تسجيل الدخولMenjadi seorang suami yang bertengger di ketiak sang mama, membuat rumah tangga ku berantakan. semua gaji selalu saja diambil oleh mama mertua dan iparku, akankah aku bertahan atau suamiku akan sadar dengan tingkah lakunya..
عرض المزيدRut menghentikan langkahnya sejenak, meraup udara disekitarnya sebanyak mungkin.. " oh Hay mas " ujar Rut " sedang apa kamu disini?" tanya Damian emosi " yang kamu lihat? aku sedang melakukan hal yang tak pernah ku lakukan semenjak jadi istrimu tuan Damian" ejek Rut " apa maksudmu? oo jadi kamu cari selingkuhan begitu? Murahan" desis Damian " ah sudahlah, kenapa kamu sampai disini? mencariku?" ejek Rut " jangan terlalu bangga Rut aku hanya tak suka punya istri yang pembangkang" ujar Damian mulai emosi" hahaha, aku tidak akan pulang Damian jika kamu masih tetap dengan sikapmu itu" tutur Rut tak kalah sengit " MATREE !!" umpat Damian " terserah" jawab Rut pasrah " sudah selesai? ayo" ajak pria yang menemani Rut " brengsek !" amuk Damian baku hantam tidak bisa terelakkan beruntung tidak ada yang terluka karena banyak orang yang memisahkan mereka berdua. " apa-apaan kamu!" amuk Rut " kamu yang apa-apaan bukannya memperhatikan aku kamu malah ganjen ke laki-laki lain" ujar Dam
Hari-hari Damian dan Rut menjadi suram, mereka lebih banyak diam dan dingin, rumah yang harusnya dipenuhi kegembiraan harus menjadi saksi bisu kalau mereka berdua bak orang asing yang tinggal dalam satu rumah. Rut memilih sarapan sendiri tanpa peduli dengan Damian, entah jengah atau lelah Damian malam membanting seluruh makanan di atas meja. " DAMIAN !!" umpat Rut " itu balasan untuk istri durhaka" tutur Damian dingin " Haha, Lucu kamu ya ingin dihargai dan dihormati tapi tidak sadar diri" ketus Rut " Kamu harusnya tau diri, kamu tinggal dirumahku paling tidak setiap pagi tawari aku sarapan" amuk Damian " hahahahaha, aduh perut ku sakit Damian, kamu terlalu berlebihan, ya aku akui ini memang rumahmu dan aku tinggal di sini karena menikah denganmu. Ingat MENIKAH itu artinya kau punya tanggung jawab nafkah lahir dan batin padaku. sekarang aku tanya padamu apa sudah kau laksanakan kewajiabnmu??" tanya Rut sarkas Damian benar-benar marah mendengar penuturan Rut, dia tetap me
" Bu, jangan bicara omong kosong" ujar Damian " Omong kosong katamu ? Seelah semuanya baik, hidupmu bagus karir mu menanjak kamu pikir itu doa siapa ? Doa ibu dan mbakmu" cerocos Sarah " Hm, drama lagi" ujar Rut " Rut, sopan sedikit dengan ibu" pinta Damian " Baru 2 menitan loh mas kamu baik, sekarang kamu kembali ke pengaturan pabrik" celetuk Rut " Sudah, tidak apa-apa kalau kamu nggak mau pikirin ibu dan mbakmu, biar kami kerja keras sendiri toh bapakmu juga sudah mati. kamu bisa hidup tenang" ujar Sarah lalu pergi " Bu, tunggu Bu" teriak Damian namun Sarah tetap kekeh untuk pulang " Bisa nggak sekali aja tolong aku ingin pulang tanpa masalah" ujar Damian " Loh kok aku mas ? kamu yang plin plan nggak jelas aku yang kena masalah" celetuk Rut " Maksud mu aku ini laki-laki yang tidak punya pendirian? bagus sudah pintar bicara" ujar Damian sedikit emosi " Sudahlah mas aku capek dengan kalian, nggak ibu nggak anak smuanya suka sekali drama. Sebentar mint maaaf sebentar marah la
" Selesai, aku siap" lirih Rut Damian yang baru bangun tidur terkejut dengan apa yang dilihatnya, namun cepat-cepat menyadarkan dirinya kalau yang berada didepannya adalah istrinya sendiri. " Mau kemana kamu?" ujar Damian " Kerja" jawab Rut singkat " siapa yang mengijinkan kamu bekerja?" tanya Damian mulai emosi " Aku tak butuh ijin siapun untuk bekerja" ujar Rut " Qku masih suamimu dan kamu sudah mulai membangkang" amuk Damian " Dan aku juga istrimu Damian, tapi kau malah memberi ku nafkah 50 ribu sehari sedangkan ibu dan kakakmu kau berikan 5 juta sebulan, wow ! jangan kira aku tak tau" umpat Rut " Itu adalah urusanku, jangan atur keuangan ku" ujar Damian membuang muka " Ah baiklah, kalau begitu jangan campuri hidupku. kau tak memberi ku nafkah layak bukan. Lalu kenapa aku harus tunduk padamu? oh sekalian saja kau nikahi saja ibu atau kakakmu" teriak Rut emosi " Rut kau!!" ujar Damian hendak menampar rut " Sekali lagi kau menamparku maka tempat mu di dalam penjara. Aku bu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.