Share

Bab 1442

Penulis: Ayesha
Saat itu, sebuah tangan menyodorkan tisu kepadanya. Brielle mengulurkan tangan menerimanya, lalu memejamkan mata. Dia berusaha menerima kenyataan ini.

Kematian ayahnya ... terjadi karena dirinya.

Raka tiba-tiba membungkuk sedikit dan menepuk pelan bahunya. "Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Kematian ayahmu bukan karena kamu, Brielle. Ayahmu melakukan semua itu karena dia terlalu mencintaimu. Dia rela melakukan semuanya demi dirimu."

Air mata Brielle mengalir dari sela-sela jarinya, menete
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Angga Dimas
udh paham skrg brielle?s raka itu totalitas banget sm km krna dia sdh pernah mendukung penelitian ayahmu
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
selama ini Brielle sdh salah faham mengira semuanya untuk kepentingan si lakor pdhal untuk masa depan Brielle juga
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1505

    Brielle berkata kepada pria di sampingnya, "Aku angkat telepon dulu."Bahkan sebelum Brielle sempat melangkah pergi, Raka sudah lebih dulu berjalan ke hamparan rumput di samping. Tatapannya tertuju pada langit senja di kejauhan, tetapi dari sudut matanya, dia tetap memperhatikan Brielle.Brielle mengangkat telepon. "Halo, Niro."Dari seberang terdengar suara Niro yang tetap jernih dan hangat seperti biasanya."Brielle, aku lagi di Kota Amadeus. Besok aku kembali ke Kyoza, lusa berangkat ke markas. Sebelum berangkat, aku ingin traktir kalian makan.""Kalian" yang dimaksud tentu adalah Brielle dan Raka.Brielle tertegun sesaat. "Kamu secepat ini kembali ke markas?""Ya, sudah waktunya kembali. Jangan khawatir, aku sudah pulih sepenuhnya," jawab Niro dari seberang."Baiklah. Kalau begitu, malam ini kita makan bersama saja." Brielle juga ingin bertemu dengannya. Begitu Niro kembali ke markas, mungkin mereka baru bisa bertemu lagi setahun atau bahkan lebih lama."Oke. Nanti aku kirim alamat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1504

    Dalam kegelapan, seluruh indranya terasa makin peka. Namun, yang terus berulang di benaknya bukanlah pekerjaan rumit di Negara Norwa, melainkan sosok Brielle.Di tengah malam seperti ini, kebersamaan mereka yang hanya sebentar saat dia mengantarkan obat tadi, justru dengan mudah membangkitkan kembali gejolak yang telah lama terpendam jauh di dalam dirinya.Saat ini, Raka merasa yang dia butuhkan bukanlah obat tidur, melainkan mandi air dingin. Dia harus menenangkan diri.Dia berjalan masuk ke kamar mandi dan membuka keran air dingin. Meski sebelumnya sudah mandi, tubuhnya masih membutuhkan guyuran air dingin sekali lagi. Dia tahu malam ini dirinya sedikit kehilangan kendali.Sebab setiap kali berhadapan dengan Brielle, pengendalian dirinya seolah-olah selalu runtuh dengan mudah.Butiran air dingin mengalir mengikuti lekuk otot tubuhnya yang kekar. Raka memejamkan mata.Dua puluh menit kemudian, efek obat akhirnya datang terlambat. Rasa lelah perlahan menyerbu tubuhnya, hingga akhirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1503

    Brielle sedikit mengernyit.Makna di balik ajakan Raka itu dipahami dengan jelas oleh dua orang dewasa seperti mereka.Brielle menatapnya dengan tenang, lalu menolak dengan tenang pula, "Nggak usah."Jawabannya sangat lugas.Ekspresi penuh harap di wajah Raka seketika membeku. Cahaya lampu lift membuat sedikit kecanggungan di wajah tampannya terlihat jelas. Dia menundukkan pandangan dan terdiam selama dua detik, lalu mengangkat kepala dan tersenyum tipis."Maaf, aku terlalu lancang."Setelah itu, dia menatap Brielle dengan lembut. "Kalau begitu, istirahatlah lebih awal. Selamat malam.""Selamat malam," balas Brielle.Raka melangkah keluar dari lift, lalu berbalik menatap Brielle sekali lagi.Pintu lift perlahan mulai menutup. Namun tanpa diduga, tatapan mereka kembali bertemu. Sorot mata Raka menyimpan gejolak perasaan yang tidak ingin Brielle selami. Brielle hanya menatapnya selama dua detik sebelum mengalihkan pandangan.Raka memandangi lift yang terus naik menuju lantai 28. Sudut bi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1502

