tiba-tiba dan mengejutkan semua orang. Kini, semua mata tertuju pada dua pria yang kali ini sedang beradu mekanik. Okta yang sempat mengambil pisau kecil dari saku celananya sempat melukai lengan pria yang tidak dikenal dan mencampuri urusannya itu. "Lisa," panggil Argo lirih. Dia pun berlari cepat untuk mendekati Melissa. "Melissa," panggil Argo sekali lagi ketika berada di samping perempuan itu. "Argo," panggil Melissa dengan suara takut. Perempuan itu langsung memeluk Argo dengan erat. "Aku takut," ujarnya kemudian. Argo membelai kepala Melissa dengan lembut. "Tenang. Kamu tenang, ya. Kamu sudah aman sekarang," ujarnya kemudian. "Bawa dia menjauh," ujar Kafka menatap Argo. Argo pun mengangguk. "Ayo kita menjauh dari tempat ini," ujarnya pada Melissa. Melissa pun mengangguk lalu mengikuti langkah Argo untuk berada di tempat yang aman. Kafka yang melihat itu hanya tersenyum sendu. Sedih pastinya, karena dia melihat kemesraan antara Argo dan juga M
Okta sempat terkejut sesaat mendengar apa yang dikatakan Melisa. Namun, beberapa saat kemudian dia menunduk dan tak lama bahunya bergetar, terdengar suara tawa dari bibir pria itu. Melisa yang sudah dalam keadaan kembali menangis langsung menatap bingung sang suami yang kini malah tertawa. Dalam h
"Apa maksud kamu, mas?" tanya Melisa yang sudah berhasil menguasai diri dari rasa terkejut. Dia menatap suaminya dengan bola mata melotot."Jangan sembarangan kalau bicara, Mas. Ini bukan hal sepele. Sadar kamu." Dia melanjutkan."Nak Okta. Kamu tenangkan diri dulu, kanga bertindak gegabah. Ini buk
Okta dan Melisa sudah berada di rumah mereka sendiri, lebih tepatnya di rumah kedua orang tua Okta. Sebelum menikah memang Okta mengatakan dia ingin keduanya tinggal di rumahnya karena tidak ada yang mengurus kedua orang tuanya. Okta dua bersaudara. Satu Adik laki-lakinya masih menempuh pendidikan
"Ada apa tiba-tiba Rani minta kami datang, Pa, Ma?" tanya Melisa ketika dia baru saja memasuki kediaman kedua orang tuanya. Padahal, beberapa hari lalu dia baru saja mengunjungi tempat ini sebagai kegiatan rutin dia dan sang suami mengunjungi rumah orang tuanya. Kini, dia dan Okta harus datang ke






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore