Mag-log inBara Nareswara POVAku berjalan cepat memasuki restoran. Dan aku tersenyum dengan bahagia karena saat aku akan memasuki restoran kembali, aku bertemu dengan laki-laki yang tadi sedang bersama dengan Mikha. Cepat-cepat aku menghentikan langkahnya."Permisi, bisa kita bicara sebentar berdua?" Aku langsung to the point padanya karena ia terlihat sedikit buru-buru."Maaf, tentang apa?""Tentang Mikha." Aku menjawab pertanyaannya dengan cepat.Tanpa membuang-buang waktu lagi aku mengulurkan tanganku untuk menyalaminya."Perkenalkan saya Bara Nareswara," kataku mencoba mengulurkan tangan.Laki-laki itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Beberapa detik kemudian ia baru menerima jabat tanganku."Ero."Setelah jabat tangan kami terlepas, aku segera meminta dirinya menceritakan apapun tentang Mikha. Sayangnya laki-laki ini begitu sulit untuk aku mintai informasi."Tolong kasih saya informasi tentang kontak Mikha.""Tidak akan saya berikan, kecuali kamu mau menjadi model untuk rancangan terb
Mikhaila Ameera Violetta POVDemi mengikuti saran Eyang Putri (Yuni), aku akhirnya menerima tawaran untuk candle light dinner bersama Ero. Jika bukan karena Eyang Putri, mana mau aku datang ke tempat ini. Aku heran kenapa Eyang Kakung (Hartono) memaksaku untuk menikahi Ero. Tidak tahukah Eyang bagaimana sisi feminim Ero sebagai laki-laki sangat terekspos dengan kuat. Aku masih bisa menerima jika diriku ini dijodohkan dengan laki-laki berandalan serta manly. Tapi kalo dijodohkan dengan laki-laki yang lebih piawai mengenakan make up daripada diriku, sepertinya aku tidak bisa. Sekali lagi aku katakan, AKU TIDAK BISA...Tok...Tok...Tok...Suara ketukan di pintu kamarku membuatku menghela napas. Aku segera bangkit berdiri dari sofa yang ada di dalam kamarku dan berjalan menuju ke arah pintu. Saat aku membuka pintu kamar, wajah Chava tampak begitu shock melihat penampilanku kali ini. Aku mengenakan gown berwarna hitam dan tentu saja aku sudah berdandan paripurna. Ini saja belum tentu jika
Bara Nareswara POVHari ini aku baru saja selesai manggung bersama dengan Kafka dan El di sebuah acara ulang tahun televisi swasta. Setelah kami berganti pakaian dengan baju pribadi kami masing-masing, aku memperhatikan wajah Violet yang aku ambil fotonya menggunakan handphone milikku saat ia berada di rumahku. Seminggu ini hanya fotonya yang menemani kesendirianku.Violet memang cantik tapi aku yang hidup di dunia entertainment ini sudah lebih sering bertemu dengan wanita yang lebih cantik dari dirinya. Untuk urusan ranjang, walau Violet cukup pintar tapi aku pernah bertemu dengan wanita yang lebih suhu daripada dirinya. Entah apa yang membuatku tertarik kepadanya. Sesuatu yang aku sendiri belum mengetahui jawabannya dan masih menjadi teka teki sampai sekarang.Saat aku sibuk memperhatikan foto Violet, sebuah suara di belakangku membuatku menolehkan kepala."Ngapain lo lihatin mukanya si Mikha sampai segitunya?"Manda, salah satu kru televisi ini mengenali Violet? Tapi kenapa ia mema
Mikhaila Ameera Violetta POVSetiap hari aku berusaha melupakan kenangan gila yang terjadi seminggu lalu itu. Namun setiap kali aku melihat iklan di televisi, berita gosip dan siang ini saat aku meminum air mineral kemasan, wajah Bara Nareswara masih muncul di sana, seketika rasa emosi muncul kembali di dalam diriku. Saat isi botol air mineral itu berpindah ke dalam tubuhku, aku langsung meremasnya hingga gepeng, kemudian aku buang di lantai. Tidak puas hanya melakukan itu pada laki-laki kurang ajar yang membawaku one night stand di rumahnya, aku menggilas gilas botol minuman itu dengan sepatu Christian Louboutin yang aku kenakan.Aku baru berhenti menginjak-injak wajah Bara saat ada orang yang berdeham di sebelahku. Saat aku menolehkan wajah, tampak Maureen yang sedang menatapku dengan tatapan herannya."Lo ngapain sih, Mik sampai segitunya?""Jengkel gue sama si Bara.""Jengkel kenapa?"Aku menggeram di hadapan Maureen."Lo 'kan sudah gue kasih tau alasannya!"Sialan....Maureen ju
Bara Nareswara POVAkhirnya aku bisa merasakan tidur dengan begitu nyenyak tanpa bantuan minuman beralkohol tinggi. Tidak hanya itu saja, aku akhirnya memiliki guling yang bisa kentut. Kini gulingku yang bisa kentut itu sedang tertidur di sebelahku. Rasanya aku ingin memeluknya lagi dan merasakan kehangatan tubuhnya. Aku mencoba merubah kembali posisi tidurku, namun saat aku mencoba meraih tubuhnya yang bisa aku dapatkan hanya sisi ranjangku yang kosong dan dingin.Seketika mataku langsung terbuka lebar. Violet hilang. Itulah yang terpikirkan di dalam kepalaku saat ini. Nyawaku yang biasanya membutuhkan waktu untuk berkumpul, kali ini langsung secepat kilat berkumpul dalam posisi waspada bukan lagi siaga satu, dua dan tiga. Aku bangun dari ranjang dan saat aku mengedarkan pandanganku, tidak aku temukan Violet di kamarku. Aku segera berlari ke arah kamar mandi dan saat aku membuka pintu kamar mandi. Jantungku semakin berdegup dengan kencang seperti genderang perang yang sudah di tabuh
Mikhaila Ameera Violetta POVSinar matahari yang menerpa mata membuatku terbangun. Pelan-pelan aku membuka mata, yang bisa aku rasakan pertama kali adalah kepalaku yang terasa pusing dan berat sekali. Saat aku membuka mata lebih lebar, satu hal yang aku sadari saat ini adalah aku berada di tempat yang tidak aku kenal. Jantungku langsung berdegup kencang, rasa panik mulai muncul di dalam diriku.Aku langsung bangun dari posisi tidurku. Saat aku duduk di atas ranjang lalu menolehkan pandanganku, tampak sosok laki-laki yang tidak aku kenal sedang tertidur di sebelahku. Leherku terasa tercekik hingga membuatku sulit bernapas. Bagaimana bisa aku berada di sini dengan laki-laki yang setelah aku perhatikan baik-baik justru mirip dengan seorang selebriti.Aku tidak berteriak kali ini karena aku tidak akan tau apa yang mampu dia lakukan kepadaku. Lebih baik aku segera kabur dari tempat ini tanpa membuatnya terbangun. Pelan-pelan aku membuka bedcover dan seketika aku menggigit bibir bawahku. Ba







