Share

Bab 90. Lexi Pusing!

Penulis: Nona Muda
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 22:35:54

Abraham Permana bangkit berdiri dari kursi kebesaran dengan gerakan yang masih sangat gesit untuk ukuran pria seumurannya.

Tanpa aba-aba dan tanpa memedulikan tatapan tajam dari putra bungsunya, tangan pria triliuner nomor satu Indonesia itu langsung bergerak kilat menyambar dan menjewer kuat kuping kanan Lexi.

"A-Aduh! Sakit, Pak! Lepasin, woy! Sumpah ini lepasin dulu!" pekik Lexi spontan, aura lelaki dominan yang biasa ditunjukkan di hadapan orang lain langsung jatuh tak bersisa di hadapan A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 107. Puaskan Aku, Angel!

    "Alexis! Where are you going?! Alexis!" pekik Clarissa Kensington setengah berteriak. Lagi-lagi dia ditinggal begitu saja.Namun, Alexis Permana sama sekali tidak memedulikan teriakan melengking gadis London itu. Langkah tegapnya yang dibungkus celana kain jas, melangkah lebar menuruni undakan panggung utama.Wibawa dan dominasinya menguar begitu pekat, membuat beberapa petugas keamanan yang hendak menghalanginya mundur teratur. Tak ada yang berani berurusan dengan sang pangeran mahkota yang sedang mengamuk dingin.Lexi membelah kerumunan tamu undangan yang masih sibuk menyaksikan skandal pelabrakkan Baron di area VIP tengah. Pandangannya lurus mengunci ke arah pintu keluar ganda aula ballroom.Dadanya naik-turun menahan napas yang memburu. Logika cerdasnya yang biasanya selalu rapi menyusun rencana bisnis kini hancur berantakan.Dia tahu seharusnya tetap berdiri di atas podium menikmati kemenangan mutlaknya meruntuhkan harga diri Keluarga Van Holden.Tapi begitu melihat punggung Ange

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 106. Bagaikan Mimpi

    "Ndasmu itu, lho! Kamu sengaja mau bikin berantakan rumah tangga orang supaya bisa dapetin istrinya si Baron, iya?!" cecar Abraham dengan suara setengah berbisik, kedua matanya menyipit penuh selidik menatap anak bungsunya.Mendengar kalimat setengah menuduh dari mulut bapaknya, Lexi mendadak terdiam, dengan sekujur tubuh yang terasa kaku. Senyum licik yang sejak tadi bertengger manis di bibir, mendadak lenyap tanpa sisa. Seolah ada sebuah tombol rahasia yang ditekan di dalam otaknya, pikiran Lexi mendadak berputar liar.‘Gue... sengaja bikin hancur rumah tangga orang buat dapetin Angel?’ batin Lexi bertanya pada dirinya sendiri.Sekelebat ingatan tentang malam-malam panas di kamar di Bandung, di kamar hotel, serta di dalam mobil, berikut wangi sabun mawar yang mengunci energinya di kamar hotel bersama Clarissa semalam, hingga beberapa pesan memelas Angel yang sengaja dia abaikan sejak kemarkn langsung berputar secara berurutan. Ego sebagai laki-laki memberontak hebat menolak kesimp

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 105. Ndasmu Itu Lho, Lex!

    Belum sempat gema suara Lexi surut dari pengeras suara, pintu ganda aula ballroom mendadak didorong terbuka dengan hentakan keras. Perhatian ratusan pasang mata yang semula terpaku pada podium utama seketika terpecah dan berbalik ke arah koridor tengah. Sesosok gadis muda bergaun merah menyala yang teramat ketat dan mencolok tampak berlari menerobos barisan penjagaan sekuriti. Wajahnya yang dipoles riasan tebal nampak sudah berantakan oleh air mata. Gadis itu tidak lain adalah Chika, salah satu gadis yang sudah dipersiapkan matang oleh Lexi dan Rian sejak siang tadi. "Mas Baron! Teganya kamu, Mas! Kamu berengsek!" raung Chika dengan suara melengking histeris yang seketika memotong alunan musik latar aula pesta. Suara tangisan Chika menggema begitu hebat, memicu kasak-kusuk liar di antara ratusan pengusaha elit dan investor papan atas yang langsung bergeser mundur memberikan jalan. Chika berlari lurus tanpa ragu, matanya yang tajam langsung mengunci target setelah mencoc

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 104. Identitas Yang Terbongkar

