Short
Aku Jatuh Cinta Pada Ibu Mertuaku

Aku Jatuh Cinta Pada Ibu Mertuaku

By:  NandoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
5.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Lukas, kamu boleh lebih kasar lagi ...." Tengah malam, wanita matang telanjang yang berlutut di atas ranjang itu menoleh menatapku. Dia terus memundurkan bokongnya yang bulat, bibir merahnya sedikit terbuka, tatapan matanya sayu seolah bisa melelehkan siapa pun. Sehari yang lalu, aku tidak pernah menyangka aku bisa menaklukkan ibu mertua yang begitu montok dan matang di bawah tubuhku ....

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Lukas Sargio, seorang pria beristri berusia 25 tahun.

Akhir-akhir ini aku merasa sangat tertekan, karena istriku yang mungil dan ramping tidak sanggup menahan punyaku yang besarnya setara pria Afrika.

Apalagi energiku sangat kuat, rasanya seluruh badanku tidak enak kalau sehari saja tidak main.

Setiap kali melakukannya selalu terasa seperti pemerkosaan, aku harus menggempur istriku sampai dia hampir pingsan barulah rasa hausku sedikit terobati.

Hasilnya, belum ada sebulan, mulut bagian bawahnya sampai bengkak dua kali lipat ukuran semulanya.

Masalah ini bahkan sampai membuat ibu mertuaku, Raisa Yumna, merasa khawatir.

Raisa adalah atasan langsungku, dia juga yang mengenalkan istriku padaku.

Awalnya, dia mengira aku pria berengsek dan merasa tidak adil bagi putrinya, tapi setelah tahu alasannya, dia jadi agak malu menghadapiku.

Hari itu, aku sedang di kantor memikirkan cara melatih teknik mulut istriku, tiba-tiba telepon berdering.

Itu telepon dari Raisa yang memintaku untuk menemuinya.

Aku mengetuk pintu, mendengar suara "silakan masuk" dari dalam, lalu memutar gagang pintu.

Hal pertama yang kulihat adalah Raisa yang sedang menunggingkan bokongnya, membungkuk merapikan barang-barang di dalam kotak kardus. Bokongnya yang indah dan padat bergoyang pelan.

"Udah datang?"

Dia bahkan tidak mendongak, jelas sudah tahu posisiku dari suara langkah kaki. Dia pun memberi isyarat dengan dagunya ke arah sofa di samping, "Duduk dulu, tunggu aku selesai beres-beres."

Aku tidak menjawab, langsung menuju sofa dan duduk. Aku menatap punggungnya dan tanpa sadar menelan ludah.

Kalau tidak salah ingat, ibu mertuaku tepat berusia 40 tahun ini, usia di mana gairah wanita sedang memuncak.

Berbeda dengan istriku yang mungil, dia yang setinggi 168 cm ini rajin berolahraga. Bentuk tubuhnya terjaga sangat baik, tipe tubuh buah pir yang standar dan sangat menggoda.

Apalagi hari ini dia memakai dress ketat, bokongnya yang berisi secara berlebihan meregangkan bahan katun gaun itu. Pinggiran celana dalam warna ungu muda yang samar terlihat tampak sangat ketat, menjepit dua belah bokong yang bulat sempurna itu.

Tubuh erotis semacam ini membuat siapa pun yang melihatnya tidak tahan untuk ingin meremasnya dengan kasar.

"Bu, biar aku bantu ya."

Aku berjalan ke arah Raisa.

Entah apa yang merasuki otakku. Saat melewatinya, tanganku seolah digerakkan setan dan langsung mendaratkan satu tepukan keras di bokong indahnya.

Dia tersentak, nadanya terdengar tidak percaya. "Kamu ngapain?"

"Bo ... bokongnya terlalu menonjol, tanganku benar-benar nggak bisa dikontrol ...."

Bicara pun aku sampai terbata-bata.

Wajah Raisa seketika memerah, dia berdiri dan mencubit pinggangku dengan keras. "Nggak tahu aturan ya kamu .... Istri sendiri belum cukup, jadi kamu mau cari tambahan di ibu mertuamu, hah?"

Aku berteriak kesakitan, tapi karena melihat dia tidak benar-benar marah, aku lanjut menggoda, "Aku pegang aja emangnya kenapa? Kalau putrinya nggak kuat, ibunya yang harus tanggung jawab bantu menantunya beresin ...."

"Hih ... dasar mulut buaya, ngomongnya asal banget. Biarin aja kamu mati gara-gara nahan diri ...."

Raisa mendengus pelan, menundukkan kepala kembali merapikan kardus. Dia tidak sadar kalau kerah bajunya yang terbuka memperlihatkan dadanya yang putih mulus, "Nanti bantu Ibu bawa bahan-bahan ini pulang ke rumah."

Beberapa waktu lalu, Raisa memang pernah bilang padaku kalau dia punya banyak buku yang mau dibawa pulang, tapi tidak kuat membawanya sendiri.

Tentu saja, aku langsung setuju. Aku mengangkat beberapa kardus itu ke mobil lalu mengantar Raisa pulang.

"Taruh di samping lemari buku di kamar aja."

Aku menuruti perintah Raisa, menggendong kardus besar masuk ke kamar. Saat berdiri aku tidak memperhatikan lantai, tersandung sandal rumah hingga terhuyung beberapa langkah dan jatuh ke atas ranjang.

Saat menunduk, aku melihat sepotong renda hitam menyembul dari bawah bantal.

Ini ... g-string?

Seperti kerasukan, aku menggeser bantal itu dan menemukan sebuah alat pijat getar simulasi warna kulit di bawahnya.

Ukurannya besar pula.

Tidak disangka, Raisa ternyata segatal ini.

Aku jadi risau begitu memikirkan ibu mertua janda yang seksi dan menawan ini, hanya bisa mengandalkan benda ini untuk memuaskan diri.

Tuk, tuk, tuk ....

Saat aku sedang asyik berfantasi, suara sepatu hak tinggi Raisa terdengar di belakangku.

Dia seketika panik begitu melihat apa yang ada di tanganku.

Dia langsung merebut mainan itu, menjejalnya kembali ke bawah bantal, dan mencoba mendorongku keluar kamar. "Sisanya aku bereskan sendiri aja, kamu pulang sana!"

Aku tidak sanggup menahan diri lagi melihat wajah Raisa yang kemerahan karena malu dan tampak sangat menggoda. Aku mengulurkan tangan dan memeluknya.

"Kamu ... kamu ini ... bandel banget ...."

Raisa meronta beberapa kali dengan wajah merah, tubuhnya gemetar tidak terkendali, seluruh tubuhnya langsung lemas seketika.

Kalau bukan karena tanganku yang memeluknya, dia pasti sudah jatuh tersungkur ke lantai.

Ternyata dia sesensitif ini?

Aku pun memantapkan hati. Aku mencari kesempatan untuk langsung melumat bibirnya sementara satu tanganku turun ke bawah, meremas bokongnya yang montok dan empuk dengan sekuat tenaga.

Lalu aku menarik ujung dressnya, menggulungnya ke atas sampai ke pinggang.

Sampai jariku menyentuh pinggiran celana dalam renda dan pertemuan antara bokong dengan paha, di mana daging empuk yang bergelombang di sana seolah menggigit jari-jariku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status