LOGINSetelah mengalami kegagalan di pernikahan pertama yang telah memberi nya seorang anak, membuat Nisa lebih berhati-hati dalam menjalani pernikahan keduanya dan berharap pernikahan ini adalah pernikahan terakhirnya. Namun kenyataan tak semudah harapan dan impiannya, memiliki mertua yang tak pernah menganggap dirinya sebagai menantu, merupakan beban berat bagi Nisa. Suami yang diharapkan sebagai pelindung baginya pun tak seperti yang diharapkan. Nisa yang berjuang demi menjaga keutuhan rumah tangganya pun merasa lelah dan menyerah, hingga memutuskan untuk berpisah. Walaupun dalam kondisi hamil dan belum diceraikan secara hukum, Nisa nekad pergi dengan membawa tekad untuk tidak akan menikah lagi. Dengan penuh kesabaran dan pengorbanan, ia berjuang dengan membuka usaha Restaurant dan bisnis online bersama sahabatnya. Nisa tetap bertahan demi membesarkan kedua buah hatinya, walau begitu berat untuk ia lalui. Dan sedikit demi sedikit dia berhasil membuktikan bahwa dia bukanlah wanita yang lemah. Namun di saat semua kepahitan dalam hidupnya dapat ia singkirkan dan lupakan. Tiba-tiba datang seseorang dari masa lalunya yang tiada lain adalah mantan suami pertamanya yang ternyata selama ini mencari keberadaan Nisa dan anaknya. Bagaimana kisah asmara mereka, dapatkah mereka bersatu sementara hingga saat ini Nisa belum diceraikan secara sah menurut negara. Mampukah Nisa meraih kebahagiaan seperti yang selama ini ia impikan? Simak terus lanjutan cerita kisah cinta segitiga ini. Dan mohon dukungan para pembaca agar penulis lebih semangat dalam menulis...
View MoreBu Susy tersadar dari tidurnya kaget, melihat suasana berbeda dengan tempat yang ia tempati beberapa bulan terakhir. Dalam kebingungan, ibu Susy berteriak. Tak berapa lama, seorang perawat yang bertugas melayani para penghuni panti, datang. "Ada apa, Bu?" tanya perawat tersebut. "Hapa... hamu...?" tanya bu Susy heran. "Saya perawat di sini, Bu! Ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya perawat yang telah terbiasa berinteraksi dengan orang stroke, membuat ia bisa mengartikan bahasa tak jelas dari ibu Susy."Hana, haman, haku hau haman!" "Maaf Bu, Bapak Arman sendiri, yang mengantarkan Ibu ke sini! Saat ini, Bapak Arman sudah pulang! Ibu bisa tenang, Ibu berada di tempat yang khusus merawat para orangtua, yang tak sempat, di rawat anak-anak mereka!"Betapa kagetnya bu Susy setelah mendengar penjelasan perawat. Ia nampak shock, tak menyangka jika ia akan dibuang oleh anaknya sendiri. Bu Susy menangis, ia menyesal
"Apaan sih, Mas! Aku malah bahagia, jika mereka bisa tetap bersama selamanya! Lagi pula, aku udah punya kamu, ngapain harus menyemburukan suami orang?" jawab Nisa sambil nyelendot di tangan Rasya. Hati Rasya berbunga-bunga, dengan ungkapan perasaan istrinya. "Terimakasih sayang! Aku harap, apapun masalahnya, kita bisa bicarakan baik-baik! Aku tak mau mengalami kegagalan, dalam rumahtangga kita!""Aamiiiin....! Sama-sama, sayang!" jawab Nisa tersenyum manis. Nisa merasa bahagia, dengan selesainya semua permasalahan yang ia rasakan selama ini, Nisa akhirnya bisa merasa lega. "Mas.... aku bahagia banget, masalalu yang dulu aku alami terasa berat, ternyata memberi kebahagiaan bagiku, di masa sekarang!" ucap Nisa memandang jalanan di depan. "Syukurlah, tapi aku akan berusaha, memberikan kebahagiaan bukan cuma saat ini, tapi selamanya!""Aamiiiin...!"Kedua suami istri tak jadi pulang ke rumah, tapi justru mereka
