MasukElina mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya tewas di tempat. Tapi tiba-tiba saja ia terbangun di dalam tubuh tokoh antagonis komik yang terakhir dibacanya! Ellisha De Faelwen. Tokoh yang nantinya akan mati di tangan suaminya sendiri. Elina bertekad untuk mengubah alur cerita tersebut. Tapi mengapa ia seperti tetap berada di jalan yang sama? Sebenarnya apa yang salah? Ikuti kisah perjalanan Elina bersama tokoh favoritnya, Duke Charless!
Lihat lebih banyakElina merasa sangat takut saat Galiard datang membaca barang yang diminta oleh Charless. Tidak ada satu pun yang bicara. Apalagi saat Charless nampak sedang menempelkan besi di bara yang menyala."Maafkan saya, Nona. Tapi separuh perjalanan hidup, saya habiskan bersama pekerjaan ini," ujar Charless.Elina tidak menjawab. Matanya tidak bisa berpaling dari besi yang sebagiannya sudah berwarna merah."Baiklah. Saya akan mulai dengan pertanyaan yang mudah," ujar Zetrian sembari berjalan ke belakang Elina.Elina menelan ludahnya dengan kasar. Besi panas itu sudah digenggam oleh Charless. Hanya jawabannya yang bisa menentukan besi itu menempel di wajahnya atau tidak."Apa Nona tau rencana ayah Anda?" tanya Zetrian.Elina menggeleng pelan. Tatapannya bertemu dengan Charless. Zetrian mendeham beberapa kali, namun tidak ada pergerakan."Duke?" panggil Zetrian.Charless mengerjap, lalu menoleh ke arah Zetrian. "Ya?""Mengapa kau melamun? Dasar bodoh!"Zetrian langsung mengambil alih besi itu, n
Charless merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia mengusap wajah dengan kasar saat teringat ucapan Zetrian. Nampaknya pria itu benar-benar ingin membuat Ellisha membuka mulut terkait aktivitas ilegal yang dilakukan ayahnya."Bagaimana jika gadis itu tidak bicara, bahkan setelah besi panas menempel di wajahnya?"Charless mendesah gusar. Ia bergegas bangun dan mengenakan mantel hitam panjangnya. Begitu keluar kamar, ia langsung menemukan Ellisha tengah berdiri di balkon lantai dua.Entah mengapa Charless selalu merasa ada kesedihan yang menyelimuti gadis itu. Apalagi saat tengah berdiri sendirian di tengah malam seperti ini."Anda tidak tidur, Nona?" tanya Charless."Se-sebentar lagi."Kedua tangan Charless terkepal kuat. Bagaimana bisa gadis yang terlihat sangat rapuh itu terlibat dengan Torico. Salah satu kandidat yang dicurigai ingin melakukan pemberontakan.Charless berdiri di samping Ellisha yang hanya setinggi dadanya. Gadis itu nampak kedinginan karena tidak mengenakan mantel. Tanpa di
Elina meronta saat Zetrian secara langsung turun tangan merantai kedua tangannya. Padahal ia yakin selama ini tidak pernah melakukan kesalahan yang melibatkan kerajaan."Tunggu sebentar, Yang Mulia Pangeran!" seru Elina sembari membungkuk. Ia masih harus menjaga sopan santunnya."Kebohongan apa lagi yang ingin Anda sebarkan, Nona Faelwen?" tanya Zetrian, senyum miring terpasang di wajahnya.Kedua tangan Elina terkepal kuat. Jika tidak dirantai, mungkin saja ia sudah memukul wajah tampan pria tersebut."Saya tidak tahu alasan Yang Mulia menangkap saya.""Tidak perlu alasan untuk menyeret keluarga Faelwen, termasuk Anda, Nona!"Dahi Elina mengkerut. "Tapi saya tidak melakukan kesalahan apa pun!""Bawa dia keluar!" seru Zetrian.Tubuh Elina yang belum terisi makanan apa pun itu nyaris terbang saat pengawal menarik rantai yang ada di tangannya. Ia bisa merasakan nyeri hebat di sekitar pergelangan tangan. Namun memohon seperti apa pun tidak akan mendapat belas kasihan dari Zetrian yang sud
Gosip mengenai Ellisha De Faelwen menyebar luas. Ada yang mengatakan bahwa sang antagonis itu bertobat karena usianya tidak lama lagi. Ada pula yang mengatakan kalau Ellisha sang pembuat onar mengalami gegar otak saat jatuh ke sungai beberapa bulan lalu.Mau bertobat atau pun gegar otak, keduanya sama-sama menarik perhatian Pangeran Zetrian. Pria yang selama ini tutup mata soal Ellisha De Faelwen, mulai mengirim mata-mata untuk mengawasi wanita tersebut."Apakah kabar itu benar?" tanya Zetrian.Charless menghela napas pelan. "Masih belum dipastikan kebenarannya, Pangeran."Zetrian memijat keningnya. "Jangan sampai ada yang terlewat. Bisa saja ini direncanakan untuk menutupi kebusukan Count Faelwen.""Apa maksud Anda, Pangeran?"Zetrian menatap sahabat lamanya itu dengan wajah bingung. Ia tertawa pelan penuh paksaan. Sedetik kemudian raut wajahnya kembali serius."Jangan hanya karena perubahan kecil, kau sampai melupakan semua kejahatan gadis itu!" kata Zetrian dengan tegas.Charless m
"Nona Faelwen sudah sadar?" tanya Charless tanpa mengalihkan pandangannya dari tumpukan dokumen.Galiard yang berdiri di sampingnya mengangguk. "Benar, Tuan."Charless meletakkan penanya di atas meja, lalu ia berdiri. Ia menatap Galiard cukup lama. Kemudian keluar dari ruangannya tanpa mengatakan ap
"Tuan Duke!" jerit Mika.Charless sangat terkejut saat melihat Elina yang ada dipangkuan Mika. Darah mengalir dari mulut dan hidungnya. Secepat mungkin ia membuka pintu sel yang terkunci."Apa yang terjadi dengan Nona Faelwen?" tanya Charless dengan suara meninggi.Mika menunduk takut sembari mengg
Walau berita Elina yang mengakui perbuatannya sudah sampai ke telinga Sang Raja. Tapi nyatanya ia masih harus di penjara selama lima hari sebagai bentuk ketegasan Raja Verdentia dalam menangani masalah."Jika Nona ikut berperang, lalu bagaimana dengan saya?" tanya Mika lirih.Elina sontak menoleh.
"Apa yang sedang Anda rencanakan, Nona Ellisha Faelwen? Anda mau membunuh Putri Casia?!"Elina mengerutkan dahinya. Namun saat hendak membela diri, ia langsung ditarik menuju kamar Casia. Terlihat jelas gadis itu terbaring di kasur dengan darah keluar dari hidung dan mulutnya.Sontak Elina menoleh
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.