Share

Bab 20

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-23 23:30:42

Suara tenangnya terdengar memenuhi ruangan yang sunyi. Tidak ada yang langsung menjawab.

Para pelayan hanya saling berpandangan ragu sementara beberapa pengawal tetap menundukkan kepala.

Hingga akhirnya Jenoh melangkah maju sedikit sebelum berkata hati-hati, “Karena penyerangan kemarin, Yang Mulia?”

Laticia tidak langsung menjawab. Ia hanya memandang lelaki itu beberapa saat sebelum akhirnya menarik napas pelan.

“Benar,” jawabnya tenang. “Namun bukan hanya karena itu.”

Suasana kembali hening da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Terharu mereka semua sangat setia sama Lati....
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
berat jalan yg akan dijalani laticia...dan resiko kematian untuk pengikutnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 177

    Jawaban itu terdengar dingin, tetapi tidak sepenuhnya salah. Dulu, setiap kali Carsein kebingungan, Laticialah yang diam-diam menyusun jalan keluarnya. Ia memberi saran, memperbaiki kesalahan para menteri, bahkan menyelesaikan masalah sebelum sampai ke telinga sang kaisar.Namun perempuan itu telah memutuskan untuk berhenti melakukan semua itu. Jika Carsein ingin menjadi seorang kaisar maka sudah waktunya ia belajar mencari jawabannya sendiri.Laticia sama sekali tidak berniat membantu Carsein lebih dari yang menjadi kewajibannya sebagai ratu.Selama bertahun-tahun, dialah yang diam-diam menjaga kekaisaran tetap berdiri. Setiap krisis diselesaikannya sebelum membesar, setiap kesalahan para pejabat ditutupinya, dan setiap keputusan yang menyelamatkan pemerintahan selalu lahir dari kerja kerasnya. Namun semua pujian jatuh kepada Carsein.Kini semuanya telah berakhir.Carsein menginginkan takhta, tetapi tidak pernah benar-benar belajar bagaimana mempertahankannya. Ia haus akan kekuasaan,

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 176

    Tidak sampai setengah jam kemudian, iring-iringan kereta kerajaan berhenti di depan Lumbung Barat.Bau kayu hangus langsung memenuhi udara. Asap tipis masih mengepul dari sisa-sisa bangunan yang menghitam. Para prajurit dan pekerja terlihat mondar-mandir membawa ember berisi air untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.Begitu turun dari kereta, langkah Laticia terhenti. Tatapannya tertuju pada bangunan besar yang kini hanya menyisakan tiang-tiang kayu yang gosong.Atapnya telah runtuh. Dinding-dinding penyimpanan ambruk menjadi puing. Karung-karung gandum yang seharusnya memenuhi gudang kini berubah menjadi abu hitam yang bercampur dengan sisa kayu terbakar.Tidak ada yang tersisa. Beberapa pejabat yang lebih dulu tiba segera menghampirinya dengan wajah panik."Yang Mulia...""Semuanya terjadi terlalu cepat.""Kami tidak sempat menyelamatkan isi gudang."Laticia tidak langsung menjawab. Ia melangkah perlahan memasuki area lumbung yang telah dipenuhi puing-puing. Sepatu ku

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 173

    Keesokan paginya, Istana Ratu kembali dipenuhi kesibukan.Di ruang kerjanya, Laticia duduk dengan tenang di balik meja besar, membaca satu demi satu dokumen yang baru saja diserahkan kepadanya. Sesekali ia memberi catatan kecil di pinggir halaman sebelum meletakkannya ke sisi lain meja.Tak lama kemudian, pintu ruangan diketuk pelan."Yang Mulia, Duke Zion telah tiba."Laticia mengangkat pandangannya dari laporan yang sedang dibaca. "Persilakan masuk."Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Zion yang melangkah masuk dengan tenang. Setelah memberi hormat singkat, ia langsung duduk di kursi yang berada di hadapan adiknya. Tidak ada sapaan panjang ataupun basa-basi. Hubungan keduanya tidak pernah membutuhkan kata-kata yang berlebihan.Zion memperhatikan wajah Laticia beberapa saat. Sejak kembali ke ibu kota, adiknya memang terlihat jauh lebih tenang. Namun justru ketenangan itulah yang membuatnya sulit menebak apa yang sebenarnya sedang dipikirkan perempuan itu."Seluruh istana sed

