Amnesti Sang Eksekutor

Amnesti Sang Eksekutor

last updateLast Updated : 2026-05-31
By:  AdeliaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
6 ratings. 6 reviews
77Chapters
1.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku. Sekarang aku harus berhadapan dengannya di ruang rapat jam delapan pagi atau karierku berakhir saat itu juga.

View More

Chapter 1

Chapter 1: Gelas Terakhir

​"Lagi," kataku pada bartender, sambil menyodorkan gelas martini kosong yang keempat.

​Pria di balik bar itu menatapku ragu. "Mbak, ini sudah terlalu banyak untuk satu malam."

​"Aku ke sini untuk minum, bukan untuk mendengar khotbah kesehatan," jawabku dingin. Aku tidak butuh simpati dari siapa pun malam ini.

​Tepat saat gelas akan kembali diisi, sebuah tangan besar dengan jemari yang terawat rapi menahan gerakan sang bartender. Aroma kayu cendana dan tembakau mahal mendadak menyerbu indra penciumanku, begitu dominan hingga menembus kabut alkohol di kepalaku.

​"Air putih untuknya. Masukkan tagihannya ke mejaku," suara itu berat, rendah, dan memiliki otoritas yang tidak bisa dibantah.

​Aku menoleh dengan sisa-sisa kesadaran yang kupunya. Di hadapanku, berdiri seorang pria dengan jas hitam yang dipotong sempurna, membungkus bahu yang lebar dan kokoh.

​Tatapan matanya setajam elang, seolah-olah ia bisa melihat langsung ke dalam lubang hitam yang baru saja tercipta di dadaku. Ia tidak tampak seperti pria yang biasa menghabiskan waktu untuk mengasihani orang asing.

​"Siapa kamu? Berhenti mencampuri urusanku," usirku sambil mencoba mendorong bahunya yang keras seperti batu.

​"Orang asing yang terganggu karena caramu menghancurkan diri merusak pemandangan di bar ini," jawabnya tenang tanpa bergeser satu inci pun.

​Sejujurnya, aku punya alasan kuat untuk menghancurkan diri malam ini. Beberapa jam lalu, tujuh tahun hidupku resmi kumasukkan ke dalam tempat sampah setelah melihat foto Pandu menyematkan cincin di jari wanita lain.

​Tujuh tahun aku menjadi pondasi kariernya, mencicilkan mobilnya, hingga membayari kursusnya agar dia bisa sukses seperti sekarang. Namun, setelah di puncak, aku dibuang demi wanita "pilihan keluarga" yang dianggap lebih setara secara kasta.

​Itulah sebabnya aku berada di sini, menatap pria asing ini dengan kemarahan yang meluap-luap.

​Ia melangkah lebih dekat, menunduk hingga bibirnya berada tepat di samping telingaku. "Ikut aku. Aku bisa membuatmu lupa kalau pria bernama Pandu itu pernah ada di dunia ini."

​Aku menatap matanya yang gelap sedalam obsidian. Di titik terendah ini, tawaran itu terdengar seperti satu-satunya pelarian yang kutunggu-tunggu.

​"Tanpa nama. Tanpa janji," tantangku dengan napas yang mulai tidak beraturan.

​"Tanpa hari esok," balasnya dengan senyum tipis yang terasa mematikan sekaligus menggoda.

​Ia menuntunku keluar dari bar menuju lift khusus yang langsung membawa kami ke lantai penthouse. Keheningan di dalam lift itu terasa begitu menyesakkan, dipenuhi oleh ketegangan fisik yang membuat kulitku meremang.

​Sesampainya di dalam ruangan luas yang hanya diterangi lampu kota, ia tidak membuang waktu. Pintu tertutup dengan suara klik yang final, seolah mengunci dunia luar di belakang kami.

​Ia menekanku ke dinding, kedua tangannya mengurung tubuhku dengan posesif. Napasnya terasa panas di kulit leherku saat ia meraup bibirku dengan ciuman yang kasar dan penuh tuntutan.

​Tangannya mulai merayap liar ke tengkukku, dan aku siap menyerahkan segalanya untuk pelarian sesaat ini. Aku ingin terbakar, aku ingin hilang, dan aku ingin orang asing ini menghapus setiap jejak Pandu dari ingatanku.

​Namun, tepat sebelum segalanya menjadi tak terkendali, ia berhenti secara mendadak. Ia menarik diri, menatapku dengan kilat mata yang seketika berubah menjadi dingin dan penuh perhitungan.

​Gairah yang tadi memenuhi ruangan seolah lenyap, digantikan oleh suasana kaku yang mencekam. Ia merapikan jam tangan mahalnya dengan gerakan yang sangat tenang.

​"Akting yang cukup meyakinkan di bar tadi, Anindya Larasati," ucapnya dengan nada profesional yang mengerikan.

​Aku membeku, seluruh darahku seolah berhenti mengalir. "Kamu... bagaimana kamu tahu namaku? Kita sepakat tanpa identitas."

​"Tentu saja aku tahu. Aku tidak pernah melakukan transaksi, atau interaksi, tanpa memeriksa latar belakangnya lebih dulu," ia menatapku dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan.

​Ia merapikan dasinya tanpa rasa bersalah sedikit pun, sementara aku berdiri di sana dengan napas yang masih terengah-engah dan perasaan malu yang memuncak.

​"Sampai jumpa di ruang rapat besok jam delapan pagi, Anindya," ucapnya dingin. "Pastikan presentasimu besok jauh lebih memuaskan daripada caramu menggoda pria asing di bar."

​Duniaku runtuh untuk kedua kalinya dalam semalam. Otakku baru saja menyadari satu hal yang seharusnya kulihat sejak awal dari logo di kartu aksesnya.

​Pria ini adalah Arkana Wijaya. Dia adalah liquidator atau eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memangkas departemenku, dan baru saja aku goda habis-habisan!

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

momominky169
momominky169
Ini lebih cocok direkomendasikan di genre dark romance. Bukan yang cowoknya plin plan menang nafsu doank. Nggak ada protektif dan posesifnya ke si cewek. Masa gara-gara banyak adegan vulgar doank terus direkomendasikan ke dark romance? Aneh. Ngerusak genre banget.
2026-06-17 12:40:22
0
0
Clarissa
Clarissa
Gaya menulismu punya ciri khas sendiri, dan itu yang bikin ceritamu beda dari yang lain.
2026-05-03 07:32:50
0
1
Selena
Selena
Cara kamu merangkai kata itu indah banget, setiap kalimatnya terasa hidup dan penuh emosi
2026-05-03 06:47:52
0
0
Dinis Selmara
Dinis Selmara
Semangat, kak!
2026-05-02 23:33:05
0
0
AlbyMalik
AlbyMalik
baru nih kak
2026-04-30 20:44:26
0
0
77 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status