Partager

Bab 41 : Perjodohan

Auteur: Secretnim
last update Date de publication: 2026-06-26 21:13:45

Queen yang sudah rapi dengan baju sekolahnya turun ke bawah untuk sarapan.

"Morning, Dad," sapa Queen kepada Frederick yang sedang asik membaca koran sambil menunggu kedatangannya.

"Morning, Princess," balas Frederick langsung menutup koran dengan cepat seakan-akan anaknya tidak diperbolehkan melihatnya. Queen tidak ambil pusing, keduanya sarapan bersama dengan khidmat diiringi pembicaraan santai, tapi anehnya sikap Frederick berubah. Bukan berubah dingin, lebih ke seperti seseorang menyembun
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 50 : Queen Koma

    Pov Ala. Ia duduk di sofa rumah sakit dengan tatapan menatap tajam pria tua yang sedang terbaring tidak berdaya, tapi tatapan tua Bangka itu menatap dirinya tak kalah tajam. Ala tersenyum miring. "Bagaimana, apa Anda sudah puas bermain. Kakek?" "Kamu cucu tidak tahu diri, Ala. Saya pastikan kamu akan menyesal melakukan ini kepada saya!" ujar Ricard membuat Ala terkekeh. "Benarkah? lalu bagaimana dengan Anda yang tega membunuh daddy di hadapan saya, apa Anda pikir saya begitu baik hati membiarkan pembunuh itu hidup? Tentu saja tidak, saya bahkan akan membunuh mereka yang menyakiti Daddy," ujar Ala dingin. Ingatannya kembali mengingat saat Daddynya meminta tolong di lepaskan, tapi Ricard seakan tuli dan tidak melepaskannya membuat daddy menyerah dan pasrah mereka mau melakukan apa pada dia. Tangan Ala mengepal, nafasnya memburu mengingat kenangan menyakitkan itu yang sampai kapanpun tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup ini. "Hahahaha... kamu benar. Saya sangat puas saat dulu

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 49 : Penjelasan dan Kecelakaan

    Queen tersenyum menatap ponselnya, tidak menyangka bisa mengenal seorang pria yang mencintainya dengan tulus. Dulu, ia berpikir akan selalu merasa kesepian, makanya mati ataupun hidup sama saja karena ia tidak akan pernah merasakan kebahagian. "Sayang? Hm, nggak buruk juga," ujar Queen saat panggilan telpon dari kekasihnya sudah berakhir, Queen kembali ke kelas karena hari ini ujian sudah di mulai. KBM kembali berlanjut, dengan santai Queen mengerjakan soal-soal ujian dengan mudah karena di kehidupan pertamanya ia sudah lulus berbeda dengan murid-murid lainnya yang terlihat kesusahan. Satu jam berlalu sudah ada yang mengumpulkan kertas ulangan, Queen memberikan kertas ulangannya. sebenarnya ia sudah selesai sedari tadi hanya saja ia tidak ingin menjadi pusat perhatian di kelasnya. Queen berjalan di parkiran seorang diri, saat ia akan menaiki mobil ada tangan yang menghentikan dirinya masuk. Ia melihat siapa yang berani menghentikannya, dan ternyata Anjani. "Tunggu, Queen. Aku mau

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 48 : Melancarkan Rencana

    Pov Ala. Seperti yang kekasihnya bilang kalo ia kembali ke Spanyol untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya, dirinya akan membuat perhitungan kepada Ricard yang saat ini masih berbaring dirumah sakit ulah dirinya. Ia bukan mencari untung dari kakeknya yang sakit, hanya saja ini rencananya dari dulu sebelum Ricard sakit karena racun yang ia berikan. "Kak, apa semuanya sudah sesuai rencana kita?" tanya Atarik serius, di sampingnya sudah ada Anne yang sedang memegang pistol. "Ya, kita tidak boleh menunda waktu lagi. Ata, saya tugaskan kamu untuk menghancurkan semua markas Ricard, jika perlu ledakan semuanya," titah Ala serius tapi dengan wajah tenangnya. ''Siap kak, saya akan melakukannya." Keduanya akan serius jika menyangkut hal yang selama ini keduanya tunggu-tunggu, "Bagaimana dengan saya, apa yang harus saya lakukan, Master?" tanya Anne yang sedang membidik pistol ke segala arah. "Hancurkan semua bisnis Ricard." "Siap, Master," ucap Anne tegas. "Tapi ingat! Jangan

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 47 : Siapa Meledakkan Bom?

