Share

Bab 94

Penulis: Célia Oliveira
"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi. Alverio, aku menarik kembali tuntutan itu saat aku tahu kamu akan diadili, tapi niatku hanya untuk menjauhkanmu sebentar supaya aku bisa bertemu dengan anakku. Aku hanya ingin sedikit menakutimu, supaya kamu bisa mengerti aku. Alverio, lihat aku, aku tidak akan pernah menyakitimu."

"Pembohong!"

"Kenapa kamu tidak percaya padaku? Kalau aku ingin menghancurkanmu, aku akan meninggalkanmu di sana dan membawa anak kita. Dan kuberi tahu ya, sekarang aku y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 100

    Setelah makan dan sedikit mengobrol, sudah waktunya aku untuk pergi.Aku senang aku tidak perlu bekerja di klinik pada hari Sabtu. Sebagai gantinya, aku kembali membuat pita-pita kecilku dan menjualnya di pusat kota pada hari-hari liburku.Ponsel Desi berdering tepat saat kami hendak pergi."Tidak masalah, aku hanya mengantar seorang teman pulang dulu, lalu aku akan ke sana," katanya kepada orang di ujung telepon."Ada masalah, Desi?" tanya Eriko dengan khawatir."Profesorku bilang ada yang kurang di proyek akhirku dan menyuruhku segera mencarinya.""Kalau begitu pergi saja, jangan khawatir. Aku akan mengantar Aura pulang."Desi mengucapkan selamat tinggal, lalu aku masuk ke mobil Eriko. Aku merasa sangat tidak nyaman. Saat Desi bersama kami, percakapan terasa mengalir, tetapi begitu hanya kami berdua, suasana langsung menjadi hening."Mau pergi ke suatu tempat?" tanya Eriko sambil memasang sabuk pengaman dan menyalakan mobil."Tidak, kamu langsung antar aku pulang saja, tidak apa-apa.

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 99

    "Aku tidak terlalu tahu banyak, Desi, tapi aku tahu satu hal. Hal terburuk bukanlah tidak mengetahui banyak hal, melainkan tidak mengatakan apa yang kamu rasakan saat kamu punya kesempatan. Karena setelah itu akan datang penyesalan yang dalam dari semua seandainya. Bagaimana kalau aku sudah bilang aku mencintainya? Bagaimana kalau aku berjuang lebih keras? Bagaimana kalau aku melakukan ini atau itu? Jadi kalau kamu punya kesempatan untuk berada di dekatnya, ambillah.""Apa kamu pernah patah hati, Aura?""Pernah, Desi. Dan yang paling buruk adalah cintaku terasa semakin mustahil setiap hari.""Aura, ceritakan padaku. Aku selalu melihat ada kesedihan dalam dirimu. Aku tidak pernah bertanya karena menghormatimu, tapi tolong, ceritakanlah.""Ini cerita yang panjang, tapi aku hanya akan mengatakan ini. Jika aku tetap dekat dengannya, itu akan jauh lebih menyakitkan. Melihat dia menderita dan aku tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu.""Aku bisa membayangkan ini pasti sulit untuk dicer

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 98

    "Aduh, Aura, maaf ya. Aku tahu kamu tidak bisa minum alkohol, tapi aku tidak menyangka roti kecil itu bisa membuatmu seperti ini.""Tidak apa-apa, Desi, aku juga tidak menyangkanya.""Minum air ini." Dia menyodorkannya kepadaku. "Karena itu, malam ini aku yang bayar tagihannya.""Benarkah?""Tapi jangan jadi kebiasaan, ya," katanya sambil mengusap punggungku. "Hei, aku tadi berpikir, kita bisa mengajak Eriko ikut bersama kita.""Apa kamu gila? Kenapa kita harus ajak dia?""Baiklah, kalau kamu tidak mau," jawabnya terdengar sedikit kecewa.Malam itu, aku sedang bersiap-siap. Aku memutuskan untuk memakai celana yang sama yang kupakai ke pameran pertanian, hadiah dari Itha, tetapi saat aku mencoba mengancingkannya malah agak sulit.Akhir-akhir ini aku mulai makan lebih banyak karena aku memutuskan tidak akan membiarkan tubuhku menderita karena masalahku. Desi membunyikan klakson di depan rumahku. Dia punya mobil, bagus juga sih, karena kami bisa pergi ke tempat-tempat yang lebih jauh. Aku

