Share

Bab 9

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-20 23:01:57

Deg.

Pricilla terlihat sedikit tertegun mendengar ucapan Laticia tadi.

Wanita itu berdiri kaku sambil memegang nampan makanan di tangannya, sementara mata indahnya perlahan memerah seperti orang yang sedang menahan malu.

Namun Laticia tidak lagi tertarik melihat ekspresi itu.

Dulu mungkin ia akan marah. Ia akan mempertanyakan semuanya pada Carsein, menanyakan kenapa lelaki itu tega memperlakukannya seperti ini di depan semua orang.

Ia mungkin akan menangis atau kehilangan kendali karena rasa sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 161

    Keheningan kembali menyelimuti langkah mereka. Angin malam berembus pelan, membawa aroma pinus dan salju yang memenuhi udara Utara. Cahaya bulan yang menggantung tinggi di langit memantulkan warna keperakan di atas jalan batu yang mereka lalui, sementara suara pesta kini hanya terdengar samar dari kejauhan.Laticia menundukkan pandangannya. Entah mengapa, setelah mendengar penolakan Lereg yang begitu tegas kepada Lady Eleanor, hatinya justru terasa semakin berat.Selama bertahun-tahun, ia hanya mengenal hubungan yang dipenuhi tuntutan, pengorbanan, dan kekecewaan. Karena itu, setiap kali Lereg memperlakukannya dengan begitu tulus, selalu ada bagian kecil dalam dirinya yang bertanya apakah ia benar-benar pantas menerima semua itu.Ia menghela napas pelan lalu kembali menatap Lereg."Lereg..."Grand Duke Rudwick itu menoleh tanpa menghentikan langkahnya."Ada apa?"Laticia tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak sampai ke matanya."Aku rasa..." Ia berhenti sejenak, seolah sedang memili

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 160

    Mereka meninggalkan aula perjamuan dengan langkah yang tenang. Suara musik dan tawa para bangsawan perlahan memudar di belakang mereka, berganti dengan udara malam yang dingin dan hembusan angin khas Utara yang menyapu pelataran kastil. Cahaya obor yang berjajar di sepanjang koridor batu memantulkan bayangan keduanya yang berjalan berdampingan, menciptakan suasana yang jauh lebih damai dibandingkan hiruk pikuk pesta yang baru saja mereka tinggalkan.Selama beberapa saat tidak ada percakapan di antara mereka.Laticia hanya berjalan sambil sesekali melirik lelaki di sampingnya. Wajah Lereg kembali datar seperti biasa, seolah kejadian beberapa saat yang lalu hanyalah percakapan kecil yang tidak layak diingat. Sikap itu justru membuat sudut bibir Laticia perlahan terangkat.Tawa kecil akhirnya lolos dari bibirnya. Suara itu membuat Lereg menoleh. Tatapannya dipenuhi tanda tanya."Ada yang lucu?"Laticia menggeleng pelan, meski senyum di wajahnya belum juga menghilang."Aku hanya sedang be

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 159

    Laticia tetap berdiri di sisi Lereg dengan tenang. Senyum anggun yang sejak awal menghiasi wajahnya tidak berubah sedikit pun, seolah percakapan yang sedang berlangsung sama sekali tidak memengaruhi suasana hatinya. Namun sebagai seorang wanita, ia dapat dengan mudah menangkap maksud yang tersembunyi di balik setiap ucapan Lady Eleanor.Tidak ada satu pun kalimat yang terdengar terang-terangan menggoda, itulah yang membuatnya terasa begitu jelas.Cara Eleanor memandang Lereg lebih lama dari seharusnya, senyum yang selalu mengembang setiap kali lelaki itu berbicara, hingga gerakan kecil merapikan rambutnya seolah tanpa sadar... semuanya menunjukkan bahwa perhatian wanita itu bukan sekadar rasa hormat kepada seorang Grand Duke.Laticia hanya mengembuskan napas pelan.Ia tidak menyela.Tidak pula menunjukkan ketidaksukaannya. Namun Lereg yang berdiri di sampingnya justru mulai merasa gelisah. Sesekali ia melirik ke arah Laticia, berharap menemukan sesuatu pada wajah perempuan itu. Sayang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 158

