共有

Bab 704

作者: Ayesha
Jay mengulurkan tangan dan menepuk bahu Lambert, lalu bertanya dengan penasaran, "Tadi kalian ngobrol apa?"

"Nggak ada apa-apa, cuma ngobrol santai," jawab Lambert sambil menoleh ke arah Raka.

Raka mengangkat alisnya. "Iya, cuma ngobrol santai."

Jay menatap mereka berdua sejenak. Entah kenapa, dia merasa agak sulit memercayainya.

"Ngomong-ngomong, ceritakan rencana proyek pulaumu. Apa kata dewan direksi?" Lambert beralih bertanya pada Jay.

Jay mengusap pelipisnya dengan pusing. "Orang-orang tua
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
raline mau aja kau di kibulin heh
goodnovel comment avatar
Renadwijo
jiah si davina halunya ga sembuh2...penasaran pd akhirnya Raline tahu ngga ya, kalo davin itu pembohong?
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
kasian bgt si Raline sampai segitunya naksir lambert...sayang Lambert ga suka kamu...modelan mu ga bgs sih...iri hati..suka menghina brielle jg...minta saran sama pelakor ....ntar diajari aneh2 rugi sendiri
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1463

    Anya selesai mandi lalu naik ke tempat tidur. Dia memegang buku cerita bergambar sambil membacanya dengan patuh, menunggu mamanya naik ke tempat tidur untuk membacakannya.Setelah mandi, Brielle juga naik ke tempat tidur. Dia memeluk putrinya, membuka buku cerita bergambar itu, lalu menyadari bahwa kosakata yang bisa dibaca Anya bertambah jauh lebih banyak.Dengan penasaran dia bertanya, "Belakangan ini ada yang ajarin kamu membaca?""Iya, Tante Raline. Setiap hari dia selalu meluangkan waktu untuk mengajariku dan aku juga belajar dengan sungguh-sungguh!" jawab Anya dengan jujur.Hati Brielle menghangat. Dia mengecup kepala putrinya."Anak pintar."Brielle dan Anya berbaring bersama di tempat tidur. Anya terus bercerita tentang semua yang terjadi beberapa hari terakhir. Tak lama kemudian dia mulai mengantuk, lalu tertidur sambil menjadikan lengan Brielle sebagai bantal.Namun, Brielle sama sekali belum mengantuk. Dia perlahan menarik lengannya, lalu berjalan ke depan jendela besar. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1462

    Begitu kesadarannya kembali sepenuhnya, hal pertama yang disadari Brielle adalah dirinya sedang bersandar di bahu seseorang. Dia langsung mengangkat kepala dan mendapati Raka sedang menatapnya sambil tersenyum.Pipinya seketika memanas. Dia buru-buru duduk tegak, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan."Terima kasih.""Nggak perlu sungkan." Nada bicara Raka terdengar santai. "Tidurnya nyenyak?"Brielle mengangguk. "Lumayan.""Sekarang kita langsung pulang ke rumah Keluarga Pramudita untuk makan malam. Anya sudah nggak sabar ingin ketemu kamu.""Baik."Brielle juga sangat merindukan putrinya.Di rumah Keluarga Pramudita, setelah menerima kabar bahwa Raka dan Brielle akan pulang bersama untuk makan malam, Meira segera menyuruh para pelayan sibuk menyiapkan semuanya. Raline juga sangat gembira. Kali ini kakaknya sendiri yang pergi menjemput Brielle pulang dari luar negeri. Itu berarti Brielle sudah mulai memberinya kesempatan.Kalau dulu, Brielle lebih memilih naik pesawat komer

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1461

    Di sebuah vila di pinggiran Kyoza.Devina sudah tinggal di sini selama seminggu. Sejak insiden perundungan di internet itu berakhir, dia telah menjadi wanita simpanan di tempat ini selama satu minggu.Anwar memiliki banyak wanita dan Devina hanyalah salah satunya. Ditambah lagi, pria itu sering sibuk dengan berbagai jamuan dan urusan bisnis, sehingga dalam tiga atau empat hari pun belum tentu dia muncul. Meski begitu, perlakuan yang diterima Devina cukup baik. Dia diberi kartu tambahan dengan limit hingga puluhan miliar untuk berbelanja, serta seorang asisten yang mengurus seluruh kebutuhan hidupnya.Sejak mencari tahu identitas Niro, hati Devina justru semakin tersiksa.Dibandingkan dengan Brielle yang memiliki begitu banyak pilihan dalam hidupnya, kini dirinya malah berada di jalan buntu.Niro.Pria yang berasal dari keluarga sekuat dan setinggi itu, tetapi Brielle malah tidak memilihnya?Andai saja kesempatan seperti itu jatuh kepadanya.Devina mengenakan jubah tidur sutra mahal. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1460

