Masuk" shit, kenapa gue keceplosan sih nanya soal bapak nya dia" geram ku sambil.memukul setir mobil
" nur kan udah bilang kalau dia di tinggal pergi bapak nya ketika masih kecil" "dasar arif bego, bego" aku memukul kepala "aku kembali menjalankan mobil menuju rumah" " di jalan aku kepikiran untuk kasih sesuatu ke ida sebagai permintaan maaf" " gue mampir ke mall dulu k" loe jangan lupa hari Sabtu kita mau jalan ke bandung" arif mengingatkan sesaat setelah deril duduk " masih lama bro, baru kamis... eh tapi ngomong ngomong ga berasa ya udah 5hari aja gue nginep. tar gue balik ke apart dulu" jelas deril " bro, loe jadi ngajak mertua loe? tanya deril " enggak, bini gue dah nawarin sih, cuma dia bilang takut nanti suasananya jadi ga enak. jadi dia suruh kita dulu aja kesana," jelas arif " loe jadi balik ke Aussie kapan?" arif kembali bertanya "kelar surat surat punya loe, gue balik dulu kesana" jawab nya sambil mengambil air mineral " mereka pun kembali sibuk dengan pekerjaan nya masing
" akh... duh pegal sekali badan ku" gumam ida dalam hati " gimana ga pegel semalam aku keluar hampir 10kali. suami ku ini hebat!" lanjut ida dalam hati " mumpung masih pagi, aku kasih bonus 1 ronde biar nanti dia semangat di kantor" ida mencium sang suami sambil tangan nya berkeliaran di area sensitif sang suami. " ahhhhhhh.... sayang.... kamu mau lagi?" bisik arif dengan suara serak " ida mengangguk sambil.membisikan kata yang membuat sang suami tersenyum." " yakin kamu ga capek sayang?" arif menggoda isteri cantik nya " enggak dong, malah semangat nih..." ida mengangat tangan nya ala binaragawati "kalau begitu, aku pasrah deh. silahkan lakukan apa yang kamu suka" arif membuka piyama
" mas, seru juga kisah cinta mereka" ucap ida sambil.bejalan memegang tangan sang suami " emang kisah kita ga seru yang?" arif balik bertanya " ya seru juga sih cinta dalam diam" jawab ida sambil tertawa " awas ya... tunggu pembalasan di kamar" bisik arif "silahkan... mau gaya apa?" ida menantang sang suami sambil berlari ke arah kamar " dasar bocah!" gumam arif " yang ... kamu dimana?" arif celingukan mencari sang istri sesaat setelah masuk kamar " di sini lagi gosok gigi" teriak ida dari arah kamar mandi
" sementara itu di dapur para wanita sedang sibuk menyiapkan masakan." " mbo tun sibuk membuat risol untuk isian soto mie" " ida sibuk mengiris iris kol dan seledri." " bu sofi sibuk mengecek rebusan daging untuk kuah soto " " mbo tun, ini mie kuning nya di cuci aja kan? ga perlu di rebus?" tanya ida " iya neng, cuci pake air panas setelah itu air dingin" jelas mbo tun " ini udah selesai semua? kurang apa mbo tun?" tanya ida " iris bawang merah neng, buat bikin bawang goreng" uvap mbo tun " enak banget mbo
" ini kita balik ke kantor apa ke rumah?" tanya deril sambil menjalankan mobil nya " ke rumah aja der, udah sore juga" perintah pak dirga " siap om" " loe nginep aja sih ngapain harus balik ke apart?" tawar arif " tar ga ada yang beresin apart rif!" " halah biasa juga nyuruh orang rapiin tuh apart. apa jangan jangan ada sugar baby!" tudah arif " enak aja loe ya. gue ga mau ganggu aja. loe sekeluarga kan punya privasi" elak deril " bullshit... kayak sama siapa aja lo! loe bukan anak kecil yang harus selalu di temanin!" sentak arif
" hai bro, ini notaris yang di tunjuk untuk bantu kita." ucap deril sesaat setelah masuk ke ruangan arif " selamat siang pak arif, saya rahman ppat yang di tunjuk pak daniel untuk mengurus pembelian properti bapak" rahman memperkenalkan diri " arif mengganguk dan mempersilakan mereka duduk." " bapak mau minum apa?" tawar Danu " apa aja nu, kopi juga boleh." jawab Deril " Der, loe mau ketemuan dimana sama owner nya?" tanya Arif " kita mau ketemuan di lokasi, sekalian dia kasih kunci dan jelasin kondisi properti nya." " gue perlu ikut? atau ida? tapi ida lagi sama bokap dia ga bisa di ganggu" jelas arif " kalau bisa sih yang nanti akan m
" Da , Lo jadi ikut outing ga?" bisik sisil rekan kerja ku " Jadi, aku menulis di kertas sebagai jawaban" "bisa bahas nanti kan, kita lagi meeting" di jawab sama cengiran yang bikin kesel.
" mas aku ga enak jadi nya. tadi mama sama papa berantem gitu." ucap ida sambil duduk di atas tempat tidur " nyante aja yang... udah biasa mereka seperti itu. biasa nya ada barang ga guna yang di beli sama mama." arif menjelas kan
" mas , janjian sama teman nya jam berapa? tanya ida ketika mereka di dalam mobil " jam 7 atau 8an yang, dia akan sharelock kalau udah otw. jadi kita bisa langsung kesana" arif menjelaskan
" sementara itu di kediaman keluarga pak dirga." " papa yakin mau warisin semua saham milik papa ke arif ? tanya bu sofi " yakin mah. siapa lagi pewaris papa. aisyah udah ga bisa kita andalkan ma







