Cincin Kedua

Cincin Kedua

last updateÚltima actualización : 2021-09-28
Por:  Reinsha4En curso
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
30 calificaciones. 30 reseñas
22Capítulos
5.3Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Sinopsis

Seorang polisi bernama Bobby menikah diam diam dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Lani istrinya. Beberapa bulan kemudian, Lani menyadari kelakuan suami yang berbeda. Melalui gawai Bobby, Lani mulai melacak adanya perselingkuhan yang dilakukan suaminya. Hingga akhirnya dia mengetahui kenyataan pahit yang ada. Lani mundur dari hubungan segitiga yang dialaminya, kemudian mengajukan cerai. Dalam proses perceraian, Lani ternyata hamil tapi dia tutupi kehamilannya.

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

🍁🍁🍁

Pagi ini aku gugup. Beberapa jam lagi adalah pernikahanku dengan Mas Bobby. Seorang polisi berpangkat briptu. Jangan tanya briptu itu apa, pokoknya itulah.. Yang penting kan polisi. Ye kan? Sebenarnya ini adalah pernikahan kedua. Aku janda beranak satu. Walaupun janda, tapi rasa seperti bukan janda. Auw.

Kalau diingat-ingat, pertemuanku dengan Mas Bobby tanpa sengaja. Tiap pagi, dia sering banget ngopi di warung kopi, sebelah salon kecantikan tempatku bekerja. Waktu itu Cece yang punya salon minta dibelikan kopi. Biasanya Kang Karman si tukang parkir yang berangkat, tapi entah kenapa dia belum kelihatan sama sekali, akhirnya akulah yang disuruh.

"Mas, kopi satu!" pesanku. 

"Buat Cece ya?" tanyanya kembali.

"Iya." jawabku singkat. Sambil menunggu pesanan, kuamati sekeliling, ternyata rame juga. Kuketuk-ketukkan jari ke meja sembari berdendang lirih. 

"Ini Mbak" Pesanan selesai dibuat, dan segera kuambil. Begitu memutar badan, tanpa sengaja menabrak orang yang berada di belakang. Cangkir berisi kopi tumpah ke bajunya. Ya ampun..

"Maaf, Mas.. Maaf banget!" Gegas menyabet tisu di meja untuk membantu membersihkan.

"Gak pa-pa Mbak" ucapnya membuatku terkesima. Ya Tuhan. Dia tinggi, hitam manis, polisi pula, naluri kewanitaanku muncul seketika. Harus bisa kenalan ini. Harus! Syukur-syukur bisa jadi pacar, apalagi jadi istri. Uh la la.

Dari situ mulai gencar yang namanya mencari informasi, kemudian mempermak diri, rebonding rambut, pakai hand body agak mehong, beli skincare sistem kredit, ha ha ha.. Secara, wajah cantik, kulit kuning langsat, body aduhai pokoknyalah, tinggal poles sedikit, sempurna.

Memang usaha tidak mempengaruhi hasil, tiga bulan akhirnya aku bisa dekat dengan yang namanya Bobby. Enam bulan berpacaran, akhirnya aku bisa meyakinkannya untuk menikah, dengan servis paripurna tentunya, dia bilang tidak ingin menambah dosa, ya sudahlah, rejeki kan gak boleh ditolak. Tapi syaratnya, aku tidak boleh bekerja. Ok babe.

Selama enam bulan itu, apapun yang kuminta pasti dituruti, mulai dari sepatu, baju, tas, dan yang terpenting kebutuhan anakku, susu dan sebagainya. Maklum, ibu muda butuh bahagia ya beginilah. Ngomong-ngomong bahagia, demi anak rela kulakukan segalanya, termasuk mencarikannya bapak kaya. Walaupun tanpa cinta, ah, cinta hanya perasaan semu buatku. Cinta hanya untuk menderita, buktinya aku cinta dengan suami pertama, malah ujungnya sakit jua yang kudapat

