Share

Cinta Bersalut Dusta
Cinta Bersalut Dusta
Author: Air in Angkasa

Chapter 1

last update publish date: 2026-02-05 15:41:30

Kabut tebal sedang menyelimuti Pinehill. Kabut tebal yang bahkan menghalangi jarak pandang normal. Mattiash Miller, pria berusia dua puluh delapan tahun dengan rambut pirang keemasan dan mata biru yang selalu tenang terlihat berdiri di tepi hutan pinus yang berdampingan dengan mansion megah miliknya.

Senapan berlaras panjang yang akan dia gunakan untuk berburu rusa tersandar pada punggungnya. Berburu pada hari cerah adalah hal biasa, berburu di saat kabut tiba bahkan perburuan di saat hari hujan akan membuatnya semakin bersemangat karena dia akan semakin sulit mencari mangsanya.

Air bercampur tanah membasahi sepatu boots yang dia kenakan, matanya menatap awas kesekeliling hutan yang sudah dia kenal setiap sisinya hingga ujung senapannya mengarah pada sosok yang sedang bergerak lambat.

Suara tembakan terdengar disertai suara kepakan sayap burung yang terkejut.

"Jangan tembak!"

Kali ini dia mendengar teriakan dengan suara yang terdengar serak, suara perempuan.

Mattiash segera menuju arah suara, matanya yang tajam menangkap sosok perempuan yang meringkuk ketakutan.

"Kumohon, jangan tembak aku!"

Kali ini bukan teriakan, tetapi suara gemetar penuh permohohan yang terdengar lirih.

"Apa kamu tahu-"

"Aku tahu! Aku tahu hutan ini berbahaya, aku tersesat. Tolong aku!"

***

Hari itu adalah pertemuan pertamanya dengan seorang perempuan yang berhasil mengalihkan dunianya yang gelap menjadi terang benderang.

"Rose.."

"Uh!"

Lenguhan lembut yang membuat jantung Mattiash berdegup kencang.

Mattiash kembali teringat saat pertama kali mereka bertemu.

"Kumohon, jangan tembak aku!"

Dia menyukainya, dia sangat menyukai suara parau dan tatapan mengiba perempuan berambut panjang berwarna cokelat kemerahan dan sepasang mata biru langit di hari cerah tersebut.

Tanpa ragu dia membawa perempuan tersebut ke dalam mansionnya, meminta pelayan setianya Ella membersihkan tubuh perempuan yang tampak berantakan di dalam gendongannya.

Mattiash kembali menatap lembut gadis yang berada di dalam pelukannya tersebut, jemarinya mengelus lembut punggung dengan kulit putih pucat yang dihiasi garis kemerahan hasil karyanya.

"Apa masih sakit?"

Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir kekasihnya, hanya anggukkan kepala yang lemah.

"Aku tidak akan memukulmu lagi, tetapi aku masih menginginkanmu."

Bibir Mattiash menyusuri wajah putih pucat dengan semburat merah jambu dan berhenti pada bibir yang menjadi candunya, sebuah kecupan lembut dia berikan, bibir Mattiash kembali menyusuri dagu, beralih pada leher, dada, berhenti sesaat untuk mengulum puncak dada yang ranum kanan dan kiri secara bergantian. Bibir Mattiash kembali menyusuri perut hingga akhirnya berhenti pada tempat di mana dia akan memberikan puncak kenikmatan pada kekasihnya.

"Ah!"

Desahan yang dia tunggu-tunggu akhirnya terdengar juga, pertanda dia akan melakukan penyatuan tubuh mereka untuk ke tiga kalinya pada pagi ini.

Tiga bulan sudah mereka bersama dan kabut di Pinehill menjadi kabut gairah yang memenuhi diri mereka berdua.

Mattiash mengecup lembut bibir kekasihnya, setelah dia menyemburkan kembali benih-benih cintanya sebelum akhirnya tubuhnya rebah di atas tubuh kekasihnya. Kulit mereka kembali bersentuhan yang memberikan Mattiash rasa tenang dan damai, perasaan yang kembali dia rasakan saat bertemu dengan kekasihnya.

"Matt, aku harus kembali. Ayahku khawatir dengan keadaanku."

"Aku akan mengantarmu pulang, aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku."

Gelengan kepala dari kekasihnya membuat Mattiash mengerutkan keningnya. Rasa heran memenuhi dirinya, bukankah seharusnya seorang perempuan akan bahagia jika kekasihnya akan melamar dan bertanggung jawab atas kebersamaan mereka yang lebih dari kata bersama.