    Ala terdiam memikirkan sesuatu, lalu tatapannya melihat kekasihnya yang juga sedang menatapnya polos. 'Apakah sayangnya aku yang melakukannya? Jika iya, maka gadisku sangat menyeramkan' batin Ala. "Apa?" Queen yakin Ala sudah tahu siapa yang meledakkan markasnya Ricard. Ya, ia yang melakukan itu. "Nggak perlu memikirkan itu, jika memang Ricard memiliki musuh itu jauh lebih bagus. Satu hal yang harus kamu lakukan Anne, lindungi orang yang meledakkan bom itu," sahut Ala dengan tatapan mata mengarah ke arah gadisnya, membuat Queen memalingkan wajah. Berbeda dengan Anne yang kebingungan. "Master, saya saja nggak tahu siapa orangnya. Bagaimana saya bisa melindunginya?" "Ck, lo kan kerja sama kakak gue, masa gitu aja nggak tahu," sahut Atarik. Anne menatap suaminya tajam, membuat Atarik menelan ludahnya gugup. Baru pertama kali sang istri berani menatap dia dengan tatapan seperti itu, dan membuat dia merasa tidak nyaman dan tidak suka juga. "Lo juga orang terdekatnya, apa lo juga tahu

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 46 : Meledaknya Markas Milik Tua Bangka

    Queen menelan ludahnya sendiri karena tatapan wanita paruh baya di depannya seperti sedang menilainya, entah kenapa ia lebih suka mengerjakan misi yang diberikan Daddy kandungnya daripada berada di situasi seperti ini. Ia grogi dan canggung guys!! Saat wanita paruh baya mengangkat tangannya spontan Queen memundurkan kepalanya sambil memejamkan mata karena berpikir ia akan ditampar, Queen tidak merasakan apapun di pipinya dan yang ia rasakan adalah elusan di kepalanya. Queen membuka mata, dan sedikit terkejut karena wanita itu tersenyum padanya, hatinya sedikit lega. "Cantik. Kamu tenang saja, Nak. Tante tidak memakan orang," ujar Ainsley lembut sedangkan wajah Queen merona ketahuan grogi. Hahahaha Ala yang memang duduk di samping kekasihnya tidak kuat menahan tawa melihat Queen yang berubah menjadi gadis kalem di depan ibunya, biasanya gadisnya berwajah dingin kepada orang baru. Tapi lihatlah sekarang, apa-apaan wajah merahnya itu, membuat Ala menggigit bibirnya merasa gemas deng

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 45 : Bertemu Calon Mertua

    Queen menatap Ala sinis, keduanya berada di jet pribadi milik Ala entah mau kemana Queen tidak tahu. "Sayang," panggil Ala, tapi Queen sama sekali tidak melihatnya. Ia lebih memilih melihat jendela yang memperlihatkan langit yang gelap gulita. Ala kira keduanya sudah baikan karena tadi pelukan, taunya kekasihnya masih merajuk padanya. "Sayang, aku minta maaf," ujar Ala lagi dengan suara manja, lagi-lagi Queen tidak memperdulikannya. Ala yang tahu kekasihnya marah mendekatinya, bahkan tangannya menarik-narik baju bagian bawah Queen seperti anak kecil, Queen memejamkan mata berusaha tidak peduli dengan sifat manja Ala padanya. "Sayang, aku sungguh minta maaf. Tolong jangan diamkan aku, aku akan jelaskan semuanya sama kamu. Oke?" lirih Ala. Bukannya merespon, Queen berdiri menuju kamar. Jet pribadi milik Ala memang sangat lengkap dan juga mewah, Ala yang tahu kekasihnya masih marah mengikuti Queen seperti anak kecil mengikuti ibunya. "Sayang, jangan diamkan aku. Aku nggak bisa kamu g

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 4 : Pria Misterius

    Dengan malas Queen mencatat materi di hadapannya dengan wajah kesal, bagaimana tidak? Di dunia nyata, ia sudah 23 tahun dan sudah lulus kuliah juga, tapi sekarang ia harus kembali bersekolah karena di novel Queen berumur 18 tahun membuat ia kesal karena harus mengulang sekolah. Queen melihat seor

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 3 : Kembali Sekolah

    Ratu yang sekarang kita panggil Queen sedang menatap pantulan dirinya di cermin dengan pandangan aneh. Bagaimana tidak? Wajah pemilik asli memang cantik bahkan sangat. Hanya saja, Queen tidak suka dengan penampilan pemilik asli yang kesannya feminim dan imut. Queen menatap wajahnya yang tersenyum

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 2 : Tubuh Baru

    Sudah satu minggu berlalu, seorang gadis masih terbaring di ranjang rumah sakit. Telunjuknya bergerak, perlahan membuka matanya yang terasa sangat berat. Setelah matanya terbuka, ia melihat atap rumah sakit dengan wajah bingung. Selama satu minggu ini, entah ada apa dengan isi otaknya, yang pasti

  • Awas! Nona Kali Ini Menolak Ditindas    Bab 1 : Kematian Ratu

    "Argggh, SIALAN!" Maki seorang gadis dengan nafas terengah-engah. Sepasang kakinya terus dipaksa berlari, menghindari kejaran belasan pria bersenjata di belakangnya. Di gendongannya, seorang anak kecil memeluk lehernya sangat erat. Tubuh mungil itu gemetar karena ketakutan. Banyak luka di tubuh

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status