Share

Wanita Rendahan

Penulis: Zii_Alpheratz
last update Tanggal publikasi: 2024-05-31 13:00:24

"Mah, gimana penampilan aku?" tanya Viona sambil memamerkan tubuhnya yang terbalut gaun berwarna kuning pucat pada sang ibu.

Saat Viona mengatakan bahwa Abimanyu bersedia bertemu dengannya, Jesica langsung mengajak Viona berbelanja di sebuah mall untuk membeli pakaian baru agar sang putri terlihat lebih cantik.

Jesica menutup mulutnya, bertepuk tangan dengan senang sambil memuji, "Kamu cantik banget, Sayang!"

Viona juga tersenyum sumringah, senang dengan pujian yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Wanita Panggilan.

    "Ada apa ini?" Hendra keluar dari rumah setelah mendengar suara keributan di depan rumahnya. Pria dengan rambut acak-acakan, mengenakan kaus oblong yang memperlihatkan siap otot tubuhnya dengan bebas. Celin tiba-tiba menjadi kesal kembali. "Cewek gatel mau godain suami orang!" Celin melenggang pergi ketika dia selesai mengatakan itu. "Celin ... " Hendra memperingati sang istri agar menjaga apa yang dia katakan. Kemudian dia mengalihkan tatapannya pada Hani. "Enggak pa-pa, kok, Mas. Mungkin Mbak Celin emang gak suka sama Hani." Hani menunduk, dia memegang bekal makanan dengan ke dua tangannya. Hendra tidak membalas, melainkan langsung bertanya, "Kenapa pagi-pagi ke rumah?" "Ah- ini, Hani bawain Mas Hendra makanan. Hani tau Mbak Celine pasti enggak bisa masak, jadi Hani—" "Enggak perlu," potong Hendra, membuat kalimat yang telah Hani persiapkan dengan baik hancur seketika. "Saya tau maksud kamu baik. Tapi saya pikir mulai sekarang kamu jangan datang ke sini kalau bukan urus

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Rencana

    "Mas Abi belum tidur?" tanya Eleena ketika dia yang sudah tertidur, terbangun di tengah malam. Melihat sang suami yang sedang duduk sambil bersandar pada kepala ranjang sambil sibuk dengan sesuatu di laptopnya. Wanita itu mengusap matanya dengan pelan. "Ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, kamu lanjut tidur lagi!" titah Abimanyu. "Lengan Mas luka, apa enggak sakit ngetik kaya gitu?" Eleena enggan melihat suaminya bekerja di tengah malam. Tersenyum, satu lengan Abimanyu yang tidak terluka terulur, mengelus kening Eleena dengan lembut. "Enggak terlalu sakit, ini pekerjaan yang harus diselesaikan sekarang." Eleena menghela nafas, merasa bahwa bos di sebuah perusahaan sangat sulit. Di novel dan film yang Eleena tahu, bos-bos biasanya bisa cuti dan melakukan semua hal sesuka mereka, tidak sesibuk Abimanyu. *** "Abimanyu ada di Singapura untuk dua minggu, kamu tahu?" Abram berbicara dengan seseorang di seberang telepon. "Oh, ya?" Itu adalah suara seorang wanita yang ber

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Kapan?

    Eleena terkejut mendengar panggilan yang Akasha tunjukan untuknya. Matanya menatap anak yang juga menatapnya dengan tatapan polos dan malu. Sudut bibir Eleena tertarik ke atas, membentuk sebuah senyum lembut. Eleena mengulurkan lengannya pada Akasha, memberi isyarat agar Akasha mendekati dia. "Akasha mah eskrim rasa apa?" tanya Eleena dengan lembut. Satu tangannya mengelus pipi anak itu. "Esklim coklat, Mah," jawab Akasha, masih malu-malu ketika dia menyebut Eleena dengan panggilan Mamah. "Okey, ayo kita beli es krim coklat!" Eleena lalu memesan pada si penjual. Di sepanjang perjalanan, Akasha terus tersenyum, mata bulatnya menyipit, membentuk bulan sabit. Anak itu menggenggam tangan Eleena, berjalan sambil bersenandung sebuah lagi yang Eleena tidak mengerti apa yang Akasha nyanyikan. *** "Mamah! Mamah! Mamah! Mamah!" Kembali ke hotel, Abimanyu tertegun mendengar suara seruan Akasha yang memanggil 'mamah' entah pada siapa. Suara anak itu terdengar sangat ceria di teling