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 172

    Malam itu, Carsein tidak dapat memejamkan mata. Ucapan Pricilla terus berputar di dalam benaknya. Berkali-kali ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Laticia tidak mungkin melakukan hal yang melanggar kehormatannya sebagai seorang ratu. Ia mengenal perempuan itu lebih baik daripada siapa pun.Namun setiap kali keyakinan itu mulai muncul, bayangan yang ia lihat di taman kembali menghantuinya. Laticia dan Lereg duduk berhadapan, makan malam bersama. Bahkan Laticia sempat tersenyum.Senyum yang sudah sangat lama tidak pernah ia tunjukkan kepadanya. Carsein menghela napas kasar. Ia bangkit dari kursinya, berjalan menuju jendela ruang kerjanya, lalu memandang halaman istana yang masih diterangi cahaya obor."Mustahil..." gumamnya pelan. "Laticia bukan wanita seperti itu."Akan tetapi, keraguan yang telah ditanamkan Pricilla perlahan menggerogoti pikirannya. Bagaimana jika selama berada di Utara, hubungan mereka benar-benar berubah? Bagaimana jika Laticia tidak lagi memiliki tempat untuknya di

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 171

    Langit malam menyelimuti taman Istana Kekaisaran dengan cahaya bulan yang lembut. Di sebuah gazebo yang menghadap danau, Laticia dan Lereg duduk berhadapan. Di atas meja kayu terbentang beberapa laporan, peta wilayah, serta catatan mengenai distribusi pangan dan persediaan senjata.Makan malam yang tersaji di antara mereka hanyalah pelengkap. Sejak tadi, pembicaraan keduanya tidak pernah keluar dari urusan pemerintahan."Kalau kementerian logistik tidak mampu memenuhi tenggat tujuh hari, gudang di Utara bisa menjadi cadangan terakhir," ujar Lereg sambil menunjuk salah satu titik pada peta.Laticia menggeleng pelan."Jangan." Lereg mengangkat pandangan. "Mereka harus belajar bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri. Kalau Utara terus membantu, mereka tidak akan pernah berubah."Lereg tersenyum tipis."Kalau begitu aku akan menunggu keputusanmu."Belum sempat Laticia menjawab, suara langkah kaki terdengar semakin mendekat.Bruk.Carsein berhenti tepat di depan gazebo. Tatapannya lang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 170

    Tatapannya kembali beralih kepada para pejabat."Mulai hari ini, setiap kementerian bertanggung jawab penuh atas bidangnya masing-masing. Besok pagi, aku ingin kalian kembali ke ruangan ini.""Bukan membawa daftar masalah. Tetapi membawa rencana, solusi, dan waktu pelaksanaannya."Ia berhenti sejenak, memastikan setiap orang mendengar ucapannya dengan jelas."Siapa pun yang datang dengan alasan, tanpa penyelesaian, lebih baik menyerahkan jabatannya hari itu juga."Suara Laticia menggema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Tak seorang pun memiliki keberanian untuk membantah.Baru hari itu mereka benar-benar menyadari bahwa Ratu Laticia telah kembali. Namun perempuan yang kini berdiri di hadapan mereka bukan lagi sosok yang diam-diam membereskan semua kekacauan dari balik layar.Ia akan memastikan setiap orang yang menyandang jabatan di Kekaisaran Ascham benar-benar layak berada di kursinya. Dan bagi mereka yang tidak mampu Laticia sendiri yang akan menying

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 101

    Melisa menunduk dalam, memahami bahwa pertemuan itu bukan sekadar percakapan biasa.“Baik, Yang Mulia.”Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Laticia melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan. Gaunnya bergesekan pelan di atas lantai marmer, langkahnya terdengar mantap meski tubuhnya belum sepenuhnya puli

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 37

    Suasana di sekitar mereka langsung berubah canggung begitu nama Grand Duke Lereg disebutkan.Beberapa bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik kecil sambil berpura-pura tetap melanjutkan percakapan masing-masing. Bahkan seorang viscount tua buru-buru meneguk wine-nya terlalu cepat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 32

    Jenoh sedikit menundukkan kepala sebelum akhirnya berkata pelan,“Menurut pelayan istana utama… keputusan itu berubah mendadak setelah rapat siang tadi.”Laticia langsung terdiam dan tanpa sadar, dirinya kembali mengingat tatapan Carsein di aula rapat tadi.Tatapan dingin penuh tekanan saat dirinya

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 27

    Carsein menatap Laticia lama setelah percakapan mereka terhenti. Ruang kerja itu terasa begitu sunyi sampai suara napas keduanya terdengar jelas di tengah keheningan. “Aku tidak akan merugikanmu.” Akhirnya Carsein membuka suara.Nada bicaranya rendah dan berat, seolah dirinya sedang menahan sesuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status