MasukHari berlalu, Rosalia kembali bernafas lega karena Steven tidak lagi hadir di dalam kehidupannya. Dia kembali hidup dengan normal, menjalani aktivitasnya tanpa rasa khawatir. Dia masih membiarkan kesalah pahaman terjadi demi keamanan dirinya. Kegilaan Steven membuat nyali Rosalia menciut, sampai kapanpun dia tidak akan mengaku jika dia adalah kekasih Mattiash, jika dia telah menggugurkan calon anaknya dengan Mattiash. Rosalia kembali mengarsir pena dengan lancar di atas kertas, dia mendapatkan kesempatan untuk mendesain pakaian adi busana yang akan ditujukan untuk pelanggan-pelanggan VIP. Dua buah desain gaun mewah sudah dia tuntaskan, masih tersisa delapan desain lagi. Ponselnya bergetar tanpa suara, kali ini dia melihat nama Rosemary terpampang di layar ponselnya. Rosalia membuang nafasnya, dia tahu apa yang akan disampaikan Rosemary dan dia sama sekali tidak berminat membahasnya. Steven tidak akan mudah percaya begitu saja jika Rosemary menceritakan yang sebenarnya kepada pr
"Bagaimana? Masih ada yang belum kamu mengerti?" Rosemary tersenyum manis, mengerjapkan matanya berulang kali untuk menggoda Damian yang tampak serius sejak tiga jam yang lalu. Tidak hanya Damian yang disibukkan dengan dokumen yang bertumpuk, tetapi juga dirinya. Damian dan Adam benar-benar bersikap serius saat memintanya belajar tentang bisnis dan perusahaan. Hal yang membuat Rosemary terlempar ke masa lalu, dia memang adik kesayangan Adam, otaknya juga terkenal lancar yang membuatnya selalu menjadi kebanggaan kakeknya, tidak hanya orang tuanya dan Adam. Semua prestasinya memang dia raih sendiri, tetapi Damian selalu ada di belakangnya, menemaninya, membantunya menyelesaikan permasalahan yang tidak dapat dia selesaikan. "Sini!" Damian menepuk pahanya agar Rosemary duduk di atas pangkuannya dan tentu saja tanpa ragu Rosemary segera berada di atas pangkuan Damian. "Apa kamu bisa paham?" Rosemary tersenyum sambil menganggukkan kepala, dia mulai menjelaskan setiap berkas perusahaan y
"Sialan!" umpat Steven karena dia tidak juga berhasil mendapatkan kesempatan untuk mendekati Rosemary.Semua prediksinya tidak berjalan sesuai rencana, perusahaan milik Damian Reeves dengan cepat pulih kembali dari berita-berita miring yang dia sebarkan di internet. Dia berpikir saat Damian Reeves sibuk dengan perusahaannya, pria itu akan mengabaikan Rosemary ternyata Rosemary selalu berada disamping pria itu, entah apa yang dilakukan oleh gadis itu dan ada hal yang terlupakan olehnya, Rosemary juga memiliki kakak laki-laki yang juga selalu menemani gadis itu."Sialan!" umpatnya kembali.Seharusnya saat ini dia sudah bisa membawa Rosemary ke Pinehill, menguruh perempuan itu di kamar yang berisi alat-alat penuh siksaan milik Mattiash agar perempuan itu sadar akan dosa-dosanya.Rasa kesal menyelimuti dirinya, seharusnya saat ini dia melihat kehancuran Damian Reeves dan juga menyiksa Rosemary Steele. Dia pikir dengan foto, video, rekaman bahkan dokumen di mana Damian sedang menghina kelu
Di dalam apartemennya Steven menyibukkan diri dengan membaca artikel tentang keluarga Reeves. Dari setiap artikel yang dia baca sangat menjelaskan jika anggota keluarga Reeves membenci sosok Damian Reeves.Hal yang harus dia lakukan adalah menghubungi anggota keluarga Reeves lainnya, dipikirannya saat ini jika Damian Reeves sibuk dengan masalah-masalah keluarganya, maka jalannya menyakiti Rosemary akan lebih mudah. Dia dapat dengan mudah mendekati Rosemary dan membuat wanita itu merasakan sakit.Sosok Bertrand Reeves yang menggantikan Damian Reeves adalah tujuannya. Pria itu pasti akan dengan mudah menerima ajakannya menghancurkan kehidupan Damian Reeves dan Rosemary Steele secara bersamaa.Hari yang telah dia rencanakan akhirnya tiba. Mereka bertemu di kafe yang terletak di pinggiran kota, lokasi di mana jauh dari jangkauan Damian dan rekan-rekannya."Bantu aku membuatnya sibuk, buat bisnisnya goyah. Aku hanya ingin melihatnya jatuh.""Kenapa?""Rosemary." Steven menjeda ucapannya. "
