Share

Popcorn

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2026-06-12 20:00:55

Ketika Naomi sedang merapikan beberapa dokumen di mejanya ketika ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum kecil. Killa. Dia pun segera membuka isi pesannya.

Killa: Mau nonton nggak?

Naomi membalas cepat.

Naomi: Tumben ngajakin nonton?

Tak lama kemudian balasan masuk.

Killa: Iya. Zara ada urusan keluarga mendadak. Sayang tiketnya kalau hangus. Daripada nonton sendirian.

Naomi tertawa pelan.

Naomi: Baiklah. Kamu yang jem

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Aroma yang Personal

    Hari Jumat, langit mendung sejak siang. Menjelang jam pulang kantor, suara hujan mulai terdengar mengetuk jendela-jendela gedung. Semakin lama, semakin deras.Naomi berdiri di depan gedung. Ia menatap ke arah langit. Hujan turun tanpa ampun. Deras. Beberapa orang tampak berlari kecil menuju kendaraan mereka sambil melindungi kepala dengan tas.Naomi mengulurkan tangannya, merasakan air hujan. Tidak ada payung. Ia memang tidak membawa payung pagi tadi karena cuaca terlihat cerah."Bagaimana, ya?" gumamnya pelan.Menunggu hujan reda sepertinya tidak menjanjikan. Saat sedang berpikir, seseorang berhenti di sampingnya. Naomi menoleh. Rahaal. mPria itu masih mengenakan kemeja kerja yang rapi seperti biasa. Di tangannya tergenggam sebuah payung hitam."Kamu belum pulang?" tanya Naomi.Rahaal melihat hujan di depan mereka. "Hujannya deras.""Iya." ujar Naomi ikut memandang hujan. "Aku sedang mempertimbangkan apakah harus menerobos hujan atau

  • Bilur Bulir Bertaut   Tip

    Usai menyelesaikan meeting dengan klien, Naomi dan Mareeq berjalan keluar dari restoran yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Jam makan siang telah lewat, tetapi mall masih cukup ramai. Orang-orang berlalu-lalang membawa kantong belanja, beberapa keluarga terlihat mengantre di restoran, sementara alunan musik pelan terdengar dari pengeras suara.Naomi berjalan sambil memeluk beberapa map berisi dokumen meeting."Kita selamat," kata Mareeq.Naomi meliriknya. "Memangnya tadi seseram itu?""Kamu tidak lihat ekspresi klien waktu minta revisi tambahan?""Masih wajar.""Itu karena kamu sudah kebal."Naomi terkekeh kecil. "Coba bayangkan ekspresimu di depan bawahanmu. Kurang lebih sama.""Benarkah?" gumam Mareeq.Mereka melewati beberapa gerai minuman sebelum Mareeq berhenti di depan sebuah booth matcha take away."Matcha?" tanya Mareeq menawari.Naomi yang tadinya terlihat lelah langsung mendongak. Naomi tersenyum. "Mau.""Baiklah."Mereka pun ikut mengantre.Saat giliran mereka hampir t

  • Bilur Bulir Bertaut   Bioskop

    Naomi membalas tatapan itu. Keduanya sama-sama tampak bingung. Suasana mendadak hening. Killa, yang baru duduk di sebelah Naomi sambil membawa minuman, membeku. Orang-orang di sekitar yang menyadari kejadian itu mulai menahan senyum.Wanita itu berkedip. "Eh..."Naomi juga berkedip. Lalu, entah kenapa wanita itu perlahan mengulurkan tangan. "Makasih." Ia mengambil segenggam popcorn.Kress. Dimakannya dengan santai. Naomi melotot kecil. Dia benar-benar mengambilnya. Wanita itu mengunyah beberapa detik. Pria di sampingnya tampak tidak percaya.Killa menunduk sambil menggigit bibirnya sendiri. Bahu pria itu mulai bergetar. Ia sedang berjuang keras untuk tidak tertawa.Wanita itu menoleh lagi pada Naomi. "Makasih, ya."Naomi menatap ember popcornnya. Lalu menatap wanita itu. Kemudian, dengan ekspresi datar dan polos, ia berkata, "popcorn buat kakak saja. Tapi, jangan marahin kakaknya. Kasihan." Naomi melirik pria di samping wanita itu.He

