Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah

last update최신 업데이트 : 2022-05-27
작가:  Reinsha4연재 중
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
10챕터
3.1K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

시놉시스

Brak! "Kalian mesum!" Ayo keluar! Keluar dari warungku!" Teriaknya. Kepala Wulan yang berdenyut parah tidak begitu menghiraukan. "Tolong! Tolong! Ada orang mesum!" "Pak! Jangan Pak! Saya hanya ingin menolong cewek ini, Pak! Tolong dengarkan!" Ujar sang pemuda.

더 보기

1화

Dipaksa

Brak!

"Kalian mesum!" Ayo keluar! Keluar dari warungku!" Teriaknya.

Kepala Wulan yang berdenyut parah tidak begitu menghiraukan.

 "Tolong! Tolong! Ada orang mesum!"

"Pak! Jangan Pak! Saya hanya ingin menolong cewek ini, Pak! Tolong dengarkan!" Ujar sang pemuda.

***

Waktu itu mendung masih menunjukkan kesombongannya, hujan turun dengan lebat mengakibatkan jarak pandang tidak begitu jauh, udara sangat dingin sehingga membuat Wulan menggigil berat disusul sakit kepala yang lumayan. 

Motor ia tepikan di sebuah warung yang belum tertutup sempurna. Seorang pemuda terlihat juga sedang berteduh menunggu hujan reda.

Wulan parkir tepat di samping motor pemuda itu kemudian berencana duduk di kursi kayu di belakangnya tapi ia urungkan karena melihat pintu warung yang sedikit terbuka. 

"Bu? Pesan teh hangat satu!" Ucapnya dengan menggigil. Wajahnya pucat, bibirnya putih.

Merasa panggilannya tidak ada sahutan, ia masuk ke dalam dengan badan agak sempoyongan. Tangannya mendekap erat di dada.

Tak berapa lama berjalan ia terjatuh dengan memegangi kepala dan menggigil hebat.

Pemuda yang mendengar sesuatu lari tergopoh ke dalam warung dan mendapati Wulan terbaring tak berdaya di tanah.

"Mbak! Mbak tidak apa-apa?"

Wulan hanya bisa menggumam tidak jelas dengan bibir bergetar

"Badan Mbak panas!" Ucap pemuda itu khawatir.

"Dingin! Dingin!" Racau Wulan.

Karena pemuda itu merasa belum bisa membawanya ke tempat kesehatan, maka dia berinisiatif menghangatkan tubuh Wulan dengan pakaiannya. Satu persatu dia membukanya. Mulai dari jaket dan kaos. Belum sempat dipasangkan ke tubuh Wulan, terdengar pintu dibuka dengan kasar.

Brak!

"Kalian mesum!" Ayo keluar! Keluar dari warungku!" Teriaknya.

Kepala Wulan yang berdenyut parah tidak begitu menghiraukan.

 "Tolong! Tolong! Ada orang mesum!"

"Pak! Jangan Pak! Saya hanya ingin menolong cewek ini, Pak! Tolong dengarkan!" Ujar sang pemuda.

Beberapa orang ikut masuk dan menyeret pemuda itu keluar dengan bertelanjang dada.

"Bawa ke kantor kelurahan! Bawa saja!" Teriak mereka.

Masih dengan guyuran hujan hebat, mereka diarak menuju kantor kelurahan yang berjarak tidak begitu jauh.

"Lepaskan saya! Cewek itu sakit! Biar saya menggendongnya!" Ucap pemuda itu yang melihat Wulan tidak kuat berjalan dengan bergetar.

Di kantor kelurahan, pak lurah keluar ruangan ketika mendengar banyak orang yang mendatangi kantornya.

"Ada apa? Ada apa?"

"Pak lurah, ada yang berbuat mesum di warung saya. Nikahkan mereka sekarang juga! Sebelum mereka berbuat zinah lebih jauh! Untung saya pergoki!"

Pemuda yang mendengar pernyataan pemilik warung menjadi gusar dengan hukuman yang akan dia terima.

"Tenang dulu! Tenang dulu! Kita tanya mereka baik-baik!" Ucap pak lurah bijak.

"Nggak usah pak! Langsung saja, panggil penghulu! Seperti kejadian yang sudah-sudah! Biar wilayah kita terbebas dari zinah, biar mereka kapok!"

Pak lurah memang terkenal dengan ketegasannya dalam memberantas perzinahan, bukan hanya itu dia juga tegas dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Tak heran banyak orang yang menghormati dan mengagumi.

"Ok! Baik! Tenang! Tenang! Mana mereka?"

Pemuda itu didorong dengan paksa oleh dua orang. Wulan masih menggigil di gendongannya.

"Pak? Tolong dengarkan saya! Saya hanya berniat menolong cewek ini karena sakit!"

"Hallah! Bohong pak! Mana ada menolong pakai lepas baju segala! Mana yang perempuan pasrah di bawah!"

"Maju sini!" Perintah pak lurah geram.

Pemuda itu dipandangi dari bawah hingga atas, sampai tatapan matanya berhenti di perempuan yang digendongnya. Pak lurah merasa mengenal postur tubuhnya, dia hapal dengan sepatu dan motif pakaian dan jilbabnya walau dalam keadaan basah. Dia mendekat dan melihat wajah perempuan itu. 

Pak lurah menjadi pias ternyata perempuan yang digendong pemuda itu adalah putrinya, Wulan. 

Dengan sangat berat hati, pak lurah mengambil keputusan yang dirasa sangat adil bagi mereka.

"Baik! Nikahkan mereka sekarang!"

"Pak! Pak! Dengarkan saya! Ini tidak benar!" Teriak pemuda itu membela diri.

"Persiapkan dirimu! Jangan melawan! Pertanggung jawabkan perbuatanmu! Nikahi anak saya sekarang juga!"

Deg!

Pemuda itu tidak bisa berkata-kata. Perempuan yang sedang ada di gendongannya adalah putri pak lurah yang ada di depannya. Dia luruh ke bawah dengan masih menggendong Wulan. Apa yang bisa diperbuatnya untuk menyangkal perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
10 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status