***

Kipas angin bergerak memutar, mengeluarkan suara deritan yang lumayan keras mengalahkan suara jam dinding. Sambil sesekali mencomot pisang goreng, bermodalkan video di y** t**e aku mempercantik diri. Langkah pertama, bersihkan wajah terlebih dahulu, selanjutnya serum supaya make up bertahan agak lama, tidak lupa mengaplikasikan foundation dan concealer untuk menutupi kulitku yang agak berjerawat, oles dengan compact powder supaya terlihat natural. Tambahkan eyeliner untuk mempertegas garis mata, tambahkan blush on warna pink, yang terakhir oleskan liptic matte warna merah.

Sengaja aku memakai atasan kemeja putih, dan celana jeans hitam. Rambut kucepol agak tinggi menyisakan poni di depan. Sip. Terlihat manis.

Memilih sepatu hitam high hells, tas untuk make up warna maroon. Cucoklah.

Kusiapkan lingerie merah menyala seperti semangatku yang membara di atas kasur. Persiapan setelah akad mungkin akan langsung siang pertama. Bukan malam pertama. Karena kalau malam, dia harus pulang. Hiks.

"Halo?" Suara di seberang sana.

"Sayang, sudah berangkat?" kuucap dengan suara manja mendesah.

"Ini mau berangkat"

"Ya sudah, ayok cepetan, aku tunggu ya?" Telepon kututup dengan hati bahagia, pipi merona, membayangkan yang indah-indah. Aaah.

Akad dilangsungkan di desa sebelah, dengan menyewa jasa ustadz kampung, Pak RT setempat, dan satu saksi. Sekali lagi jangan tanya orang tua kemana. Ya jelas saja, yang aku nikahi adalah orang beristri, mana mungkin Bapakku setuju aku kawin dengan laki orang. Jadi jalan satu-satunya ya itu. 

Rambut sudah, make up sudah, baju sudah. Ok, persiapan sudah sembilan puluh persen, tinggal akadnya. Oh, aku sudah tidak sabar.

🍁🍁🍁

Pagi ini aku gugup. Beberapa jam lagi adalah pernikahanku dengan Mas Bobby. Seorang polisi berpangkat briptu. Jangan tanya briptu itu apa, pokoknya itulah.. Yang penting kan polisi. Ye kan? Sebenarnya ini adalah pernikahan kedua. Aku janda beranak satu. Walaupun janda, tapi rasa seperti bukan janda. Auw.

Kalau diingat-ingat, pertemuanku dengan Mas Bobby tanpa sengaja. Tiap pagi, dia sering banget ngopi di warung kopi, sebelah salon kecantikan tempatku bekerja. Waktu itu Cece yang punya salon minta dibelikan kopi. Biasanya Kang Karman si tukang parkir yang berangkat, tapi entah kenapa dia belum kelihatan sama sekali, akhirnya akulah yang disuruh.

"Mas, kopi satu!" pesanku. 

"Buat Cece ya?" tanyanya kembali.

"Iya." jawabku singkat. Sambil menunggu pesanan, kuamati sekeliling, ternyata rame juga. Kuketuk-ketukkan jari ke meja sembari berdendang lirih. 

"Ini Mbak" Pesanan selesai dibuat, dan segera kuambil. Begitu memutar badan, tanpa sengaja menabrak orang yang berada di belakang. Cangkir berisi kopi tumpah ke bajunya. Ya ampun..

"Maaf, Mas.. Maaf banget!" Gegas menyabet tisu di meja untuk membantu membersihkan.

"Gak pa-pa Mbak" ucapnya membuatku terkesima. Ya Tuhan. Dia tinggi, hitam manis, polisi pula, naluri kewanitaanku muncul seketika. Harus bisa kenalan ini. Harus! Syukur-syukur bisa jadi pacar, apalagi jadi istri. Uh la la.

