Share

Bab 1178

Author: Ayesha
Di tengah suara tepuk tangan, Brielle kembali duduk. Seseorang mengusulkan agar Raka juga menyampaikan beberapa patah kata.

"Pak Raka, bolehkah Anda berbagi pandangan tentang dukungan bagi dunia penelitian di masa depan?"

Raka mengambil mikrofonnya. "Kamar dagang selalu berkomitmen untuk mendukung proyek penelitian yang inovatif. Bagi talenta dengan nilai akademis tinggi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan dukungan."

Pernyataan Raka jelas dan tegas. Pada saat yang sama, panda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
sama ka...aku jg mls baca nya kl s niro niro itu udh muncul
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
Raka.. kyknya kamu harus berdarah darah dulu, baru Brielle luluh..
goodnovel comment avatar
Nisa Nisa
ntah knapa kalau briele udh bersama keluarga harmawan aku agak2 malas mbacanya......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1509

    Keesokan pagi, Raka meluangkan waktu untuk menemani putri dan keluarganya, karena malam itu adalah perayaan ulang tahun Emily.Sementara itu, Brielle masih harus bekerja, sehingga pagi-pagi sekali dia sudah berangkat ke laboratorium.Ferdian datang lebih awal untuk melakukan berbagai persiapan di laboratorium. Zondi juga merupakan asisten yang sangat bertanggung jawab."Brielle, siang nanti kita harus pergi ke laboratorium Profesor Derrick." Zondi mengingatkannya.Brielle teringat bahwa dia memang sudah membuat janji dengan Derrick untuk membahas analisis data. Dalam penelitian kali ini, laboratorium Derrick juga bersedia memberikan dukungan.Pukul 10 pagi, Brielle dan Zondi tiba di bekas Laboratorium Kasih, yang kini telah menjadi Laboratorium Rine milik Derrick.Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, Brielle memasuki ruang rapat Derrick. "Brielle, kamu sudah datang. Ayo duduk."Derrick berdiri menyambutnya dengan senyuman hangat.Di samping mereka, Ferdian tampak begitu bersemangat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1508

    Lastri segera membawakan sepiring buah yang sudah dipotong, meletakkannya di atas meja, lalu kembali ke kamarnya.Kini, hanya mereka berdua yang tersisa di ruang tamu.Raka mengambil sepotong apel dan memasukkannya ke mulut, lalu bertanya kepada Brielle, "Besok Nenek ingin merayakan ulang tahunnya sedikit lebih meriah. Kamu sudah punya gaun yang cocok belum? Apa akan ada tamu lain juga?"Brielle mengangkat kepala dan bertanya. Dia mengira mungkin kerabat jauh Keluarga Pramudita juga akan diundang.Raka menggeleng. "Tahun ini Nenek nggak berniat mengundang orang luar. Cuma keluarga kita saja."Setelah itu, dia menambahkan, "Soal gaunmu, biar aku yang atur."Brielle menggeleng. "Nggak perlu. Aku akan urus sendiri."Karena hanya makan bersama keluarga, dia cukup berdandan sedikit lebih rapi, tidak perlu terlalu berlebihan.Brielle mengambil sebutir anggur dan mulai mengupas kulitnya."Tadi sudah pamitan dengan Niro?" tanya Raka tiba-tiba."Sudah," jawab Brielle dengan tenang.Raka tidak m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1507

    Setelah Brielle duduk di dalam mobil, Niro berkata dengan suara pelan tetapi tegas, "Brielle, ke depannya mungkin kita nggak akan mudah saling menghubungi. Tapi kamu harus tahu, aku akan selalu menjadi temanmu, juga seseorang yang selalu bisa kamu andalkan."Kata-katanya singkat, tetapi terasa begitu berbobot. Tidak ada sedikit pun nuansa ambigu. Tidak ada pula penyesalan. Yang ada hanyalah kepedulian yang tulus dan doa terbaik untuknya.Perasaan yang dulu sempat tumbuh di antara mereka kini benar-benar telah dia ubah menjadi persahabatan yang kokoh, serta perlindungan yang dia berikan secara sepihak.Mata Brielle sedikit memanas. Dia mengangguk kuat. "Niro, kamu juga harus selalu jaga diri dan keselamatanmu.""Oke, aku janji." Niro tersenyum. Di bawah cahaya lampu yang redup kekuningan, senyumannya tetap tampan dan bersih, sama seperti dirinya.Tak lama kemudian, pandangan Niro beralih ke sebuah mobil SUV hitam yang terparkir belasan meter dari sana. Matanya sedikit menyipit."Mobil i