    Jawaban Lereg begitu singkat, tetapi terdengar mantap. Ia mengambil segelas minuman dari nampan pelayan, kemudian berdiri di samping Laticia sambil memandang para tamu yang masih memenuhi aula."Orang-orang selalu membutuhkan sesuatu untuk dibicarakan. Kalau bukan tentang politik, mereka akan membicarakan keluarga bangsawan. Kalau bukan tentang perang, mereka akan membicarakan kehidupan pribadi orang lain."Ia mengangkat bahu kecil."Rumor hanya akan berhenti ketika mereka menemukan korban berikutnya."Laticia memperhatikan wajahnya beberapa saat."Jadi kau benar-benar tidak keberatan?"Lereg menoleh dan menatap mata Laticia secara langsung."Aku lebih khawatir padamu daripada pada diriku sendiri."Jawabannya begitu jujur hingga membuat Laticia sedikit terdiam. Lereg melanjutkan dengan senyum tipis yang hampir tidak terlihat."Aku sudah hidup dengan berbagai macam gosip sejak kecil. Hanya karena aku lahir sebagai anak haram, orang-orang sudah menciptakan ratusan cerita tentangku. Aku

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 157

    "Aku mendengar percakapan kalian."Nada suaranya begitu lembut hingga nyaris terdengar seperti bisikan. Namun justru kelembutan itulah yang membuat jantung para wanita itu berdegup semakin kencang.Laticia perlahan berbalik menghadap mereka. Senyum tipis masih menghiasi wajahnya, tetapi sorot matanya tetap tenang, sulit ditebak apakah ia sedang marah atau justru tidak peduli sama sekali."Aku hanya ingin memastikan satu hal," ujarnya pelan. "Menurut kalian, apakah setiap pria yang memperlakukan seorang wanita dengan hormat pasti sedang jatuh cinta kepadanya? Ataukah setiap wanita yang menerima penghormatan itu otomatis dianggap sedang menggoda?"Tak ada jawaban.Para wanita itu saling melirik dengan gelisah. Laticia melanjutkan tanpa meninggikan nada bicaranya."Grand Duke Rudwick adalah penguasa wilayah ini. Aku datang sebagai tamunya sekaligus tamu kehormatan bagi seluruh bangsawan Utara. Sudah menjadi kewajibannya memastikan aku diperlakukan dengan baik selama berada di wilayahnya.

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 156

    Sejak sore hari, seluruh Kastil Rudwick telah dipenuhi kesibukan.Para pelayan berlalu-lalang di sepanjang koridor sambil membawa kotak-kotak perhiasan, jubah musim dingin, serta berbagai perlengkapan yang akan digunakan untuk perjamuan malam itu. Aula utama tempat pesta diselenggarakan telah dihias sejak pagi. Lampu-lampu kristal dibersihkan hingga berkilau, rangkaian bunga musim dingin memenuhi setiap sudut ruangan, sementara para juru masak sibuk menyiapkan hidangan untuk menyambut para bangsawan yang datang dari berbagai wilayah Utara.Di kamar yang kini hampir setiap hari ia tempati, Laticia telah selesai mempersiapkan diri.Ema merapikan lipatan terakhir gaunnya, sementara Melisa memasangkan sepasang anting safir yang memantulkan cahaya kebiruan setiap kali terkena sinar matahari yang mulai menghilang di balik jendela."Yang Mulia benar-benar cantik malam ini," gumam Ema dengan senyum bangga.Laticia hanya membalas dengan senyum tipis.Ia tidak terlalu memikirkan pesta itu. Bagi

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 49

    Carsein menghela napas panjang pelan seolah sedang menahan kesabarannya sendiri. Tatapan matanya tetap tertuju pada Laticia yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan ekspresi tenang seperti biasa.“Apakah sekarang kau senang memperbesar masalah?” Nada suaranya rendah, namun cukup membuat seluruh ru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 43

    Semua orang terdiam setelah mendengar jawaban Laticia sebelumnya. Tidak ada yang menyangka sang ratu akan menanggapi penolakan itu dengan begitu tenang, seolah semua hal yang terjadi hanyalah bagian biasa dari hidupnya di dalam istana.Dan justru ketenangan itu terasa jauh lebih menekan dibanding k

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 37

    Suasana di sekitar mereka langsung berubah canggung begitu nama Grand Duke Lereg disebutkan.Beberapa bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik kecil sambil berpura-pura tetap melanjutkan percakapan masing-masing. Bahkan seorang viscount tua buru-buru meneguk wine-nya terlalu cepat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 32

    Jenoh sedikit menundukkan kepala sebelum akhirnya berkata pelan,“Menurut pelayan istana utama… keputusan itu berubah mendadak setelah rapat siang tadi.”Laticia langsung terdiam dan tanpa sadar, dirinya kembali mengingat tatapan Carsein di aula rapat tadi.Tatapan dingin penuh tekanan saat dirinya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status