Share

Bab 201

last update publish date: 2022-07-05 10:05:31
"Delia!" panggil Rio pada sang sekretaris yang sudah sampai di depan pintu. "Kau sudah makan siang?" tanya Rio.

"Belum, Pak!" jawab Delia singkat.

"Ini untukmu," ucap Gio dengan senyum merekah sambil menyerahkan makan siang yang dia pesan secara online.

Terlihat binar bahagia di mata Delia karena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yhennyhethea
haaaayyyooii d apain ishanna??,,? plis deh jngn sma kisah emak bpknya nurun k anaknya
goodnovel comment avatar
Visitor
mending bangkrut daripada menggadaikan klrg ..bangkrut masih bisa berdiri lagi meski terseok seok tp klrg hancur akan beeantakan krn ada hati yg akan terluka dan dipelakukan gak adil itu kalo rio isha menikah krn tdk akan ada pernikahan kalo ortu gak tau..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dia yang Terluka    Bab 380

    Rio mencium kening Ishana yang terlelap dengan wajahnya yang masih terlihat pucat. Lelaki yang kini telah bergelar suami itu merapikan selimut agar menutupi tubuh istrinya hingga sebatas dada. Rio pun bergegas keluar untuk menemui keluarga yang sudah berkumpul di luar kamar. Meskipun pernikahan dil

  • Dia yang Terluka    Bab 379

    Setelah pintu terbuka sebuah kejutan bagi Rio saat melihat keluarganya datang, meskipun harus tanpa adanya Dio. Adik yang tentunya juga sangat dia rindukan, karena setelah pernikahannya hingga saat ini Rio belum bertemu kembali Dio kembali. Ternyata bukan hanya keluarga Oetama yang datang tetapi pa

  • Dia yang Terluka    Bab 378

    Sebagai orang yang dianggap paling dekat dengan Ishana, tentu Bumi menjadi terduga paling utama sebagai pelaku yang telah memberikan racun kepada Ishana. Karena itulah Bumi kembali ke Amerika untuk memberi keterangan dan membuktikan jika dirinya bukanlah pelaku kejahatan tersebut. Penyelidikan yang

  • Dia yang Terluka    Bab 377

    Rio menatap boneka yang berbentuk bulan, yang saat ini menemani Ishana tidur. Senyum terukir indah di bibir Rio kala mengingat saat dia membeli boneka itu untuk Ishana. Rio sangat yakin jika sampai detik ini Ishana masih mencintainya dan akan bersedia untuk menikah dengannya. Sebenarnya tidak masala

  • Dia yang Terluka    Bab 376

    "Maafkan sikap mamanya Isha!" pinta Satria. Saat ini Rio dan Satria sedang duduk berhadapan berada di sebuah restaurant, Satria tahu jika sejak kedatangannya Rio belum makan sama sekali. "Apa yang terjadi pada Isha, Om?" tanya Rio yang sejak tadi belum mendapatkan jawaban. "Ada orang yang ingin m

  • Dia yang Terluka    Bab 375

    "Sudah merasa lebih baik?" tanya Bumi kepada Ishana Putri sulung Handa dan Satria membersihkan sisa muntahan yang masih ada di sekitar mulutnya dengan tisu yang di sodorkan oleh Bumi. Tak ada satu orang pun yang ingin merasaka sakit, begitu juga dengan Ishana, meskipun saat ini dia menempati ruang

  • Dia yang Terluka    Bab 69

    "Kita hadapi ini bersama, Dia." Nadia menganggukkan kepalanya tanda sepakat dengan sang suami. Gio mendekatkan kepalanya ke telinga Nadia, lalu membisikkan sesuatu. "Terima kasih semalam sudah merecharge semangatku." Gio tersenyum menggoda dihadapan istrinya tersebut.Nadia tersipu malu, hingga rona

  • Dia yang Terluka    Bab 63

    Karena masih dalam suasana duka, Gio belum ke kantor untuk bekerja. Dia menyerahkan urusan pekerjaan pada orang kepercayaannya. Meskipun hari sudah menjelang siang dan matahari pun sudah tinggi tetapi Gio tampak masih terlelap di atas ranjangnya. Hingga suara pintu yang terbuka mengganggu tidurnya,

  • Dia yang Terluka    Bab 62

    Dalam perjalanan pulang dari pemakaman Surya, mobil yang ditumpangi Nadia dan Gio melaju dengan kecepatan sedang melintasi jalan raya yang mulai padat saat jam pulang kerja. Gio masih saja terdiam dengan pandangan keluar menerawang jauh entah kemana, tetapi tangan Gio terus mengenggam tangan Nadia i

  • Dia yang Terluka    Bab 56

    Nadia membalas dengan memukul dada Gio pelan sambil tersenyum tersipu malu. Gio semakin mengeratkan pelukannya, dan mereka pun tertawa bersama dan berharap kebahagiaan yang pernah mereka rasakan kembali lagi hadir di tengah mereka. "Mau dibuatkan makan siang apa? Nanti aku bawakan ke kantor."Tanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status