    Tak lama kemudian, buah-buahan pun dihidangkan. Brielle duduk menemani Emily mengobrol. Belakangan ini Emily beberapa kali pergi ke balai lelang dan berhasil mendapatkan beberapa koleksi baru yang semuanya merupakan barang antik bernilai sangat tinggi.Setelah selesai makan buah, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Saat itu, Raline pulang. Begitu mendengar Anya masih ingin menginap di rumah Keluarga Pramudita, dia langsung mengangguk gembira."Oke. Nanti setelah Tante selesai mandi, Tante akan turun dan menemanimu menyelesaikan balok itu."Melihat waktu sudah semakin larut, sementara besok masih ada beberapa eksperimen yang harus dikerjakannya, Brielle pun berdiri. "Nek, kalau begitu aku pulang dulu.""Kebetulan, sekalian antar Raka pulang," kata Emily sambil tersenyum.Raka yang seolah memang sedang menunggu kesempatan itu menatap Brielle dengan mata yang dalam. "Boleh?"Brielle belum sempat menjawab ketika Emily melirik cucunya dengan tatapan geli. "Brielle sudah capek. Nan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1501

    Keesokan paginya, Brielle memiliki banyak pekerjaan. Raline menelepon dan mengajaknya makan malam di kediaman Keluarga Pramudita, tetapi karena Brielle harus lembur sampai pukul delapan malam, dia pun menolak.Dia akhirnya makan di kantin. Kebetulan Harvis juga ada di sana, sehingga mereka mengobrol tentang beberapa hal terkait pekerjaan. Proyek sipil yang ditangani Harvis berjalan sangat lancar, tetapi Brielle juga bisa melihat bahwa selama beberapa waktu terakhir, tubuhnya tampak semakin kurus.Brielle merasa cukup prihatin pada Harvis. Sejak ibunya meninggal, tidak ada lagi orang di sisinya yang memperhatikan apakah dia kepanasan atau kedinginan, atau sekadar peduli pada kesehariannya."Kak Harvis, apa kamu pernah mempertimbangkan untuk memikirkan kehidupan pribadimu?" tanya Brielle sambil mencoba menyelidik. Tahun ini Harvis juga sudah berusia 30 tahun.Harvis mendorong kacamatanya lalu tersenyum. "Kenapa? Ada yang mau kamu kenalkan ke aku?"Brielle tersenyum sambil menggeleng. "Ng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1500

    Akhir pekan berlalu begitu cepat. Hari Senin pun tiba.Sudah dua hari berturut-turut Brielle tidak menerima kabar dari Raka. Dia tidak menghubunginya lebih dulu, dan Raka juga tidak mengirim pesan.Sore harinya, direktur perusahaan renovasi datang langsung ke laboratorium untuk membahas rancangan renovasi vila miliknya.Brielle sebenarnya tidak memiliki banyak tuntutan soal desain. Dia hanya menentukan beberapa merek sofa dan perlengkapan kamar mandi. Setelah hampir dua jam berdiskusi dengan pihak perusahaan renovasi, sisanya diserahkan sepenuhnya kepada mereka.Targetnya, rumah itu sudah bisa ditempati sebelum tanggal 1 September.Malam harinya, Brielle menerima telepon dari Raline. Malam ini Anya ingin menginap di kediaman Keluarga Pramudita dan Brielle pun menyetujuinya.Saat Brielle sedang bekerja, Lastri memasakkan semangkuk sup sarang burung lalu mengantarkannya kepada Brielle.Pukul setengah sebelas malam, Brielle selesai mandi dan naik ke tempat tidur. Biasanya dia akan membaca

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 176

    Setelah marah, Lukas pun akhirnya kembali tenang. Ekspresinya tampak sedikit frustrasi saat berkata, "Ini semua salahku yang terlalu ceroboh, nggak bisa menemukan masalah ini tepat waktu. Aku harus berterima kasih pada Brielle. Kalau nggak, nanti kalau benar-benar terjadi masalah, aku yang akan jadi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 181

    Brielle terkejut sampai wajahnya agak pucat. Dia terengah-engah beberapa kali, lalu menyahut, "Aku nggak apa-apa.""Maaf, tadi aku nyetir sambil melamun," ujar Lambert meminta maaf.Brielle tahu dirinya juga bersalah. Dia menenangkan, "Bukan sepenuhnya salahmu. Tapi kalau lagi nyetir, jangan sampai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 194

    Brielle seolah tidak peduli lagi dengan ucapan Raline. Dia mentertawakan dirinya sendiri dengan berkata, "Kalau hidupku bisa diulang sekali lagi, aku nggak akan pernah melakukan kebodohan ini."Raline mencibir dan hendak melanjutkan kata-katanya, tetapi tiba-tiba dia melihat sebuah sosok yang tinggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 171

    Setelah berpamitan dengan Harvis, Brielle memutuskan pulang dengan taksi.Tak lama kemudian, WhatsApp-nya bertambah satu kontak baru, yaitu Jared, wakil direktur MD. Dia mengirim pesan, berharap ke depannya bisa langsung berkomunikasi dengan Brielle mengenai arah penelitian.Brielle pun menjawab den

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status