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Mamah, Mau Eskrim

    Puas menatap, Celine mengalihkan tatapannya lada sang suami. "Lagi ngapain?" Dia tidak menjawab pertanyaan Hendra tadi dan malah mengajukan pertanyaan lain."Liat ikan. Bukannya kemarin kamu bilang pengen makan ikan?" Hendra menunjuk pada bak yang tadi dia lihat, di dalamnya banyak ikan dengan ukuran besar dan kecil berenang mengitari bak.Celine juga melihatnya, lalu mengangguk. "Kalau gitu beli!"Pak RT dan bu RT masuk ke dalam rumah mengambil kantung plastik untuk wadah ikan yang akan Hendra bawa. Hani diam-diam menatap Hendra dan Celine bergantian."A Hendra, besok bisa, kan?" Gadis itu bertanya dengan nada yang sangat lembut.Celine menatap Hendra, ingin bertanya apa yang dibicarakan oleh gadis bernama Hani itu. Dia dengan sebal mencubit pinggang suaminya, membuat Hendra mendesis kesakitan."Enggak bisa, Neng. Kalau mau ke pasar mendingan kamu bareng sama mobil sayur aja," Hendra menjawab sesuai keinginan Celine, lalu untuk

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Hani, si Gadis Desa

    Eleena tiba-tiba bangkit dari duduknya, dia berjalan ke arah walk in closet, membungkuk untuk membuka bagian paling bawah dari lemari kayu, mengambil sebuah koper dari dalam sana. Eleena membuka lemari pakaiannya, memilih beberapa dan memasukannya ke dalam koper. Abimanyu menatap istrinya dengan heran. "Kenapa kamu masukin baju ke dalam koper?" tanya Abimanyu dengan heran. "Aku mau ke Singapura," jawab Eleena sambil terus memilah pakaiannya. "Hah?" Abimanyu menatap Eleena dengan tatapan tidak mengerti. "Aku mau ikut Mas ke Singapura, kenapa? Memangnya enggak boleh?" Pria itu mendadak terdiam, tidak menyangka Eleena akan meminta untuk ikut. Abimanyu benar-benar dibuat kehilangan kata-kata oleh istrinya. "Kamu mau ikut?" "Enggak boleh?" Eleena menatap sang suami dengan tatapan curiga. "Mas beneran ada perjalanan bisnis, kan? Bukan jenguk istri ke dua?" "El, aku beneran ada perlu di sana." Abimanyu menghela nafas atas tuduhan Eleena. "Kamu boleh ikut, tapi aku takut kamu bos

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Perjalanan Bisnis

    "MAS!" Jesica berteriak pada Dedi yang sedang duduk bersantai di sofa sambil menonton tayangan televisi begitu dia memasuki pintu rumahnya.Dedi mendongak, melihat anak dan istrinya yang kembali dnegan raut wajah kesal. "Ada apa?" tanya Dedi."Kamu harus kasih Eleena pelajaran!" Jesica duduk di samping Dedi, mengeluh pada sang suami.Viona juga melakukan hal yang sama, dia duduk di samping ayahnya. "Aku di dorong sampe jatuh sama Eleena, Pah! Tapi dia malah maki-maki aku sama Mamah!"Dedi menegakkan punggungnya ketika mendengar hal itu. "Kenapa Eleena mendorong kamu?" tanya Dedi dengan alis berkerut."Bukan itu intinya, Mas!" Tegur Jesica dengan kesal. "Eleena itu semakin menjadi-jadi sekarang! Dia sama sekali enggak mengormati aku sebagai ibunya. Bahkan dia udah berani main tangan sama Viona.""Kalian tenang dulu, cerita apa yang terjadi sebenarnya!"Jesica jelas semakin kesal mendengar pertanyaan Dedi. Dia merasa Dedi

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Keluarga Bahuwirya

    Akasha kecil mengerutkan kening lembutnya saat melihat Eleena, menatap wanita itu dengan tatapan penuh dengan kewaspadaan."Tante istli balunya papa, yah?" tanya Akasha dengan suara cadelnya.Eleena tersenyum dan mengangguk. Eleena kurang suka pada anak kecil karena anak kecil yang dia temui biasan

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Papah Benci Akasha

    Abimanyu menganggukkan kepalanya. Wanita itu berjalan ke sisi Abimanyu menyingkirkan Viona, menggandeng tangannya dan membawa pria itu keluar dari rumah.Viona menatap kepergian mereka dengan enggan, dia sangat iri pada Viona hingga bola matanya hampir keluar karena tidak kunjung selesai menatap.*

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Bertemu Akasha

    "Seperti yang sudah saya katakan tadi, saya di sini untuk meminang anak anda, Eleena."Seisi ruangan mendadak terdiam mendengar apa yang Abimanyu katakan. Bahkan Eleena tidak percaya bahwa Abimanyu akan mengatakannya dengan begitu langsung tanpa basa-basi.Dedi terlihat kaget, meskipun Abimanyu mem

  • Dinikahi CEO Tampan Pembawa Sial   Meminang

    ''Ayo kita putus.'' ucap Eleena pada seorang pria tampan yang duduk di seberang mejanya.Uhuk! Uhuk!Pria yang tidak lain adalah Keanu itu terbatuk-batuk mendengar apa yang Eleena katakan. ''Apa maksud kamu, Yang? Tiba-tiba ngajak putus?'' tanya Keanu, menatap Eleena dengan tatapan tidak percaya.'

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status