Short
Cinta yang Terkubur

Cinta yang Terkubur

By:  XavieraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Chapters
246views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Permisi, kami sudah mau tutup. Anda sudah menunggu seharian, apa calon suami Anda belum datang juga?" Jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Suasana di dalam KUA sudah sangat sepi. Seorang petugas melirik jam tangannya, lalu mengingatkan satu-satunya wanita yang masih bertahan di sana dengan sopan. Rekan kerja di sebelahnya ikut mencuri pandang, lalu bergegas menarik petugas itu ke samping sembari berbisik, "Sudahlah, biarkan saja, ayo kita kunci pintunya. Selama tiga bulan ini, aku melihatnya datang ke sini setidaknya lima puluh kali. Setiap kali datang, calon suaminya selalu nggak datang. Sekarang, dia sudah resmi jadi calon pengantin paling malang nomor satu dalam daftar kita." Beberapa saat kemudian, pintu besar KUA berdentum menutup. Frida Maharani menundukkan matanya yang mulai mati rasa. Dia merobek nomor antrean pendaftaran pernikahan yang telah digenggamnya erat seharian itu hingga hancur berkeping-keping.

View More

Chapter 1

Bab 1

Frida Maharani mengeluarkan ponselnya dan mengunggah sebuah status di media sosial. Tentu saja dengan menyembunyikannya dari Samuel Herdinata.

[Berniat ganti calon suami. Ada yang mau menikah? Ayo nikah sama aku.]

Tak butuh waktu lama, teman-temannya langsung membanjiri kolom komentar dengan nada bercanda.

[Sekarang lagi tren bercanda begini, ya? Frida, siapa pun yang diganti, kamu nggak akan mungkin mengganti Samuel. Siapa yang nggak tahu kalau kamu cinta mati padanya?]

[Benar! Kamu sudah suka padanya selama delapan tahun, dan akhirnya kalian akan segera sah. Mana mungkin kamu tega membuangnya begitu saja?]

Menatap komentar-komentar jenaka itu, Frida tersenyum getir menertawakan dirinya sendiri.

Ya, semua orang tahu betapa dia sangat mencintai Samuel.

Pertama kali dia bertemu pria itu adalah saat tahun pertama kuliah. Kala itu, Frida ditarik oleh teman sekelasnya untuk mendokumentasikan sebuah lomba debat.

Di dalam aula yang megah itu, pandangannya langsung terkunci pada sosok pemuda tampan di atas panggung yang tengah mematahkan argumen lawan-lawannya dengan begitu lihai.

Lensa kameranya membingkai mahasiswa kesayangan Fakultas Hukum itu. Di saat yang sama, wajah yang dingin dan rupawan tersebut terukir dalam-dalam di lubuk hatinya, tak pernah bisa terlupakan.

Setelah itu, Frida baru mengetahui bahwa Samuel adalah idola kampus yang membuat seluruh mahasiswi tergila-gila.

Namun, rumor mengatakan pria itu sangat dingin pada wanita. Tidak ada seorang pun yang bisa mencairkan es sedingin es di kutub utara itu.

Namun, Frida tidak menyerah. Dia mengejar pria itu dengan gigih dan pantang mundur.

Dia bergabung dengan organisasi yang diikuti Samuel, sengaja menghadiri kelas-kelas jurusannya, mencari cara agar bisa masuk ke dalam pesta yang dihadiri pria itu, hingga kerap menciptakan berbagai pertemuan tak sengaja.

Frida layaknya matahari kecil yang berputar di sekeliling Samuel selama 24 jam penuh. Sampai akhirnya, di hadapan tatapan iri semua orang, dia berhasil meluluhkan hati pria sedingin es itu.

Mereka berpacaran selama lima tahun. Seharusnya, perjalanan dari masa kuliah menuju pelaminan berjalan dengan alami dan bahagia.

Namun, Samuel sama sekali tidak pernah menyinggung soal pernikahan.

Orang tua Frida terus mendesak, sementara kesehatan sang kakek kian menurun. Satu-satunya keinginan terakhir kakek adalah melihatnya berkeluarga. Karena terdesak, barulah Frida memberanikan diri untuk membahas hal ini dengan Samuel.

Respons Samuel tetap datar. Dia hanya menjawab dengan acuh, "Kalau begitu, ayo kita menikah."

Tanpa prosesi lamaran, tanpa bunga, tanpa cincin pernikahan, dan tanpa janji suci. Namun, Frida menerima semuanya dengan suka cita.

Akan tetapi, saat pertama kali hendak mendaftarkan pernikahan mereka, dia menunggu seharian penuh tanpa melihat batang hidung Samuel. Begitu pulang ke rumah, dia hanya menerima penjelasan yang terucap begitu ringan.

"Pergelangan kaki junior satu bimbinganku terkilir. Aku harus mengantarnya pulang."

Saat janji pendaftaran kedua, Samuel kembali absen. Alasannya kali ini adalah menghadiri pesta ulang tahun sang adik tingkat karena diundang.

