LOGINDamian memejamkan matanya, wajahnya begitu tenang ditelinganya terpasang air pod sesekali senyuman terbit di wajah tenangnya.
Suara desahan Rosemary memenuhi indra pendengarannya, terdengar gila karena dia merekam suara saat mereka bercinta dan dia memang gila jika menyangkut Rosemary. Satu jam tujuh belas menit tiga puluh delapan detik berlalu, dia segera menyimpan kembali air pod miliknya. Wajahnya terlihat tenang dan cerah saat sekretarisnya datang untuk menjemputnya meRosalia menatap kabut tebal yang membuat kaca jendela menjadi berembun, rasa takut menyelimuti dirinya kabut kali ini begitu mencekam. Dulu Mattiash akan menenangkan dirinya, menutut tirai jendela untuknya dan memeluknya, mengatakan badai akan berlalu.Tidak ada salju di Pinehill, tetapi kabut dingin diikuti angin kencang adalah hal yang menakutkan.Toko-toko dan rumah warga akan menutup rapat-rapat pintu dan jendela, menunggu suara gemuruh yang datang menjadi reda yang biasanya akan diikuti oleh hujan deras yang mengusir kabut.Di kursi tempatnya duduk, Rosalia masih memandang lurus ke arah jendela, kabut putih berubah menjadi kelabu, hal yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dan kilatan petir membuat degup jantungnya semakin kencang."Ma-" Rosalia segera menutup mulutnya, dia hampir saja meneriakkan nama Mattiash di antara rasa takutnya hingga dia melihat Bertrand menutup tirai dan menatap ke arahnya."Kamu harus terbiasa meneriakkan namanya, bukan Mama."Rosalia mengangguk lemah s
Kaca jendela menampakkan kabut yang begitu tebal, sudah dua bulan lamanya Rosalia terkurung di dalam rumah yang pernah menjadi kenangannya bersama Mattiash.Rasa bosan mulai melanda, dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di halaman mansion. Dulu, Mattiash akan mengajak dirinya untuk berjalan-jalan di taman bahkan berkuda.Mattiash tidak pernah mengurungnya, ttetapi dirinya yang berusaha menutupi hubungan mereka dan Matiash juga menyetujuinya atau lebih tepatnya pria itu menghomati keputusan dan keinginannya.Ada rasa sesal di dalam diri Rosalia, hanya saja setiap kali dia mengingat sikap kasar Matttiash terhadap dirinya rasa sesal itu kembali lenyap."Rosa, apa kamu bosan?"Suara Bertrand menyadarkan dirinya,dirinya tidak sendirian lagi bersama para pelayan yang juga jarang menemaninya."Iya, aku ingin pulang ke Waterbay." jawabnya sambil tersenyum pahit."Baiklah, akhir pekan nanti kita akan pulang. Hujan baru saja turun di sana."Rosalia kembali tersenyum pahit. Dia tahu dan
Kabut yang melintasi jendela kembali membawa Rosalia pada kenangannya bersama Mattiash. Entah dia harus merasa senang karena pada akhirnya dia tidak merasa kegerahan, atau dia merasa pilu karena di dalam mansion ini dia selalu merasa kedinginan.Bertrand memang selalu memberinya perhatian, tetapi pria itu juga selalu memiliki alasan untuk tidak bersama dengannya. Pinehill yang dulu dipenuhi gairah membara, sekarang bagaikan penjara dingin yang menahannya untuk melihat dunia luar.Sepanjang hari Rosalia berjalan-jalan mengelilingi mansion, dia bahkan tidak boleh keluar dan berjalan-jalan di taman.Seluruh pelayan yang menemaninya selalu mengatakan jika Bertrand sangat mencintainya dan menjaganya, tetapi dia tahu Bertrand sedang memperalat dirinya untuk mendapatkan keuntungannya. Tentu saja tidak akan semudah itu, keluarga Reeves memang terkenal licik, tetapi kakek dan ayahnya juga bukan orang yang bodoh dalam berkerja sama."Aku bosan." keluh Rosalia sambil memasukkan sebutir anggur ke
