LOGINBagi Aldo Frederick Parker kebebasan adalah dunianya. Namun apa jadinya jika ia di paksa menikah oleh orangtuanya dengan gadis yang tak dia kenal sebelumnya? Sedangkan Clarissa Yasmin. Gadis sederhana yang terjebak pernikahan dengan Aldo hanya untuk menyelamatkan bisnis keluarganya. Akankah Clarissa mampu bertahan dengan sifat arogan Aldo yang menurutnya sangat keterlaluan?
View MoreYudha mengerutkan keningnya saat Clarissa mengakhiri panggilannya begitu saja, "Ada apa sama dia?" gumamnya sambil melihat ke layar ponsel seakan tak percaya dengan yang baru saja terjadi.Yudha berusaha positive thinking, tapi hatinya menolak untuk itu. "Suara siapa barusan? Kenapa terdengar seperti suara laki-laki?" gumamnya penasaran. Hatinya berdebar kencang tak karuan, bahkan kini matanya tidak merasakan kantuk sama sekali. Pikiran Yudha masih terpaku akan dimana tempat tinggal Clarissa saat ini, dan suara laki-laki yang baru saja menginterupsi panggilan teleponnya dengan Clarissa itu suara siapa? Dan apa hubungan Clarissa dengan dia?"Rahasia besar apa yang sedang kamu sembunyikan dariku, Icha?" Yudha bertanya-tanya dengan penuh rasa penasaran.Yudha menebak-nebak apa yang sedang Clarissa sembunyikan darinya. Karena selama ini Yudha cukup tahu banyak hal tentang Clarissa, berbagai informasi tentang pujaan hatinya itu tidak ada sedikit pun yang ia lewatkan. Namun sepertinya kali
Aldo yang baru saja sampai ia langsung memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian dia dengan santai berjalan menuju ke pintu utama rumahnya. Saat Aldo baru saja memasuki rumahnya, ia melihat ke arah meja makan yang memang lampunya masih menyala. Terlihat Clarissa sedang asyik menikmati makanannya di meja makan itu tanpa memperdulikan kedatangan Aldo, padahal ini sudah lebih dari tengah malam. Aldo pun merasa penasaran, karena memang baru kali ini ia memergoki Clarissa makan tengah malam selama mereka tinggal bersama. Aldo berjalan mendekati Clarissa yang sangat lahap menikmati makanannya. Aldo menarik kursi yang ada di depan Clarissa lalu mendudukinya. Melihat Aldo duduk didepannya, Clarissa pun menghentikan aktifitas makannya dan melihat kearah Aldo heran. "Ada apa?" tanya Clarissa, karena ini di luar kebiasaan Aldo. Biasanya mereka akan duduk di meja yang sama hanya untuk membahas sesuatu hal penting, makanya Clarissa berpikir jika Aldo akan membicarakan sesuatu hal penting padanya.
"Gadis bodoh, sedang apa kamu di sini?" tanyanya tak kalah terkejut melihat Clarissa di depannya. "Lagi tidur ... Udah tahu ini di kantor, iya kali aku sedang mandi disini." jawab Clarissa asal tanpa menyadari tatapan heran dari Yudha karena jawaban absurdnya itu. "Oh, aku mngerti sekarang." ucap Aldo sambil tersenyum mengejek kearah Clarissa. Ternyata Clarissa bekerja pada orang yang tempo hari ketemu dengannya di depan apartemen Clarissa, dalam pikiran Aldo kini jika Clarissa mempunyai hubungan special dengan lelaki yang kini ada didepannya dan mungkin sebentar lagi akan menjadi partner bisnisnya. Melihat situasi itu, yudha segera mengulurkan tangannya memperkenalkan diri pada Aldo. "Saya Yudha Prawiratama perwakilan dari Prawira energy." ucap Yudha dengan senyum ramah pada Aldo. "Aldo Frederick Parker, anda bisa memanggil saya Aldo." jawab Aldo menerima uluran tangan Yudha. "Sungguh di luar dugaan, ternyata anda pemilik dari perusahaan ini. Jadi tidak akan canggung lagi karena
Clarissa yang kini sudah sampai di kantor barunya, ia langsung diarahkan menuju ke ruang kerjanya. Ia tidak menyangka jika ruang kerjanya adalah di dekat meja CEO, dan jabatan yang ia peroleh kini sebagai sekertaris pribadi dari CEO itu. "Nggak nyangka kalau Mas Yudha memberikan posisi sebagus ini padaku. Padahal aku hanya melamar sebagai sekertaris biasa bukan sebagai sekertaris CEO." gumam Clarissa yang kagum bercampur bahagia. Walaupun Clarissa tidak berharap terlalu tinggi, tapi untuk menjadi sekertaris pribadi CEO tidak pernah terlintas di benaknya. Bibir Clarissa terus mengembangkan senyum indahnya, rasa tak percaya sekaligus bahagia menyelimuti hatinya. "Aku rasa Aldo akan pingsan jika tahu aku mendapat posisi sebagus ini." ucap Clarissa bangga dengan dirinya sendiri. Penghinaan dari Aldo tadi pagi terbayar dengan jabatan bagus yang di inginkan oleh semua sekertaris yang bekerja di perusahaan itu. Walau saat ia datang, beberapa orang melihatnya penuh tanya tapi Clarissa ti
Aldo menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, pandangan mata Aldo melihat ke langit-langit ruangan VIP club tersebut, "Ini juga demi kesembuhan Papa, aku belum siap jika harus kehilangan Papa," gumam Aldo pelan namun masih terdengar oleh Bima yang duduk di sampingnya. Bima hanya terdiam mendengar
Aldo memasuki sebuah Club malam, dan tentu saja club malam tersebut adalah langganannya ketika ia berada di Indonesia. Tapi sebelumnya Aldo sudah menghubungi para sahabatnya untuk bergabung dengannya di Club tersebut.Sebuah ruangan VIP di lantai 5 menjadi ruangan paling terfavor
Saat ini Aldo duduk di sofa kamarnya, kamar yang telah lama di tinggalkannya, dengan kedua tangan di rentangkan di kursi. Pikirannya kacau saat ini, sungguh ini adalah hal yang paling di benci olehnya.Pernikahan yang menurutnya hanyalah Bullshit, apa lagi cinta. Di dalam kamusny
"Baiklah, Tuan Parker, ter-se-rah bagaimana anda menilai saya. Karena penilaian anda tidak penting bagi saya." ucap Clarisa."Baguslah kamu cukup sadar diri dengan posisimu saat ini." Sinis Aldo.Tak ada jawaban dari Clarissa, ia memilih untuk diam dari p






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore