Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 141 : Rencana Black Moon

Share

BAB 141 : Rencana Black Moon

Author: Zakia
last update publish date: 2026-05-27 23:56:21

Siang itu, di dalam ruang VIP sebuah restoran bintang lima yang sunyi, Saifanny duduk berhadapan dengan Bima.

Awalnya Bima berniat mengajak Andien untuk bergabung, namun wanita itu menolak halus karena ingin menghabiskan waktu bersama Adrian di apartemennya.

Makan siang di antara mereka sempat dilingkupi keheningan yang kaku, sebelum akhirnya Saifanny meletakkan sendoknya perlahan dan membuka konversasi.

"Adrian kemarin menemuiku, Bim. Aku tidak bisa membaca ekspresinya, jadi kupikir dia bernia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 264 : Bentakan di Villa Pantai

    Marcus melangkah pelan menuruni anak tangga rumah mewahnya. Saifanny, yang baru saja melangkah keluar dari area dapur, menatap pergerakan pria itu dengan dahi berkerut heran."Kamu mau ke mana?" Tanya Saifanny tepat ketika Marcus menginjakkan kaki di ujung tangga."Orang suruhanku sudah melacak siapa yang meletakkan seragam Mabelle di depan pagar. Aku akan pergi ke alamat orang itu," kata Marcus, nada suaranya terdengar sangat pelan dan rapuh.Saifanny mengerutkan alisnya, naluri pelindungnya seketika tersulut."Kalau begitu aku ikut," ucap Saifanny mantap tanpa keraguan.Namun Marcus menggelengkan kepalanya cepat."Jangan, Saifanny. Ini berbahaya. Aku tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padamu," kata Marcus, memasang raut wajah dipenuhi kecemasan yang teramat sangat.Marcus melangkah mendekat, mengunci pandangannya tepat di manik mata Saifanny. Perlahan, kedua tangannya terulur meraih dan menggenggam erat jemari Saifanny."Kumohon tetaplah di sini. Aku... membutuhkan alas

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 263 : Dahaga dan Pencarian

    Matahari mungkin sudah terbit, atau mungkin sudah tenggelam lagi. Bima tidak tahu. Di tempat penyekapan yang pengap itu, waktu telah kehilangan seluruh maknanya.Kegelapan total menyelimutinya karena selembar kain hitam terikat sangat erat, menutupi kedua matanya. Ia sama sekali tidak tahu sedang berada di ruangan apa—hanya aroma lembap, debu, dan bau karat yang menusuk tajam ke dalam indra penciumannya.Kedua tangan Bima yang terikat sangat kencang mulai terasa lemas tak berdaya. Serat kain dan tali kasar serta sudut ukiran kayu mulai mengikis kulit pergelangan tangannya yang mati rasa.Namun, rasa perih di tangannya kalah oleh alarm dehidrasi yang sudah berdering hebat selama lebih dari 18 jam terakhir.Sejak diikat di kursi jati itu, ia tidak diberi setetes air pun. Setiap embusan napasnya terasa seperti pasir yang menggesek tenggorokan.Bima mencoba menelan ludah, tetapi kelenjar air liurnya sudah mengering total. Lidahnya terasa tebal, kaku, dan menempel erat di langit-langit mul

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 262 : Topeng Sandiwara dan Kata-Kata Tajam

    Pagi hari yang tenang di kediamannya memberikan Marcus kepuasan yang mendalam. Ia menyeruput kopi hangat di genggamannya perlahan, menikmati aroma kedamaian yang fana.Saifanny kini sepenuhnya berada di bawah atap rumahnya, dan ia bersiap menggunakan taktik manipulasi apa pun agar wanita itu terus bertahan lebih lama di sisinya.Senyuman puas tersungging tajam di bibir Marcus. Ia merasa menang atas seluruh strategi isolasi emosional yang telah ia rancang dengan begitu presisi.Namun, kedamaian itu pecah seketika ketika kenyataan pahit mengetuk pintunya.Tok! Tok!Pintu kamar Mabelle diketuk dari luar."Tuan, ini saya," kata Erin setengah berbisik dengan nada cemas."Masuk," perintah Marcus singkat.Erin melangkah masuk membawa sebuah paperbag yang berisi seragam sekolah Mabelle yang telah diberi bercak noda merah menyerupai darah kotor.Erin meletakkan paperbag itu di atas karpet beludru, lalu mendekati Marcus dengan raut wajah penuh keresahan."Tuan, saya ada kabar buruk," kata Erin,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 261 : Di Balik Kegelapan Kain Hitam

