Partager

Dibagi Rata

last update Date de publication: 2026-06-05 10:51:39
Kiran menggeleng saat melihat kepanikan di wajah Widya.

“Kami tidak akan menuntut apa pun lagi,” kata Kiran dengan tenang.

“Dengarkan dulu penjelasan Kiran.” Surya akhirnya bicara setelah sejak tadi diam karena larut dalam kecanggungan.

Widya benar-benar panik. Bagaimanapun mereka baru saja mau memulai kehidupan mereka agar lebih baik, sehingga pembahasan masa lalu menjadi begitu sensitif untuk mereka.

Kiran menatap semua orang yang diam. Dia lebih dulu mengambil napas panjang, sebelum bicara.

Aililea (din din)

Kakak, sudah 2 bab buat pagi ini, selamat membaca

| 13
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (10)
goodnovel comment avatar
Adeena
sudah tidak punya beban lg pak Surya tapi tetep selama Mila belum nikah masih tanggungan pak Surya....
goodnovel comment avatar
wardah
pak Surya plong ,, udah g ada ganjalan lagi di hatinya
goodnovel comment avatar
Wida
yessica semoga mrk jdi pribadi yang lebih baik
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Dimanja Mantan Posesif   Dingin Tapi Perhatian

    Nindy melipat bibirnya saat mendengar pertanyaan sang mama. Dia diam beberapa detik, berusaha menyusun kata-kata yang tepat untuk menjelaskan situasi sebenarnya kepada sang ibu."Dulu, aku dan Noah pernah membohongi Bibi Kamila, Ma." Nindy jujur karena masalah ini dia belum pernah membicarakan dengan sang mama. "Aku dan Noah berpura-pura pacaran di depan Bibi. Karena itu Bibi Kamila masih kesal padaku, padahal sekarang kami benar-benar pacaran." Nindy menatap canggung ke sang mama, karena dia sudah berani membohongi orang tua.Indah tersentak sampai matanya membola lebar. Meski dia tak percaya dengan apa yang baru saja Nindy katakan, tetapi Indah hanya bisa menghela napas panjang."Kenapa kamu bisa bohong begitu, Nindy?" tanya Indah dengan nada tertahan, tak menyangka anak perempuannya melakukan hal sejauh itu.Nindy kembali diselimuti penyesalan jika ingat akan kejadian itu. Tetapi, dia juga salah."Dulu aku dan Noah masih sama-sama baru kenal, Ma. Keadaannya rumit saat itu," balas Ni

  • Dimanja Mantan Posesif   Jujur Kok

    Nindy melirik ke Kamila setelah mendengar pertanyaan ibunya. Dia tak langsung menjawab, Nindy sedikit panik saat mendapati Kamila memandangnya dengan tatapan datar. Namun, Nindy sadar kali ini dia harus berani. Dia harus membuktikan kepada Kamila bahwa tidak ada lagi hal yang dia sembunyikan.Nindy menarik napas pelan, menguasai dirinya agar tidak tegang, lalu menatap ibunya dengan tenang. "Kenal, Ma. Beliau ini Bibi Kamila ... mamanya Noah."Indah seketika terkejut. Matanya membola lebar saat kembali menatap pada Kamila dengan ekspresi tidak percaya. Indah tentu sudah tahu soal Noah, pria yang kini sedang menjalin hubungan dengan putrinya.Atmosfer di meja itu mendadak tegang. Saat Indah ingin membuka bersuara, Kamila sudah lebih dulu memotong."Apa Ibu tahu kalau Nindy dan putra saya pacaran?" tanya Kamila dengan nada suara yang sulit ditebak.Indah melihat ekspresi Kamila yang begitu datar. Dia berdeham pelan dan berusaha tetap tenang. "Tahu, Bu. Noah sering main ke toko juga, ka