"Kamu dari mana? Kenapa lama? Dan kenapa ada Adam?" cecar Rosemary saat Damian kembali bersama Adam setelah dia menunggu selama satu jam."Aku tidak sengaja bertemu Adam, dia juga ingin es krim." jawab Damian sambil melirik ke arah Adam yang menganggukkan kepalanya.Ketiganya duduk di dapur, menikmati es krim, kentang goreng dan ayam goreng. Damian menatap lembut ke arah Rosemary yang sedang menikmati kentang yang dicolek es krim vanila dengan saus tabasco, kemudian melirik ke arah Adam yang juga sedang memperhatikan Rosemary."Rosy, apa bisa mulai besok kamu lebih berhati-hati?"Rosemary menganggukkan kepalanya saat mendengar permintaan Adam. Dia sudah merasa aneh dengan kepulangan Damian yang sangat terlambat dan hadirnya Adam. "Dia kembali mengganggu."Damian bertukar pandang dengan Adam, ada rasa lega di dalam diri mereka karena Rosemary sudah paham dengan situasi yang ada."Aku mendatangi Rosa, aku memintanya untuk memberitahu pria itu yang sebenarnya." Rosemary masih berusaha me
Sejak kunjungan Rosemary, hidup Rosalia tidak lagi tenang. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit, pikirannya terus berputar pada satu hal: apakah dia harus tetap diam atau dia harus membuka mulutnya dan menyampaikan kenyataan yang selama ini tersimpan rapat?Rosalia telah berusaha mengubur kenangan masa lalu yang buruk, Steven yang mengalami hilang ingatan sebagian membuatnya dapat menjalani hari-harinya dengan baik. Steven tidak lagi mengganggu dirinya dan mereka telah hidup di dunia mereka masing-masing.Mengaku sama saja dia bunuh diri. Setiap kali ia mencoba membayangkan dirinya berdiri di hadapan Steven dan mengucapkan semua kenyataan itu, tangannya terasa dingin, jantungnya berdebar kencang seolah mau meledak."Apa Steven telah ingat lagi?" gumamnya, sementara tubuhnya menggigil bukan karena dingin, tetapi karena rasa takut.Rasa takut yang begitu kuat dan membuatnya memutuskan untuk tetap diam. Rosalia kembali melupakan semua pembicaraan dengan Rosemary, menganggap permi
Rosalia tersenyum sopan, dia sedang menemani ayahnya yang menggantikan kakeknya pada pesta malam ini. Harapannya tentu saja untuk bertemu Damian dan gagal.Malam ini sosok Damian
Senyum tipis yang menawan diberikan Elizabeth Branch sepanjang kehadirannya di malam ini, penampilannya memang harus memukau dan menawan sepanjang waktu. Acara pesta malam ini di hadiri oleh pengusaha-pengusaha penting, bahkan Igor yang biasanya enggan mendatangi pesta formal, malam ini terlihat
Damian..Nama yang diucapkan Elizabeth berulang kali di dalam hati, penglihatannya berkelana mencari sosok tersebut di antara puluhan bahkan ratusan tamu undangan dalam malam gala yang dia hadiri malam ini.Dia sudah memberikan penampilan terbaiknya agar pria itu melihatnya, say
Rosemary melompat riang dari atas yacht menuju jembatan dermaga, jantungnya kembali berdebar-debar saat Damian menangkap tubuhnya yang melompat."Daripada kamu menangkap Rosy, bantu aku membawa tuna tangkapan kita." omel Adam."Kita? Hanya aku dan Damian. Sementara kamu justru sibuk telepon dengan







