Share

si Rambut Perak

Penulis: Flouvly Fhlorie
last update Tanggal publikasi: 2026-07-26 13:43:47

Russle tiba-tiba menatap Rowan dengan sorot mata yang begitu tajam.

Tatapan itu seolah mampu menembus hingga ke dasar jiwanya.

Rowan membalas tatapan saudara kembarnya.

Ia langsung menyadari perubahan pada mata Russle.

Iris merahnya yang biasanya tenang kini menyala bagaikan bara api.

"Itu..."

gumam Rowan.

"Penglihatanmu muncul lagi?"

Russle tidak menjawab.

Tatapannya tetap terpaku pada Rowan.

Dalam sekejap, penglihatan itu mengalir ke dalam kesadaran Rowan.

Seolah-olah mereka sedang melihat ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Pertemuan Rahasia di Tengah Malam

    Malam itu, mereka memutuskan untuk menginap di penginapan tersebut.Gavriel menyewa dua kamar.Satu kamar berukuran besar untuk dirinya bersama kedua kusir.Sementara satu kamar lainnya ditempati Aruna dan Mira.Karena perjalanan yang begitu panjang, Mira langsung tertidur begitu tubuhnya menyentuh kasur.Kedua kusir pun tak jauh berbeda.Bahkan Gavriel sempat memejamkan matanya seolah benar-benar terlelap.Namun...beberapa jam kemudian, ia perlahan membuka matanya.Ruangan masih gelap.Hanya cahaya bulan yang masuk melalui celah jendela.Gavriel bangkit tanpa menimbulkan suara.Ia menyalakan sebuah lilin kecil, mengenakan mantel tebalnya, lalu berjalan keluar dari kamar.Di kamar sebelah...Aruna justru belum bisa tidur.Suasana baru membuatnya sulit memejamkan mata.Saat tanpa sengaja melirik ke luar jendela, ia melihat sesosok pria membawa cahaya lilin berjalan meninggalkan penginapan."...Gavriel?"gumamnya pelan.Rasa penasaran mengalahkan rasa kantuk.Dengan hati-hati agar tida

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   di Bawah Bayangan Kastel

    "Memangnya kenapa dengan Duke Rowan?"tanya pemilik kedai sambil tetap fokus mengoleskan bumbu rempah ke permukaan daging rusa yang sedang dipanggang.Gavriel sempat terdiam.Ia hampir saja menjawab.Namun bayangan Rowan yang beberapa waktu lalu terang-terangan mengejar Aruna di Elarion langsung terlintas di benaknya."Lebih baik jangan kubahas..."batinnya.Ia tersenyum tipis."Tidak apa-apa.""Lupakan saja."Pemilik kedai hanya mengangkat bahu."Kalau begitu, anggap saja aku tidak bertanya."Tak lama kemudian, beberapa piring besar berisi daging rusa bakar yang masih mengepulkan asap hangat dihidangkan ke atas meja.Aroma rempah yang kuat langsung memenuhi ruangan.Di sampingnya, tersaji cangkir-cangkir berisi sirup jahe hangat yang dicampur teh.Pemilik kedai menyandarkan tubuhnya di dekat meja mereka sambil melipat kedua tangan."Nah, silakan dinikmati.""Semoga cocok dengan lidah tamu dari Elarion."Mereka pun mulai menyantap hidangan itu.Di sela-sela suasana makan yang hangat,

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Kuliner jalanan Nochtaryn

    Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, kereta mereka akhirnya melewati gerbang wilayah terluar Nochtaryn.Suara roda kereta yang bergesekan dengan jalanan berbatu perlahan melambat.Aruna mengembuskan napas lega."Akhirnya..."gumamnya pelan.Mira segera membuka sedikit tirai jendela kereta.Aruna ikut mendekat.Keduanya sama-sama menatap ke luar dengan penuh rasa penasaran.Pemandangan pertama yang menyambut mereka berbeda jauh dari Elarion.Langit Nochtaryn diselimuti kabut tipis berwarna keabu-abuan.Sinar matahari sore yang mulai condong ke barat hanya mampu menembus sedikit, menciptakan suasana yang tampak suram, tetapi entah mengapa juga terasa tenang.Kereta kemudian memasuki sebuah jalan yang tidak terlalu lebar.Di sepanjang sisi kanan dan kirinya berjajar puluhan pedagang.Suara tawar-menawar terdengar di mana-mana.Asap putih mengepul dari tungku-tungku kecil.Aroma daging panggang bercampur rempah memenuhi udara.Mata Aruna langsung berbinar."Street food..."batinnya

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   di Balik Surat Pengunduran Diri