Dari situ mulai gencar yang namanya mencari informasi, kemudian mempermak diri, rebonding rambut, pakai hand body agak mehong, beli skincare sistem kredit, ha ha ha.. Secara, wajah cantik, kulit kuning langsat, body aduhai pokoknyalah, tinggal poles sedikit, sempurna.

Memang usaha tidak mempengaruhi hasil, tiga bulan akhirnya aku bisa dekat dengan yang namanya Bobby. Enam bulan berpacaran, akhirnya aku bisa meyakinkannya untuk menikah, dengan servis paripurna tentunya, dia bilang tidak ingin menambah dosa, ya sudahlah, rejeki kan gak boleh ditolak. Tapi syaratnya, aku tidak boleh bekerja. Ok babe.

Selama enam bulan itu, apapun yang kuminta pasti dituruti, mulai dari sepatu, baju, tas, dan yang terpenting kebutuhan anakku, susu dan sebagainya. Maklum, ibu muda butuh bahagia ya beginilah. Ngomong-ngomong bahagia, demi anak rela kulakukan segalanya, termasuk mencarikannya bapak kaya. Walaupun tanpa cinta, ah, cinta hanya perasaan semu buatku. Cinta hanya untuk menderita, buktinya aku cinta dengan suami pertama, malah ujungnya sakit jua yang kudapat

***

Kipas angin bergerak memutar, mengeluarkan suara deritan yang lumayan keras mengalahkan suara jam dinding. Sambil sesekali mencomot pisang goreng, bermodalkan video di y** t**e aku mempercantik diri. Langkah pertama, bersihkan wajah terlebih dahulu, selanjutnya serum supaya make up bertahan agak lama, tidak lupa mengaplikasikan foundation dan concealer untuk menutupi kulitku yang agak berjerawat, oles dengan compact powder supaya terlihat natural. Tambahkan eyeliner untuk mempertegas garis mata, tambahkan blush on warna pink, yang terakhir oleskan liptic matte warna merah.

Sengaja aku memakai atasan kemeja putih, dan celana jeans hitam. Rambut kucepol agak tinggi menyisakan poni di depan. Sip. Terlihat manis.

Memilih sepatu hitam high hells, tas untuk make up warna maroon. Cucoklah.

Kusiapkan lingerie merah menyala seperti semangatku yang membara di atas kasur. Persiapan setelah akad mungkin akan langsung siang pertama. Bukan malam pertama. Karena kalau malam, dia harus pulang. Hiks.

"Halo?" Suara di seberang sana.

"Sayang, sudah berangkat?" kuucap dengan suara manja mendesah.

"Ini mau berangkat"

"Ya sudah, ayok cepetan, aku tunggu ya?" Telepon kututup dengan hati bahagia, pipi merona, membayangkan yang indah-indah. Aaah.

Akad dilangsungkan di desa sebelah, dengan menyewa jasa ustadz kampung, Pak RT setempat, dan satu saksi. Sekali lagi jangan tanya orang tua kemana. Ya jelas saja, yang aku nikahi adalah orang beristri, mana mungkin Bapakku setuju aku kawin dengan laki orang. Jadi jalan satu-satunya ya itu. 

Rambut sudah, make up sudah, baju sudah. Ok, persiapan sudah sembilan puluh persen, tinggal akadnya. Oh, aku sudah tidak sabar.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Calificaciones

10
100%(30)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
30 calificaciones · 30 reseñas
Escribir una reseña

reseñasMás

Affad DaffaMage
Affad DaffaMage
Semangat Kak!
2023-11-06 13:16:43
0
0
Dwi Novita
Dwi Novita
season ke-2 nya kapan Thor,,,?
2023-01-07 10:09:30
0
0
Wee Dee
Wee Dee
semangaattttt. ditunggu lanjutannya kak
2021-11-03 00:57:35
0
0
Enik Wahyuni
Enik Wahyuni
semangat kak, keren
2021-10-30 11:58:55
0
0
Mawar_Biruku02
Mawar_Biruku02
semangat kak
2021-10-30 11:40:21
0
0
22 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status