"Terimakasih atas saran lo, Nis! Aku akan lihat, bagaimana Indra menyadari kesalahannya! Jika memang dia pantas untuk dipertahankan, maka aku akan berusaha mempertahankannya!" jawab Dinda santai. "Bagus deh, semoga Allah memberikan kebaikan untuk rumahtangga kalian!""Aamiiin....!" balas Dinda atas do'a Nisa. "Oh iya Nis! Aku mau minta maaf, ya! Nama kamu, ikut digunakan oleh mendiang anakku!' jawab Dinda sedih teringat dengan kematian putri kecilnya. "Gak papa, kok! Lagian, nama itu 'kan belum aku bikinkan lisensinya, jadi siapa aja boleh menggunakannya! Apalagi aku cantik, aku yakin siapapun yang menggunakan nama itu, pasti cantik kayak aku!" jawab Nisa enteng. Dinda melongo dengan kenarsisan sahabatnya, sejak kapan, pikirnya "Lo baik-baik aja, 'kan, Nis?" tanya Dinda sambil menempelkan tangannya di dahi Nisa. "Apaan sih, Din! Orang sehat begini, malah dibilang sakit!" gumam Nisa sewot. "Tunggu.... tunggu! Sejak
"Assalamualaikum....!" ucap salam Nisa yang di depan sebuah rumah minimalis, ditemani suaminya. "Rumahnya, asri ya Mas!" ucap Nisa sambil melihat-lihat lingkungan rumah sahabatnya. "Kamu suka?" tanya Rasya merangkul tubuh istrinya kepelukan. "Banget, aku itu sukanya suasana alam, ya.... seperti taman ini, Mas!""Nanti kita beli satu, rumah yang ada tamannya!" jawab Rasya enteng. "Awh....!" jerit Rasya yang mendapat cubitan dari istrinya. "Apaan sih, sayang! Main cubit aja!" sungut Rasya sambil menggosok perutnya. "Kamu yang apaan, Mas! Beli rumah, kayak beli gado-gado, pemborosan tau!" protes Nisa. "Kan kamu ingin suasana seperti ini, sayang!" jawab Rasya membela diri. "Tapi nggak gitu juga konsepnya, kali...!" jawab Nisa heran dengan pola pikir suaminya. "Waalaikum salam....! Maaf, cari siapa, ya?" tanya wanita paruhbaya yang membukakan pintu. Rasya dan Nisa menoleh ke pintu
Nisa baru ingat, jika bulan ini dia belum menstruasi. "Kenapa, nak? Kamu gak berencana menunda kehamilan, 'kan?" "Ee...nggak kok, Yah!" cicit Nisa."Syukurlah, gak baik kamu menunda kehamilan! Walau bagaimanapun, kamu harus menghargai keinginan suamimu! Lagi pula, Ahm
Pagi itu seperti biasa, Nisa masih berada di tempat tidur, sifat yang akhir-akhir menghampirinya. "Kamu masih lemes, sayang?" tanya rasya melihat istrinya masih bergulung selimut. "Banget.....! Nganggur aja lemes, Mas, apalagi tadi malam kamu ajak olahraga!" jawab Nisa manyun.
"Sekarang kamu bisa tenang, sayang! Penderitaan kamu akan terbalas lunas sebentar lagi! Dengan siksaan demi siksaan yang akan ia rasakan!" ucap Jhon dalam hati. Keesokan malam berikutnya, Jhon menelpon Tuan Frass. Dengan suara panik, dia menyampikan kabar, jika pihak kepolisian telah me
"Apa kabar, Tuan!" tanya jhon, saat bertemu mantan bosnya. "Saat ini saya tidak baik-baik saja, jhon! Bagaimana kabar yang lain?" jawab Tuan Frass sambil tersenyum. "Mereka semua ikut saya, Tuan!" jawab Rasya datar "Sejak peristiwa penagkapan itu, kami semua bersembunyi, Tuan!






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.