  • Dimanja Mantan Posesif   Tahu Juga

    Keesokan harinya. Kamila mendatangi alamat toko kue yang tertera di kartu nama pemberian Indah. Sore ini Kiran akan tiba setelah liburan 7 hari, jadi Kamila membeli kue untuk menyambut putrinya.Begitu melangkah masuk ke dalam toko, aroma harum mentega dan vanila yang khas langsung menyapa indra penciumannya. Interior toko bergaya minimalis itu terasa sangat bersih, rapi, dan nyaman.Kamila berjalan menuju etalase kaca dan mulai melihat-lihat pilihan kue yang tertata cantik. Seorang pelayan toko melangkah mendekat untuk melayaninya."Selamat siang, Bu. Ada yang bisa dibantu?" sapa pelayan itu ramah."Saya mau mencari kue stroberi," sahut Kamila lembut ketika menoleh pelan ke pelayan yang berdiri di sampingnya.“Ada, Bu. Di etalase sana, silakan dilihat-lihat dulu, mau kue yang mana.” Pelayan menunjuk sopan ke etalase yang dituju.Kamila melangkah mendekat, dia memandangi kue-kue yang terpajang di sana, semuanya cantik-cantik dan serba strawberry.Saat Kamila sedang memilih kue yang

  • Dimanja Mantan Posesif   Dua Orang Bertemu

    Beberapa hari kemudian.Kamila ada di supermarket. Dia sedang memilih beberapa keperluan di luar kebutuhan dapur. Kamila berjalan sendiri sambil menenteng keranjang belanjanya. Dia menyusuri deretan rak, dan sesekali mengambil barang yang diinginkan.Sampai langkahnya terhenti di depan rak makanan ringan, lalu tangannya terulur hendak mengambil sebuah kemasan cookies rasa strawbery.Namun, di saat yang bersamaan, sebuah tangan lain juga terulur ke arah kemasan yang sama.Kamila menoleh cepat, tatapannya tertuju pada wanita paruh baya berpakaian sederhana yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi terkejut seperti dirinya.Kedua wanita paruh baya itu sempat membeku sejenak sebelum sama-sama menarik tangan masing-masing. Wanita di samping Kamila mengulas senyum ramah, lalu tertawa kecil menutupi rasa canggungnya."Aduh, maaf ya, Bu. Saya tidak sengaja, main ambil saja," ucap wanita yang tak lain Indah—Ibu Nindy, dengan nada sopan dan penuh penyesalan.Melihat sikap dan tutur kata wanit

  • Dimanja Mantan Posesif   Masih Suka Menggoda

    Keesokan harinya.Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden kamar, membiaskan pendar cahaya tipis di atas ranjang berukuran besar. Suasana di dalam kamar resort itu terasa begitu tenang dan hangat.Di balik selimut tebal yang membungkus tubuh mereka, Kiran dan Elvano masih terlelap dalam posisi saling memeluk. Kehangatan tubuh Elvano yang mendekapnya begitu erat membuat Kiran perlahan menyadari bahwa hari sudah pagi.Kiran membuka matanya perlahan. Wajah Elvano yang masih tertidur lelap berada begitu dekat di depan matanya. Senyum kecil terbit di bibir Kiran saat memandangi betapa polosnya wajah pria ini saat terlelap, dan betapa tampannya Elvano saat terbangun yang bisa membuat jantungnya senantiasa berdetak dengan cepat.“Tidurlah lebih lama,” bisiknya lalu mengecup pelan pipi Elvano.Saat mencoba bergerak untuk bangun, Kiran menyadari kondisi mereka yang sama sekali tidak mengenakan pakaian di balik selimut tebal tersebut.Rasa canggung dan panas seketi

  • Dimanja Mantan Posesif   Malam Romantis

    Kiran dan Elvano keluar dari kamar mereka setelah selesai membersihkan diri. Langit yang semula jingga kini bertukar warna menjadi kebiruan gelap yang dihiasi pendar cahaya bulan dan bintang. Angin malam berembus perlahan, membawa aroma khas laut yang menenangkan. Kiran melangkah bersama Elvano dengan terus menggenggam tangan suaminya ini. Sesekali dia tersenyum saat menoleh pada Elvano. Sedang Elvano sudah menyiapkan kejutan kecil untuk istrinya. Di salah satu sudut pantai yang agak terpisah dan tenang, sebuah meja makan bundar lengkap dengan lilin aroma terapi serta hiasan bunga segar sudah tertata rapi. Cahaya lampu gantung kekuningan yang dipasang melingkar di sekeliling area tersebut memberi kesan hangat dan intim di tengah gelapnya malam pesisir. "El... ini kamu yang minta siapkan?" tanya Kiran dengan mata berbinar, menatap sekeliling area makan malam mereka yang sangat spesial. Elvano lebih dulu mengajak Kiran menuju meja yang sudah disiapkan pelayan resort sesuai pesan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status