    Gelap gulita. Hal pertama yang disadari Bima saat kesadarannya yang koyak perlahan pulih bukanlah rasa sakit yang menghantam bagian belakang kepalanya, melainkan selembar kain hitam tebal yang mengikat erat matanya.Kain itu menekan kelopak matanya begitu rapat hingga tidak ada secercah cahaya pun yang sanggup menembus. Ia kehilangan orientasi total; tak tahu di mana ia berada, apakah hari masih pagi, siang, atau sudah berganti malam.Gelombang panik seketika menyerang psikologisnya. Bima mencoba meraba dan mengangkat tangan untuk merenggut penutup mata itu, namun kedua lengannya justru tertahan sentakan keras.Kedua lengan bawahnya dipaksa lurus, menempel pasrah di atas permukaan kayu yang lebar dan tebal di sisi kanan dan kirinya.Ia sedang duduk terikat di sebuah kursi. Tali tambang rami yang kasar dan kaku melilit pergelangan tangan hingga sikunya, membelit mati melewati celah jeruji-jeruji di bawah lengan kursi tersebut.Bima meronta sekuat tenaga, mencoba menarik tangannya ke at

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 260 : Gaun Biru dan Jerat Empati

    Sore hari yang hangat membungkus kawasan pantai barat dengan pendar cahaya keemasan. Syahdan dan Sania berjalan beriringan menyusuri trotoar, dengan Sania yang merangkul penuh kasih sayang bahu cucunya.Sementara itu, Adrian melangkah tepat beberapa jengkal di belakang mereka dengan ponsel genggam yang tak lepas dari jemarinya.Raut wajah Adrian diselimuti keresahan yang makin pekat. Sejak pertukaran pesan singkat mereka tadi pagi, Bima belum juga memberi kabar lanjutan terkait perkembangan pencariannya.Adrian paham betul Bima adalah seorang pekerja keras yang selalu menuntaskan tugas dengan cepat dan presisi.Namun, fakta bahwa sahabatnya itu mendadak tak dapat dihubungi memicu insting kewaspadaan Adrian.Ia berusaha menenangkan benaknya sendiri, meyakini bahwa Bima mungkin hanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk memproses data.Syahdan mengedarkan pandangannya ke sekeliling pasar dekat pantai yang dipenuhi oleh deretan pedagang oleh-oleh dan kuliner lokal.Cahaya sore memantulka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 259 : Jerat dan Titik Buta Pencarian

    Pagi yang dingin dan tenang menyelimuti kompleks perumahan tempat tinggal Saifanny. Jarum jam dinding di dalam kamar tidurnya menunjukkan pukul 03.30 pagi. Keheningan yang sunyi mendadak terpecah oleh suara dering ponsel yang nyaring.Tringgg! Tringgg!Suara itu bergema satu kali... Dua kali... Tiga kali... Tanpa ada yang mengangkatnya.Panggilan itu terputus, namun selang beberapa detik kemudian, benda persegi itu kembali berdering untuk yang kesekian kalinya, mendesak keheningan malam.Tringgg! Tringgg!Deretan nada dering yang tak kunjung berhenti itu akhirnya memaksa Saifanny terbangun dari tidur lelapnya.Dengan mata yang setengah terpejam, Saifanny mengulurkan tangan, meraba permukaan nakas di samping ranjang untuk meraih ponselnya."Halo..." Jawab Saifanny parau dan serak, bahkan tanpa sempat melihat siapa nama orang yang memanggilnya di jam tak lazim ini.Namun, alih-alih sapaan balik, Saifanny justru mendengar hembusan napas yang memburu dan tidak teratur dari seberang sambun

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status