  • Bilur Bulir Bertaut   Popcorn

    Ketika Naomi sedang merapikan beberapa dokumen di mejanya ketika ponselnya bergetar. Nama yang muncul di layar membuatnya tersenyum kecil. Killa. Dia pun segera membuka isi pesannya.Killa: Mau nonton nggak?Naomi membalas cepat.Naomi: Tumben ngajakin nonton?Tak lama kemudian balasan masuk.Killa: Iya. Zara ada urusan keluarga mendadak. Sayang tiketnya kalau hangus. Daripada nonton sendirian.Naomi tertawa pelan.Naomi: Baiklah. Kamu yang jemput ke sini ya? Jam4 sore.Killa: Oke.Setelah membalas, Naomi kembali bekerja. Namun, tanpa sadar, senyumnya masih tertinggal di wajah."Ada kabar baik?"Naomi menoleh. Flora duduk di samping mejanya sambil memegang mug kopi."Hah?""Senyum-senyum sendiri natap HP kayak orang gila."Naomi terkekeh kecil. "Oh, bukan apa-apa. Killa ngajak nonton.""Killa?" Mata Flora membesar. "Kamu masih berteman dengannya?""Iya. Kami sahabata

  • Bilur Bulir Bertaut   Es Krim dan Parfume

    Usai dari toilet,Naomi tidak tahu apakah harus segera kembali ke booth atau dia harus jalan-jalan di sekitar mall. Saat sedang berjalan santai, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada sebuah butik parfum premium. Dan di sanalah ia melihat seseorang yang dikenalnya. Rahaal.Naomi otomatis melambat. Bukan karena ingin menguping. Hanya saja cukup mengejutkan rupanya keperluan lain ituy adalah membeli parfum. Apalagi di atas meja kasir sudah ada beberapa kotak parfum.Satu. Dua. Tiga. Empat. Naomi mengernyit. Sebanyak itu? Seolah sedang menimbun stok. Aneh. Namun sebelum rasa penasarannya berubah menjadi tindakan yang lebih memalukan, Naomi segera pergi dari sana.Ketika kembali, suasana di area booth jauh lebih tenang. Yang ada hanya Claudia yang duduk di kursi dekat meja display sambil memainkan ponselnya. Naomi menghampiri lalu duduk di kursi sebelahnya."Mareeq ke mana?" tanya Naomi.Claudia mengangkat kepala. "Pergi sebentar.""Ke mana?"

  • Bilur Bulir Bertaut   Booth Bazaar

    Mareeq keluar dari ruangannya dan berjalan ke depan meja Naomi."Naomi, ikut aku ke area bazar, ya. Aku mau lihat persiapan booth." ujar Mareeq.Naomi yang sedang memeriksa dokumen langsung mengangguk. "Baik."Belum sempat berdiri, Claudia yang mendengar percakapan itu segera menoleh. Mareeq lalu menatap ke arah Claudia."Claudia juga ikut." ucap Mareeq tegas.Claudia tersenyum lega. Mareeq masih mengajaknya untuk ikut dalam pekerjaannya. Claudia menganggap Mareeq masih mengandalkannya."Booth kita di Hall B, dekat pintu samping. Katanya backdrop-nya sudah dipasang," katanya.Claudia langsung mengangguk semangat. "Bagus. Aku mau lihat apakah warna backdrop-nya sesuai desain yang kita kirim atau tidak."Sejujurnya Naomi tidak terlalu antusias melihat booth. Bekerja bersama Claudia kadang membuatnya lelah. Dia harus menahan diri dengan Mareeq. Terkadang ada hal-hal yang dilakukan Claudia seperti menyerangnya secara halus.

  • Bilur Bulir Bertaut   Kedok di Balik Kilau Sutra

    "Jangan menyiksa dirimu sendiri dengan tinggal bersama orang yang tidak kamu cintai, Nak. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik," ujar Mama lembut namun tegas.Naomi menghela napas panjang, membiarkan uap hangat dari ruangan itu menyelimuti wajahnya. Ia memutuskan untuk sedikit membuka c

  • Bilur Bulir Bertaut   Deep Talk

    Kehadiran wanita di lobi Legacy menciptakan riak penasaran di seluruh ruangan. Ia berdiri dengan postur sempurna, mengenakan setelan silk berwarna earth tone yang memancarkan aura kelas atas yang tenang. Tak ada satu pun orang di kantor itu yang menyadari bahwa wanita elegan tersebut adalah mama

  • Bilur Bulir Bertaut   Topeng di Balik Senyum

    Udara di sky terrace siang itu terasa sejuk, kontras dengan hiruk-pikuk lantai kantor yang baru saja ditinggalkan Naomi. Ia duduk di salah satu kursi kayu panjang, kedua tangannya melingkari kaleng berisi matcha dingin yang baru saja ia beli dari vending machine.Pandanga

  • Bilur Bulir Bertaut   Hak untuk Menjadi Rapuh

    Vino bangkit dari kursinya, lalu menarik tangan adiknya agar ikut berdiri. Ia sengaja mengabaikan map hitam itu sejenak, seolah ingin memberikan ruang bagi Naomi untuk bernapas."Sudah, jangan dipikirkan lagi. Map ini urusan belakangan," ucap Vino sambil merapikan jasnya yang kini tampak s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status