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1506

    Meskipun mengenakan pakaian kasual, aura tegas dan tegap seorang prajurit tetap terpancar kuat darinya.Hanya saja, dibandingkan dulu, ada sesuatu yang lebih matang dalam sorot matanya. Kejernihan yang lahir setelah berkali-kali berada di ambang hidup dan mati, serta tekad yang tak tergoyahkan terhadap tugasnya.Niro memandang Brielle sambil tersenyum. "Kamu datang.""Maaf, tadi macet karena jam pulang kerja." Brielle tersenyum sambil menarik kursi. "Kamu sudah lama nunggu?""Aku juga baru sampai." Niro tersenyum tipis. "Lihat dulu, mau makan apa?"Brielle menerima buku menu. Tanpa sadar, pandangannya kembali tertuju kepada Niro.Potongan rambut cepak itu makin menonjolkan fitur wajahnya yang tegas dan garis rahangnya yang rapi, memberikan kesan tampan dan gagah.Niro tanpa sadar mengusap rambutnya sendiri. Kemudian, dia memperlihatkan bagian kepala tempat cip itu dulu ditanamkan. "Gimana pemulihannya?"Brielle mengamatinya dengan saksama. "Sudah pulih dengan sangat baik."Di mata Brie

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1505

    Brielle berkata kepada pria di sampingnya, "Aku angkat telepon dulu."Bahkan sebelum Brielle sempat melangkah pergi, Raka sudah lebih dulu berjalan ke hamparan rumput di samping. Tatapannya tertuju pada langit senja di kejauhan, tetapi dari sudut matanya, dia tetap memperhatikan Brielle.Brielle mengangkat telepon. "Halo, Niro."Dari seberang terdengar suara Niro yang tetap jernih dan hangat seperti biasanya."Brielle, aku lagi di Kota Amadeus. Besok aku kembali ke Kyoza, lusa berangkat ke markas. Sebelum berangkat, aku ingin traktir kalian makan.""Kalian" yang dimaksud tentu adalah Brielle dan Raka.Brielle tertegun sesaat. "Kamu secepat ini kembali ke markas?""Ya, sudah waktunya kembali. Jangan khawatir, aku sudah pulih sepenuhnya," jawab Niro dari seberang."Baiklah. Kalau begitu, malam ini kita makan bersama saja." Brielle juga ingin bertemu dengannya. Begitu Niro kembali ke markas, mungkin mereka baru bisa bertemu lagi setahun atau bahkan lebih lama."Oke. Nanti aku kirim alamat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1504

    Dalam kegelapan, seluruh indranya terasa makin peka. Namun, yang terus berulang di benaknya bukanlah pekerjaan rumit di Negara Norwa, melainkan sosok Brielle.Di tengah malam seperti ini, kebersamaan mereka yang hanya sebentar saat dia mengantarkan obat tadi, justru dengan mudah membangkitkan kembali gejolak yang telah lama terpendam jauh di dalam dirinya.Saat ini, Raka merasa yang dia butuhkan bukanlah obat tidur, melainkan mandi air dingin. Dia harus menenangkan diri.Dia berjalan masuk ke kamar mandi dan membuka keran air dingin. Meski sebelumnya sudah mandi, tubuhnya masih membutuhkan guyuran air dingin sekali lagi. Dia tahu malam ini dirinya sedikit kehilangan kendali.Sebab setiap kali berhadapan dengan Brielle, pengendalian dirinya seolah-olah selalu runtuh dengan mudah.Butiran air dingin mengalir mengikuti lekuk otot tubuhnya yang kekar. Raka memejamkan mata.Dua puluh menit kemudian, efek obat akhirnya datang terlambat. Rasa lelah perlahan menyerbu tubuhnya, hingga akhirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 597

    Brielle mengangkat ponsel. "Aku kasih kamu satu menit buat pergi. Kalau nggak, aku langsung lapor polisi."Senyuman Devina menegang. "Brielle, aku nggak berniat jahat.""Kamu mendekati putriku dengan status sebagai seorang selingkuhan, lalu kamu bilang nggak berniat jahat? Aku nggak keberatan membua

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 576

    Dalam perjalanan mengantar Derrick kembali ke hotel, Brielle berbicara dengannya tentang kondisi peralatan laboratorium."Ya! Peralatan inti ini bagus, hanya perlu dikalibrasi ulang dan sudah bisa dipakai." Derrick berkata, sangat puas dengan semua fasilitas laboratorium itu.Brielle juga merasa bah

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 579

    Lebih-lebih lagi, dunia bisnis penuh dengan tipu muslihat."Brielle, aku nggak punya niat apa pun. Aku hanya berharap bisa memberi Anya jaminan untuk masa depannya." Raka tetap berwajah tenang seperti biasa.Brielle mengerutkan kening. Cara laki-laki ini menghitung dan menekan orang lain sudah lama

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 601

    Saat itu, dua pria paruh baya yang berdiri di samping Hubert juga memperhatikan Raka dan Brielle. Salah satu dari mereka menghela napas dan berkata, "Pak Raka benar-benar masih muda. Berani mempertaruhkan masa depan bisnis MD pada seorang ilmuwan muda, bukankah itu terlalu ceroboh?""Belakangan ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status