Hubungan mereka bukan lagi sebuah hubungan cinta biasa, Mattiash masih ingat malam pertama mereka, bukan yang pertama baginya, tetapi sudah jelas yang pertama bagi kekasihnya.

"Apa kamu khawatir ayahmu akan menolak hubungan kita?"

"Tidak! Aku yang belum siap. Aku masih delapan belas tahun, aku harus kuliah bukannya menikah, aku juga punya banyak impian."

"Aku bisa memberikan semuanya, kita bisa menikah dan kamu tetap kuliah."

"Matt, bukankah kamu pernah bilang akan mengerti semua keinginanku?"

"Rose, aku mencintaimu, sangat mencintaimu."

"Aku juga mencintaimu."

Mattiash mengecup lembut kening kekasihnya, sebelum tubuh lelah mereka kembali terlelap di dalam dekapan hangat. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 195

    Kaca jendela menampakkan kabut yang begitu tebal, sudah dua bulan lamanya Rosalia terkurung di dalam rumah yang pernah menjadi kenangannya bersama Mattiash.Rasa bosan mulai melanda, dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di halaman mansion. Dulu, Mattiash akan mengajak dirinya untuk berjalan-jalan di taman bahkan berkuda.Mattiash tidak pernah mengurungnya, ttetapi dirinya yang berusaha menutupi hubungan mereka dan Matiash juga menyetujuinya atau lebih tepatnya pria itu menghomati keputusan dan keinginannya.Ada rasa sesal di dalam diri Rosalia, hanya saja setiap kali dia mengingat sikap kasar Matttiash terhadap dirinya rasa sesal itu kembali lenyap."Rosa, apa kamu bosan?"Suara Bertrand menyadarkan dirinya,dirinya tidak sendirian lagi bersama para pelayan yang juga jarang menemaninya."Iya, aku ingin pulang ke Waterbay." jawabnya sambil tersenyum pahit."Baiklah, akhir pekan nanti kita akan pulang. Hujan baru saja turun di sana."Rosalia kembali tersenyum pahit. Dia tahu dan

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 194

    Kabut yang melintasi jendela kembali membawa Rosalia pada kenangannya bersama Mattiash. Entah dia harus merasa senang karena pada akhirnya dia tidak merasa kegerahan, atau dia merasa pilu karena di dalam mansion ini dia selalu merasa kedinginan.Bertrand memang selalu memberinya perhatian, tetapi pria itu juga selalu memiliki alasan untuk tidak bersama dengannya. Pinehill yang dulu dipenuhi gairah membara, sekarang bagaikan penjara dingin yang menahannya untuk melihat dunia luar.Sepanjang hari Rosalia berjalan-jalan mengelilingi mansion, dia bahkan tidak boleh keluar dan berjalan-jalan di taman.Seluruh pelayan yang menemaninya selalu mengatakan jika Bertrand sangat mencintainya dan menjaganya, tetapi dia tahu Bertrand sedang memperalat dirinya untuk mendapatkan keuntungannya. Tentu saja tidak akan semudah itu, keluarga Reeves memang terkenal licik, tetapi kakek dan ayahnya juga bukan orang yang bodoh dalam berkerja sama."Aku bosan." keluh Rosalia sambil memasukkan sebutir anggur ke

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 193

    Rosalia meneguk ludahnya, dia sama sekali tidak menyangka jika dia akan kembali ke Pinehill. Bukan hanya Pinehill, tetapi juga rumah yang sama, rumah milik Mattiash yang kemudian menjadi milik Steven dan sekarang rumah ini menjadi milik Bertrand.Udara dingin segera menyambutnya saat dia keluar dari mobil, Waterbay memang sedang panas-panasnya dan hal itu sama sekali tidak akan terjadi di Pinehill yang tetap dingin dan berkabut."Kita ada di mana?" tanyanya dengan nada bingung.Bertrand Reeves bisa saja mengetahui jika dirinya pernah menjalin hubungan dengan Steven Hill, tetapi dia tetap akan merahasiakan masa lalunya bersama Mattiash. Dia akan merahasiakan dirinya yang mengetahui setiap sudut dari rumah megah yang pernah menjadi perjalanan hidupnya."Pinehill, apa kamu tidak tahu?"Rosalia menggeleng pelan, dia harus memainkan perannya. "Aku pernah mengunjungi Pinehill, tetapi aku tidak tahu jika kamu akan membawaku ke Pinehill." Rosalia menegaskan kalimatnya.Bertrand mengerutkan ke