Rosalia meneguk ludahnya, dia sama sekali tidak menyangka jika dia akan kembali ke Pinehill. Bukan hanya Pinehill, tetapi juga rumah yang sama, rumah milik Mattiash yang kemudian menjadi milik Steven dan sekarang rumah ini menjadi milik Bertrand.Udara dingin segera menyambutnya saat dia keluar dari mobil, Waterbay memang sedang panas-panasnya dan hal itu sama sekali tidak akan terjadi di Pinehill yang tetap dingin dan berkabut."Kita ada di mana?" tanyanya dengan nada bingung.Bertrand Reeves bisa saja mengetahui jika dirinya pernah menjalin hubungan dengan Steven Hill, tetapi dia tetap akan merahasiakan masa lalunya bersama Mattiash. Dia akan merahasiakan dirinya yang mengetahui setiap sudut dari rumah megah yang pernah menjadi perjalanan hidupnya."Pinehill, apa kamu tidak tahu?"Rosalia menggeleng pelan, dia harus memainkan perannya. "Aku pernah mengunjungi Pinehill, tetapi aku tidak tahu jika kamu akan membawaku ke Pinehill." Rosalia menegaskan kalimatnya.Bertrand mengerutkan ke
"Hamil?"Mata Rosemary membulat sempurna saat dia mendapatkan kabar jika Rosalia sedang mengandung. Hal yang membuat pikirannya semakin liar.Rosalia menikah terburu-buru dengan Bertrand Reeves dan tiba-tiba hamil. Kali ini dia sedang bersantai di belakang vila, menikmati hembusan angin laut di sore hari sementara Damian dan Adam sedang bekerja sama mengurus Christian Reeves, bayi tampan yang baru berusia dua bulan.Kehidupannya bersama Damian begitu tenang, tidak ada lagi drama yang harus dia hadapi dari pria yang telah salah sangka terhadap dirinya dan tidak ada gangguan dari Rosalia yang telah menikah dengan Bertrand Reeves.Dia melahirkan putra tampan di damping suami tercintanya, kakaknya, orang tuanya dan orang tua Damian. Semua orang yang menyayanginya menemaninya, bahkan kakeknya juga menghubunginya melalui panggilan video.Tidak seperti Rosemary yang merasakan ketenangan, Damian justru sedang merasakan gejolak di dalam dirinya meskipun dia selalu terlihat sangat tenang demi R
"Bukankah dia sahabatnya Rosa?" Rosemary mengelus perutnya yang semakin membesar, gerakan janin di dalam perutnya begitu aktif setiap kali mendengar suara Damian. "Tewas kecelakaan dan Bertrand yang menabraknya? Kemudian Bertrand akan menikah dengan Rosalia?"Damian tersenyum mendengar pertanyaan beruntun dari istrinya yang tampak mengelus kembali perutnya dan dia tahu jika calon buah hati mereka sedang aktif di dalam sana ketika Rosemary menghembuskan nafasnya perlahan."Bersikap baiklah, kasihan mama." Damian berlutut di hadapan Rosemary, mengelus dan mencium perut Rosemary."Damian!" tegur Rosemary saat pria itu menyingkap gaun sutera yang dia kenakan, mengecupi kulit perutnya dan kecupan yang diberikan Damian semakin menjalar ke area sensitifnya."Apa kamu lupa apa kata dokter? Kita sudah boleh sering melakukannya."Wajah Rosemary memerah malu mendengarnya. Damian masih menggodanya, masih memuja dirinya dan mengutamakan dirinya. Rasa takutnya sirna begitu saja, dia percaya jika Da
Steven tersenyum senang dengan bantuan ayah tirinya dia berhasil masuk ke dalam kerja sama penyewaan gudang dari perusahaan besar. Salah satu warisan yang dia dapatkan dari kematian Mattiash membuat hidupnya menjadi lebih mudah, gudang yang dia kira tidak akan berguna di Pinehill sekara
"Apa kamu benar-benar sudah berdamai dengan Rosemary?" Pertanyaan dari Max membuat Steven menganggukkan kepalanya. "Karena obsesiku ingin mencari orang yang menyebabkan Mattiash patah hati, akhirnya aku mendapatkan wanita yang aku cintai selain Giselle." Hubungann
Tubuh Rosalia menjadi tegang dan kaku, dia sedang bersama Adam, memerankan dirinya sebagai sepupu yang lugu, tetapi saat ini di club yang dia datangi matanya segera mengangkap sosok Steven yang sedang bersama Max. Keduanya duduk di meja bar, dengan segelas bir yang telah berkurang setengah gelas. M
"Damian."Panggil Rosemary pada Damian yang membersihkan dirinya di kamar mandi. Jemarinya segera membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, kepulan uap panas dari air pancuran membuat kaca pembatas area basah dan kering tertutup embun yang menampilkan siluet tubuh Damian.Rosem