    Brielle teringat semua rapat yang sebenarnya tidak perlu dihadiri Raka. Memang benar, dia selalu datang. Saat itu dia bahkan berpura-pura memasang wajah penuh wibawa, seolah-olah mengerti semua yang sedang dibahas."Kalau begitu, mulai sekarang kamu nggak perlu menyiksa diri seperti itu lagi," kata Brielle."Kenapa? Karena sekarang aku sudah boleh mengajakmu makan atau minum kopi secara pribadi?" tanya Raka sambil tersenyum pelan.Brielle menatap balik matanya lalu mengangkat alis. "Mungkin aku nggak punya waktu.""Kalau begitu, sepertinya aku harus terus menggelontorkan dana saja. Setidaknya lewat pekerjaanmu, kita masih punya titik temu. Dan kamu juga nggak bisa mengusirku." Raka tersenyum tipis.Brielle memandang mercusuar di kejauhan. Cahayanya berkedip perlahan, seolah sedang menunjukkan arah ke depan.Raka ikut menatap ke arah yang sama. Tatapannya begitu dalam."Untungnya kamu bersedia mendengarkan penjelasanku. Untungnya kita bisa berdiri di sini seperti sekarang, membicarakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1459

    Brielle terdiam. Dia juga ingat kejadian itu. Mobil Lambert berhenti di sampingnya dan membawanya pulang."Mobilku sebenarnya nggak jauh di belakang mobil Lambert. Aku melihat kamu naik ke mobilnya ...."Raka menarik napas dalam-dalam, seolah perasaan pada hari itu kembali memenuhi dadanya hingga membuatnya sesak."Jadi, setelah aku jatuh ke air hari itu, Lambert yang menyelamatkanku, lalu kamu cemburu dan memendam amarah?" tanya Brielle. "Makanya kamu nggak ngomong sepatah kata pun sama aku? Bahkan nggak mau menanyakan keadaanku?""Maaf! Hari itu aku benar-benar berengsek." Suara Raka serak, dipenuhi rasa benci pada dirinya sendiri. "Bukan karena aku nggak peduli sama kamu. Aku nggak berani dan aku juga takut. Emosiku menguasai akal sehatku.""Aku cemburu sama Lambert yang ada di sisimu. Aku juga takut kamu akan datang menanyaiku kenapa aku nggak langsung menyelamatkanmu. Penyakit ibuku, aku sembunyikan dari semua orang. Aku tahu, aku juga harus menyembunyikannya darimu. Dan aku memil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1458

    Pelukan yang datang begitu mendadak itu membuat Brielle tidak sempat bereaksi.Namun, kali ini ... dia tidak menolaknya. Dagu Raka bersandar pelan di atas kepalanya. Kedua lengannya yang kuat memeluknya erat, seolah hak untuk memeluknya seperti ini telah lama sekali dia dambakan."Brielle ...." Suara pria itu terdengar dari atas kepalanya. Di dalam suaranya bercampur rasa sakit, penyesalan, dan permohonan yang nyaris terdengar begitu rendah hati. "Boleh nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Kesempatan yang terakhir."Brielle memejamkan mata. Dia tidak menjawab. Karena saat ini, dia memang baru berdamai dengan masa lalunya. Dia belum memiliki niat untuk kembali memasuki sebuah pernikahan.Setidaknya, seseorang yang pernah terluka dan pernah jatuh sekali akan menjadi jauh lebih berhati-hati.Terkadang, pernikahan terasa seperti sebuah belenggu. Untuk saat ini, Brielle tidak ingin kembali terikat olehnya.Memang, dia sudah memahami masa lalu Raka. Dia juga telah melihat penyesalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 264

    Lambert memanggil staf laboratoriumnya yang terbaik untuk membantu Brielle menjalankan eksperimen. Penelitian itu berlangsung selama hampir dua jam, hingga akhirnya Brielle berhasil mendapatkan hasil yang dia harapkan.Matanya terasa sangat perih, dia mengusapnya berkali-kali sampai tampak memerah,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 308

    Brielle sempat tertegun, lalu mengangguk sambil tersenyum. "Baiklah."Rapat resmi dimulai. Pembawa acara mengumumkan agenda, sementara Brielle dengan fokus mempelajari naskah pidatonya.Tak lama kemudian, tibalah gilirannya naik ke panggung. Dia menarik napas pelan. Dengan pengalaman berbicara di be

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 304

    Devina mengenakan piama sutra, terlihat seperti baru selesai mandi.Dia sama sekali tidak terkejut melihat Brielle muncul. Devina merapikan rambutnya, lalu berkata kepada pelayan, "Tolong panaskan segelas susu dan bawakan ke kamar, terima kasih.""Baik, Nona."Brielle cepat-cepat naik ke lantai atas

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 305

    Meira hanya menemani sekitar satu jam, lalu dia pun pergi.Sore harinya, kondisi Anya mulai stabil, bahkan semangatnya sudah kembali normal. Besok pagi dia sudah bisa keluar dari rumah sakit."Malam ini biar aku yang temani Anya, kamu pulang saja untuk istirahat." Raka menatap wajah pucat Brielle."

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status