    "Halah, lagakmu kayak artis reality show. Ini acara penting, Lex! Kalau berani macam-macam, Bapak bakal panggil penghulu besok pagi buat nikahin kamu sama Clarissa!" bisik Abraham dengan nada mengancam. Giginya bergemeletuk menahan kesal yang memuncak.Lexi yang mendengar ancaman itu hanya memutar bola mata malas di balik masker hitam."Bapak dari dulu cuma bisa ngancem. Kalau keterusan, saya kabur lagi dari rumah dan sepuluh tahun nggak bakal balik. Biar Bapak pusing sendiri buat nyari ahli waris, gimana?""Kamu—""Lagipula, pengumuman pertunangan sepihak malam ini kan cuma formalitas bisnis buat nyenangin Om Arthur, kan?" potong Lexi cepat. Suara bariton rendahnya terdengar tenang, tapi tegas."Pokoknya saya bisa cari wanita sendiri, Pak. Urusan hati nggak bisa dipaksa."Clarissa yang berdiri di samping Lexi meremas pelan lengan jas pria itu. Matanya menuntut penjelasan setelah mendengar bisikkan perlawanan Lexi pada bapaknya.Tapi Lexi tidak memedulikannya. Dia menegakkan tubuh, me

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 103. Pengumuman Pewaris Tunggal

    Abraham Permana mengangguk mantap, membetulkan letak jas formalnya yang berwibawa. Dia menatap Lexi dan Clarissa bergantian, lalu tersenyum penuh arti."Tenang saja, Arthur. Malam ini akan menjadi malam yang tidak terlupakan untuk kita semua.""Alexis, Clarissa, bersiaplah di balik tirai. Begitu aba-aba diberikan, kalian harus langsung melangkah keluar bersama-sama," perintah Abraham dengan nada tiran tuanya yang mutlak tidak boleh dibantah.Lexi hanya mengabaikan perintah itu dengan dengusan pelan di balik masker hitamnya, sementara Clarissa dengan terpaksa menahan kejengkelannya lalu melingkarkan tangan rampingnya ke lengan kekar Lexi. Mereka melangkah maju, berdiri tepat di balik tirai beludru merah yang masih tertutup rapat.Ting... Ting... Ting...!Suara dentangan sendok yang mengetuk gelas kaca dari arah podium utama mendadak menggema keras melalui pengeras suara, memotong seluruh riuh rendah obrolan ratusan pengusaha di dalam ballroom."Selamat malam, para tamu undangan yang te

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 102. Pesta Gala

    "Yes, Angel, Angel, kalau aja lo nggak menyebalkan, gue masih mau lama-lama jadi selingkuhan sah lo," ucap Lexi sembari melangkah lebar memasuki lift khusus basement dengan senyum yang belum pudar dari wajahnya.Pintu lift berwarna emas itu pun kembali tertutup rapat, meluncur mulus ke lantai bawah tanah.Begitu pintu terbuka, tiga orang pria bertubuh tegap dengan setelan jas hitam formal langsung membungkuk takzim menyambut kehadirannya.Di barisan paling depan, berdiri Hendra, kepala tim pengawal internal kepercayaan Keluarga Permana."Selamat malam, Tuan Muda Alexis. Semua persiapan sudah rampung seratus persen," lapor Hendra dengan nada suara yang teramat formal dan takzim.Di dalam mobil van mewah yang terparkir rapi di sudut basemen, sebuah setelan jas formal tiga potong sewarna biru dongker pekat buatan rumah mode ternama sudah tergantung rapi, siap untuk dikenakan oleh Lexi.Lexi bergerak cepat menanggalkan jaket denim dan kaos hitam kasualnya. Hanya dalam waktu singkat, kain s

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 1. Diminta Menghamili Nyonya Muda

    "Lexi, kalau kau bisa menghamili istriku, aku akan memberikan sejumlah uang yang cukup untuk biaya hidupmu seumur hidup!” Sesuara yang familier tiba-tiba saja berteriak ke arah Lexi, supir pribadi yang tampan milik Keluarga Van Holden.Lexi yang sedang mencuci mobil di halaman, langsung menoleh ke

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 8. Salah Remas

    "Kamu—" Kalimat Angel menggantung begitu saja di udara.Kata-kata makian yang sudah mengantre di ujung lidahnya mendadak menguar tanpa sisa. Lexi sendiri tidak mundur selangkah pun.Sebaliknya, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu senti lagi, lalu sedikit menunduk, membuat dada bidangnya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 7. Tinggal Ngadon Lagi, Enak Kan?

    Baron tertegun mendengar pertanyaan Lexi. Pria kekar itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja disadarkan dari lamunan panjang oleh pertanyaan polos dari supir pribadinya. Dia melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Angel yang wajahnya kini makin merah padam menahan dongkol."Ya su

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 6. Surat Perjanjian Menghamili

    Malam harinya, kediaman megah Keluarga Van Holden tampak sunyi. Sinar lampu kristal berpendar temaram, menyinari koridor-koridor sepi rumah mewah berarsitektur kolonial modern tersebut.Lexi, yang baru saja selesai membersihkan diri di paviliun belakang khusus kacung macam dirinya, berjalan santai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status