Kali ketiga, Frida bahkan sudah menariknya hingga ke depan pintu KUA. Namun, hanya karena sebuah panggilan telepon, Samuel langsung berbalik pergi ke bar untuk menjemput adik tingkatnya yang mabuk, dan lagi-lagi mencampakkan Frida.

Frida tidak habis pikir. Mengapa seorang pria yang terkenal antipati pada wanita, bahkan selalu bersikap dingin pada kekasihnya sendiri, bisa begitu perhatian dan peduli pada seorang adik tingkat?

Samuel tidak tahan dengan bau parfum. Setiap kali Frida memakai parfum, Samuel pasti akan langsung menjaga jarak darinya. Namun, ketika si adik tingkat memakai parfum, Samuel justru betah berada di dekatnya.

Samuel melarang siapa pun makan di dalam mobilnya. Saat kadar gula darah Frida drop dan dia memakan sepotong biskuit, Samuel langsung membentaknya dengan keras. Namun, sang adik tingkat bisa makan camilan di dalam mobilnya dengan bebas tanpa aturan.

Lambat laun, hati Frida mulai mendingin dan lelah.

Hingga dua bulan lalu, dia bermimpi bahwa dunia yang mereka tinggali ini adalah sebuah novel romantis.

Samuel dan si adik tingkat, Kamila Adisti, adalah tokoh utama pria dan wanita di dunia ini.

Sementara dirinya hanyalah karakter tambahan, seorang pemeran sampingan wanita yang bertugas menjadi pengganggu hubungan mereka.

Oleh karena itu, tidak peduli berapa kali pun dia pergi ke KUA, Frida tidak akan pernah bisa menikah dengan Samuel.

Frida tidak bisa menerima kenyataan itu. Dia terus mencoba mendaftarkan pernikahan berkali-kali, tetapi selalu pulang dengan kekecewaan yang sama.

Setelah Samuel absen untuk yang kelima puluh dua kalinya, hatinya benar-benar mati. Dia akhirnya memercayai ramalan dunia mimpi tersebut.

Frida menghentikan sebuah taksi. Baru saja dia naik, ponselnya berdenting beberapa kali.

[Aku mau.]

Saat membuka pesan itu, Frida langsung tertegun. Ternyata adik laki-laki dari sahabatnya yang membalas status tersebut.

Sebelum dia sempat mencerna keadaan, sebuah panggilan telepon langsung masuk.

"Kak, kalau kamu mau ganti pengantin pria, apa boleh aku saja?"

Sejak berkuliah di Kota Kiskan, Frida jarang pulang ke rumah.

Dia dan sahabatnya, Merry Agata, hanya bertemu tiga atau empat kali dalam setahun. Sedangkan dengan adiknya, Marsel, dia hampir tidak pernah bertemu sama sekali.

Dalam ingatannya, Marsel masih menjadi sosok adik laki-laki berusia lima belas tahun yang duduk di bangku SMP.

Karena itu, mendengar permintaan tersebut, Frida sempat kesulitan menerima dan berulang kali menegaskan bahwa dia tidak sedang bercanda.

Namun, Marsel justru terkekeh pelan. Tawanya terdengar matang dan tegas, watak yang jarang dimiliki pemuda seusianya.

"Kak, aku juga nggak sedang bercanda. Aku benar-benar pengin menikah."

Frida masih merasa ragu, tetapi nada bicara pemuda itu sangat tulus dan tidak terdengar seperti kebohongan. Di sisi lain, dia memang sedang terdesak dan tidak memiliki pilihan lain. Sembari menggigit bibir, Frida akhirnya menyetujuinya.

"Oke, aku butuh beberapa hari untuk menyelesaikan urusan di sini. Setelah selesai dan aku kembali ke Kota Halua, kita langsung ke KUA!"

Sesampainya di rumah, Frida baru saja selesai menghapus riasannya ketika Samuel juga pulang.

Pria itu masih mempertahankan raut wajahnya yang berjarak dan tenang, suaranya terdengar sedingin es.

"Hari ini lampu gantung di kantor jatuh dan kena Kamila. Aku harus membawanya ke rumah sakit, makanya nggak sempat ke KUA. Pilih tanggal lain saja, kita pergi lagi lain kali."

Samuel menjelaskan semuanya dengan begitu enteng. Tanpa rasa bersalah, apalagi kata maaf.

Pria itu seolah sangat yakin bahwa Frida tidak akan pernah bisa marah kepadanya.

Dalam hubungan ini, selalu Frida yang mencintai lebih dalam dan berkorban lebih banyak.

Sementara Samuel, sejak awal hingga akhir, selalu menjadi sosok penguasa yang mengendalikan segalanya.

Semua orang mengira Frida akan selalu berkompromi dan patuh demi cinta yang tak terbatas.

Namun kali ini, Frida memilih untuk melepaskannya.

Dia tidak marah, melainkan memberi tahu Samuel dengan sangat tenang, "Nggak perlu. Jaga saja juniormu itu baik-baik. Aku sudah janji untuk ke KUA dengan orang lain."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
24 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status