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 192

    "Hamil?"Mata Rosemary membulat sempurna saat dia mendapatkan kabar jika Rosalia sedang mengandung. Hal yang membuat pikirannya semakin liar.Rosalia menikah terburu-buru dengan Bertrand Reeves dan tiba-tiba hamil. Kali ini dia sedang bersantai di belakang vila, menikmati hembusan angin laut di sore hari sementara Damian dan Adam sedang bekerja sama mengurus Christian Reeves, bayi tampan yang baru berusia dua bulan.Kehidupannya bersama Damian begitu tenang, tidak ada lagi drama yang harus dia hadapi dari pria yang telah salah sangka terhadap dirinya dan tidak ada gangguan dari Rosalia yang telah menikah dengan Bertrand Reeves.Dia melahirkan putra tampan di damping suami tercintanya, kakaknya, orang tuanya dan orang tua Damian. Semua orang yang menyayanginya menemaninya, bahkan kakeknya juga menghubunginya melalui panggilan video.Tidak seperti Rosemary yang merasakan ketenangan, Damian justru sedang merasakan gejolak di dalam dirinya meskipun dia selalu terlihat sangat tenang demi R

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 191

    "Bukankah dia sahabatnya Rosa?" Rosemary mengelus perutnya yang semakin membesar, gerakan janin di dalam perutnya begitu aktif setiap kali mendengar suara Damian. "Tewas kecelakaan dan Bertrand yang menabraknya? Kemudian Bertrand akan menikah dengan Rosalia?"Damian tersenyum mendengar pertanyaan beruntun dari istrinya yang tampak mengelus kembali perutnya dan dia tahu jika calon buah hati mereka sedang aktif di dalam sana ketika Rosemary menghembuskan nafasnya perlahan."Bersikap baiklah, kasihan mama." Damian berlutut di hadapan Rosemary, mengelus dan mencium perut Rosemary."Damian!" tegur Rosemary saat pria itu menyingkap gaun sutera yang dia kenakan, mengecupi kulit perutnya dan kecupan yang diberikan Damian semakin menjalar ke area sensitifnya."Apa kamu lupa apa kata dokter? Kita sudah boleh sering melakukannya."Wajah Rosemary memerah malu mendengarnya. Damian masih menggodanya, masih memuja dirinya dan mengutamakan dirinya. Rasa takutnya sirna begitu saja, dia percaya jika Da

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 190

    "Kamu sudah bangun."Rosalia mengerjapkan matanya, kepalanya masih terasa pusing dan sekarang dia terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang menusuk pembuluh darahnya.Sejenak dia merasa bingung, memastikan siapa pria yang duduk di sampingnya dan menunggunya selama tidak sadarkan diri."Siapa?" tanyanya dengan tatapan bingung."Bertrand Reeves, apa kamu lupa?"Rosalia menganggukkan kepala. "Maaf, kita sudah lama tidak bertemu."Bertrand menganggukkan kepalanya, dia mengerti mengapa Rosalia tidak mengingat dirinya karena mereka memang telah lama tidak bertemu. "Perempuan itu, apa dia temanmu?"Anggukkan yang diberikan Rosalia membuat Bertrand mendesah resah."Dia sempat menghilang dan siapa sangka dia-" air mata kembali mengalir di pipi Rosalia. "Bagaimana dia meninggal?"Bertrand meneguk ludahnya. "Mobilku melindasnya, aku dalam perjalanan pulang dari Pinehill dan dia terbaring di jalanan, kabut membua

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 6

    Steven tersenyum miring saat melihat dua orang gadis cantik mendampingi Charles Steele, dia bisa menebak dengan tepat yang mana Rosemary dan yang mana Rosalia.Ternyata gadis yang disukai oleh kakaknya adalah gadis yang periang, gadis yang mampu membuat suasana menjadi hidup.Kamu adalah sinar cera

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 5

    Di ruang kerjanya Steven memandangi lembar demi lembar keterangan ahli waris yang dia dapatkan dari pengacara ayahnya dan tentu saja menjadi pengacara Mattiash.Steven tidak tahu apakah dirinya harus merasa senang dan bersyukur atau merasa bersalah dengan kematian Mattiash.Sebagai satu-satunya ana

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 4

    Dear Rose,Aku mencintaimu..Kamu adalah sinar cerah di dalam kegelapan hidupku, aku mencintaimu.Aku akan tetap mencintaimu, aku tidak akan menyalahkan dirimu.Aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi pendamping hidupku, aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi seorang ibu.Aku mencintaimu, Ro

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 3

    "Matt!""Bagaimana dengan ibu?""Dia mencarimu."Mattiash segera memasuki kamar di mana ibunya di rawat. Wajah ibunya tetaplah cantik meskipun warna rambutnya telah memutih."Ibu, aku datang."Air mata yang berusaha dia bendung akhirnya mengalir pada pipinya."Steve!" suara lemah Charlotte Hill mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status