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 97

    Aku sudah bekerja di klinik selama tiga bulan. Desi datang mengobrol denganku kapan pun dia sempat. Kami menjadi teman dan mulai sering menghabiskan waktu bersama di akhir pekan.Dokter Eriko selalu minum kopinya di dapur dan tidak pernah bersikap kasar lagi atau mengatakan hal apa pun yang membuatku tidak nyaman. Bahkan, dia sangat sopan dan selalu menanyakan kabarku.Aku akhirnya menyewa sebuah rumah kecil. Yah, itu pada dasarnya hanya tiga kamar di bagian belakang rumah seorang wanita, yaitu tantenya Desi, Raini.Raini adalah seorang wanita berusia empat puluhan, tinggal bersama suaminya yang bekerja sebagai sopir bus, dan memiliki seorang putri berusia tiga belas tahun yang sangat pintar, yang suka mengobrol denganku di malam hari.Seluruh keluarga Desi sangat baik. Aku benar-benar beruntung bisa langsung bertemu mereka.Aku tidak membeli banyak perabot karena aku ingin menabung sebanyak mungkin. Aku hanya membeli satu tempat tidur, sebuah lemari, kompor sederhana, dan kulkas kecil

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 96

    "Apa yang kamu lakukan di sini?""Ya .…" Aku mulai berbicara, "Maaf." Aku benar-benar merasa malu. "Aku sedang menjalani masa percobaan kerja di sini.""Kerja di sini?" Dia bertanya dengan serius."Ya, di bagian kebersihan dan dapur. Hari ini hari pertamaku, aku benar-benar minta maaf soal ini.""Kamu agak ceroboh, ya?"Tepat saat aku hendak menjawab, Desi muncul."Selamat pagi, Dokter Eriko. Ini Aura, dia sedang menjalani pelatihan untuk bekerja bersama kita."Aku sungguh terkejut. Dokter itu ternyata pria yang sama yang beberapa hari lalu tidak sengaja kutabrak, yang bahkan membelikanku ponsel baru."Aura .…" gumamnya sebelum akhirnya berbicara. "Kenapa kamu tadi terburu-buru keluar seperti itu?""Pria yang baru saja membawa kopi menjatuhkan dompetnya. Aku mencoba mengejarnya.""Lihat ini." Eriko masuk ke dapur dan menunjukkan sebuah buku catatan kepadaku. "Kamu tahu ini apa?" katanya sambil menunjuk benda itu. "Ini planner, di dalamnya ada nomor teleponnya. Tidak perlu berlarian di

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 95

    Sudut Pandang Aura.Hari-hari berlalu. Aku mengurung diri di kamar ini dan sama sekali tidak keluar. Aku tenggelam dalam kesedihan, sangat merindukan Alverio dan Naren. Oh, Naren! Bagaimana kabar malaikat kecil milikku itu? Hari ini usianya bertambah satu bulan, dan seharusnya menjadi awal dia mulai makan makanan pendamping. Aku sudah begitu menantikan hari ini. Duduk bersamanya di taman, memberinya potongan buah pertamanya.Aku merasa benar-benar hancur. Beberapa kali aku sempat berpikir untuk menelepon rumah keluarga besar itu, tapi aku terlalu takut Liana akan mengetahuinya dan melakukan sesuatu pada bayi kecil itu.Rasa sakit di dadaku terasa tak tertahankan. Aku tidak bisa makan, tidur, bahkan bangun untuk melakukan apa pun. Aku harus segera menata kembali hidupku. Uangku akan habis jika aku terus terpuruk seperti ini.Tiba-tiba, telepon kamar berbunyi."Halo?""Halo, ini Aura?""Ya.""Maaf mengganggu, namaku Rita, aku dari resepsionis. Anda sudah beberapa hari menginap di sini, t

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 6

    Pukul enam pagi, aku bangun dan mengenakan pakaian. Aku sedang merapikan beberapa laci ketika seseorang mengetuk pintu kamar. Aku langsung membukanya. Ternyata itu pria yang menurunkan barang-barang dari mobil kemarin saat aku tiba dari ibu kota bersama bayi dan Alverio."Selamat pagi, Nona Aura. Na

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 5

    "Tuan Alverio, berapa hari usia bayi ini?""Dua hari.""Apa dia sudah menjalani tes tusuk tumit?" tanyaku penasaran."Apa?" jawabnya seolah-olah dia sama sekali tidak paham apa yang kubicarakan."Ini tes penting yang dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Tes ini membantu mendeteksi beberapa pe

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 4

    Saat itu, jantungku membeku, terhenti sejenak. Aku hampir menyaksikan sebuah adegan bunuh diri jika aku tidak bertindak. Naluriku mengambil alih. Aku harus menghentikan pria itu sebelum tragedi terjadi."Pak!" Aku berteriak agar dia bisa mendengar. "Tolong, jangan lakukan itu!"Saat itu juga, kuliha

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 3

    "Aura, Aura!"Aku menoleh ke samping dan melihat temanku, Isya. Dia mengenakan gaun panjang berwarna biru langit, rambut pirangnya terurai, melambai padaku sambil berjalan mendekat."Aku kira kamu tidak jadi datang, Aura!" katanya sambil memelukku."Isya, kamu tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status