    Gavriel tersenyum kecil."Lalu...""Nochtaryn memiliki seorang Duke yang akan melakukan apa pun demi melindungi wilayahnya."Aruna dan Mira sama-sama menoleh ke arahnya."Beliau tidak segan menjatuhkan hukuman.""Bahkan...""Jika ada yang membangkang dan mengancam keselamatan Nochtaryn, beliau sendiri yang akan menghunus pedangnya.""Tak jarang...""...kepala orang itu akan terpenggal."Gavriel mengucapkannya dengan nada datar, seolah sedang membicarakan hal yang biasa."Itulah Duke Rowan Blackwood.""Beliau sangat kejam terhadap musuh...""...tetapi sangat adil kepada rakyatnya."Ia terkekeh pelan."Aku bisa berkata seperti ini karena dulu aku pernah menjadi tangan kanan beliau.""Sebelum akhirnya memutuskan mengundurkan diri dan mengabdi kepada keluarga Ardent."Mira yang sejak tadi mendengarkan langsung menyenggol pelan lengan Gavriel."Kalau begitu...""Bagaimana pendapatmu setelah menjadi kesatria keluarga Ardent, Sir Gavriel?"Ia tersenyum jahil."Apakah Lady Evelyne sama sepert

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Negeri di Bawah Awan Kelam

    Kereta kuda mulai meninggalkan Kediaman Ardent.Roda-roda kayunya berderit pelan, melewati jalan berbatu yang masih basah oleh embun pagi.Di kanan dan kiri, pepohonan berbaris rapi seakan mengantarkan kepergian mereka.Suasana di dalam kereta jauh lebih santai.Mira duduk berhadapan dengan Aruna, sementara Gavriel memilih duduk di dekat pintu kereta agar dapat sesekali memperhatikan keadaan di luar.Beberapa saat mereka hanya menikmati perjalanan.Hingga akhirnya Mira memecah keheningan."Lady..."Aruna mengangkat kepalanya."Apa yang Lady katakan kepada Lord Cedric tadi benar?"Mira tersenyum kecil."Beliau pulang dengan wajah yang benar-benar kecewa."Aruna terdiam.Pandangannya beralih ke luar jendela kereta.Hatinya juga terasa tidak nyaman.Ia memang tidak berbohong.Namun, ia juga tidak mengatakan alasan yang sebenarnya.Jika tadi ia memilih diam, Cedric pasti akan terus mendesaknya dengan berbagai pertanyaan.Tetapi...jika ia mengajaknya ikut...perjalanan ini justru akan men

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Perjalanan Aruna ke Blackwood

    Pagi itu, suasana Kediaman Ardent jauh lebih sibuk dari biasanya.Beberapa pelayan hilir mudik membawa koper, peti kayu, serta perbekalan yang telah dipersiapkan sejak dini hari.Di halaman depan, dua kereta kuda telah menunggu.Seekor demi seekor kuda diperiksa kembali oleh kusir, memastikan tidak ada perlengkapan yang tertinggal sebelum perjalanan panjang dimulai.Aruna berdiri di samping kereta.Tangannya sibuk merapikan tas berisi peta, pakaian ganti, dan beberapa buku yang sengaja ia bawa.Di dekatnya, Gavriel memeriksa pedangnya untuk terakhir kali, sementara Mira membantu para pelayan menata barang-barang agar tidak bergeser selama perjalanan."Sayang..."Duchess Marianne melangkah menghampiri Aruna.Wajahnya dipenuhi kekhawatiran."Kau benar-benar yakin ingin pergi ke Nochtaryn?"Aruna menghentikan tangannya sejenak.Duchess Marianne kembali berkata pelan,"Dulu kau sangat membenci Duke Rowan Blackwood.""Bahkan kau selalu mengeluh setiap kali mendengar namanya.""Bukankah kau

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Pangeran Kael Sampai Di Valdrice

    Pangeran Kael Draven baru saja melewati batas wilayah Kerajaan Valdrice saat langit sudah gelap gulita. Jam menunjukkan pukul sebelas malam. Perjalanan yang dimulai pukul delapan malam itu masih menyisakan tiga jam lagi menuju istana.Ia menatap pemandangan di luar jendela kereta kuda. Awalnya hany

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Toko Roti milik Sang Lady

    Saat kereta kuda mereka berhenti di tengah kerumunan yang mencoba masuk ke toko roti, semua pasang mata menatap keduanya dengan tatapan histeris. Bisik-bisik mulai terdengar di telinga mereka.“Lady?” panggil Kael saat berjalan masuk. Namun Aruna melamun melihat antusiasme orang-orang yang datang.

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Cookies dan Janji Pangeran Kael

    Kereta kuda dengan emblem kerajaan melaju cepat menuju Kediaman Ardent—tempat di mana Lady Evelyne tinggal. Kali ini bukan sekadar kunjungan biasa, sebab Kael memiliki janji pada Lady itu. Ia tidak sendirian; Varian dan beberapa pengawal turut serta. "Yang Mulia, Anda yakin Lady itu tak akan menip

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Ketika Sang Pangeran Ditolak

    Kehadiran Pangeran Kael Draven di kediaman Ardent menyebar lebih cepat daripada aroma kue yang baru keluar dari oven.Dalam hitungan menit, halaman belakang yang tadinya ramai dengan antrean pelayan mendadak berubah. Para pelayan berlarian—bukan karena panik, tapi karena mereka harus rapi di depan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status